
10 hari kemudian Vallen telah selesai melakukan kencan buta, namun dari 10 orang tersebut semuanya tidak ada yang normal. Vallen menemukan berbagai jenis makhluk manusia yang aneh, jauh dari kata sempurna.
Hari pertama kencan Vallen, dia bertemu dengan orang yang tampan, tapi sayang, dia kutu buku. Bahkan saat kencan pun dia asik membaca buku dan menghafalkan rumus kimia, fisika serta matematika. "Ahh... dasar orang jenius kebablasan...!" keluh Vallen saat usai kencan.
Vallen tidak mau menyerah begitu saja. Dia tetap mencari pacar dengan bantuan biro jodoh. Namun lagi-lagi sial sedang menghampirinya. Dia bertemu dengan laki-laki tua bangka, gendut, bibir dower dan pandangan super mesum. Baru juga duduk, aki-aki tersebut main nyosor aja ke Vallen. Dengan sigap Vallen langsung mendorong laki-laki tersebut.
"TIDAK..." teriak Vallen dengan lari terbirit-birit meninggalkan laki-laki mesum itu. Bahkan Vallen tidak peduli dengan tatapan orang yang ada di sekitar. Mungkin pikir mereka Vallen gila.
Hari-hari terus Vallen lalui dengan mencari pacar dadakan nya, namun kerja kerasnya tidak membuahkan hasil. Sedikit lelah dengan kelakuannya sendiri, Vallen berencana akan pergi ke pemandian air hangat demi merilekskan saraf otaknya serta otot yang menegang.
"Hah, sudah kencan buta sampai mau muntah, tapi tidak mendapatkan laki-laki yang bersikap normal. Apa semua laki-laki buaya dan tidak bisa di andalkan?!" Vallen berargumen pada dirinya sendiri seperti orang bodoh. Dia bersandar pada dinding dengan memejamkan mata. Cuma mengenakan handuk yang melilit ke tubuhnya sebatas dada. Dia sudah tidak peduli dengan pandangan orang lain yang menganggap dirinya orang gila.
Samar-samar Vallen mendengar bisikan dari para pengunjung yang menggunjingnya.
"Lihat gadis itu, sepertinya dia haus belaian... "
"Dia sepertinya sudah tidak tahan lagi... "
"Apa dia seorang jomblo akut?!" Sedangkan yang di gunjingnya tidak menghiraukan, Vallen asik memakai lulur mandi.
"Aaaa..." terdengar jeritan para pengunjung wanita yang sedang mandi air hangat.
"Awas... ada laki-laki masuk! Ayo kita hajar... " Vallen yang mendengar jeritan itu menjadi penasaran dan segera bangun dari duduknya.
"Hei... apa tidak salah? Disini tempat wanita kan?" tanya Vallen pada salah satu pengunjung.
"Kamu lihat sendiri, meraka memakai pakaian serba hitam serta kaca mata hitam. Mereka terlihat keren tapi menakutkan."
Vallen yang penasaran akhirnya membuka pintu. Namun tanpa ia duga Vallen justru di hadang beberapa orang yang menyeramkan.
"Siapa kalian?" bentak Vallen tanpa rasa takut.
"Kalau kalian tidak keluar, aku akan panggil polisi!" Ancam Vallen. Bukannya membuat mereka takut justru mereka menodongkan sebuah pertanyaan.
"Apa anda yang bernama Vallen Nastya?" Tanya salah satu orang tersebut.
"Ya, aku Vallen Nastya. Ada apa kalian mencari aku?" Tanya Vallen yang mulai merasa was was.
__ADS_1
"Selain nona Vallen, kalian semua keluar!" Suara bariton salah satunya yang menggelegar. Membuat semua wanita menciut nyalinya.
Setelah semua penghuni keluar, semua pengawal tadi berbaris rapi dan membungkukkan badan dengan menjulurkan tangan.
"Nona Vallen, Tuan Fu Lan ingin bertemu dengan anda!" suara serentak mereka dengan kompak.
"Apa?" tanya Vallen dengan wajah bingungnya.
"Apa maksudnya? Aku tidak kenal dengan Fu Lan itu! Kenapa mencariku?" Batin Vallen bertanya-tanya
"Sebaiknya nona turuti apa kata kami, dan jangan banyak tanya!"
"Hei, siapa kalian? Aku tidak mau ikut dengan kalian!" Bentak Vallen dengan perlahan berjalan mundur hendak mau kabur.
Tidak lama kemudian suasana menjadi hening. Bayangan seseorang muncul mendekat dan semakin mendekati Vallen. Membuat Vallen ketakutan dan menebak-nebak orang tersebut.
"O... orang yang muncul di mimpi? Di... dia adalah Fu Lan yang asli!" Vallen memandang Fu Lan tak percaya.
"Ini tidak mimpi! Berarti yang kemarin itu bukan mimpi basah? Semua itu nyata."
"Tidak... pasti ini halusinasi ku saja. Tapi, 10 hari yang lalu sebenarnya aku merasakan area sensitif ku merasakan rasa yang sangat nyeri. Dan semua itu... ternyata nyata... dan laki-laki di hadapanku ini juga nyata..." Bayangan 10 hari yang lalu berkelebatan di pelupuk mata. Membuat tubuh Vallen bergetar hebat.
"Kalian semua keluar dari ruangan ini!" Perintah Vallen dengan para anak buahnya.
"Baik tuan!" Jawab serempak pengawal dengan membungkukkan badan memberi hormat.
"Apa yang anda inginkan? Dan kenapa anda mengusir mereka?" Tanya Vallen dan segera bangkit.
"Tidak... aku tidak mau berduaan dengan moster ini. Aku harus segera pergi dari sini..." Vallen mulai melangkahkan kakinya hendak keluar dari ruangan.
"Stop!" Perintah Fu Lan dengan menarik tangan Vallen. Sehingga membuat Vallen membalikkan badan dan menabrak tubuh Fu Lan.
"Vallen Nastya, kamu pikir kamu bisa pergi dari sini tanpa penjelasan?" Tanya Fu Lan dengan tatapan membunuhnya.
"Tuan Fu Lan, kurasa kita tidak saling kenal. Dan saya akan memberikan penjelasan setelah di pengadilan." Berontak Vallen dari cengkraman Fu Lan.
"Pengadilan? hmm... mau menjelaskan tentang keperawan kamu ya?! atau jangan-jangan kamu mau bertarung hak asuh anak?" Fu Lan semakin mendekat ke wajah Vallen membuat Vallen bergidik ngeri.
__ADS_1
"Aku Fu Lan, tidak ada yang aku takuti. Apa lagi pengadilan semua di bawah kekuasaan ku. Jadi jangan buang-buang tenaga kamu untuk menuntut ku. Selanjutnya tak kan ku biarkan kamu hidup sebelum kamu menyerahkan yang aku mau!" Ancam Fu Lan terhadap Vallen.
"Apa sebenarnya yang dia mau? tidak puaskah telah merenggut keperawananku? Dasar orang gila!" Umpat Vallen dalam hati.
"Tuan Fu Lan, aku tidak tahu yang anda maksud. Pertama, kau sudah merebut keperawan ku! dan aku akan menuntut kamu ke pengadilan atas pelecehan 10 hari yang lalu!" Bentak Vallen yang tidak terima.
"Dasar wanita keras kepala. Ocehan mu membuatku semakin sakit kepala." Fu Lan membaringkan Vallen di atas lantai.
"Lepaskan aku... dasar orang gila..." Berontak Vallen namun sayang, tenaganya tidak sekuat Fu Lan.
"Mau berbicara tentang pelecehan ya? Baik, aku akan menjelaskan apa itu pelecehan!" Fu Lan menindih tubuh Vallen dan mengunci tangannya.
"10 hari yang lalu itu bukan pelecehan, aku cuma membantumu yang sedang kepanasan! Kamu mendesah dan menikmati setiap sentuhan yang ku berikan!" Bisik Fu Lan di telinga Vallen, membuat Vallen merasakan sesuatu yang aneh menjalar di tubuhnya.
"Kamu...dasar orang gila mesum! Le... lepaskan aku!" Vallen mendorong tubuh Fu Lan agar menjauh.
Tindakan Vallen tadi membuat Fu Lan sedikit geram. Dia mendorong Vallen ke dinding.
"Ah... sakit...!" Teriak Vallen.
Dengan gerakan sedikit kasar tadi membuat handuk yang di kenakan Vallen sedikit turun. Membuat bukit kembar sedikit menyembul keluar.
Fu Lan yang melihat barang yang indah itu, membuat hasrat Fu Lan muncul. Fu Lan mulai mendekati Vallen.
"Jangan mendekat, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Vallen sedikit takut-takut.
"Aku memberimu waktu untuk menyerahkan anak itu kepadaku, tapi kau justru sibuk mencari pacar. Kalau begitu, aku akan menunjukkan apa itu pelecehan!"
Bersambung....
Jangan lupa dukung author, dan tinggalkan jejak
1.Like
2.Coment
3.Vote
__ADS_1
4.Hadiah
yang banyak ya... biar authornya semangat