
Part 1 ` kalian menukarku dengan uang`
Dalam hidup ini hanya satu yang dia punya yaitu harga diri , dari kecil Bulan memiliki banyak mimpi , salah satu nya yaitu punya keluarga yang harmonis , penuh canda tawa , penuh kasih sayang , ia tidak masalah hidup dengan sederhana dari pada bergelimang harta seperti sekarang tapi hati tidak pernah merasa hidup.
“ apa maksud ayah , Bu ?” tanya Bulan pada ibu nya yang duduk di samping ayah nya
“ ikuti dan dengarkan saja apa kata ayah mu?” jawab Ibu Bulan cuek
“ kau harus menikah dengan anak kedua pak bram , agar perusahaan ayah tidak bangkrut “ runtuh sudah pertahanan Bulan selama ini , air mata nya mengalir begitu saja tanpa dia sadari . semua orang kenal anak pak Bram salah satu perusahaan sukses tapi anak nya yang satu ini memiki kekurangan yaitu duduk di kursih roda sudah dari beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan yang tidak tahu apa penyebabnya .
“ perusahaan ayah ada masalah keuangan karena salah satu dari bawahan ayah ada yang melarikan dana proyek baru “ kata Ayah Bulan lagi tanpa memikirkan perasaan anak nya . apakah hanya perusahaan yang kalian kawatirkan tanya Bulan dalam hati
“ begitu tidak berartinya Bulan menurut ayah sama ibu ?” tanya Bulan suara hampir tidak dapat keluar . bagaimana mungkin orang tua nya begitu saja memberikan anak nya pada orang lain , apa mareka tidak pernah berpikir bagaimana jika orang yang akan aku nikahi bukan orang baik .
“ jangan banyak tanya , kau hanya perlu menikah anggap saja ini sebagai balas budi selama ini ayah dan ibu membesarkan mu “ kata ibu tanpa perasaan .
“ apakh aku seorang anak perlu balas budi bu “ tanya Bulan saat ini seakan dia tertusuk sesuatu di hatinya begitu sesak rasa nya , tapi orang tua anya hanya meninggalkan nya tanpa menjawab pertanyaannya . bulan sedikit tidak enak hati mendengar balas budi bukannya sebai anak harus nya berbakti bukan balas budi , seakan dia adalah orang luas saja .
“ Ya Allah apa lagi ini , hiks … hiks… hiks….” Bulan merasa lemah sekarang dan perasaannya kacaau dadanya begitu sesak , sebelumnya dia masih begitu berusaha kuat bahkan dia tidak pernah menangis di depan orang lain .
Tapi sekarang dia benar benar merasa begitu rapu , ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang tua , bagaimana selama ini mareka mengabaikan perasaan nya dan sekarang dia mau menjual nya .
“ apa harta lebih penting dari aku “ kata nya dalam hati dan itu tambah membuat hati nya hancur , bagaimana bisa orang tua nya sama sekali tidak peduli dengan hidupnya .
Saat ini Bulan berada dalam kamar nya dia merenungi segala nya apa yang pernah dia alami , sekarang dia lupa kapan terakhir dia tersenyum , dulu waktu kecil dia kira orang tua nya hanya sibuk kerja saja , maka nya tidak punya waktu untuk merawat dan menemani nya bermain dan mengantar nya sekolah .
“ selama ini aku selalu berdoa dan berusaha semampu ku “ kata Bulan dengan pandangan kosong dia begitu terpuruk dengan keadaan ini . dia bukan nya tidak mau menikah tapi dia mau menikah dengan orang yang bisa menerimah nya dengan lapang dada tanpa paksaan . jika seperti ini dia yakin pria itu pasti juga di paksa karena dengan keadaannya seperti ini pasti tidak ada yang mau dengannya , memang siapa yang akan mau menerimah lelaki lumpuh .
Bulan hanya bisa menangis sekarang walaupun dia tahu menangis tidak mungkin mengubah apapun .
“ALLAHU AKBAR , ALLAHU AKBAR “ suara azan berkemandang terdengar dari hp nya Bulan ,
“ sudah masuk asar “ kata Bulan melihat jam dinding kamarnya dan dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian beruduh untuk solat
Saat solat Alana berusaha khusuk karena saat solat lagi – lagi air mata nya mengalir sendiri seakan ada yang bocor dari mata nya jadi tidak dapat di kendalikan . setelah solat Bulan berzikir kemudian berdoa ini adalah rutinitas nya saat sudah solat , tidak pernah lupa untuk berdoa .
“ bissmillahirahmanirahim “ ucap Bulan sambil menetralkan perasaannya . dia berharap boleh lebih tenang tapi nyatanya air mata nya malah tambah deras ,
“ hiks … hiks… hiks…. “ Bulan menangis dia menumpahkan segalah nya sekarang , dari tadi mencoba menahannya tapi tidak bisa .
__ADS_1
“ Ya Allah , apakah dosa ku begitu banyak sehingga kau menghukum hamba mu yang lemah ini . hiks… “
lagi-lagi satu satu nya tempat Bulan menumpah segalahnya yaitu saat di atas sejadahnya .
Bulan terus saja bertanya tanya kenapa harus dia , dalam Al’Guran di jelaskan bahwa sesungguh nya Allah tidak akan menguji umat nya tidak batas kemampuannya , tapi sekarang Bulan merasa dia benar benar tidak mampu , Bulan selalu mengingat itu bahwa Allah selalu Bersama orang orang sabar tapi tetap saja dia merasa selalu lemah .
“ terkadang aku merasa engkau menghukum hamba mu ini , bukan menguji nya karena hamba selalu merasa lemah , Ya Allah . dan sekarang apa lagi ini ya Allah , hikss …. “
Bulan hanya bisa menangis sekarang dan mengeluh pada yang maha kuasa berharap di beri kemudahan dan hati yang lebih sabar dalam segalanya , walaupun dia berusaha sabar tapi ia tetap manusia biasa yang ada dimana ia merasa putus asa dan tidak mampu melanjutkan .
Cape menangis Bulan tertidur di atas sejadah nya karena psosisinya yang sujud tadi maka nya dia tidak sadar kalua tertidur .
Bulan terbangun saat mendengar suara ponselnya , sepertinya ada yang menelpon .
“ astagfirullah .. aku tertidur “ kata Bulan sambil mengusap wajah nya dan mata nya bengkak , sepertinya dia kebanyakan menangis
“ hello , Assalamualaikum “ sapa Bulan pada orang di seberang telepon
“ waalaikumsalam , bu ada yang cari di kantor ?” kata orang di seberang telpon .
“ siapa yah La ?” tanya Bulan
“Bu hani bu , katanya sudah buat janji sma ibu ?” jawab orang diseberang telpon
“ karena masalah ini aku jadi lupa janji ku , astagfirullah .” kata Bulan
Dan karena hal itu pula dia jadi ingat laagi masalah yang tdi ayah dan ibu nya yang baru saja mareka Bahas , lebih tepat nya Bulan hanya di kasih tahu , mareka bahkan tidak peduli dengan tanggapan Bulan , lagi lagi itu membuatnya menangis .
“ kenapa aku jadi lemah begini?” tanya nya pada dirinya sendiri
Kemudian Bulan kekamar mandi untuk siap – siap solat magrib dia akan ke masjid untuk jamaah agar dia tidak begitu terpuruk , air mata suka mengalir sendiri jika dia terus berada dalam kamar nya maka nya dia selalu solat di masjid dan Kembali setelah isyah dan mendengarkan ceramah , itu lebih baik dari pada tetap di rumah dan itu tidak baik untuk hati nya yang selalu merasa gundah .
Saat ini Bulan berada di masjid yang tidak jauh darai rumah nya , dia mengemudi sendiri karena memang ia tidak pernah pakai sopir , dia merasa tidak nyaman jika semobil dengan orang asing .
Karena waktu masih menunjukkan jam 6 , masih lama waktu untuk masuk waktu solat magrib , Bulan memutuskan untuk mengaji ini juga merupakan salah satu kebiasaannya , saat menunggu waktu solat ia selalu mengaji , Bulan begitu focus dan tak terasa waktu solat sekarang , azan pun mulai terdengar dan Bulan menyudahi bacaannya .
Sekarang begitu banyak orang tidak seperti tadi yang masih kurang . sama seperti malam malam sebelumnya setiap sudah solat magrib aka nada ustaz yang akan mengisi kultum sambil menunggu waktu solat isya ‘
Bulan bisa merasa lebih baik sekarang setelah solat dan sekarang dia berada di kamarnya akan siap – siap tidur padahal dia belum makan tapi dia tidak berniat untuk makan karena dia merasa kenyang sekarang .
__ADS_1
Pagi mulai datang dengan ditemani matahari ,
“ sudah pagi sebaiknya aku siap – siap ke kantor “ kata Bulan pada dirinya sendiri .
Bulan sudah bangun dari jam 2 pagi lagi tagi sesudah tahajud dia menegerjakan kerjaan nya yang sempat tertunda dan memantau kerjaan karyawannya . itu merupakan salah satu rutinitas nya , saat kerjaan nya telah selesai dia akan mengaji untuk menunggu waktu subuh lepas subuh biasa nya ia akan turun untuk buat sarapan , walaupun ada pembantu tapi dia yang selalu memasak tapi
sekarang dia tidak siap untuk ketemu orang tua nya .
Orang tua Bulan bahkan tidak tahu kalua dia punya usaha sendiri bahkan Bulan tidak mempublikasi nya , dia menutup rapat identitasnya selama ini , dia juga selalu menghabis kan setiap uang jajan yang di beri oleh orang tua nya agar kedua orang tua nya tidak curiga dengannya , dia tidak mau berinisiatif untuk memberi tahu orang tua nya karena ada beberapa alasan .
Orang tua nya tidak pernah curiga karena setiap bulan pasti uang jajan nya habis , dan mareka menggap Bulan sama kayak anak anak lainnya yang suka menghamburkan uang padahal mareka tidak tahu kalua semua uang itu Sebagian dia sumbangkan dan Sebagian nya lagi dia akan beli makanan dan membagi kan di panti asuhan , banyak anak – anak panti yang kenal dia karena Bulan melakukan hal ini sejak dia di bangku SMP .
Dan sejak itu juga dia selalu pulang lambat tapi orang tua nya bahkan tidak peduli , Bulan selalu pulang terlambat karena dia bekerja paruh waktu di restoran maka nya ia berinisiatif untuk bangun restorannya sendiri karena masakannya juga lumayan dan dia suka mencari resef baru hanya saja terkadang dia malas berada di dapur .
Saat ini Bulan berada di restorannya dia sudah memiliki beberapa cabang dan juga layanan catering sekarang ,walaupun dia punya begitu masalah dengan kebahagiannya tapi dia bersyukur bisnis nya lancar .
“ pagi bu “ sapa Lala aistennya Bulan
“ assalamualaikum , pagi La “ jawab Bulan tidak lupa dia beri salam karena itu lah kebiasaannya dia
“ waalaikumsalam bu , ehehehe “ jawab Lala sambil cengir cengir karena dia lupa beri salam .
Yang hanya di tanggapi dengan anggukan oleh atasannya .
“ dia selalu seperti itu , walaupun dia ramah dan selalu tersenyum tapi aku tahu itu hanya senyum professional bukan karena kebahagiaan “ kata Lala dalam hati melihat atasannya pergi .
Saat ini Bulan sedikit sibuk karena belakangan ini banyak pesanan catering itu bagus untuk perusahaannya tapi dia juga harus memastikan untuk semua nya berjalan lancar dan konsumen puas dengan hasil kerja mareka .
Setelah selesai dengan kerjaan nya Bulan keluar dan tujuan nya sekarang adalah salah satu panti asuhan yang dia buka sendiri dengan hasil kerja nya . dia selalu merasa Bahagia melihat senyum anak anak yang begitu polos tanpa beban , itulah yang ada dalam pikiran nya , sampai samapi dia tidak sadar jika dia hampis saja menabrak orang
“maaf , saya melamun tadi , maaf yah “ kata Bulan pada orang tadi . dia mengatai dirinya sendiri hampir saja dia mencelakai orang yang duduk di kusih roda itu .
“ hmm “ hanya itu yang keluar dari mulut orang yang duduk di kursih roda , dan Alana teringat dengan sesuatu saat melihat kursih rod aini , ia tertawa hambar
“ silahkan lanjut , saya minta maaf yah “ kata Bulan menempelkan tangan nya karena tidak mungkin dia salam dengan yang bukan mahramnya dia berusaha menjadi lebih baik dengan menghindari dari membuat kesalahan ,
Kemudian Bulan melanjutkan kegiatannya .
Sedangkan lelaki yang di samping kursih roda melihat bos nya tersenyum begitu dia merasa aneh , mareka sebenarnya sengaja kesini untuk melihat Wanita yang akan menjadi istri dari pria itu .
__ADS_1
continued ...
assalamualaikum selamat membaca 🤗🙏🤣😘