Bulan Dan Pria Kursi Roda

Bulan Dan Pria Kursi Roda
Part 20 ` apa yang aku lupakan `


__ADS_3

.


.


.


.


. selamat membaca πŸ€—


Part 20 ` apa yang aku lupakan `


Alex mengerjakan kerjaan dengan cepat tapi dia tidak bisa terlalu focus karena perasaan khawatir nya , saat meeting pun dia jadi tidak focus .


β€œ bos .. β€œ panggil Rezi melihat Alex yang melamun


β€œ hmm β€œ jawab Alex dengan berdehem .


β€œ ada masalah ?” tanya Rezi dia melihat bos nya yang tidak seperti biasa nya .


β€œ nggakpapa , hari ini saya pulang awal karena Bulan gak sehat β€œ jelas Alex .


Bulan menunda pekerjaan karena foto yang dia temukan , saat ini ia duduk di sofa ruang tamu , menunggu Alex yang akan pulang ia butuh penjelasan .


Bulan masih terus menatap foto itu , Bulan meraba foto Wanita itu yang terasa begitu akrab dengan diri nya tapi ia bahkan tidak tahu siapa itu .


β€˜siapa ini , kenapa akua da di foto ini β€˜ batin Bulan tidak terasa ia menangis , hati nya terasa begitu sakit melihat foto ini .


β€œ hiks .. ada apa dengan ku β€œ ucap Bulan mengusap air mata nya .


β€œ kenapa aku tidak mengingat apa pun tentang ini β€œ gumam Bulan ia masih setia menatap foto itu .


β€œ akkhhh β€œ kepala Bulan Kembali sakit saat ada beberapa bayangan yang melintas dalam pikiran nya .


Brak ..... seseorang tertabrak dan terlempar jauh karena mobil yang memang melaju di atas rata-rata


Bulan melihat seseorang tertabrak mobil dan Bulan saat itu masih kecil .


β€œ ibuuuu ….. β€œ teriak Bulan kecil


Bulan masih memegang kepala nya ia berusaha mengingat kejadian itu , tapi sekuat apapun ia tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang ia panggil ibu , kepala nya saja yang tambah sakit .


Ting .. tong …


Suara bel rumah membuat Bulan mengalihkan perhatian nya , ia berdiri dengan lemah pergi membuka pintu , dan yang datang adalah Alex .


Alex masuk , melihat Bulan yang pucat ia khawatir


β€œ dek kamu baik – baik saja ?” tanya Alex dengan wajah khawatir . memegang bahu Bulan kemudian ia menuntun Bulan ke ruang tamu dan mendudukkan nya di sofa .


Saat Alex ingin beranjak untuk mengambil air minum dan juga obat dia di hentikan dengan pandangan mata nya terpaku pada foto yang ada di meja .


Deg …


Deg …


Deg ….

__ADS_1


Jantung Alex berdetak lebih cepat , berbagai pertanyaan muncul di benak nya serta kekhawatiran nya.


β€œ kenapa ini ada di sini ?” tanya Alex mengambil foto yang tergeletak itu .


β€œ siapa itu kak ? dan kenapa aku ada di situ ? tapi aku tidak dapat mengingat siapapun di situ ?” pertanyaan beruntun dari Bulan , Alex bingung mau menjawab apa . Alex termenung dia paham bagaimana bingung nya Bulan tapi dia lebih bingung karena berada di situasi seperti ini .


β€œ dek , tenang dulu . β€œ Alex mencoba menenangkan Bulan takut nya jika terlalu di paksakan itu membuat nya sakit karena ingatan Bulan yang hilang di masa lalu .


β€œ bagaimana aku bisa tenang kak ,? Ingatan itu selalu menghantui ku .!” Bulan merasa frustasi , ia mengusap wajah nya kasar . sambil beristigfar β€˜astagfirullah β€˜ batin nya lagi .


Alex melihat Bulan yang begitu terpuruk tapi berusaha kuat , bahkan Bulan tidak menangis menghadapi hal seperti ini , Alex kagum dengan Bulan tapi sebenar nya ia tahu jika saat ini Bulan terpuruk .


β€œkenapa diam saja kak ?” tanya Bulan lagi melihat Alex hanya termenung


β€œ bagaimana cara kakak jelas kan , jika kamu sendiri tidak ingat dek ?” Alex mencoba untuk menghindari pertanyaan Bulan , ia belum siap untuk cerita ia juga belum siap menghadapi kenyataan jika Bulan mengetahui semua nya .


β€œ apa sebenar nya yang aku lupakan ?” gumam Bulan bertanya lemah .


β€œ kakak boleh saja kan beri tahu aku β€œ ucap Bulan mengambil foto itu dari tangan Alex


β€œ ini , dan ini . siapa mareka kenapa aku bisa ada di foto ini ?” tanya Bulan mulai frustasi dia menaikkan volume suara nya .


β€œ aku…” Alex bingung mau menjawab apa , jika yang mengatakan yang sebenar nya pasti nanti ada pertanyaan lain lagi .


β€œ kak jawab β€œ ucap Bulan menguncang tubuh Alex , sedetik kemudian air mata nya mengalir


β€œ kenapa kakak menyembunyikan nya dari aku ?” tanya Bulan lagi dengan air mata yang tidak dapat ia tahan lagi , dada nya sakit menahan air mata nya tapi pada akhir nya ia tidak tahan juga bagai di timpa batu besar membuat nya tidak dapat mengendalikan diri nya .


Alex melihat Bulan menangis hati nya sakit selama ini mareka sudah menikah pertama kali nya ia melihat air mata Bulan , ia membawa Bulan ke dalam dekapan nya .


β€˜ kenapa aku bisa seceroboh ini β€˜ batin Alex frustasi ia mengacak – acak rambut nya kasar .


β€œ aahhhhhk β€œ teriak nya


Alex terduduk di sofa menatap pintu kamar yang sudah tertutup , ia mau menghampiri Bulan tapi saat ia mau membuka pintu kamar itu ia mengrung kan niat nya .


β€œ nanti saja saat dia sudah tenang β€œ gumam Alex melangkah langsung ke ruang kerja nya .


Saat masuk ke ruang kerja nya , ia melihat masih ada alat pel dan sapu di sana . Alex menatap nanas ruangan itu . kemudian ia berjalan menuju meja nya ia memeriksa laci yang tersembunyi dari arah depan di sana masih banyak foto – foto di situasi yang berbeda tapi orang yang sama . ia menatap dengan sedih .


β€œ maafin aku β€œ ucap Alex mengusap foto itu


Ia menyimpan Kembali dan di bawa foto itu ada sebuah surat saat Alex mengecek nya ia bernafas lega .


β€˜ aku akan memberikan nya suatu hari nanti , jika waktu nya sudah tepat β€˜ batin Alex di amplop surat tertulis `UNTUK BULAN ANAKKU `


Alex meletakkan Kembali dan merapikan nya kali ini ia harus lebih hati – hati jangan sampai seperti tadi lagi kejadian nya , ia tidak mau karena hal ini Kesehatan Bulan terganggu seperti di masa lalu , biar lah hanya dia yang ingat jika itu menyakitkan .


Sedangkan Bulan di dalam kamar hanya kebanyakan termenung saja ia berusaha mengingat apa yang dia lupakan , sekarang dia paham kenapa dia tidak begitu mengingat masa kecil nya karena memang ia melupakan nya .


Handphone Bulan berbunyi mengalihkan perhatian nya . dia melihat yang memanggil ada asisten nya yang ia beri tanggung jawab atas restoran nya itu .


β€œ hello , Assalamualaikum La β€œ ucap Bulan saat sudah menekan tombol hijau itu tidak lupa juga menekan pembesar suara nya .


β€œ waalaikumsalam ,bu. β€œ jawab Lala di seberang telpon .


β€œ ada apa ?” tanya Bulan

__ADS_1


β€œ ada pesan saya kirim bu tapi ibu belum lihat jadi saya telpon , besok ada janji sama clien bu dia meminta harus ibu yang menemui nya β€œ ucap Lala menjelaskan situasi nya .


β€œ baik lah , kamu atus aja . β€œ jawab Bulan β€œ dan juga atur pertemuan nya di restoran kita saja β€œ sambung Bulan


β€œ baik lah Bu β€œ ujar Bulan


β€œ kalau tidak ada lagi sudah dulu yah , Assalamualaikum β€œ setelah mendengar jawaban Lala Bulan langsung menutup panggilan nya .


Bulan memilih untuk melihat pekerjaan nya dari pada ia terlalu terbawa suasana dan itu bisa memengaruhi Kesehatan nya .


Melihat beberapa email yang di kirim oleh Lala dan juga mengecek kondisi perkembangan restoran nya , Bulan merasa tenang karena kinerja Lala selalu bisa di andalkan .


Saat sudah semua ia melihat jam dan bola mata Bulan membesar .


β€œ astagfirullah , aku belum masak β€œ jam sudah menunjukkan siang dan waktu nya makan siang tapi Bulan terlalu larut dengan kerjaan nya sehingga lupa dengan kewajiban nya .


Bulan buru – buru menutup laptop nya dan ke kamar mandi dulu ambil wudhu karena ia belum solat zduhur juga , Bulan solat dulu kemudian keluar untuk ke dapur memasak makan siang .


Setelah masak Bulan melihat kea rah ruang kerja Alex pandangan nya sulit di artikan , Bulan melangkah pelan kea rah pintu itu di mana ia merasa banyak rahasia di balik pintu itu .


Tok .. tokk … tokkk…


Bulan mengetuk pintu tapi tidak dapat jawaban , ia membuka pintu sendiri dan saat pintu benar – benar terbuka ia melihat Alex yang tertidur di kursi nya , Bulan menghampiri Alex lama ia menatap Alex β€˜ begitu sulit kah mengatakan kenyataan kak β€˜ batin Bulan masih terus memangdang wajah Lelah Alex .


β€œ kak ..” panggil Bulan menggoyangkan bahu Alex ,


Alex yang merasa terusik ia pun membuka kelopak mata nya .


β€œ hmm β€œ dehem Alex , ia masih mengumpul kan sisa nyawa nya .


β€œ makan siang sudah siap , solat dulu baru makan β€œ ucap Bulan kemudian melangkah pergi tapi baru satu Langkah Alex menghentikan kan nya .


β€œ maaf yah soal tadi β€œ ucap Alex memegang tangan Bulan .


β€œ hmm β€œ Bulan berdehem sambil mengangguk kan kepala nya . Alex tidak puas dengan jawaban Bulan .


β€œ kok Cuma hemm doang β€œ ucap Alex tidak terima


β€œ terus ..” ucap Bulan malas


β€œ aahhk β€œ refleks Bulan berteriak saat Alex menarik nya dan mendudukkan nya di pangkuan Alex .


Sekarang posisi mareka begitu intim dengan Bulan yang duduk di pankuan Alex sedangkan tangan Alex memeluk pinggang Bulan .


β€œ kak …” rengek Bulan dengan tingdakan Alex


β€œ katakan dulu jika kamu memaafkan ku β€œ ucap Alex masih setia memeluk pinggang Bulan .


β€œ iya aku maafin kok , tapi jelaskan dulu ?” jawab Bulan dengan syarat


β€œ suatu hari nanti kamu akan tahu dek , aku gak mau gara – gara ini Kesehatan kamu terganggu β€œ jelas Alex .


β€œ oke …oke .. oke … sekarang lepas dulu , kamu belum solat . entar telat loh β€œ ucap Bulan . ia tidak mau bersikap egois yang akan merenggang kan hubungan mareka nanti .


to be continue.....


oke sampai sini dulu yah , InsyaAllah besok sambung Jangan lupa untuk tinggalkan jejak yah readers tercinta 😜

__ADS_1


__ADS_2