
.
.
.
.
. selamat membaca π€
Part 20 ` apa yang aku lupakan `
Alex mengerjakan kerjaan dengan cepat tapi dia tidak bisa terlalu focus karena perasaan khawatir nya , saat meeting pun dia jadi tidak focus .
β bos .. β panggil Rezi melihat Alex yang melamun
β hmm β jawab Alex dengan berdehem .
β ada masalah ?β tanya Rezi dia melihat bos nya yang tidak seperti biasa nya .
β nggakpapa , hari ini saya pulang awal karena Bulan gak sehat β jelas Alex .
Bulan menunda pekerjaan karena foto yang dia temukan , saat ini ia duduk di sofa ruang tamu , menunggu Alex yang akan pulang ia butuh penjelasan .
Bulan masih terus menatap foto itu , Bulan meraba foto Wanita itu yang terasa begitu akrab dengan diri nya tapi ia bahkan tidak tahu siapa itu .
βsiapa ini , kenapa akua da di foto ini β batin Bulan tidak terasa ia menangis , hati nya terasa begitu sakit melihat foto ini .
β hiks .. ada apa dengan ku β ucap Bulan mengusap air mata nya .
β kenapa aku tidak mengingat apa pun tentang ini β gumam Bulan ia masih setia menatap foto itu .
β akkhhh β kepala Bulan Kembali sakit saat ada beberapa bayangan yang melintas dalam pikiran nya .
Brak ..... seseorang tertabrak dan terlempar jauh karena mobil yang memang melaju di atas rata-rata
Bulan melihat seseorang tertabrak mobil dan Bulan saat itu masih kecil .
β ibuuuu β¦.. β teriak Bulan kecil
Bulan masih memegang kepala nya ia berusaha mengingat kejadian itu , tapi sekuat apapun ia tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang ia panggil ibu , kepala nya saja yang tambah sakit .
Ting .. tong β¦
Suara bel rumah membuat Bulan mengalihkan perhatian nya , ia berdiri dengan lemah pergi membuka pintu , dan yang datang adalah Alex .
Alex masuk , melihat Bulan yang pucat ia khawatir
β dek kamu baik β baik saja ?β tanya Alex dengan wajah khawatir . memegang bahu Bulan kemudian ia menuntun Bulan ke ruang tamu dan mendudukkan nya di sofa .
Saat Alex ingin beranjak untuk mengambil air minum dan juga obat dia di hentikan dengan pandangan mata nya terpaku pada foto yang ada di meja .
Deg β¦
Deg β¦
Deg β¦.
__ADS_1
Jantung Alex berdetak lebih cepat , berbagai pertanyaan muncul di benak nya serta kekhawatiran nya.
β kenapa ini ada di sini ?β tanya Alex mengambil foto yang tergeletak itu .
β siapa itu kak ? dan kenapa aku ada di situ ? tapi aku tidak dapat mengingat siapapun di situ ?β pertanyaan beruntun dari Bulan , Alex bingung mau menjawab apa . Alex termenung dia paham bagaimana bingung nya Bulan tapi dia lebih bingung karena berada di situasi seperti ini .
β dek , tenang dulu . β Alex mencoba menenangkan Bulan takut nya jika terlalu di paksakan itu membuat nya sakit karena ingatan Bulan yang hilang di masa lalu .
β bagaimana aku bisa tenang kak ,? Ingatan itu selalu menghantui ku .!β Bulan merasa frustasi , ia mengusap wajah nya kasar . sambil beristigfar βastagfirullah β batin nya lagi .
Alex melihat Bulan yang begitu terpuruk tapi berusaha kuat , bahkan Bulan tidak menangis menghadapi hal seperti ini , Alex kagum dengan Bulan tapi sebenar nya ia tahu jika saat ini Bulan terpuruk .
βkenapa diam saja kak ?β tanya Bulan lagi melihat Alex hanya termenung
β bagaimana cara kakak jelas kan , jika kamu sendiri tidak ingat dek ?β Alex mencoba untuk menghindari pertanyaan Bulan , ia belum siap untuk cerita ia juga belum siap menghadapi kenyataan jika Bulan mengetahui semua nya .
β apa sebenar nya yang aku lupakan ?β gumam Bulan bertanya lemah .
β kakak boleh saja kan beri tahu aku β ucap Bulan mengambil foto itu dari tangan Alex
β ini , dan ini . siapa mareka kenapa aku bisa ada di foto ini ?β tanya Bulan mulai frustasi dia menaikkan volume suara nya .
β akuβ¦β Alex bingung mau menjawab apa , jika yang mengatakan yang sebenar nya pasti nanti ada pertanyaan lain lagi .
β kak jawab β ucap Bulan menguncang tubuh Alex , sedetik kemudian air mata nya mengalir
β kenapa kakak menyembunyikan nya dari aku ?β tanya Bulan lagi dengan air mata yang tidak dapat ia tahan lagi , dada nya sakit menahan air mata nya tapi pada akhir nya ia tidak tahan juga bagai di timpa batu besar membuat nya tidak dapat mengendalikan diri nya .
Alex melihat Bulan menangis hati nya sakit selama ini mareka sudah menikah pertama kali nya ia melihat air mata Bulan , ia membawa Bulan ke dalam dekapan nya .
β kenapa aku bisa seceroboh ini β batin Alex frustasi ia mengacak β acak rambut nya kasar .
β aahhhhhk β teriak nya
Alex terduduk di sofa menatap pintu kamar yang sudah tertutup , ia mau menghampiri Bulan tapi saat ia mau membuka pintu kamar itu ia mengrung kan niat nya .
β nanti saja saat dia sudah tenang β gumam Alex melangkah langsung ke ruang kerja nya .
Saat masuk ke ruang kerja nya , ia melihat masih ada alat pel dan sapu di sana . Alex menatap nanas ruangan itu . kemudian ia berjalan menuju meja nya ia memeriksa laci yang tersembunyi dari arah depan di sana masih banyak foto β foto di situasi yang berbeda tapi orang yang sama . ia menatap dengan sedih .
β maafin aku β ucap Alex mengusap foto itu
Ia menyimpan Kembali dan di bawa foto itu ada sebuah surat saat Alex mengecek nya ia bernafas lega .
β aku akan memberikan nya suatu hari nanti , jika waktu nya sudah tepat β batin Alex di amplop surat tertulis `UNTUK BULAN ANAKKU `
Alex meletakkan Kembali dan merapikan nya kali ini ia harus lebih hati β hati jangan sampai seperti tadi lagi kejadian nya , ia tidak mau karena hal ini Kesehatan Bulan terganggu seperti di masa lalu , biar lah hanya dia yang ingat jika itu menyakitkan .
Sedangkan Bulan di dalam kamar hanya kebanyakan termenung saja ia berusaha mengingat apa yang dia lupakan , sekarang dia paham kenapa dia tidak begitu mengingat masa kecil nya karena memang ia melupakan nya .
Handphone Bulan berbunyi mengalihkan perhatian nya . dia melihat yang memanggil ada asisten nya yang ia beri tanggung jawab atas restoran nya itu .
β hello , Assalamualaikum La β ucap Bulan saat sudah menekan tombol hijau itu tidak lupa juga menekan pembesar suara nya .
β waalaikumsalam ,bu. β jawab Lala di seberang telpon .
β ada apa ?β tanya Bulan
__ADS_1
β ada pesan saya kirim bu tapi ibu belum lihat jadi saya telpon , besok ada janji sama clien bu dia meminta harus ibu yang menemui nya β ucap Lala menjelaskan situasi nya .
β baik lah , kamu atus aja . β jawab Bulan β dan juga atur pertemuan nya di restoran kita saja β sambung Bulan
β baik lah Bu β ujar Bulan
β kalau tidak ada lagi sudah dulu yah , Assalamualaikum β setelah mendengar jawaban Lala Bulan langsung menutup panggilan nya .
Bulan memilih untuk melihat pekerjaan nya dari pada ia terlalu terbawa suasana dan itu bisa memengaruhi Kesehatan nya .
Melihat beberapa email yang di kirim oleh Lala dan juga mengecek kondisi perkembangan restoran nya , Bulan merasa tenang karena kinerja Lala selalu bisa di andalkan .
Saat sudah semua ia melihat jam dan bola mata Bulan membesar .
β astagfirullah , aku belum masak β jam sudah menunjukkan siang dan waktu nya makan siang tapi Bulan terlalu larut dengan kerjaan nya sehingga lupa dengan kewajiban nya .
Bulan buru β buru menutup laptop nya dan ke kamar mandi dulu ambil wudhu karena ia belum solat zduhur juga , Bulan solat dulu kemudian keluar untuk ke dapur memasak makan siang .
Setelah masak Bulan melihat kea rah ruang kerja Alex pandangan nya sulit di artikan , Bulan melangkah pelan kea rah pintu itu di mana ia merasa banyak rahasia di balik pintu itu .
Tok .. tokk β¦ tokkkβ¦
Bulan mengetuk pintu tapi tidak dapat jawaban , ia membuka pintu sendiri dan saat pintu benar β benar terbuka ia melihat Alex yang tertidur di kursi nya , Bulan menghampiri Alex lama ia menatap Alex β begitu sulit kah mengatakan kenyataan kak β batin Bulan masih terus memangdang wajah Lelah Alex .
β kak ..β panggil Bulan menggoyangkan bahu Alex ,
Alex yang merasa terusik ia pun membuka kelopak mata nya .
β hmm β dehem Alex , ia masih mengumpul kan sisa nyawa nya .
β makan siang sudah siap , solat dulu baru makan β ucap Bulan kemudian melangkah pergi tapi baru satu Langkah Alex menghentikan kan nya .
β maaf yah soal tadi β ucap Alex memegang tangan Bulan .
β hmm β Bulan berdehem sambil mengangguk kan kepala nya . Alex tidak puas dengan jawaban Bulan .
β kok Cuma hemm doang β ucap Alex tidak terima
β terus ..β ucap Bulan malas
β aahhk β refleks Bulan berteriak saat Alex menarik nya dan mendudukkan nya di pangkuan Alex .
Sekarang posisi mareka begitu intim dengan Bulan yang duduk di pankuan Alex sedangkan tangan Alex memeluk pinggang Bulan .
β kak β¦β rengek Bulan dengan tingdakan Alex
β katakan dulu jika kamu memaafkan ku β ucap Alex masih setia memeluk pinggang Bulan .
β iya aku maafin kok , tapi jelaskan dulu ?β jawab Bulan dengan syarat
β suatu hari nanti kamu akan tahu dek , aku gak mau gara β gara ini Kesehatan kamu terganggu β jelas Alex .
β oke β¦oke .. oke β¦ sekarang lepas dulu , kamu belum solat . entar telat loh β ucap Bulan . ia tidak mau bersikap egois yang akan merenggang kan hubungan mareka nanti .
to be continue.....
oke sampai sini dulu yah , InsyaAllah besok sambung Jangan lupa untuk tinggalkan jejak yah readers tercinta π
__ADS_1