
Part 4 `fisik yang sempurna bukan alasan bahwa kita akan bahagia `
Hari sudah mulai menunjukkan tanda- tanda jika matahari akan segera di gantikan dengan rembulan yang akan menerangi bumi yang pertanda bahwa malam akan tiba setelah siang berlalu .
Bulan keluar dari ruangannya karena dia akan segera pulang sebelum orang tua nya mencari nya dan akan terjadi keributan lagi jika dia terlambat sedikit saja .
“ sudah mau pulang bu ?” tanya Lala melihat Atasannya yang sudah keluar ruangan dengan membawa tas yang selalu Bulan bawa untuk menyimpan barang – barang nya.
“ iya La , hari ini ada acara keluarga jadi awal pulang .” jawab Bulan , dia berhenti dulu di depan meja kerja sang asisten .
“ jika sudah selesai kamu juga boleh pulang lebih awal , saya duluan yah .
Assalamualaikum .” lanjut Bulan sambil melangkah
sebelum itu dia tentu saja sudah mendengar jawaban salam nya .
“ waalaikumsalam “ jawab Lala
“ hati – hati di jalan bu “ Lala sedikit berteriak , karena posisi Bulan sudah agak menjauh .
“ iya , terimakasih “ Bulan berhenti sejenak dan menjawab sambil tersenyum .
Itulah dia yang selalu tersenyum dalam keadaan apapun dia tidak akan menunjukkan jika dia dalam masalah .
Kemudian Bulan melanjutkan Langkah nya , sebelum keluar dari restorannya dia sempat melihat sekeliling , walaupun tidak begitu ramai tapi tetap saja ada pengunjung dan itu menurutnya sudah cukup karena memang ini bukan jam istirahat ataupun jam makan .
Bulan meneruskan Langkah nya ke parkiran dan dia segera pulang ke rumah dimana dia di besarkan, tempat dimana dia tumbuh dan juga tempat begitu banyak memori yang mau dia lupakan yang tidak begitu enak jika di ingat tapi jika dia melupakan bukan kh itu artinya tidak ada yang tersisa tentang orang tua nya .
Mungkin karena waktu yang begitu cepat berlalu ataupun memang ini sudah di gariskan untuk nya , tapi yang pasti masa lalu adalah pelajaran dan masa depan yang akan kita hadapi kedepannya . perjalanan setiap orang punya cerita masing – masing .
```````````````````````````````````````````
Saat sampai rumah Bulan segera membersihkan tubuh nya karena sebentar lagi solat magrib jadi dia sekalian untuk bersiap – siap solat , kemudian dia juga menyiapkan pakaian yang akan dia gunakan untuk makan malam nanti .
“ Yah Allah , semoga ini adalah yang terbaik untuk ku “ kata Bulan dia begitu takut dan juga gugup .
Sebenarnya dia belum siap untuk menikah karena kehidupan yang selama ini dia jalani dan keluarga yang jauh dari kata baik – baik saja , membuat nya takut dalam membina rumah tangga dan juga mareka menikah karena hal lain bukan karena saling mencintai ataupun karena mau saling menerima satu sama lain .
“ bagaimana jika pernikahan ini gagal “ ucap nya dalam hati .
“astagfirullah al azim ….” Bulan mengucap dengan jalan pikiran nya sendiri .
“ kenapa sekarang aku begitu tidak percaya diri “ sambungnya lagi .
Bulan terus saja berpikir macam – macam , sampai lamunan nya buyar karena ketukan pintu .
Tok … tok… tok….
Suara ketukan terdengar
“ iyya , sebentar “ jawab Bulan dari dalam kamar nya
Kemudian dia melepas rok mukena nya , kemudian berdiri membuka pintu kamarnya ,dan dapat di lihat kalau yang mengetuk pintu adalah Tari adiknya Bulan .
“ kakak sudah di tunggu sama Ayah dan Ibu “ kata Tari mengutarakan tujuan nya ke kamar sang kakak .
“ iya seentar kakak turun “ jawab Bulan
__ADS_1
“ kamau turun duluan kakak siap sebentar “ lanjut Bulan menyuruh adiknya turun di duluan kemudian dia menutup pintu dan tidak lupa mengunci nya karena dia akan mengganti pakaiannya dulu .
Bulan menggunakan tunik putih dengan disambungkan rok lurus warnah navy dengan hijab senada dengan baju nya dia terlihat begitu cantik dan baju nya cocok dengan kulit nya yang putih .
Setelah siap Bulan segera turun ke ruang tamu di situ sudah ada orang tua nya yang menggunakan baju hampir seragam.
Tanpa basa basih mareka langsung berangkat , mareka berangkat menggunakan satu mobil tapi Bulan menolak dan dia mau nya menyetir sendiri .
Dia di izinkan menyetir sendiri tapi dengan syarat dia di duluan dan mareka mengikuti di belakang .
“ tidak masalah ,” kata Bulan .
“ jangan buat masalah “ kata Ibu Bulan seakan akan Bulan adalah anak pemberontak , padahal selama ini sekali pun Bulan tidak pernah membantah orang tua nya , dia akan selalu ikut apa kata orang tua nya .
Setelah orang tua nya masuk mobil yang di ikuti Tari , Bulan pun segera ke mobil nya dan dia menyalakan mesin kemudian langsung jalan , kelihatan di kaca spion kalau mobil keluarganya tepat di belakang mobilnya .
Di mobil Bulan hanya focus menyetir , dia sudah tidak memikir kan bagaimana dengan hasil hari ini karena bagaimana pun dia hanya melakukan apa yang harus dia lakukan .
Beberapa menit berlalu dan mareka pun telah sampai di tempat dimana tujuan mareka ,
Bulan memarkirkan mobil nya dan keluar ikut bergabung dengan keluarganya , lucu hanya dia yang menganggap bahwa mareka keluarga sedangkan orang tua nya , entah lah .
“ kita langsung masuk saja , Pak Bram dengan keluarganya sudah di dalam .” kata Ayah Bulan dan dia pun melangkah duluan di ikuti oleh mareka, dan Bulan pun hanya mengikut saja .
Saat memasuki tempat di mana mareka akan makan Bulan di buat kaget karena ini adalah salah satu restorannya dia tidak begitu perasan saat di luar tapi sekalinya masuk dia kenal dengan dekorasi ini , karena semua dekorasi restorannya sama dan tentu saja dia yang mendekornya sendiri maka nya lain dari pada yang lain .
Bulan tidak begitu kenal tadi karena pikiran nya yang banyak hal dia pikir dan juga kenapa begitu kebetulan .
“ maaf pak Bram ,kami terlambat yah ?” kata Ayah Bulan saat mareka sudah berjabat tangan
“ tidak pak Abimayu , kami juga baru sampai .” jawab Pak Bram
“ tidak apa- apa pak , Ini istri saya Ayu” kata Ayah Bulan sambil merangkul istri nya kemudian dia menunjuk tari
“ dan ini Tari sebelah nya Bulan yang akan saya jodohkan dengan anak bapak “
Deg.. deg…deg….
tepat Ayah nya mengtakan itu jantung Bulan seakan mau melompat dari dadanya .
“ Bulan ini Alex yang akan dijodohkan dengan kamu “ kata Abimayu kepada putrinya Bulan , Bulan hanya mengangguk kan kepala nya dan dia beranikan diri menatap orang yang akan dia jadikan imam nya suatu hari nanti .
dan pas juga orang yang ditatap melihat kea rah nya juga , sempat mata mareka berpapasan tapi Bulan langsung menundukkan pandangannya lagi , dia tidak pernah menatap lawan jenis nya begitu lama .
Waupun orang depan nya ini duduk di kursih roda tapi Bulan dapat lihat jika dia bukan orang yang bisa di remehkan , pandangan tidak mungkin salah . dan orang – orang yang meremehkan nya akan menyesal jika laki – laki di depannya ini bertindak .
“ sepertinya ini tidak sesederhana yang aku bayangkan .” ucap Bulan dalam hati dan tanpa sadar dia menghembuskan nafas nya dengan kasar , tidak ada yang sadar dengan tindakannya kecuali satu orang .
“ ayo silahkan duduk , baru lanjut ngobrol ,” kata pak Bram sambil tertawa ringan .
Setelah Ayah dan Ibu nya duduk Bulan pun ikut duduk begitu pun dengan Tari .
“ Bulan kamu sekarang masih kuliah atau sudah lulus ?” tanya pak Bram basa basih
“ sudah lulus om “ jawaban singkat dari Bulan dan dia sedikit tersenyum
“ kamu lulus cepat yah ?” tanya nya lagi
__ADS_1
“ iya kebetulan rezeki saya om.” Jawab Bulan tetap dengan rendah hati walaupun dia lulus cepat dalam kuliah nya tapi dia tidak pernah mmenganggap jika dia lebih dari siapapun .
“ itu hebat lo “ kata Pak Bram , jelas dia begitu memuji Bulan karena jarang anak jaman sekarang yang begitu dilengkapi dengan materi mau tetap belajar dan terus berusaha .
“ terimaksih om , tapi ini semua kan juga berkat kehendak yang kuasa “ jawab Bulan tersenyum .
Mareka ngobrol ringan sedangkan yang lain hanya jadi pendengar apa lagi ayah dan ibu Bulan dia mana tahu tentang Pendidikan Bulan jadi mareka tidak komen apa pun .
“ jurusan kamu apa ?” tanya pak Bram lagi
“ Bahasa Arab “ kata Bulan mantap
Dan jawaban nya sukses membuat orang yang duduk depan terseyum smirk .
“ dia lumayan menarik “ kata Alex dalam hati .
Karena dari tadi bapak nya mau bicara basa basih dengan perempuan depan nya berarti dia memiliki sesuatu yang tidak di miliki oleh orang lain , karena dia begitu mengenal papa nya yang tidk mudah akrab dengan orang lain .
Dan dengan orang di depan nya ini begitu mudah nya mareka mengobrol ringan mengabaikan orang lain yang masih ada di meja yang sama .
Obrolan ringan berlanjut sampai ke bisbis pun mareka bahas sedangkan Bulan hanya menanggapi sedikit saja agar tidak terlalu menonjolkan diri .
Setelah beberapa saat makanan mareka datang , dan mareka lanjut makan .
Di sela sela itu pak bram bertanya lagi pada Bulan
“ kenapa kamu mimilih Pendidikan Bahasa arab , bukan bisnis biar bisa meneruskan bisnis ayah mu ?” . kata pak Bram langsung ,
dia sedikit penasaran dengan jalan pikiran gadis yang ada di depan nya ini . yang sedikit berbeda dengan orang lain .
“ gak ada alasan khusus sih om , Cuma memang saya suka dengan ilmu tentang Agama “ jawab Bulan seadanya saja .
karena memang dia suka belajar Agama maka nya dia memilih Pendidikan yang mengangkut tentang Agama pula .
“ apa yang kamu suka dari itu ?” tanya pak Bram
“ karena dengan ilmu yang saya punya InsyaAllah pasti bermanfaat untuk kehidupan saya , itu bisa di jadikan pedoman untuk diri sendiri dan juga semoga saya bisa bermanfaat untuk orang lain “ kata Bulan begitu ringan tapi bagi yang mendengar nya rasanya tidak sesederhana itu .
“ lalu kenapa kamu mau dengan anak saya , sedangkan dia cacat ?” pertanyaan itu membuat Bulan menoleh ke sang empunya suara , bagaimana bisa dia bertanya seperti itu .
Sedang kedua orang tua Bulan begitu was was denga napa yang akan Bulan jawab dengan pertanyaan seperti itu , dia tidak menduga jika pertanyaan seperti ini akan muncul .
“ menurut saya pernikahan adalah komitmen sekali seumur hidup , jika ditanya ke saya maka jawabannya sebenar nya saya takut untuk bembina rumah tangga “ jawab Bulan dia menjedah sedikit perkataannya kemudian melanjutkannya lagi .
“ hanya saja , jika itu adalah pilihan orang tua saya maka tidak ada alasan untuk saya menolak karena bukan kah ridho orang tua di situ ada ridho Allah .” sambung Bulan
Yang dia katakan adalah benar tapi dia tidak mengatakan jika dia tidak ada hak untuk memilih ,
Orang tua nya bahkan tidak mau mendengar pendapat nya tapi bukan dia jika akan mempermalukan orang tua nya , akan sia- sia ilmu nya salama ini jika dia mengatakan yang sebenarnya karena biar bagaimana pun itu tetap orang tua nya .
“ walaupun pria yang di pilih mareka adalah orang cacat ?” pak Bram meyakinkan dengan jawaban Bulan
“ fisik yang sempurna ataupun tidak itu bukan pilihan kita sebagai manusia , InsyaAllah saya gak masalah “ jawab Bulan .
“ fisik yang sempurna bukan jaminan bahwa dia bisa membahagia kan kita “ sambung Bulan dengan suara pelan .
to be continue......
__ADS_1
maaf beberapa hari gak up soalnya banyak kegiatan yang membuat tidak sempat nulis ,
#janganLupaTinggalkanJejak🤗