
Part 8 `pernikahan`
Tujuan hidup kita sebagaiamana perintah Allah hanya satu yaitu untuk mencari bekal buat hari akhir , salah satu cara mencari bekal adalah beribada sesuai dengan perintah nya .
Dan pernikahan ada adalah satu satu nya , sebagaimana di terangkan bahwa manusia di ciptakan perpasang pasangan , dan Wanita di ciptakan dari tulang rusak laki-laki , yang dekat dengan hati karena pada kodrat nya Wanita untuk di sayangi dan di lindungi .
Dan itu bisa di lakukan apa bila pernikahan sudah terlaksana kan .pernikahan merupakan pelengkap ibada jika di lakukan dengan benar , karena ibada pun butuh ilmu jangan melakukan sesuatu tanpa tahu dasar dan dalil nya .
“kak orang sudah menunggu di bawa “ ucap Tari yang menemani Bulan bersiap , hanya Tari saja yang membantu nya karena ini hanya acara akad maka nya Bulan tidak mau terlalu mencolok walaupun dia adalah bintang uatamanya saat ini .
“kakak gugup “ jawab Bulan mareka sudah siap sebenar nya dari tadi hanya saja Bulan tetap duduk di depan cermin nya sambil melihat bayangannya .
Dia memakai gaun warnah putih dengan hanya di padukan dengan jilbab pasmina yang kelihatan pas di tubuh nya .
“ gugup itu normal kak “ Tari mencoba menenang kan Bulan
“ yok “ ajak Tari lagi yang hanya melihat kakak satu – satu nya ini hanya diam saja di tempat nya . Tari menggandeng tangan Bulan mengajak nya kelaur .
“ kalau kita telat Ayah dan Ibu akan memarahi kita nanti .” ucap Tari sambil terus berjalaan menuntun Bulan ,
Mareka turun berjalan hingga sampai di mana mareka sudah di tunggu oleh beberpa kerabat nya yang akan turut mengantar Bulan .
Saat mareka melihat Bulan ,mareka di buat takjub degan penampilan nya sederhana tapi tetap cantik karena muka nya yang selama ini tidak pernah di polesi make up sekarang memakai make up walaupun natural tetap saja kelihatan begitu cantik .
“ wow … cantik nya calon pengantin kita “ ucap salah satu dari mareka
“ nama nya juga pengantin mesti harus kelihatan cantik “ timpal mareka lagi
Banyak komentar – komentar dari kerabat dekat orang tua nya tapi Bulan hanya menanggapi dengan senyuman , dia tidak begitu suka jika di puji seperti ini
“ cantik sih tapi sayang calon nya cacat” ucapan itu membuat mareka berhenti bicara
“ Helina jaga ucapan kamu “ tegur Ibu nya .
“ maaf karena anak saya kurang ajar “ sambung nya minta maaf , dia di buat malu dengan anak nya sendiri .
Sedangkan Bulan muka nya jadi tidak bersahabat karena ada yang berani nya terang terangan mengatai Alex .
“ akan ku buktikan suatu hari nanti jika dia tidak cacat “ yakin Bulan menatap tidak suka pada orang yang tidak bisa menjaga omongan nya itu .
Ucapan Bulan membuat mareka menahan tawa ,
“ Bulan jelas – jelas dia sudah duduk di kursih roda bertahun – tahun , jangan terlalu banyak berharap “ timpal Helina dia memang tidak suka dengan Bulan karena menurut nya Bulan selalu beruntung ,
mareka satu kelas waktu SMA tapi juara kelas di raih oleh Bulan dan juga tiap ada kompetisi dia tidak pernah memiliki kesempatan karena Bulan lah yang selalu membawa piala , padahal dia tahu jika Bulan selama itu bekerja paruh waktu dan selalu lambat pulang , jadi bagaimana dia bisa sepintar itu na waktu belajar nya kurang .
“ dia hanya duduk di kursih roda , apa dia pernah mengatakan jika dia tidak bisa berdiri . “ tanya Bulan dia mulai kesal dengan keadaan ini . yang tadi nya gugup jadi hilang di gantikan dengan kekesalan .
“ gak perlu di katakana karena realita tidak perlu di jelaskan kan , untuk apa dia duduk di kursih roda jika dia bisa berdiri dan berjalan . “ kata – kata Helina memang masuk akal tapi bukan itu yang di pikir kan Bulan .
“ untuk menjauh dari para penjilat dan juga membuat orang yang iri dengan nya merasa menang “ kata Bulan di langsung keluar segera ke mobil nya tanpa menoleh lagi , dia takut nya lama – lama berhadapan dengan manusia jenis itu akan menimbul kan hal – hal yang tidak di inginkan .
Bulan begitu jengkel sehingga dia menekan tiap kata nya dan itu membuat mareka yang mendengar nya apa maksud ucapan Bulan , sedangkan Helina merasa marah karena tanpa sadar Bulan mengatai nya , karena selama ini Helina selalu mencari masalah dengan nya hanya karena satu alsan yaitu iri .
__ADS_1
Melihat Bulan berjalan keluar mareka segera ikut jalan keluar dan sekarang tujuan adalah kantor urusan agama atau biasa di sebut dengan [KUA] .
“ jaga sikap mu “ ucap Ibu helina ketus kepada putri nya , ini lah yang membuat dia begitu sakit hati karena ibu nya selalu saja menyalahkan nya .
dia merasa tidak begitu di sayanng sedangan Bulan mendapatkan semua nya karena orang tua nya Bulan tidak pernah menunjukkan jika mareka mengabaikan dan juga tidak peduli dengan Bulan di depan umum .
Sehingga Helina berpendapat lain , menurut nya Bulan mendapat kan semua dari hal materi maupun batin , yaitu kasih sayang yang lengkap , sedangkan dia hanya di besarkan seorang diri oleh ibu nya , yang sibuk bekerja dan jarang punya waktu untuk nya .
Di dalam mobil Bulan hanya berisi dia dan orang tua nya serta Tari dan satu sopir tentu saja satu sopir sebab hanya satu tempat kemudi nya , ehehehe .
“ jangan berdebat depan banyak orang , kau membuat kami malu “ ucap Ibu nya dalam keheningan di mobil itu . Bulan menoleh ke Ibu nya menurut nya dia hanya mengatakan yang sebenar nya di mana salah nya kan yang menghina itu Helina .
“ aku mengatakan yang haru aku katakan” jawab Bulan pelan takut nya Ibu nya malah marah lagi dengan nya .
“ tapi tidak dengan begitu juga kau secara tidak langsung tidak menghargai tamu mu “ tekan Ayu lagi , dia selalu saja seperti ini . dia akan memarahi Bulan saat tidak ada orang lain taoi di depan orang lain dia akan menjadi seorang ibu yang begitu memanjakan anak – anak nya .
“ baiklah “ pasrah Bulan ,
“ apa sebenar nya yang ibu rencanakan kenapa aku merasa ada sesuatu yang tidak aku ketahui” tanya Bulan dalam hati nya . tentu saja jika dia bertanya pada ibu nya maupun ayah nya tidak akan di jawab .
Sedangkan di sisi lain Alex hanya melakukan hal yang perlu saja dan juga tidak banyak yang ikut mengantar nya ke KUA , hanya ada ayah nya Bram dan juga kakek nya Briyan serta saudara nya lebih tepat nya kakak nya ,
“ kenapa harus hari ini sih , ganggu orang istirahat saja . “ ucap Baron kesal ,
dia emang tidak begitu senang dengan Alex karena walaupun Alex dalam kondisi duduk di kursih roda tetap saja Alex lah yang menjadi pemimpin perusahaan walaupun sementara ini dia yang memegang tapi karena saham dan juga dukungan ayah dan kakek nya dia tidak bisa sepenuh nya memegang perusahaan .
Menurut nya ini tidak adil dia adalah anak tertua bagaimana pun itu adalah hak nya tapi kenapa malah adik nya yang di bagi .
Memang harta terkadang membuat kita gelap mata begitu juga dengan kekuasaan maka nya setiap Langkah harus di bentengi dengan iman agar semua berjalan sesuai dengan jalan nya bukan malah melangkah ke jalan yang salah .
dan mareka berubah pikiran nya terhadap diri nya , yang selalu di anggap tidak bertanggung jawab itu .
Itu sebenar nya hanya pikiran Baron jika ayah dan kakek nya berpkir begitu tapi pada kenyataan nya adalah ad sesuatu yang tidak dia ketahui .
Ayah dan kakek nya hanya mau dia lebih kuat dan juga lebih bisa mempertahan apa yang dia punya tanpa menyerah tapi seperti cara ini membuat renggang hubungan mareka dan juga timbul rasa benci dalam hati Baron .
Alex dari tadi hanya sibuk dengan I-pad tidak tahu apa yang dia lakukan tapi kelihatan begitu sibuk .
“ lo gak gugup bos ?” tanya Rezi melihat bos nya itu begitu santai tidak ada gugup nya sama sekali .
“ gak “ jawaban Alex singkat padat dan jelas , tapi tidak dapat di pungkiri jika jantung nya sebenar nya berdebar dan berdetak tidak seperti biasa nya , hanya saja dia berusaha kelihatan santai .
“ beneran lo ?” Rezi tidak percaya dengan jawaban bos nya sekalligus teman nya ini .
dia kenal Alex sudah lama mustahil dia tidak gugup lihat saja dia hanya menatap I-pad nya pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan .
Jika Alex bicara hanya menatap I -pad nya tanpa berani menatap lawab bicara nya pasti ada sesuatu .
“ kau tidak percaya “ tekan Alex , dia tidak marah maupun kesal dia hanya ingin Rezi berhenti bicara , agar dia bisa lebih tenang .
“ iya … iya … oke percaya “ jawab Rezi kemudian dia diam , sesuai dengan harapan Alex .
Huffff Alex menghembuskan nafas nya kasar . mareka hanya bertiga dalam mobil Alex sedangkan yang lainnya menempat kan mbil satu nya lagi , Alex tidak ingin satu mobil begitu banyak orang maka nya mareka pisah mobil .
__ADS_1
Tidak terasa mareka sudah sampai di tempat tujuan , ini adalah permintaan Bulan agar akad nikah nya di KUA karena dengan begitu maka surat nikah mareka langsung keluar ,
walaupun menurut mareka apalagi keluarga Alex yang cukup berpengaruh tidak akan susah untuk mengurus nya tapi tetap saja Bulan mau nya nikah di KUA , bukan di masjid maupun di rumah .
Tidak semua di izinkan masuk tapi hanya keluarga inti saja dan juga saksi nya , jadi ada beberapa di antara mareka yang menunggu di luar .
“ untuk apa kita kesini jika tidak di izin kan masuk “ kesal Helina , kemudian dia ikut duduk di kursih yang ada di situ .
Tidak ada yang menanggapi ocehan Helina karena hampir semua orang di situ tahu bagaimana tempereman nya Helina yang selalu bicara tanpa di pikir konsekuenssi nya .
Saat ini Bulan begitu gugup dan dia menoleh ke Alex , Alex begitu kelihatan santai dan tidak ada tanpang gugup nya sama sekali .
“ apa dia tidak gugup ?” tanya Bulan dalam hati nya .
Pertanyaan nya salah Alex begitu gugup saat ini , bagaimana jika dia mengucap kan nama nya salah . bisa kena amukan dia jika melakukan akad salah .
“ jangan gugup , bukan kh normal jika salah sekali . gak papa kali kan “ pikir nya dalam Hati , tentu saja dalam hati karena dia tidak mau menghancur kan reputasi nya selama ini yang terkenal tenang di lihat gugup oleh banyak orang .
````````````````````````````````````````````````````````````
Saat Alex akan mengucap kan ijab qabul dia begitu gugup jantung nya berdetak begitu cepat begitu pun dengan Bulan , saat penghulu nya mengatakan
“ bagaimana parah saksi .. sah … “
“ sahhh … “ jawab mareka serempak dan air mata Bulan mengalir sendiri nya saat penghulu merapalkan doa nya
" Ya Allah semoga pernikahan ini bukan sekedar mengubah status ku dari single menjadi suda menikah “ doa Bulan dia segera menghapus air mata nya . dan gerakan nya di sadari oleh Alex
“ apa segitu nya dia tidak mau menikah dengan ku “ tanya Alex dalam hati nya , melihat Bulan menangis dia beranggapan Bulan tidak menginginkan pernikahan ini .
Akad nikah nya berlangsung lancar setelah membaca doa cincin segera di pasang kan oleh mempelai laki- laki untuk mempelai perempuan nya , Bulan tidak lupa mencium punggung tangan Alex dan Alex segera mencium kening Bulan .
Cup …
Deg … deg… deg …
Jantung Bulan seakan mau melompat keluar , apa kah aku sakit jantung . tidak mungkin kan gugup sampai egitu nya juga . pikir Bulan dalam hati .
Tidak lupa juga mareka segera menandatangani surat surat yang harus di tandatangani , setelah selesai baru lah mareka selesai , Alex masih setia di kursih Roda nya dengan di dorong oleh Rezi si asisten .
“ Bulan maaf kami telat “ ucap Nabila di samping nya ada Natasyah
“ aku pikir kalian melupakan nya “ ucap Bulan cemberut sok ngambek
“ bagaimana mungkin , tadi kami mau datang pagi tapi anak – anak bagaimana “ jelas Natasyah lagi .
“ iya … iya … gak papa kok . “ ucap Bulan tersenyum dia senang teman nya datang .
“ gimana dengan anak – anak ?” tanya Bulan
“ mareka oke , dan semua beres nanti malam pasti semua datang , “ jawab Nabila girang .
“ bagus lah “
__ADS_1
Sekarang mareka hanya bertiga tadi saat melihat teman nya Bulan segera pamit pada yang lain jadi karena mareka jarak nya lumayan jauh jadi gampang berbicara dan agak bebas saja jika hanya mareka bertiga tanpa takut ada yang tahu rahasia nya , yang selama ini dia tutup tutupi .
to be continue......