
part 9 ' resepsi '
"Bulan apa rencana mu selanjutnya, ?" tanya Natasya
" aku belum tahu , karena bagaimanapun kehidupan ku pasti berubah setelah ini " jawab Bulan sambil menyandarkan kepala nya .
sekarang mareka berada dalam mobil untuk menuju ke hotel dimana acara resepsi pernikahan Bulan dan Alex akan di langsung kan .
Bulan dan Natasya berada di dalam mobil yang sama dan juga Alex yang di kemudikan oleh Rezi . karena Natsaya duduk di depan maka nya mareka hanya bicara hal biasa saja . karena Bulan duduk di bagian penumpang di belakang dengan Alex .
" gak banyak yang berubah kok " timpal Natasya
" emang kau tau apa hmm ?" ucap Bulan malas dengan teman nya ini asti nanti lain lagi sambungan jika bicara dengan dia ini .
" tahu lah , aku tahu banyak tentang mu" ucap Natasya menahan tawa nya .
"kau begitu keras kepala pasti tidak akan membiarkan orang menindas mu , aku tahu kau penurut tapi lebih besar keras kepala mu" ucap Natasya dalam hati sambil geleng-geleng kepala , apa jadi nya rumah tangga Bulan nanti dia tidak dapat menebak hanya saja dia berdoa dalam hati semoga dengan ini bahagia Bulan datang walaupun cara nya kurang mengenakan tapi semoga hasil nya ,aamiin dan berkah.
"jangan mengataiku dalam hati " ucap Bulan sambil memejamkan matanya
" kok tahu" canda Natasya menggoda Bulan
"karena itu kebiasaan mu" jatuh sudah harga diri Natasya di katain begitu .
"hmm " Natasya cemberut dan mareka pun diam saja , sedang sedari tadi Alex dan Rezi hanya jadi pendengar .
"gimana dengan Nabila , sudah sampai ?" tanya Bulan tiba - tiba karena Nabila pulang sendiri akan menjemput anak- anak sambung mareka yang akan di bawa ke tempat acara nya Bulan .
Natasya yang tahu jika pertanyaan itu di tuju untuk nya langsung mengangguk kan kepala nya saja karena tadi dia sudah mendapat kabar dari Nabila jika dia sudah sampai dan akan siap- siap dulu dengan yang lainnya .
"sudah , kata nya sebentar lagi otw " jawab Natasya .
" kau oke??" tanya Natasya pada Bulan karena melihat keadaan Bulan seperti nya ada yang tidak beres .
"hmm oke , hanya saja rasa nya pusing " kata Bulan
Alex sedikit kaget dengan penuturan Bulan berusan ia segera mengecek suhu tubuh Bulan dengan menempelkan tangannya di dahi Bulan ,
Bulan kaget tanpa sadar menepis tangan Alex karena tiba - tiba maka nya dia kaget . Natasya kaget dengan tindakan Bulan tapi dia tidak tegur dia tahu batasan dalam berteman
"sorry aku tidak maksud " ucap Alex memundurkan tangan nya .
"maaf tadi aku kaget , soal nya kau tiba - tiba . aku tidak terbiasa " ucap Bulan cepat takut nya nanti Alex salah paham pada diri nya .
melihat Alex diam saja Bulan tidak tahu mau melakukan apa
"apa dia marah ?" tanya dalam hati
"hmm , anu .. itu " Bulan jadi gagal tidak tahu harus mengatakan apa
"kenapa" suara Alex santai tapi menurut Bulan itu menyeramkan.
"kau marah ?" tanya Dengan suara pelan
Alex menyeritkan dahi nya bingung .
"hmm " Alex menjeda ucapan nya dengan sengaja karena dia ingin melihat reaksi Bulan,
" tidak " lanjut nya . Bulan segera menghembuskan nafas nya kasar .
" kirain marah " gumam nya
"tapi tunggu kenapa aku takut kalau dia marah " sambung nya dalam hati .
Tidak mungkin apa yang dia pikirkan Bulan segera geleng-geleng kan kepala nya . Alex melihat itu dia pikir Bulan pusing jadi dia bertanya .
"are you sure , okay " tanya nya di lihat sekilas ada raut khawatir tapi cepat Alex mengubah ekspresi nya jadi biasa saja
" mungkin hanya perasaan ku saja " ucap Bulan dalam hati , kemudian dia mengganggukkan kepala nya sebagai jawaban dari pertanyaan Alex .
**********************$$$$$$$$$**************
waktu seakan berjalan dengan cepat dan setelah beberapa menit akhir nya mareka sampai .
Bulan berjalan beriringan dengan Natasya langsung masuk ke ruangan dimana dia di tunjukkan untuk berganti pakaian .
tapi sebelum itu Bulan terlebih dulu solat karena dia belum solat maka mya di solat terlebih dulu .
Acara Bulan di selenggarakan di salah satu hotel milik Alex tapi mareka tidak tahu jika hotel ini punya Alex yang mareka tahu ini salah satu punya perusahaan yang begitu sukses tapi pemilik nya suka bekerja di balik layar tidak pernah muncul di depan publik.
"sudah siap?" tanya Nabila pada saat masuk ke ruang ganti nya Bulan
" kau sudah dtang ?" bukan nya menjawab Natasya malah bertanya balik .
" belum " ucap Nabila sambil geleng-geleng kepala
__ADS_1
" kau lihat aku di sini , masih pake tanya sudah datang ? yah jelas lah orang sudah di sini juga " sewot Nabila karena kesal dengan pertanyaan saudara nya itu .
"jangan marah - marah mak nanti cepat tua " jawab Natasya tanpa tersinggung sedikit pun dengan saudara nya .
"kalian mau debat sampai kapan?" Bulan melerai mareka sebelum tambah panjang cerita nya nanti jika tidak segera di akhiri .
" tamu sudah pada datang " ucap Nabila
" aku sudah siap " jawab Bulan
" kau cantik " ucap Nabila tersenyum tulus , dia bahagia melihat teman nya nikah
" dari lahir " jawab narsis Bulan .
dan dia tersenyum tulus membalas senyuman nya Nabila. walaupun orang tua nya tidak mendampinginya tapi dia cukup senang karen temannya ada di sini untuk nya sekarang ini .
tokk ... tok ... tok ...
suara ketukan pintu terdengar membuat marek mengalihkan perhatian nya ke pintu
kriet .....
pintu di buka oleh seseorang dan dia pun memunculkan sedikit kepala nya .
" kak sudah belum?" tanya Tari , dia mengetuk pintu sebelum masuk karena takut nya di kir tidak sopan dan pasti dapat ceramah dari kakaknya yang satu ini .
" kirain siapa " ucap Natasya mengelus dada nya .
" lo aneh banget orng ketuk pintu saja pun ." timpal Nabila melihat saudara nya sedikit berlebihan menurut nya .
" sudah " jawab Bulan
" oke " jawab Tari kemudian dia pergi begitu saja .
tidak berapa lama ada yang mengetuk pintu lagi dan Ayah nya masuk kedalam .
Ayah nya lah yang akan mendampingi nya menuju ke altar resepsi pernikahan Bulan.
Bulan melewati parah tamu dengan karpet merah yang terbentang. di sana sudah terlihat Alex yang duduk dengan santai dan juga Rezi sebagai pendamping nya sedangkan Bulan memilih Natasya sebagai pendamping nya karena Nabila di butuh kan untuk mengawasi anak- anak .
Sampai nya di atas Bulan segera Duduk di samping Alex , dan acara pun segera di mulai .
para tamu undangan bergantian memberikan mareka selamat .
tapi walaupun begitu mareka tidak berani mengatakan yang sesungguhnya di hadapan Bulan maupun Alex .
banyak oramg silih berganti naik dan memberikan selamat Bulan menyambut dengan tersenyum jika itu laki - laki maka dia akan menaupkan tangan sambil mengucapkan terimakasih .
brak ....
terdengar suara gelas jatuh dan mareka segera perhatian semua orang menatap ke arah dimana gelas tadi jatuh .
ada seorang anak perempuan yang kelihatan ketakutan dan juga pria paruh baya .
" apa kah kau tidak memiliki mata ha " marah pria itu
" maaf om , Syasyah gak sengaja" ucap nya menggelengkan kepalanya dan sedikit lagi pasti dia akan menangis .
Bulan melihat kejadian itu dan dia kaget .
"ya Ampun Syasyah , mana Nabaila " ucap Bulan dalam hati melihat sekeliling nya Nabila tidak kelihatan .
" Sya bereskan " perintah Bulan pada Natasya bagaimana pun dia tidak akan membiarkan orang memarahi anak - anak nya .
Bulan begitu jengkel dan dia mau turun tapi masih di tahan nya sebab pasti banyak lagi komentar yang tidak - tidak .
Natasya segera menghampiri orang tua yang terus memarahi Syasyah .
" cukup pak , dia hanya anak kecil" ucap Natasya sedikit keras karena emosi , melihat Syasyah di marah oleh orang lain , mareka saja yang merawat tidak pernah memarahi nya sampai menagis paling mareka hanya menegur dan memberi pemahaman dengan tenang agar anak - anak yang marek rawat tumbuh menjadi anak yang percaya diri .
" bapak bisa merusak mental anak jika memarahinya seperti ini " lanjut Natasya .
" kamu siapa , jangan ikut campur urusan saya " marah nya lagi
" Sya kak Nabila nya mana sayang " bukan nya menjawab Natasya malah beralih ke Syasyah dan bertanya kemana Nabila .
" kak Nabila ke toilet. hiks ... hiks ... hiks ...
Syasyah gak sengaja kak " ucap nya menangis sedangkan Bulan melihat itu mengepalkan tangan nya .
" jangan menangis kakak gak marah kok " ucap Natasya menenangkan .
" mana orang sih orang tua mu , punya anak tidak di jaga menganggu orang saja " ucap ketus pria itu , sepertinya nya dia masih belum puas .
" jangan merusak acara cucu saya " ucap kakek Briyan karena melihat perdebatan itu seperti nya orang ini tidak ingin mengakhirinya begitu saja .
__ADS_1
" maaf tuan tapi saya perlu ketemu sama orang tua nya karena masalah ini , dia harus nya bisa menjaga anak nya " jawab nya sopan tapi masih ada nada angkuh nya .
" saya orang tua nya " suara itu begitu tenang tapi seketika ruangan kembali hening melihat siapa yang mengatakan itu .
" Sya kesini sayang " panggil Bulan pada Syasya .
" Bunda " Syasya berucap pelan walaupun Bulan tidak pernah marah tapi tetap saja dia merasa gugup mungkin karena dia habis di marah depan banyak orang .
" gak papa , bunda disini " Bulan mengusap kepala Syasyah .
semua orang memerhatikan interaksi Bulan dengan Syasyah dan banyak di antara mareka berbisik bisik dan itu pasti mareka jadikan gosip .
karena ini acara pernikahan orang terpandang maka dan yang pasti banyak yang iri maka nya mareka selalu mencari kesalahan - kesalahan mareka .
dengan sekejap mata gosip beredar jika istri dari Alex memiliki anak luar nikah .
konyol sekali mareka ini .
padhal Bulan belum mengatakan apa pun .
" jadi dia anak mu ?" sinis pria itu
" kau sudh memiliki anak tapi baru menikah?" tanya lagi dengan nada merendahkan
" Bulan apa- apa an ini?" tanya Ayu marah pada Bulan bagaimana bisa dia di permalukan sperti ini .
" Dia anak ku dan masih banyak lagi " ucap Bulan santai tidak peduli dengan pandangan orang - orang .
" walaupun bukan darah daging ku sendiri tetap saja aku menyayangi nya karena mareka semua adalah tanggungjawab ku " jelas Bulan dan seketika mareka berhenti ber bicara .
" aku ketemu dengan mareka saat orang tua nya sudh tidak ada ataupun orang tua nya sengaja meninggalkan anak nya di tengah jalan , aku tidak tahu tpi yang jelas menurut ku itu adalah titipan Allah buat ku karena aku mampu memberi mareka kehidupan yang lebih layak " Bulan menjeda ucapan nya
" apa kah aku salah menganggap mareka adalah anak- anak ku ?" sambung Bulan
" aku pikir dengan mengangkat mareka tidak membuat ku kemiskinan " sambung nya . tanpa sadar jika dia menyinggung orang yang begitu semena- mena pada anak kecil .
Alex hanya memerhatikan apa yang di lakukan Bulan karena dia juga tidak tahu menahu tentang Bulan maka nya dia membiarkan bagaimana istri nya itu menyelesaikan masalah .
" cari tahu semua tentang nya " perintah Alex pada Rezi
" siap bos " jawab Rezi dan segera dia mengeluarkan hp nya dan menghubungi seseorang di seberang telepon .
kembali ke sisi Bulan ,
" apa yang anda tidak puas dengan anak saya bukannya di sudah meminta maaf?" tanya Bulan pad pria paruh bayah itu , dia masih bersikap sopan karena itu adalah orang tua .
" kau pikir dengn minta maaf masalah selesai ?" kata nya murka tentu saja dia tidak terima dengan semua ini , karena merasah di rendahkan
" saya kira itu cukup lagian yang menabrak adalah anda bukan anak saya " ucap Bulan
"apa maksud mu" ucap pria itu tidak terima
" ruangan ini memiliki CCTV jika tidak percaya kita bisa melihat nya dengan seksama " Bulan bukan orang yang mudah tindas ,
menghormati yang lebih tua memang harus tapi bukan berarti kita harus diam di saat orang menindas kita , kita perlu menunjukkan perlawanan agar mareka tidak suka mencari masalah dengan kita .
masalah harus nya di hindari tapi tetap saja dalam kehidupan tidak ada yang benar-benar berjalan lurus . terkadang ada beberapa batu sandungan.
" Bulan hentikan ini acara mu " tegur Ayah nya
" tapi Ayah dia menyalakan kami , walaupun kami sudah minta maaf tetap saja dia mempersulit " Bulan tidak terima dengan keputusan Ayah nya .
" segera bawakan rekaman CCTV nya " perintah kakek Briyan
" tidak perlu " ucap pria itu kemudian pergi begitu saja .
" dia tamu mu seharusnya kau menghargai nya ," ucap Ayah Bulan lagi .
" aku tahu tapi bagaimana pun Syasyah masih kecil tidak seharusnya dia mengatakan seperti itu pada anak- anak , itu tidak baik untuk perkembangan nya ." jawab Bulan .
walaupun dia tidak pernah mau membantah orang tua nya tapi dia begitu sensitif mengenai anak sambung nya itu .
" kakek maaf " ucap Bulan karena mareka sudh bubar dan hamya tersisa kakek di situ
" tidak masalah nak , kau melakukan sesuatu yng benar " ucap kakek Briyan dia tidak mempermasalahkan tentang hal itu karena menurut nya Bulan benar .
" maaf karena membuat kalian merasa tidak nyaman " ucap Bulan sedikit keras dengan tulus dia mengatakan permohonan maaf nya .
kemudian Bulan kembali ke tempat duduk nya .
" ada berapa banyak rahasia mu ?" ucap Alex saat Bulan sudah duduk di kursih samping nya .
Bulan tidak tahu harus jawab apa dengam pertanyaan Alex karena bis saja dia berbohong tapi Bulan tidak mungkin melakukan itu , dia tidak suka di bohongi jadi dia juga tidak mau membohongi orang apa lagi itu suami nya , ia akan berdosa .
to be continue........
__ADS_1