
Part 5 `kenapa dengan ku`
Malam yang indah dengan di terangi oleh bulan purnama yang setia diatas awan , sekarang Bulan dan keluarganya masih di tempat yang sama .
Obrolan mareka berlanjut dengan santai dan makan malam mareka pun sudah mulai selesai walau makanan banyak yang tidak hais , dan tentu saja makanan Bulan habis karena dia selalu belaja untuk tidak membuang – buang makanan walaupun kita mampu membeli lebih tapi masih banyak orang di luaran sana yang kekurangan bahkan makan pun mareka harus berjuang walau hanya demi sesuap nasi .
“ aku izin sebentar , sudah waktu solat “ kata Bulan dan segera berdiri dari tempat duduk nya .
“ masjid lumayan jauh , kamu mau solat dimana ?” yang bertanya adalah Alex , Bulan menoleh merasa heran dari tadi ini pertama kali nya dia mendengar suara orang di depannya ini .
“ ada musolah di restoran ini “ jawab Bulan santai karena memang tiap cabang restorannya pasti adalah musolah nya dengan lengkap peralatannya .
“ kamu tahu dari mana , bahkan kamu belum bertanya ?” Alex memicing kan matanya curiga
Deg…deg..deg …
Bulan mematung sebentar tapi dia cepat menyesuaikan diri kemudian dia tersenyum dan menjawab dengan santai.
“ aku pernah kesini pada saat jam makan siang maka dan pernah solat disini juga ,jadi aku masih ingat” .
Walaupun Bulan menjawab dengan santai tapi jantung nya begitu marathon tapi walaupun ini bentuk alasan tidak juga dia berbohong karena kejadian itu memang pernah terjadi .
Kejadian sebelumnya hampir sama dengan sekarang dia diajak pergi makan dengan Nabila dan Natasyah tapi mareka bahkan sampai di dalam baru sadar jika ini restoran Bulan .
“ ohh “ hanya itu yang keluar dari mulut Alex .
Sedangkan Bulan tidak menanggapi lagi dia segera pamit lagi kemudian pergi dari situ , dia melanjutkan Langkah nya untuk terus ke musolah .
“ Bu Bulan …” panggil seseorang yang mengenal Bulan tapi dari nada nya dia seperti takut salah orang .
“ iya saya “ kata Bulan menjawab orang yang memanggilnya sambil menunjuk dirinya sendiri .
“ ibu kenal saya ?” tanya Bulan lagi setelah orang itu menghampirinya , karena dia benar – benar tidak mengingat kalau pernah ketemu dengan orang ini dan juga Bulan rasa dia tidak kenal dengan ibu ini . tapi sepertinya ibu ini mengenalnya .
“ ini saya bu ,yang waktu itu “ ucap nya menjawab kebingungan Bulan
“ mau solat , yok sekalian sambil ngobrol “ ajak nya kemudian .
Sedangkan dari tadi Alex memerhatikan Bulan dan ada satu kata yang membuat dia bingung dan juga penasaran yaitu kenapa orang itu memanggil Bulan dengan sebutan “ Ibu “.
Tapi dia hanya bisa penasaran karena orang yang dia pehatikan sudah tidak kelihatan dengan pandangan mata nya .
Bulan mengobrol ringan diperjalanan dengan orang yang ternyata salah satu ibu dari anak yng pernah dia temukan dan sempat Bulan rawat beberapa minggu sebelum keluarganya menemukan anak nya Kembali .
“ maaf bu , saya hampir lupa dengan ibu . gak tahu efek apa saya sepertinya sulit mengenali orang . ahahahah “ kata Bulan sambil tertawa kecil
“ gak apa – apa , wajar saja karena ibu bertemu dengan orang banyak “ jawab nya
Mareka terus mengobrol sampai tiba di musolah mareka berhenti mengobrol dan menunaikan kewajiban sebagai umut muslim .
Setelah solat mareka berpisah Bulan Kembali ke meja dimana tadi orang tua nya berkumpul tapi tiba nya di sana , keluarganya sudah tidak ada , hanya tersisa dua orang di sana , satu nya dia tahu itu adalah Alex tapi yang satu nya tidak tahu siapa .
“ kemana semua orang ?” tanya Bulan tanpa duduk , dia masih setia berdiri
“ sudah pulang “ jawab Alex
“ duduk lh dulu” sambung nya menyuruh Bulan duduk
__ADS_1
“tidak apa-apa , aku akan pulang sekarang juga “ kata Bulan , dia tidak mungkin tinggal disini jika orang tua mareka sudah gak ada . apalagi berdua dengan laki-laki bukan kah ini bisa menimbulkan fitnah .
“ jika kau pulang sekarang mareka akan memarahi mu , karena dianggap tidak dapat menggunakan waktu dengan baik , bukan kah aku membantu mu sekarang ?” kata Alex menghentikan Langkah Bulan , walaupun ada benar yang dia katakana tetap saja ini bertolak dengan pikirannya .
“ membantu ku “ gumam Bulan
“ apa sebenarnya yang dia pikirkan “ kata Bulan dalam hati .
Bulan segera duduk Kembali di tempat nya dan saat melihat sala satu pekerja nya yang kebetulan dia adalah orang yang bertanggung jawab atas restoran ini . Bulan memanggil nya .
“ Putri ..” panggil Bulan sambil melambaikan tangan nya , Putri yang mendengar orang memanggil Namanya segera ke meja Bulan dengan tersenyum , semua Tindakan Bulan di perhatikan dengan Alex dan juga orang di sebelah .
Sebelum Putri bersuara Bulan lebih duluh menjelaskan secara tidak langsung jika dia adalah pelanggan disini bukan sebagai bos jangan sampai dia keceplosan , karena sebenarnya tadi dia juga tidak sengaja memanggil dengan nama .
“ siapkan cemilan buat saya dan juga airnya , kemudian untuk mareka kamu bisa tanya kan sendiri “ kata Bulan sambil melirik orang di depannya .
“ baik , tuan ingin apa ?” jawab putri kemudian dia beralih menatap Alex dan bertanya .
“ sama kan saja “ jawab itu bukan dari Alex melainkan dari orang disebelah nya .
“ kamu siapa ?” tanya Bulan saat putri sudah pergi , tentu saja pertanyaan itu di tujukan kepada orang yang baru pertama kali dia temui .
“ hallo kita bertemu lagi” bukannya menyebut nama nya melainkan dia menyapa .
Dan bertemu lagi membuat Bulan menyeritkan dahi nya .
“ bertemu lagi “ ulang Bulan bingung
“ saya asistennya “ tunjuk nya menuju Alex .
“ dan kita pernah bertemu beberapa waktu lalu “ sambung nya
Dan itu membuat asisten Alex tertawa kecil takut nya nanti dia kelepasan dan di marahi oleh bos nya .
“ nama kamu siapa ?” tanya Bulan lagi
“ Rezi maulana , biasa di panggil Rezi “ jawab nya dan di balas anggukan kepala oleh Bulan sedangkan Alex hanya sibuk dengan teleponnya , walaupun dia kelihatan begitu focus dengan telepon nya tapi Rezi tahu jika dia dengar dengan jelas obrolan mareka berusan .
“ permisi pesanan nya “ kata pelayan restoran itu , bukan putri yang mengantar nya karena dia harus menyelesaikan kerja dulu karena sudah menunjukkan jika sebentar lagi mareka akan istirahat .
Bulan memakan cemilan yaitu ubi goreng dan kentang goreng ini adalah kesukaan nya , dia makan dengan santai tidak terburu .
“ kenapa diam saja , kalian tidak mau makan ?” tanya Bulan melihat mareka hanya diam saja .
“ hmm boleh kah?” ucapan Rezi membuat Bulan bingung
“ tentu saja , bukan kh tadi kau jiga memesan “ tanya Bulan heran
Sedangkan Rezi melihat kea rah Alex , ini sebenar nya pertama kali dia duduk dengan bos nya karena selama ini dia yang selalu menghandle kerjaan Alex jika menyangkut dunia luar , Alex selalu bekerja dibalik layar dan tidak pernah duduk seakan mareka akrab seperti ini .
“ jangan bilang kalian tidak pernah makan Bersama ?” tebak Bulan tidak percaya dan tebakkannya benar .
“ bukan kah itu wajar karena dia adalah bawahan “ ucap Alex tatp dengan mata menatap teleponnya .
“kau hidup di dunia mana , kalian seumuran masa tidak ada tumbuh perasaan …. “ belum, sempat Bulan menyelesaikan perkataannya sudah dipotong oleh mareka
“ aku masih normal “ potong Alex dan di angguki oleh Rezi
__ADS_1
“ iya betul , aku juga normal “ sambung Rezi .
“ aku belum selesai bicara “ kata Bulan sedikit jengkel .
“aku rasa dunia kita memang beda , bagaiaman kita bisa menikah “ kata Bulan pelan .
Dari jalan pemikiran saja mareka tidak ada sama nya apalagi tentang kebiasaan hidup .
“ nikah saja dimana susah nya .” ucap Alex
“ tidak segampang itu “ jawab Bulan
“ apalagi kamu sebagai laki – laki , tanggung jawab mu besar , kemana arah pernikahan itu tergantung pada mu karena kau adalah imam nya .” terang Bulan
“ hmm “ hanya di balas deheman oleh Alex .
“ dia sungguh menyebalkan “ ucap Bulan dalam hati .
“ aku sudah selesai dan ini sudah mulai lewat , aku pulang lebig dulu jika kalian belum mau pulang “ kata Bulan dan berdiri dari tempat duduk nya .
“ oh iyah , jangan lupa bayar , assalamualaikum “ kata kemudian pergi cepat sebelum mareka menjawab . Bulan sengaja suruh Alex yang bayar siapa suruh buat dia merasa kesal dengan jawaban nya .
Sedangkan Alex hanya melihat Bulan pergi dan menjawab salam nya dalam hati sedangkan Rezi tidak percaya bagaimana bos nya membiarkan orang yang semena mena dengan nya pergi begitu saja , bahkan Alex tidak terlihat terusik sedikit pun .
“ dia menghabiskan semuanya , dan menyuruh kita yang bayar ?” tanya Rezi
“ tinggal bayar saja , itu pun repot “ tanggapan Alex membuat Rezi merasa ada sesuatu yang tidak biasa dengan bos nya ini .
```````````````````````````````````````````
Beberapa menit dalam perjalanan Bulan sampai di rumah nya saat dia masuk dia berpikir jika orang di rumah nya pasti sudah tidur tapi nyatanya orang tua nya masih belum tidur .
“assalamualaikum “ ucap Bulan masuk rumah , sampai di ruang tamu di sana orang tua nya duduk seperti nya menunggu dia pulang .
“ Ayah sama Ibu belum tidur “ tanya nya pada mareka
“ apa saja yang kau lakukan disana ?” tanya Ayu Ibu Bulan
“ hanya mengobrol biasa saja Bu “ jawab Bulan jujur .
“ kau tidak membuat sesuatu yang bisa membawa kami dalam masalah kan “ Bulan bingung harus menggap ini apa , dia pikir orang tua nya mengkawatirkan tapi dia salah . Bulan tersenyum getir dan menjawab .
“ jangan kawatir tidak akan terjadi masalah “ jawab nya kemudian melangkah kekamar nya .
“ aku mau istirahat “ pamit nya tanpa melihat kearah orang tua nya . Bulan menelan harapannya ,dia begitu kecewa dengan orang tua nya . bukan hanya sekali tapi ini sudah yang ke sekian kali nya .
Tanpa permisi air mata nya mengalir lagi , ada sesuatu yang membuat dadanya begitu sesak ,
“ kenapa aku harus menangis lagi , bukan kah itu hanya hal biasa “ ucap nya pada diri nya sendiri .
Dan dia berusaha menguatkan dirinya .
“ kenapa dengan ku , seharusnya dengan semua ini aku sudah bisa mengerti banyak hal dan menjadi dewasa tanpa harus menangis lagi , hikss.. hiks… hikss .” Bulan menangis di kamaar nya sambil menutup mulut nya dia takut suara nya akan terdengar di luar .
Dari kecil dia selalu menerima perlakuan seperti ini , apapun yang Bulan lakukan tidak pernah benar dimata orang tua nya bahkan dengan segala pencapaian dan juga prestasi nya mareka tidak pernah mengatakan jika mareka beruntung memilikinya . apa sebenar nya salah nya yang ia tidak ketahui sehingga ini terjadi pada nya .
To be continue ….
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak yah , and thank you untuk yang sudah mampir serta dukungannya .🤗🙏😘