
Part 6 ` tidak ada yang baik di diriku `
Hari berganti begitu cepat tidak terasa hari pernikahan Bulan tinggal menghitung hari , persiapan pun mulai di lakukan , walaupun pernikahan sederhana tapi tetap saja ada tamu undangan hanya saja Cuma kerabat dan beberapa teman dari kakek nya Alex dan juga keluarga lain nya .
Tidak ada yang berubah menurut Bulan walaupun sebentar lagi dia akan menikah , serasa biasa saja , karena walaupun sebentar lagi mareka akan sah antara Bulan dan juga Alex , menurut Bulan biasa saja . dan terasa tidak percaya jika sebentar lagi dia akan menikah . dia hanya memberitahu teman Nabila dan Natasyah karena jika teman – teman kelas nya tahu , dia takut jika nanti mareka mengatakan sesuatu yang tidak seharus nya mareka kata kan.
Pagi ini Bulan tetap ke kantor nya tapi dia sudah mengingatkan Lala agar memberitahunya jika sudah jam makan siang karena Bulan selalu lewat makan maka nya dia memberi tahu asistennya bahwa dia aka nada fiting baju hari ini .
Tokk…tok…tok…
Saat asik mengetik Bulan mendengar suara ketukan pintu kemudian Bulan menjawab .
“ masuk “ ucap Bulan tetap focus pada computer nya .
“ sudah jam 11:30 bu “ kata Lala mengutarakan tujuan sekaligus perintah sang atasan .
“ oke , terima kasih . kamu boleh Kembali “ jawab Bulan .
“ permisi Bu “ pamit Lala kemudian dia keluar . baru lah Bulan menutup computer nya kemudian dia siap- siap untuk makan siang lebih dulu setelah nya baru lh dia solat lepas solat baru rencana nya akan ke butiq untuk baju pernikahan mareka .
Saat setelah solat Bulan langsung ke lokasih dimana dia di suruh pergi, beberapa menit perjalanan akhirnya dia sampai .
“ alhamdulillah sampai “ ucap Bulan sambil memarkirkan mobil nya .
Setelah parkir Bulan langsung masuk ke butiq khusus untuk mareka fiting baju pernikahannya . saat sampai di sana sudah terlihat Alex dan juga asisten nya yang setia ikut selalu mendorong kursi bos nya .
“ telat 2 menit “ ucap Alex sambil melihat jam tangan nya yang setiap saat selalu dia pakai .
“ perjanjiannya jam satu , sedangkan ini belum jam satu . dimana telat nya ?” kata Bulan tidak terima karena dia melihat jam di telepon nya kurang 5 menit jam 1 siang .
“ telat yah telat “ ucap Alex lagi dan itu membuat Bulan ingin mencambak orang di depannya ini .
“ apa kah mata nya bermasalah “ Bulan menggerutu sendiri sambil mengikuti mareka masuk .
Saat ini Bulan sibuk melihat – lihat yang mana yang akan dia pilih , sungguh dia bingung harus memilih yang mana .
“ kau saja lah yang pilih “ ucap Bulan menyuruh Alex yang pilih
“ kamu perempuan jadi kamu lah yang pilih “ kata Alex tetap dengan I-ipad nya .
“ serah kamu deh , aku bingung .lagian apapun pakaiannya sama saja .” ucap Bulan cuek , dia secara tidak langsung mengatakan apapun yang dipakai sama saja hasil nya tidak akan merubah apapun .
Dia tidak pernah memiliki impian tentang pernikahan tapi kenapa dia yang harus lebih dulu menikah dari teman – teman nya .
“ nyonya ini tu sekali seumur hidup “ timbal Rezi karena malas melihat mareka yang selalu saja berdebat saat ketemu .
“ aku bukan nyonya mu , oke “ kesal Bulan , dia paling tidak suka di panggil nyonya kayak orang tua saja .
“ atau kau berniat menikah lebih sekali “ ucapan Alex begitu ceplas ceplos tanpa di filter .
“ hmmm” Bulan hanya berdehem saja sambil memutar bola mata nya malas .
Kemudian dia tersenyum misterius melihat ada gaun yang menarik perhatiannya dan warnah pas untuk mengerjai orang yang selalu membuat nya kesal .
Bulan berdiri dari tempat duduk nya kemudian langsung menuju gaun tersebut dan dia melihat sebentar dan dia puas dengan gaun ini .
“ mbak saya mau coba yang ini “ ucap Bulan pada mbak yang tadi terus mengikuti mareka .
“ yang ini yah” ulangnya
“ iya “ jawab Bulan
“ sebelah sini mbak ruang ganti nya “ pekerja itu melayani Bulan dengan teletan , beberapa menit Bulan mencoba dan dia pun memutuskan akan memakai yang ini saja .
__ADS_1
Bulan keluar dari ruang ganti walaupun tanpa make up tapi dia tetap kelihatan cantik apalagi dengan gaun warnah pink lembut membuat nya seperti barbie .
“ bagaimana ?” tanya Bulan menaik turun kan alis nya .
Rezi yang lebih dulu menoleh dia sempat pangling melihat Bulan kemudian tersenyum tanpa sadar dia mengatakan cantik .
“cantik “ gumam nya
Yang di dengar oleh Alex baru lah dia menoleh dan dia juga sama kayak Rezi ada pandangan kagum di mata Alex melihat Bulan yang sedikit berbeda saat memakai pakaian pengantin . tapi dia segera bermuka masam saat tahu jika warna baju nya begitu bertolak belakang dengan diri nya .
Alex manusia yang begitu kaku dan sedikit arogan di padukan dengan warnag pink lembut , apa kata dunia .
“gak ada warnah lain apa?” tanya nya dengan wajah kesal , Bulan melihat itu tersenyum , dia senang melihat wajah kesal Alex .
“ gak ada , ini buat resepsi dan untuk akad tu yang warnah putih , sudah gak boleh di ubah salah sendiri di suruh pilih gak mau . “ ucap Bulan bulat tanpa mau di bantah
"salah sendiri suruh aku pilih kan " ucap Bulan dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan.
"ini tidak berdosa kan, eheheh" sambung dalam hati
“ terserah “ satu kata itu saja yang Alex mampu keluarkan , karena percuma berdebat dengan Bulan dia sudah tahu siapa pemenang nya . perempuan lah yang selalu benar .
“ oke “ ucap Bulan sambil melihat dirinya sendiri di cermin , dia tersenyum hambar melihat pantulan diri nya tapi segera dia mengkondisikan Kembali ekspresi nya sebelum ada yang lihat .
“ tapi ini beneran bagus kan ?” tanya Bulan lagi
“ ganti saja warnah nya dengan biru langit jangan warnah pink “ komentar Alex
“ baiklah tuan “ ucap Bulan becanda kemudian dia sedikit tersenyum dan telah di putuskan tentang baju mareka .
“ sudah kan , aku masih ada kerjaan jadi harus segera Kembali” ucap Bulan saat ini mareka sudah berada di luar butiq dan akan segera ke parkiran tentu saja Alex masih duduk manis di kursih roda nya .
Walaupun Alex duduk di kursih roda tidak ada orang yang terang terangan membicarakan nya karena takut akan kena masalah jika berhubungan dengan nya .
Dan itu sukses membuat Bulan membola kan mata nya
“ kenapa ?” tanya Alex begitu santai
“ kau tanya kenapa ?” ucap Bulan tidak percaya jika manusia satu ini begitu tidak peka kh dia kalau sekarang sudah mulai sore bukan lagi siang .
“ jam berapa sekarang ?” tanya Bulan tanpa menjawab pertanyaan Alex tadi .
“ kau punya jam kenapa tanya padauk “ ucap Alex tapi dia tetap juga melihat jam yang setia bartender di tangan kirinya itu
“ sudah mau jam 3 “ kata nya lagi setelah melihat jam nya
“ sekarang sudah sore mana ada orang makan siang jam segini , dan kenapa baru sekarang kau memberi tahu ku .” ucap Bulan tidak habis pikir dengan cara hidup Alex ntah lah ini cara hidup nya atau memang ini lah dia .
“ itu bukan masalah yang penting makan “ timpal Alex santai
“ terserah kau deh “ pasrah Bulan , tidak tahu dengan cara apa baru Alex paham maksud nya .
“ makin kesini seperti nya kita punya banyak perbedaan “ ucap Bulan pelan saat mareka menuju ke mobil
“ perbedaan hanya masalah kecil “ jawab Alex begitu santai seakan dia begitu yakin jika setelah menikah mareka akan baik- baik saja .
“ aku tidak sebaik yang terlihat loh , aku tu orang nya pemberontak , pemalas dan juga … pokok nya semua deh gak ada baik baik nya ..” ucap Bulan melantur tapi itu benar karena menurut nya dia memang begitu dia hanya berusaha untuk menjadi orang baik .
“ aku tahu bagaimana menghadapi orang seperti dirimu “ jawab Alex tersenyum tapi menurut Bulan itu menyeramkan dan juga bukan jawaban itu sebenar nya yang dia harapkan .
Bulan segera berlari kecil ke mobilnya tapi dia lupa menanyakan kemana mareka akan pergi jadi nya dia balik lagi ke belakang di sana Alex masih di tempat yang sama .
“ lokasih nya diamana ?”tanya Bulan langsung saat sudah dekat dengan Alex
__ADS_1
“ ku pikir kamu tahu karena langsung pergi tadi “ jelas saja Alex mempermainkannya .
“jika aku tahu , malas kali bertanya padamu “ jawab Bulan malas dia tidak akan membiarkan Alex menang dari diri nya .
“ hmm , kemobil ku kita satu mobil saja “ ucap Alex dan Rezi segera mendorong kursi roda nya tanpa disuruh karena dia usdah lama menjadi bawahan nya Alex jadi dia cukup paham dengan Alex dan dia tahu maksud Alex tanpa di beri tahu .
“ heyy .. tunggu “ ucap Bulan menghampiri Alex dan berdiri di depannya menghalangi jalan nya .
“ aku punya mobil sendiri dan juga aku masih bisa menyetir jadi gak usah repot – repot memberi ku tumpangan “ oceh Bulan
“ jangan protes “ jawab Alex
“ no … tidak boleh begitu mobil ku akan ku kemanakan jika ikut dengan kalian ?” tanya Bulan dengan sedikit kesal . iya kali dia tinggal disini nanti dia naik taksi lah tu untuk mengambil nya .
Kurang kerjaan sekali jika begitu , membuang waktu nya saja .
“ salah sendiri kenapa tadi pas mau di jemput tidak mau “ ucap Alex dan mareka segera melanjutkan Langkah nya ke mobil Alex .
“ cepat lah aku tidak punya banyak waktu “ sambung Alex lagi karena Bulan tidak bergerak dari tempat nya .
Bulan segera Kembali ke mobil nya dan itu di lihat oleh Alex , Alex hanya geleng – geleng kepala dengan tingkah Bulan yang memang keras kepala .
“ dia memang keras kepala “ gumam Alex yang hanya bisa di dengar oleh nya sendiri saja.
Alex masuk ke mobil nya tentu saja dengan bantuan Rezi sedangkan Bulan tetap menunggu dalam mobil nya sampai mobil Alex keluar baru lah dia ikut keluar , Bulan seperti penguntit saja mengikuti mareka di belakang tapi mau tidak mau ini lah yang akan dia lakukan , karena jika tidak akan jadi masalah jika orang tua nya tahu kalau dia tidak datang menemui kakek nya Alex .
Karena hari sudah mulai sore tapi jalan masih belum macet karena memang belum jam pulang kerja , mareka melewati jalan hanya beberapa menit sampai tiba lah mareka di rumah yang lumayan besar menurut Bulan tapi ini seperti mansion bukan rumah ,
Wow ,.. Bulan sempat terkesima dengan dekorasi nya .
Saat memasuki gerbang begitu terlihat halaman yang luas dan ada beberapa pepohonan serta ad ataman bungah .
“ cantik “ ucap Bulan sambil tersenyum melihat bunga bunga yang kelihatan segar , tentu saja ada yang merawat nya karena kelihatan begitu sehat dan segar .
Melihat mobil yang dari tadi dia ikuti berhenti Bulan juga seger menginjak rem mobil nya sehingga mobilnya pun berhenti tepat di belakang mobil Alex .
Bulan segera keluar dari mobil nya dan begitu pun Alex yang di papah oleh Rezi , Bulan tidak membantu karena bagaimana pun mareka bukan mahram jadi tidak baik jika ada melihat .
“ ayok ke dalam , kakek sudah menunggu “ ucap Alex dan segera Rezi pun mendorong kursi roda itu agar segera kedalam rumah besar itu .
Bulan hanya mengikuti saja dari belakang kemana mareka pergi .
Di dalam tidak akalh mewah dan indah dengan di luar walaupun pemandangan di luar lebih asri tapi di dalam pun seperti taman dengan karpet yang seakan akan ada rumputnya dan banyak nya pohon hiasaan .
Bulan kagum dengan pemandangan rumah ini .
“ kamu suka dengan dekorasi nya ?” pertanyaan itu mengagetkan Bulan
“astagfirullah “ Bulan terperenjat dari tampat nya .kemudian dia menormalkan diri nya dan menjawab
“ rasa nya nyaman jika dipandang “
“ kamu boleh tinggal disini jika kamu mau ?” twar orang itu
“ gak papa memang nya kek ?” tanya Bulan
“gak boleh “ bukan kakek itu yang menjawab melainkan Alex .
“ karena setelah menikah kau akan tinggal dengan ku di rumah ku , bukan disini “ jawab Alex dengan tampang datar .
to be continue.....
jangan lupa tinggalkan jejak 😘 ba bayeee
__ADS_1