
Part 3 `pemilik misterius`
Setelah berbincang bincang dengan teman nya Bulan rasa lebih baik , dia sengaja menceritakan pada teman – teman nya agar suatu saat nanti tidak terjadi kesalah pahaman , karena menurutnya ini adalah hal serius dan dia butuh pendapat teman nya juga walaupun sudah bisa di tebak apa yang ada dalam pikiran mareka ,
Orang – orang jaman sekarang pasti akan berpikir berkali kali untuk menikah dengan calon yang cacat tapi menurut Bulan itu bukan masalah walaupun semua orang mengatakan pria itu sudah tidak bisa jalan karena dari rumor yang beredar sudah kurang lebih 4 tahun dia duduk di kursih roda .
“ besok malam kita akan makan malam dengan keluarga pak Bram , jadi kamu jangan kemana- mana “ kata Ayah Bulan
“ iya “ jawaban singkat , hanya itu yang boleh keluar dari mulut Bulan .
“ kak “ panggil Tari yang merupakan adiknya Bulan
“ hm kenapa ?” tanya Bulan sambil mengalihkan pandangannya dari makan malam nya menghadap adiknya itu , karena sekarang mareka lagi makan malammaka nya berkumpul sedanglan Ibu nya Bulan hanya diam dari tadi , tidak seperti biasa ngerojos mulu .
“ kakak yakin menikah sama pria kursih rod aitu?” tanya nya tanpa basa basih.
“ TARI” tegur kedua orang tua mareka
“ hati- hati kalau kamu bicara , mareka bukan orang sembarangan yang boleh kamu singgung seenak jidat mu “ kata Ibu mewakili Ayah karena yang pasti mareka tidak mau pernikahan ini batal karena yang jadi imbas nya adalah perusahan mareka . miris sekali
“ Tari mengatakan yang sebenar nya , kenapa ayah sama ibu marah sih “ jawab Tari tidak terima karena menurutnya dia hanya mengatakan yang sebenar nya
“ aku sudah selesai “ ucap Bulan dan berdiri dari tempat duduk nya , kemudian melangkah ke kamar nya tanpa menunggu jawaban dari mareka karena walaupun di tunggu mustahil di jawab
“ aku juga “ kata Tari menyusul kakak nya Bulan
Saat sampai di kamar Bulan duduk di meja belajar nya dan mengeluarkan laptop nya untuk mengerjakan kerjaan nya yang belum selesai . tiba tiba terdengar suara ketukan pintu
Tok.. tok … tok….
“ kak ini aku “ kata suara dari luar dan suara itu milik Tari
“ masuk saja , tidak di kunci “ kata Bulan menyuruh Tari langsung masuk .
Setelah mendengar jawaban kakak nya Tari langsung masuk , dia selalu kagum dengan kakak nya Bulan karena setiap dia kekamar ini pasti rapi terus tidak pernah berantakan kayak kamarnya , ehehehe .
“ kenapa ?” tanya Bulan menutup Kembali laptop nya
__ADS_1
“ kakak buat apa ?” bukannya menjawab Tari malah tanya balik
“ gak ada “ jawab Bulan singkat
“ soal tadi aku minta maaf yah kak , kalau kakak tersinggung “ kata Tari dengan memelas dia tidak bermaksud untuk membuat makan malan nya kacau .
“ tidak masalah” tanggapan Bulan membuat Tari merasa legah walaupun selama ini kakak nya memang tidak pernah mempermasalahkan dia dan membuatnya dalam keadaan terdesak . itu lah yang membuat dia selalu merasa kalau dia yang harus nya juga bisa membantu bukan nya malah membuat orang berpikir yang tidak – tidak
“ kamu focus saja dengan sekolah mu , jangan mikir macam – macam “ kata Bulan
“ oke kak “ jawab Tari
Dengan penampilan rambut sebahu diiringi dengan sikap yang periang , dia tidak mirip dengan Bulan , Bulan walaupun memiliki rambut sepinggang tapi dia tidak pernah membiarkan orang meliht rambutnya dia selalu menggunakan hijab nya walaupun itu di rumah .
Bulan selalu menyuruh Tari buat pakai hijab nya tapi katanya belum siap , panas lah , banyak alasannya dan dia juga tidak paham kenapa orang tua nya begitu cuek tentang hal ini padahal kan walaupun ini menurut nya hal kecil tapi ini bisa jadi salah satu penyebab kita mengumpulkan dosa.
Walaupun kita belum bisa menjadi orang – orang yang soleh dan tawakal tapi setidaknya jadi lah orang yang takut akan melakukan dosa jauhi larangaan-Nya , minta hidayah – Nya agar kita tertolong di hari akhir nanti .
“ kak tolong bantuin kerja tugas “ kata Tari menampak kan deretan gigi nya , dia tersenyum manis agar dapat bantuan kakak nya , karena di banding dia kakak nya jauh di atas nya jika tentang materi pelajaran
“ kejap yah kak , aku ambil dulu buku nya” kata Tari segera keluar dari kamar Bulan tanpa menunggu jawaban si empunya kamar dia langsung berlari kecil ke kamar nya sendiri untuk mengambil buku nya .
Beberapa jam telah berlalu dan tugas tari pun sudah selesai , kenapa begitu lama karena Bulan hanya mau menjelaskan saja selebih nya Tari sendiri yang harus kerja dia harus paham baru boleh kerja maka nya jadi lama jika Bulan yang kerja memang butuh waktu singkat tapi bukan kah itu hanya sia – sia , dapat nilai tapi ilmu kosong .
Tujuan belajar adalah dapat ilmu bukan hanya sekedar mendapat nilai sudah , kejar ilmunya maka nilai akan menyusul , jangan takut soal nilai bukan itu penentu kesuksesan kita , ilmu yang berkah akan mendapat hasil yang memuaskan pula . usaha saja dulu hasilnya akan keliahatan nanti .
“ sudah sana tidur , entar kesiangan lagi kalau kemalamam tidurnya “ ucap Bulan pada adiknya
“ yah udah kak , aku ke kamar yah . “ ucap Tari karena memang dia sudah mengantuk juga , kepala nya lagi butuh bantal buat sandaran .
“ thanks kakak ku , ehehehehe” kata Tari kemudian langsung keluar dari kamar Bulan
Sedangkan Bulan hanya tersenyum melihat adiknya itu , dan dia pun melanjutkan kerjaan nya yang tertunda mungkin kerja nya akan banyak yang menumpuk sampai hari pernikahan itu berlalu , karena sekarang dia akan banyak kegiatan untuk mempersiap kan pernikahan nya ini .
Walaupun dia menikah hanya sekedar di karenakan atas nama perusahan tetap saja janji suci yang di ucapkan adalah di hadapan Allah , apapun alsannya sebentar lagi dia akan melepas masa single nya .
Tidak pernah terbesit di benak nya kalau Bulan akan menikah hanya sekedar mengganti status dari single menjadi sudah menikah . jika di pikir pikir ini tidak masuk akal sehat nya tapia pa daya nya tidak mungkin dia mempermalukan orang tua nya , biar pun mareka selalu bersikap semaumu mareka terhadap Bulan tapi Bulan tahu melawan orang tua tidak baik , Allah akan murka dengannya nanti .
__ADS_1
`````````````````
Waktu berlalu dengan cepat , sekarang pagi menyapa dan Bulan siap – siap akan kekantor nya ,
Dia akan sarapan di kantor nya karena saat dia melewati meja makan belum ada orang disana memang ini terlalu pagi biasa nya dia akan keluar jika orang semua sudah pergi tapi hari ini dia yang dulu keluar karena dia akan pulang cepat sedangkan kerjanya banyak dan dia akan kerumahnya dulu melihat anak – anak .
Bulan selalu menyempat kan diri untuk ke panti asuhan yang dia jadikan rumah itu untuk mengecek keadaan dan memastikan mareka baik – baik saja .
Bukan berarti dia tidak percaya dengan teman – temanya tapi karena ini merupakan tanggung jawab nya , saat dia mengadopsi anak – anak itu di situlah mareka menjadi tanggung jawab nya .
“ assalamualaikum “ ucap Bulan masuk keruangannya
Sekarang masih sepi karena memang masih begitu pagi jam masuk kerja belum lagi tiba walaupun begitu Bulan tetap mengucapkan salam karena memang sudah menjadi kebiasaannya , walaupun bukan ajaran orang tua nya tapi berkah dia mau belajar dan lebih mendekat kan diri sama Allah dia boleh bertahan sampai sekarang , memang terkadang ada di mana dia merasa putus asa dan tidak mampu tapi semua itu sembuh seiring waktu , semua hanya butuh proses .
Sibuk dengan kerjaan dia tidak sadar kalau waktu sudah menunjukkan jam 8 dan para pegawai nya mulai berdatangan
“ assalamualaikum “
“ La bawakan saya sarapan “ kata Bulan tanpa lupa memberi salam lebih dulu
“ baik bu , waalaikumsalam “ jawab nya di seberang telepon .
“ kapan datangnya ini orang “kata Lala dalam hati
Stelah itu dia segera menyuruh orang untuk menyiapkan sarapan untuk atasan mareka , memang kantor Bulan berada di restoran pertama yang dia bangun , dia tidak mau memindahkan kantor nya walaupun uang nya cukup untuk membuat bangunan baru tapi dia tidak mau karena ini adalah hasil pertamanya maka nya dia tetap di sini , dan juga lebih aman buat identitasnya , dia berhasil menyembunyikan nya selama ini .
karena dia juga sering bekerja darai rumah maka nya tidak ada orang rumah yang curiga , walaupun dia ke kantor nya dan berpapasan dengan orang yang dia kenal pasti mareka berpikir jika dia hanya mau makan disini . karena perusahaan orang tua nya bergerak di bidang property pasti tidak aka nada yang menyangka kalau dia adalah pemilik restoran yang semakin berkembang dan memiliki beberapa cabang .
Tok… tok… tok...
“ masuk” kata Bulan saat mendengar ketukan pintu dari luar ruangannya
“ ini bu sarapannya “ kata Lala sambil meletakkan sarapan yang di minta Bulan , dia sendiri yang mengantar kan nya karena ruangan Bulan tidak semua oang bisa masuk . karena selama ini dia tidak pernah menemui clien nya pasti asistennya yang menghendle semuanya .
dia tidak mau terekspos ke public maka nya banyak yang penasaran dengan pemilik restoran dan layanan catering ini , begitu terkenal tapi si pemilik bersembunyi , berbagai macam sudah pemikiran orang tentang si pemilik yang tak lain adalah Bulan , ada dua usaha maju di daerah mareka yang identitas pemiliknya tidak ada yang tahu .
To be continued…….
__ADS_1