
.
.
.
.
selamat membaca guys .....
jangan lupa yah like nyaπ€
.
.
.
.
Seakan bumi tahu apa isi hati Bulan , tiba-tiba hujan turun . Bulan yang menyadari hujan turun bukannya pergi untuk berteduh . ia malah merasa jika sekarang alam berpihak padanya .
βtidak akan ada yang sadar jika aku menangis β batin Bulan tersenyum hambar menatap langit tapi siapapun yang melihat nya dapat di simpulkan dengan mudah jika senyuman itu bukan karena Bahagia , tapi karena ada sesuatu yang menjanggal di hatinya yang membuat nya begitu tidak nyaman .
Bulan menangis tanpa tahu jelas apa yang ia tangisi , tapi hatinya begitu ingin menangis dia hanya menuruti perasaannya saja .
βapa sebenarnya yang terjadi ?β gumam Bulan
β hiksβ¦.β Bulan terisak kesekian kalinya selain menatap kosong nisan yang ada di depan nya .
Bulan sibuk dengan dunia nya tidak terasa sudah hampir setengah jam dia kehujanan tanpa ada tanda-tanda jika ia akan pulang , hingga ada paying yang melindunginya . membuatnya mendongak kan kepala nya siapa yang ada disini selain dia .
Karena lama kehujanan , pandangannya jadi kabur dan kepalanya pusing tapi samar-samar dia melihat jika itu adalah suaminya .
β kak β¦.β Panggil Bulan dengan pelan , dia mencoba berdiri tapi langsung terjatuh Kembali saat dia rasa akan Kembali mendarat di tanah tapi tubuhnya di tahan oleh Alex .
β ayok, pulang .β ucap Alex memapah Bulan . Bulan hanya menurut saja karena dia rasa nya juga sudah tidak memiliki tenaga lagi .
β mobil ku β ucap Bulan saat mareka sudah mau meninggalkan pekarangan itu .
β sudah kakak urus β jawab Alex kemudian meyalakan mobilnya dan mareka melanjutkan perjalanan , langsung ke rumah . karena Bulan keras kepala tidak ma uke rumah sakit .
β yakin ni , nggak kerumah sakit dulu . periksa?β tanya Alex yang sekian kali nya
Hanya di balas gelengan kepala oleh Bulan . Bulan menutup mata nya yang terasa berat dan lama kelamaan dia pun tertidur . mungkin karena keleahan maka nya dia begitu mudah tertidur .
Lelah dengan segala hal , dengan kejadian serta juga banyak hal yangtiba-tiba muncul membuat jantungnya berdetak tidak normal .
karena kondisi hujan yang lumayan lebat jadi Alex mengemudi dengan perlahan saja , yang penting sampai dengan selamat itu lah yang lebih utama .
dia melirik istri keras kepala nya yang sedang tertidur .
Alex tidak habis pikir bagaiaman jika ia tidak datang tadi , apakah Bulan akan terus berada disana . membuat dirinya kehujanan dan bisa saja setelah ini ia demam .
Alex saat mendapat laporan dari bawahannya jika Bulan masih setia behujan sedangkan sudah hampir 10 menit ia kena hujan tanpa bergerak dari tempatnya .
setahu nya kondisi tubuh istrinya tidak dapat di prediksi karena kejadian di masa lalu . membuat nya khawatir walaupun Alex mengabikan nya beberapa waktu lalu tapi tetap saja dia khawatir .
__ADS_1
Flass back
Alex langsung berlari dari ruangan nya ke parkiran kantor nya , membuat semua karyawan nya melongo tidak percaya , kecuali Rezi .
β pak , Alex bisa berdiri β ucap salah satu karyawan dengan ekpresi kaget nya yang tidak dapat ia control .
β bahkan berlari β timpal yang lainnya , masih banyak lagi ucapan bahkan tanggapan para karyawan nya .
Sedangkan Rezi yang di buat kebingungan dengan keadaan , bos nya yang membuat kacau dia yang harus membereskannya .
β DIAM SEMUA β terik Rezi menatap tajam semua karyawan . seketika ruangan itu jadi sunyi
β jika ada yang membocorkan hal ini , kalian tahu kan apa yang terjadi β sambung Rezi santai tapi dengan ancaman .
tentu saja tidak ada yang berani macam-macam jika masih sayang dengan pekerjaannya .
Flass on
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit Mareka sampai di rumah dengan selamat , Bulan masih setia menutup mata nya .
Melihat situasi yang sunyi , Alex menggendong Bulan turun dari mobil tanpa membangunkannya tapi untuk berjaga-jaga dia memakai masker , bisa kacau semua jika penyamarannya terbongkar . cukuplah tadi dia bersikap cerobah .
Saat sampai di dalam kamar Alex langsung meletakkan Bulan dengan pelan tapi saat kulit mareka tidak sengaja bersentuhan .
β Atagaaa β¦ panas nya β ucap Alex kemudian dia Kembali mengecek suhu tubuh Bulan dengan menempelkan tangannya di dahinya .
β dek ganti baju dulu , badan kamu panas lho β ucap Alex lembut tapi Bulan bahkan tidak tergubris masih setia menutup mata nya .
β dek β¦β panggil Alex lagi sambil menggoyangkan pelan lengannya Bulan
β hmm β di balas deheman oleh Bulan tanpa mata terbuka .
βiya kak , ini aku bangun β ucap Bulan bangun dan Alex dengan sigap membantunya untuk duduk .
β aku sendiri saja β ucap Bulan melepas tangan Alex . Alex yang merasa seperti Bulan menjauh dari diri nya , hanya menurut saja melihat punggung Bulan menjauh .
Sebenarnya Bulan bukannya menjauh hanya saja dia tidak mau merepotkan Alex , apalagi masalah mareka belum di selesaikan . ini tidaklah baik untuk hubungan mareka .
Pada dasarnya suatu hubungan akan bertahan dengan adanya kesetiaan dan kepercayaan . orang yang bisa di percaya dengan mudah bisa di dapat tapi orang setia itu Langkah .
Tapi masalah sedikit apapun dapat merubah segalanya jika tidak di selesaikan dengan benar . hal sepele bisa saja menjadi bencana untuk semuanya.
Bulan melangkah dengan lemah ke kamar mandi , tidak lupa pula dia mengambil handuk dan juga baju ganti nya . Bulan menatap diri nya di cermin , melihat bibirnya yang pucat .
β aku lupa kapan terakhir aku sakit , selama ini hanya sibuk bekerja dan bekerja dan tidak pernah sakit β ucap Bulan tersenyum kecut . tidak tahu kenapa akhir-akhir ini dia selalu merasa hatinya gampang sekali berubah-ubah .
Bulan masih saja melamun menghadap cermin , hingga banyangan beberapa adengan tadi yang dia alami terputar di kepalanya .
β mama β gumam Bulan
β apa sebenarnya yang terjadi ?β tanya Bulan pada dirinya sendiri .
Ada beberapa hal yang membuat nya bingung dan sakit kepala , walaupun Alex sudah memintanya tidak memikirkan tentang ini tapi dia bgitu penasaran dan juga ini tentang dirinya bagaimana dia bisa melupakan banyak hal seperti ini .
Setelah lama berpikir Bulan mencuci badannya dan berganti pakaian , setelah selesai ia segera keluar takutnya nanti jika lebih lama lagi dia di dalam kamar mandi maka Alex akan mengira jika ia pingsan .
Kriett β¦β¦
__ADS_1
Bulan melewati Alex begitu saja langs`ung ke ranjang tempat tidur , membaringkan tubuhnya yang terasa lemah tapi Bulan cukup merasa puas dengan dirinya . karena dengan dia sakit jadi dia punya lebih banyak waktu untuk istirahat .
β dek , mau makan sesuatu ?β tanya Alex membuka pembicaraan , cara nya memperlakukan Bulan saat ini seakan bukan dirinya yang beberapa hari yang lalu .
β kenapa ?β tanya Bulan Kembali , membuat Alex refleks menyeritkan dahinya .
β kenapa ! apa? β ucap Alex bingung
β kenapa tiba-tiba berubah , kaka tahu . kamu seperti bunglon yang bisa berubah-ubah tiap waktu , mungkin itu yang membuat ku belum terbiasa . β
ucap Bulan merawang dengan pandangan yang sulit.
Alex memandang lama wajah Bulan mendengar apa yang barusan di katakan oleh istrinya , memang benar jika Alex selalu brubah-ubah terhadap Bulan .
Dia memang masih marah dengan Bulan tentang hal yang terjadi beberapa hari yang lalu cukup membuat nya merasa tidak percaya diri terhadap Bulan , Bukannya Alex tidak percaya sama Bulan tapi perasaan nya lah yang tidak dapat ia control .
β aku β¦β ucap Alex tertahan
Melihat Bulan yang sakit semua rasa marah dan juga kesal seketika hilang di gantikan dengan khawatir nya dirinya . Alex merasa ini semua karena dirinya .
β kenapa ?β tanya Bulan karena menunggu jawaban Alex yang tidak sampai , ia menoleh melihat Alex yang menunduk . benar-benar bukan seperti diri nya .
Sebelum menjawab Alex menghembuskan nafasnya dengan pelan .
β kamu istirahat saja dulu β ucap Alex merapikan selimut di tubuhnya Bulan .
Bulan hanya menurut saja tanpa perotes lagi tapi tidak dapat di sembunyikan jika ia kecewa dengan sikap Alex , dia walaupun bukan orang yang selalu terbuka tapi ini juga bukan hal yang dia inginkan .
Bulan bukan lah orang yang tidak berpendidikan , yang membiarkan masalah begitu saja . karena jika dalam keluarga masalah di besarkan itu sudah dapat di kacaukan oleh syaitan karena syaitan paling suka dengan rumah tangga berantakan .
Bulan menutup mata nya berharap bisa beristirahat walaupun hanya sebentar saja tidak apa . keadaannya sekarang cukup membuatnya merasa Lelah , mungkin karena selama ini dia belum terbiasa dengan masalah rumah tangga . walaupun hidupnya selama ini tidak pernah mulus tapi menurut nya menghadapi orang tua nya lebih mudah dari pada suaminya sekarang . Tidak tahu kenapa rasa sakit nya lebih terasa sekarang dari sebelum nya .
Beberpa saat Bulan sudah tertidur , Alex pun meranjak dari tempat duduk nya . ia keluar kamar menuju dapur mengambil air di beskom kecil dan juga sapu tangan untuk mengompres Bulan .
β apa sebenarnya yang kamu pikirkan sayang ?β tanya Alex menatap Bulan , dia menyesal telah mengabaikan istri nya hingga berakibat fatal seperti ini .
Alex tidak dapat dia bayangkan jika saja ia tidak datang tepat waktu apa yang akan terjadi , tidak dapat ia bayangkan . dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri selama hidupnya .
βhampir saja aku kehilangan kamu lagi β batin nya .
to be continue ......
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
sampai jumpa di part selanjutnya yah π