Bulan Dan Pria Kursi Roda

Bulan Dan Pria Kursi Roda
part 2 'panti asuhan adalah rumah ku'


__ADS_3

Part 2 `panti asuhan adalah rumah ku `


Saat ini Bula nada di panti asuhan yang dia dirikan sendiri karena pada saat itu melihat banyak nya anak yang terlantarkan maka nya dia membuat panti ini tapi dia tidak namakan panti asuhan dan dia juga tidak menerima donator , sejak berdirinya bangunan tempat anak – anak ini dia tidak mau menerima donator karena menurut nya dia masih mampu , masih banyak yang lebih membutuhkan dari dia .


“ Bunda ….” Panggil seseorang yang baru saja duduk di samping nya


“ astagfirullah , jangan panggil Bunda Syah . emang aku setua itu apa “ kata Bulan tak terima di panggil bunda


“ terus marekaa boleh pun “ protes Natasyah sambil menunjuk anak-anak yang di bawah tanggungannya itu .


iyah, dia adalah Natasyah salah satu orang yang Bulan percayai untuk rumah nya ini , Bulan selalu menganggap ini rumah nya walaupun tidak boleh di pungkiri bahwa ini panti asuhan tapi menurutnya ini lebih hidup dari pada di rumah orang tua nya .


Karena memang bentuk bangunan nya yaitu bentuk rumah , dia yang mendesain sendiri dan saat pembangunan dial ah juga yang pantau , dengan luas tidak begitu luas ,ada ruang tamu , ruang keluarga , dapur dan juga tempat istirahat di luar serta kamar yang kurang lebih ada 15 pintu . ia sengaja hanya membuat kamar untuk dua orang agar mareka bisa selesa tidur dan tidak kebanyakan ngobrol saat malam sudah tiba .


“ jadi menurut mu , kamu ini masih anak – anak ?” tanya Bulan tidak paham dengan pikiran teman nya satu ini .


“ memang aku sudah besar kh?” tanya nya becanda , sebenar nya dia hanya ingin mencairkan suasana melihat teman nya ini kebanyakan murung semenjak datang kesini .


“ belum “ terdengar suara yang menjawab dari arah belakang , jelas itu bukan suara Bulan


“ Bil lo ngagetin aja “ ucap Natasyah kaget dan menoleh ke belakang diamana terdapat seorang gadis mudah berdiri dengan pakaian syar I nya yang di paadukan dengan jilbab pasmina dengan warna senada dengan baju nya sambil tersenyum manis dia begitu cantik .


“ kau juga , kenapa bicara sembarangan ?” tanya pada temannya satu ini . memang ada pertanyaan begitu di dunia ini , ada – adaa nya saja


“ jika kau mau tahu kau sudah besar apa belum , sono lihat tu gajah “ sambung Nabila


“ kau sama kan aku dengan gajah” selidik Natasyah


“ yah ,gak sih , tapi gimana cara ngomong nya yah?” ucap Nabila tidak merasa bersalah sambil menahan tawa nya sedetik kemudian dia tertawa lepas karena di gelitik ,


“ahahahahaha, oke ….oke …. Oke… sorry “ ucap nya sambil menahan tanya Nabila . sedangkan Bulan hanya menjadi penonton mareka saja ,


“ sudah – sudah jangan di lanjut lagi Bil , tidak baik kalian tertawa begitu “ . ucap Bulan yang menghentikan Nabila yang akan menggelitik Natasyah lagi .


“ baik bos “ ucap mareka serempak


Mareka sebenarnya berteman dari SMA lagi dan mareka pula lah yang menemani setiap Langkah Bulan selama ini , mareka berdua bersaudara orang tua nya meninggal karena kecelakaan mobil maka nya mareka bisa tinggal di sini sebelumnya mareka tinggal di rumah peninggalan orang tua nya tapi setelah panti asuhan ini jadi dan di sini lah mareka yang menganggap ini adalah rumah mareka .


Bulan sudah sering menyuruh mareka untuk kerja atau setidak nya capai lah mimpi mareka , tapi mareka tidak mau dan dia hanya mau mengurus rumah nya ini , sesekali juga mareka ke rumah peninggalan orang tua untuk di bersihkan .


Bulan tidak masalah dengan keputusan mareka tapi Bulan tetap mendftarkan mareka buat kuliah walaupun mareka bersi keras tidak mau , pada akhir nya tetap juga mareka kuliah ,karena menurut Bulan , biaya bukan lh penghalang untuk kita belajar selagi mampu maka lakukan lah . hal paling penting adalah Ilmu .


“ kau mau cerita sesuatu Bulan ?” tanya Natasyah mewakili Nabila , mareka tahu Bulan ada masalah biasa nya jika dia ke panti pasti bermain atau membantu anak – anak yang lain belajar .


dia tidak pernah duduk di kursih ini melamun jika tidak punya masalah . walaupun dia selalu mendapat masalah dengan segala kelakuan orang tua nya Cuma selama ini dia begitu sabar dan tabah tidak pernah pun dia mengeluh kepada siapa pun .

__ADS_1


“ bukan kh menjadi anak – anak begitu menyenangkan ?” Bulan bukannya menjawab malah bertanya balik sambil melihat anak- anak yang di bawah tanggung jawab nya tersenyum dan tertawa Bersama .


Nabila dan Natasyah mengalihkan perhatiannya dari Bulan ke anak – anak mareka dapat melihat pemandangan yang selalu membuat mareka merasa begitu tenang dan damai , ” melihat tawa mareka membuat hati tenang “ kata Bulan lagi


“ aku akan menikah sebentar lagi “ ucap Bulan pelan , dia sudah menguatkan hati nya dan memutuskan akan menjalan kan saja , dia hanya perlu berdoa semoga ini pernikahan pertama dan terakhir walaupun dia belum tahu persis bagaimana keadaan calon suaminya .


Kata – kata Bulan hapir saja membuat Nabila dan Natasyah tersedak air liur mareka sendiri .


“ dengan siapa ?” tanya Natasyah


“ aku belum tahu nama nya tapi bilang ayah anak kedua pak Bram “ jelas Bulan dengan pandangan yang sulit di artikan


“ kau tahu orang nya ?” kali ini Nabila yang bertanya karena dia tahu siapa anak kedua pak Bram ini . dan dapat gelengan kepala dari Bulan karena memang dia tidak begitu suka dengan cerita kehidupan orang walaupun dia selalu menonton berita jika ada waktu luang tapi dia tidak pernah begitu mengingat tentang detail orang – orang tertentu apalagi jika menurut nya itu tidak penting


“ putra company kan . “ tanya Nabila lagi dan hanya di Angguki oleh Bulan , pikirannya sekarang kacau .


“ Bulan jangan bilang kau tidak tahu kalua orang yang akan kau nikahi itu ,cacat “ kata Nabila antusias dengan memeperjelas kata cacat di akhir kalimat nya .


“ memang nya kenapa kalua aku tidak tahu “ tanya Bulan karena memang nya pun dia tidak tahu tentang hal ini , dia hanya tahu kalua orang yang akan dia nikahi adalah orang yang duduk di kursih roda tapi menurut Analisa nya dia tidak cacat .


“ aku tahu kau sabar tapi ini tentang kebahagiaan mu loh” kata Nabila lagi , dia tidak dapat menebak apa sebenarnya yang ada dalam pikiran teman nya yang satu ini . sungguh membuat orang kawatir , mareka kadang berpikir kalua Bulan tidak memiliki hati dan perasaan tapi nyata nya dia begitu peduli dengan orang di sekitar nya , Bulan selalu melakukan yang terbaik untuk teman dan juga anak anak panti lain serta keluarga yang selalu dia utamakan itu .


“ memang kalua dia duduk di kursih roda aku tidak bisa Bahagia begitu?” tanya Bulan , bagaimana mungkin temannya ini bisa berpikir kalau kebahagiaan itu di ukur dari fisik pasangan nya .


sedangkan Natasyah jadi pendengar setia mareka .


Natasyah takut berkomentar karena dia memang selalu ceplas ceplos kalau bicara , dia takut memperburuk keadaan , ini masalah serius tentang masa depan salah satu di antara mareka bukan haal sepele .


“ Bil kebahagiaan itu kita yang cipta , kebahagiaaan adalah kesederhanaan yang di lengkapi , dan kebahagiaan tidak dapat di ukur hanya dari fisik seseorang .” ucap Bulan santai .


Bulan mengatakan itu bukan tanpa sebab dari kehidupan yang selama ini dia lalui dia dapat belajar banyak hal , di mana anak – anak yang dari lahir kehilangan orang tua , ada juga yang masih belum paham apa – apa harus menjalani pahitnya hidup tapi yang dia tahu dari semua itu pasti ada hal hal yang bisa membuat mareka tersenyum dan tertawa , pasti ada di mana masa nya kita akan tertawa lepas seakan semua beban terangkat .


“ lihat lah mareka “ tunjuk Bulan pada anak- anak yang jadi taanggungannya sekarang


“mareka bahkan hanya tahu kalau aku adalah Bunda mareka , mareka tidak tahu siapa orang tua mareka yang sebenarnya “ lanjut Bulan .


Sedangkan Nabila dan Natasyah mendengarkan dan mengamati apa saja yang Bulaan kata kan memang ada benar nya tapi tetap saja mareka merasa was was karena bagaimana pun mareka tahu betul dengan keadaan temannya ini , pasti dia hanya di jadikan tumbal lagi oleh orang tua nya .


“apa yang kalian kawatir kan , aku berhasil melewati semua nya selama ini” kata Bulan menenangkan teman nya tapi bukannya tenang mareka malah menangis


“ maaf karena kami hanya jadi beban buat mu , tidak dapat membantu , hiks… hisk .. hikss ..” kata Natasyah menangis dan dia pun memeluk Bulan di sampingnya , yang di ikuti oleh Nabila


“ selama ini kau sudah banyak bantu kami tapia pa yang kami lakukan untuk mu .. hikss gak ada huaaa "


kata Nabila dan dia pun ikut menangis karena merasa sebagai teman tidak dapat membantu malahan mareka lah yang selalu di bantu padahal jika di pikir hidup Bulan lah sekarang yang butuh pertolongan .

__ADS_1


“ aku tidak pernah berharap kalian membalas apa yang telah aku beri , jangan cengeng lah kalian ni , sudah besar . “ kata Bulan sambil menyuruh temannya berhenti menangis , dia takut akan menangis juga , Bulan belum siap memperlihatkan kerapuhannya, selama ini dia berhasil menyembunyikannya .


“ nanti di lihat sama anak-anak , kalian gak malu emangnya ,, haa?” sambung Bulan lagi dan berharap mareka diam tapi nyatanya masih terdengar kalau mareka masih tersedu sedu ,


“ sudah lh , doa kalian saja tu sudah banyak membantu ku tahu dan juga setiap aku butuh bukannya kalian selalu ada buat ku . apa yang membuat kalian berpikir tidak pernah melakukan apa pun untuk ku?” lanjut Bulan lagi dia bertanya pada areka seperti itu


karena menurut nya selama ini dia lah yang selalu menyusahkan mareka berdua , dia sudah menganggap mareka saudara karena selisih umur mareka yang tidak jauh hanya beda beberapa bulan saja .


setelah beberapa saat barulah mareka tenang


“ jangan kawatir , aku akan menjalan sesuai instinct ku saja “ ucap Bulan


“ kalau dia macam – macam sama kau , kasih tahu aku akan ku cincang cincang dia “ kata Natasyah


“ emang kau berani ?” bukan Bulan yang jawab tapi Nabila


“ kalian ini kembar tapi kok beda yah?” tanya Bulan


“ karena aku tidak mau sama dengan dia “ ucap mareka serempak


Bulan tersenyum melihat mareka , Nabila dan Natasyah kembar tapi tidak identic dan Bulan selalu merasa terhibur dengan tingkah mareka yang saling membutuhkan dan saling membantu tapi selalu bersaing dan sering berdebat walau hanya hal kecil , jika berkumpul dengan mareka Bulan selalu merasa beban nya hilang .


“ kenapa emangnya ?” tanya Bulan walaupun dia tahu apa jawabannya


“ karena dia jelek , dekil dan segalanya tidak ada yang bisa di banggakan dari diri nya “ ucap mareka serempak , kali ini bukan Cuma Nabila dan Natasyah tapi juga Bulan ,


ini ada lah kata – kata pertama waktu Bulan berteman dengan mareka dan pertanyaan yang sama pasti jawabannya itu , kemudian mareka akan tertawa walaupun Bulan hanya tersenyum


“ ahahahah “


tawa mareka seakan bukan mareka tadi yang menangis


“ begitu cepat pulih sedihnya “ kata Bulan dalam hati melihat tawa temmannya .


“ astagfirullah , sudah – sudah tertawa berlebihan tidak baik , teman nya setan loh “ ingat Bulan pada temannya .


continued......


Alhamdulillah bisa up , dan jangan lupa tinggalkan jejak


# like 👍komen


dan terimakasih pada yang sudi mampir . da daaa


assalamualaikum 🙏😘🤗

__ADS_1


__ADS_2