Bulan Dan Pria Kursi Roda

Bulan Dan Pria Kursi Roda
part 14 ' tapi aku mencintaimu '


__ADS_3

Pagi baru telah di mulai , tapi hanya saja masih banyak penghuni bumi yang masih terlelap dalam tidur nyenyak nya . karena masih dini hari


begitu juga dengan sepasang suami istri yang baru saja menikah.


Alex mengerjap kan mata nya , dan perlahan sirus hitam itu pun terbuka sempurna .


Alex tersenyum dengan tampan pertanda ia bangun dengan perasaan bahagia . mengingat jika semalam ia baru saja membuat Bulan menjadi istri nya seutuhnya , membuat nya tersenyum bahagia.


di pelukan nya yang hangat tertidur seorang wanita yang begitu damai dalam tidur nya .


" sayang bangun " Alex membangun kan Bulan sambil mengusap kepala Bulan tidak lupa juga kecupan manis di kening istrinya.


cup .....


" heyy " panggil Alex lagi kali ini ia menggoyang kan sedikit badan istri nya itu .


" hmm " hanya deheman yang dia dengar , mata Bulan masih setia tertutup.


" ayo lah bangun , kita harus mandi dulu baru solat " pujuk Alex melihat Bulan tidaj tergubris dari tidur nya


" sebentar lagi , masih ngantuk" kata Bulan dan ia pun memperbaiki tidur nya dengan mencari tempat yang nyaman menurut nya .


" gak lama azan subuh lo " ingat Alex jika waktu solat sudah dekat bisa ketinggalan waktu mareka .


" mandi duluan saja , nanti aku di belakang" Bulan masih menutup mata nya , mata nya rasa berat untuk di buka .


" yah sudah , awas kalau tidur lagi " ancam Alex tentu saja hanya ancaman karena ia tidak mungkin menyakiti Bulan , istri nya


" hmm " jawab Bulan


Alex pun segera bangun dari tempat tidur nya kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


selesai dengan ritual mandi nya Alex keluar dengan handuk di tubuh nya .


saat keluar kamar mandi Bulan sudah duduk dengan mata yang masih mau terpejam.


" masih ngantuk?" tanya Alex , Bulan hanya mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban.


" hoamm" Bulan menguap tapi tidak lupa menutup mulut nya .


Bulan langsung ke kamar mandi tapi pas dia berdiri ada yang aneh dengan tubuhnya .


" aaauuuhh " Bulan meringis pelan


" kenapa?" Alex menghampiri Bulan yang kelihatan susah berdiri.


" perih sedikit" ucap Bulan dengan muka nya yang sudah semerah tomat .


kemudian dia cepat melangkah kan kaki nya ke kamar mandi walaupun agak perih tapi ia bisa berjalan sendiri .


Alex tersenyum melihat tingkah Bulan , dia tidak menahan Bulan yang meninggal kan nya ke kamar mandi, karena Alex paham Bulan malu dengan diri nya .


kemudian dia memakai pakaian nya untuk siap - siap solat .


Bulan selesai mandi langsung keluar dengan kimono mandi nya .

__ADS_1


" mau solat di masjid" tawar Alex melihat Bulan keluar dari kamar mandi.


" hmm boleh " Bulan mengganggukkan kepala nya sambil tersenyum.


" yah sudah , buruan siap telat nanti" ucap Alex


Bulan hanya mengangguk kan kepala nya dan segera memakai pakaian nya tidak lupa juga dengan mukena nya langsung ia pakai saja .


" sudah " ucap Bulan saat dia sudah siap


" ayo berangkat" ajak Alex dan ia pun berjalan lebih dulu tidak lupa mengambil masker nya dan juga kunci mobil nya .


' kenapa aku tidak kepikiran soal masker waktu ajak dia pergi belanja ' batin Bulan melihat Alex memakai masker nya tanpa harus pakai kursi roda nya .


Bulan menepuk jidat nya sendiri karena lambat loading dengan ini semua .


" ada apa ?" tanya Alex melihat bahwa Bulan baru saja menepuk jidat nya sendiri.


" gak papa " Bulan menggeleng geleng kan kepala nya .


mareka pun melanjutkan langkah nya untuk segera ke masjid , karena sebentar lagi masuk waktu solat subuh jadi harus bergegas .


Masjid tidak jauh dari apartemen nya Alex jadi mareka tidak takut untuk terlambat karena jika azan pasti kedengaran, hanya saja harus sampai sebelum azan agar tidak terburu-buru nanti .


" kamu sering keluar pakai dengan ini ?" tanya Bulan smbil menunjuk penampilan Alex .


" sesekali, jika ada pertemuan klien" jawab Alex masih setia dengan kemudi nya .


" ohh " Bulan hanya ber o ria saja tanpa bertanya lagi .


beberapa menit saja dalam perjalanan mareka sampai , Alex keluar dari mobil di ikuti oleh Bulan dan mareka pun mengucap kan kata pamit , Bulan masuk lewat belakang sedangkan Alex lewat depan tempat dimana para pria berada begitu pula dengan Bulan , bergabung dengan jamaah wanita lain nya .


setelah solat mareka pulang dan langsung ke apartemen , tadi Alex menawarkan sarapan di luar tapi Bulan tidak mau karena ia tidak bawa jilbab nya hanya tudung solat saja yang ia pakai .


" mau sarapan apa ?" tanya Bulan sat mareka sudah sampai di dalam apartemen.


" yang cepat saji saja , aku ada meeting penting pagi ini " jawab Alex sambil melepas pakaian nya .


" oke " kata Bulan ,


Bulan hanya membuka mukena nya saja kemudian ke dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya dan juga suami nya .


Bulan sibuk di dapur sedang kan Alex menyiapkan berkas berkas nya ,agar tidak ada yang ketinggalan nanti .


Setelah semua siap di hidangkan di meja makan , Bulan segera memanggil Alex untuk sarapan .


Alex keluar dengan setelan kerja nya , kemeja putih di padukan dengan jas hitam dan celana kain warnah hitam , Alex tidak memakai dasi karena ia tidk nyaman dengan dasi .


" pulang jam berapa? " tanya Bulan


" mungkin sore " jawab Alex masih dengan sarapan nya .


" jadi gak makan siang di rumah" Bulan bertanya karena takut nya ia tidak masak , Alex pulang untuk makan siang .


" nanti aku kabari kalau mau makan di rumah" ucap Alex .

__ADS_1


" oke "


mareka pun lanjut sarapan dengan hening , fokus dengan sarapan mareka masing masing.


setelah selesai sarapan karena masih ada waktu dan Rezi juga belum menjemput nya , Alex duduk di sofa ruang tamu nya smbil fokus ke telepon nya .


Bulan menghampiri Alex setelah kerja nya beres di dapur, dia duduk di samping Alex .


" aku mau mengatakan sesuatu" ucap Bulan dia sedikit gugup


" katakanlah" Alex menjawab dengan santai


" itu ... " Bulan bingung mau bilang seperti apa .


karena menyusun kata - kata nya sedikit susah .


" hmm ...." Alex menaikkan salah satu alis nya melihat ucapan Bulan tidak sampai.


" nama panggilan " satu kalimat itu yang keluar dari mulut Bulan .


" maksudnya?" Alex tidak mengerti dengan arah pembahasan Bulan .


" gini , ku bingung cara ngomongnya tapi maksud ku . nama panggilan itu , yah aku harus manggilnya kamu dengan sebutan apa " jelas Bulan


" iya kali aku manggil nya hey " sambung Bulan menyandarkan kepalanya.


Alex di buat gemws dengan tingkah Bulan.


" itu saja repot " Alex mengacak acak rambut nya Bulan .


" jangan di berantakin " larang Bulan sambil menahan tangan nya Alex .


" oke .. oke ... oke .." Alex terkekeh


" terserah kamu mau panggil apa " ucap Alex menatap Bulan dengan lembut .


" hmm" Bulan mangut mangut sambil berpikir .


Alex masih setia menunggu jawaban Bulan .


" aaaaahhh , gak tahu " frustasi Bulan , membuat Alex kaget dengan dia tiba - tiba berteriak.


" astagfirullah , jangan teriak juga kali sayang" Alex memanggil Bulan dengan sebutan sayang.


Bulan menaikkan sebelah alisnya mendengar penuturan Alex.


" gak salah sebut" Bulan bertanya dengan ekspresi yang sulit di artikan.


" memang salah panggil istri sendiri dengan sebutan sayang" jelas Alex .


" gak sih , tapi kan hanya saja aneh kuta baru menikah" ucap Bulan pelan .


pernikahan mareka baru beberapa hari yang lalu .


" tapi aku mencintaimu" bisik Alex di telinga Bulan .

__ADS_1


deg ... deg .... deg ....


to be continue ...........


__ADS_2