
. Assalamualaikum jumpa lagi guys , maaf yah mungkin gak bisa tiap hari up soalnya sdh mulai kuliah author nya . harus pintar bagi waktu untuk bljar dan juga untuk kerja rumah sama buat karya ini .
terimakasih yah buat dukungan nya, terus dukung author yah readers tercinta ππ€©π€π
.
.
.
.
.
.
.
selamat membaca π€
part 22
!!!!!!?????
saat ini Bulan berada di ruang kerja nya , ia terus memikirkan orang yang baru saja ia temui Barusan .
seperti sesuatu yang tidak dapat hilang dalam pikiran nya , begitu lah Bulan saat penasaran akan sesuatu dia terus memikirkan nya hanya saja dia juga gampang melupakan nya . entah kenapa tapi , itu lah kenyataan nya .
" astagfirullah, apa yang aku pikirkan" ucap Bulan . dia merasa stres sendiri . Dia mencari kesamaan pria yang tadi dengan suaminya.
Bukan tanpa Alasan Bulan merasa stres karena menurut nya pria asing itu mirip dengan suami nya Alex .
' apa yang aku pikirkan , mana mungkin itu kak Alex . suara nya beda ' batin Bulan .
walaupun pikiran Bulan mengatakan tidak tapi hati nya mengatakan iya . dari postur tubuh dan juga wanginya sama itu yang membuat Bulan memperkuat curiga nya .
' apa sebaiknya aku bertanya saja ' batin Bulan lagi .
" astagfirullah" gumam nya . Bulan beranjak dari tempat duduk nya kemudian dia melangkah ke kamar mandi .
Bulan membasuh muka nya dengan air dingin ,
' hilang kan pikiran yang nggak - nggak mu Bulan ' batin nya .
huffff .... Bulan menghembus kan nafas nya kasar .
sesudah dari kamar mandi Bulan lanjut bekerja , daripada larut dengan pikiran ny yang kemana-mana mending kerja .
saat mendengar suara azan berkumandang, Bulan menghentikan kegiatan dan langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
menjalankan kewajiban nya dengan khusyuk dengan sebentar Bulan dapat melupakan segala urusan dunia nya .
setelah solat Bulan menyempat diri untuk membaca ayat suci Al Quran yang terkadang ia melupakan itu saat terlalu sibuk tapi bagaimana pun juga Bulan juga manusia biasa yang berusaha menjadi lebih baik .
sedangkan di posisi Alex saat ini ia sedang berada di kantor nya . ia kedatangan tamu yang tak di undang.
" ada apa ?" tanya Alex menatap datar orang yang ada di ruangan nya itu . yang dari tadi hanya berdiam diri saja dari tadi membuat nya jengah .
" hanya mampir" ucap nya cuek .
" tuan Baron yang terhormat, jika anda tidak punya kerja maka jangan menggangguku karena aku orang sibuk tidak seperti diri mu " ucap Alex dengan mengalihkan perhatian ke komputer nya kembali .
" kau mengusir ku , heyy ... aku ini kakak mu " ucap Baron tidak percaya .
" jangan basa basih " ujar Alex .
" oke , kalau begitu aku pergi tapi aku penasaran dengan kabar nya Bulan ?" tanya Baron membuat Alex menatap nya dengan datar .
" oke ... oke ... oke ... aku pergi " ucap nya dengan kekehn kemudian dia keluar dari ruangan Alex .
" kenapa dia malah menanyakan tentang istri ku , aneh " ucap Alex menatap punggung Baron yang mulai menjauh . tapi tidak dapat di pungkiri ada sesuatu yang aneh di hati nya karena orang lain menanyakan tentang istri nya .
kemudian Alex mengambil telepon genggam nya menghubungi Bulan .
" hello , Assalamualaikum kak " ucap Bulan di seberang telepon .
__ADS_1
" waalaikumsalam , kamu sudah selesai?" jawab Alex dengan pertanyaan.
" iya kak " jawab Bulan .
" ada apa kak ?" terdengar pertanyaan dari Bulan lagi .
" kalau sudah langsung pulang aja yah " perintah Alex
" oke kak " jawab Bulan tanpa bertanya lagi .
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam" balas Bulan saat melihat panggilan nya sudah berakhir Bulan menyeritkan dahi nya.
" ada apa denganya " gumam Bulan . tidak biasa nya Alex menelpon hanya karena menanyakan hal - hal sepele seperti ini .
Bulan menaikkan bahu nya acuh kemudian dia membuka mukena nya dan merapikan kembali.
Bulan memutuskan untuk ke panti asuhan nya yang ia jadikan rumah sebelum nya tapi sekarang dunia nya sudah berbeda , rumah nya sekarang adalah di mana suaminya di situ lah dia .
Bulan menyerahkan pekerjaan pada sang asisten Lala . sebelum berangkat Bulan mengirim pesan pada Alex jika ia mampir dulu sebelum pulang setelah daat izin baru lah ia pergi .
Bulan hanya mampir sebentar mengantar beberapa perlengkapan dan juga cemilan untuk anak anak nya .
________________@___________
kriettt ... Bulan membuka pintu rumah nya setelah beberapa menit perjalanan akhir nya Bulan sampai di rumah , dia masuk langsung ke kamar untuk mengganti pakaian.
karena hari sudah mulai sore Bulan pun memutuskan untuk menyibukkan diri di dapur .
jadi nanti dia bisa beraktivitas yang lain saat urusan dapur nya sudah selesai.
bagi seorang ibu rumah tangga yang paling penting adalah dapur nya , suka tidak suka itu adalah tugas kita tapi tentu saja Bulan menyukai dapur karena walaupun dia tidak hobi memasak tapi, ia menyukai masak , Bulan suka membuat menu - menu baru .
hanya saja selera nya yang berbeda dari orang lain membuat nya selalu di komentari tapi itu bukan masalah buat Bulan , setiap manusia akan melakukan kesalahan , itu hal wajar tapi tentu saja kita harus belajar dari kesalahan itu .
saat semua nya sudah selesai , Fokus Bulan terahlikan dengan suara bel rumah .
" apa kak Alex sudah pulang" gumam nya melangkah untuk buka pintu .
saat Bulan buka pintu bukan Aex melainkan orang lain .
" Assalamualaikum" ucap orang yang di depan pintu.
" waalaikumsalam" jawab Bulan menyeritkan dahi nya .
" suami saya belum pulang, jika ada perlu nanti saya sampaikan " ucap Bulan
" apa kau tidak mau mengajak kakak ipar mu ini masuk?" tanya Baron , sedangkan Bulan menatap nya dengan malas tapi dengan sebentar dia mengalihkan pandangannya.
" maaf tapi di sini nggak ada siapa - siapa selain saya " jawab Bulan jujur .
" kan ada kamu " ucap Baron enteng .
' astagfirullah, ada apa dengan orang ini . kenapa dia tidak mengerti dengan maksud ku ' batin Bulan kesal .
" saya tidak mau timbul fitnah" jelas Bulan
" siapa yang peduli tentang itu di jaman sekarang?" tanya Baron enteng,
" tentu saja aku , walaupun orang tidak peduli tentang hal itu tapi tetap saja aturan yah aturan. kita sebagai umat Islam harus nya sudah mengerti tentang ini . apa lagi untuk generasi seperti kita dimana banyak di luar sana mengabaikan hal ini tapi ketahuilah. hidup , bukan hanya tentang dunia saja . " ucap Bulan panjang lebar berharap kakak ipar nya ini mengerti.
Bulan tidak mengizinkan di masuk karena sekarang Alex tidak ada di rumah dan juga Alex dn Baron tidak begitu akrab . dia tidak mau memperpanjang masalah nya , lebih baik di hindari saja dulu sekarang. karena Bulan pun tidak tahu apa alasan mareka begitu tidak akur .
" tahu apa kau tentang hidup" ucap Baron dengan suara pelan .
" aku tahu tentang hidup . tapi tentu saja aku hanya tahu tentang ku dan dunia ku , tapi yang jelas kehidupan yang sesungguhnya adalah jika kita mampu melewati ujian yang di beri Allah maka semakin kuat kita dan semakin dekat pula kita dengan Allah ." jelas Bulan menjeda ucapan nya .
" dan aku percaya Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan umat nya walaupun terkadang kita merasa begitu putus asa " sambung Bulan
" aku pergi " pamit Baron , sedangkan Bulan melihat nya pergi dia tidak menahan tapi dia menyeritkan dahinya bingung kemudian sat sudah tidak terlihat Bulan menaikkan bahu nya cuek .
Bulan menutup pintu kembali kemudian berbalik untuk masuk tapi baru beberapa langkah bel kembali berbunyi .
ting .... tong ...
__ADS_1
" ada apa lagi ?" tanya Bulan saat membuka pintu . tapi melihat siapa yang datang dia tersenyum gugup . tadi dia pikir Baron yang datang kembali .
" apa ada yang datang tadi ?" tanya Alex masuk ke rumah .
" Assalamualaikum kak " ucap Bulan meraih tangan Alex lalu mencium punggung tangan suaminya itu.
" waalaikumsalam, apa ada yang datang tadi ?" tanya Alex lagi menatap Bulan.
Bulan mengangguk kepala nya kemudian di berkata .
" iya kak Baron kesini , tapi dia tidak titip pesan apapun " jawab Bulan jujur lagian tidak ada yang perlu di sembunyikan.
" ngapain dia ?" tanya Alex dia berjalan ke ruang tamu dn menduduk kan diri nya di sana . Bulan mengikuti langkah Alex .
" nggak ada tadi juga langsung pergi gitu aja " jawab Bulan .
" kamu butuh sesuatu?" tanya Bulan
" nggak" jawab Alex cuek
" ada apa ?" tanya Bulan , tapi hanya gelengan kepala yang dia dapat .
Bulan tidak bertanya lagi saat mau melangkah kan kakinya Bulan kemudian teringat sesuatu, jadi dia berdiam diri di tempat nya . meneliti pakaian serta seluruh badan Alex .
" ada apa ?" ucap Alex karena dia tahu Bulan memerhatikan dia .
" kakak dari mana saja tadi ?" tanya Bulan
" kantor" jawab Alex singkat, padat, dan jelas.
" nggak kemana - mana gitu , selain kantor " ucap Bulan memastikan.
" kenapa emang nya ?" tanya Alex
" tadi kan aku bilang ketemu klien ..."
" terus " ucap Alex memotong penjelasan Bulan
" jangan di potong dulu kak " rengek Bulan .
" oke , lanjut kan " ucap Alex mempersilahkan.
" orang nya mirip dengan kamu , tapi dia sedikit aneh . tapi mirip kak walaupun beda tapi mirip " jelas Bulan berbelit
" dek , kenapa ngomong jadi berbelit?" ucap Alex
" kakak jujur sama aku , walaupun Suara nya dan sikap nya beda tapi sama loh dengan kakak , dan yang paling penting wangi nya sama betul " jelas Bulan , dia berharap dapat jawaban yang memuaskan.
" memang dia dari perusahaan mana ?" tanya Alex
" kenapa kamu bisa mengatakan orang itu mirip dengan suami mu sendiri?" tanya Alex lagi . Bulan yang di bumbui pertanyaan seperti ini jadi bingung sendiri.
" dan ini apa ?" ucap Alex , memperlihatkan Bulan amplop coklat.
Bulan mengambil nya sambil berucap " apa ini ?" tanya nya kembali
" lihat saja sendiri!" ucap Alex
saat Bulan membuka amplop coklat itu ada sebuah foto yng membuat jantung nya berdetak lebih kencang.
deg ...
deg ....
deg.....
" k..ka...kak ... i..ini " gagap Bulan
to be continue............
maaf yah jika ada typo, ππ€
jangan lupa tinggalkan jejak yah , readers tercinta ππ€©π€π
sampai jumpa, ba bayeee π
__ADS_1