Bulan Dan Pria Kursi Roda

Bulan Dan Pria Kursi Roda
part 27 ' sejalan dengan seharusnya '


__ADS_3

Part 27


Alex merawat Bulan dengan taletan , sudah semalaman Bulan demam dan panasnya belum turun-turun juga membuat Alex khawatir. Tapi, sekeras apa pun Alex memujuk nya untuk ke rumah sakit Bulan tetap keras kepala tidak ingin pergi .


Bulan pov


Walaupun mata ku terasa berat , ku paksakan untuk bangun karena semalam aku telah melewatkan solat ku dan kali ini aku tidak mungkin memanjakan tubuh ku.


Saat melihat ke samping aku sedikit kaget , melihat suamiku tidur duduk . aku merasa bersalah tapi saat mengingat perlakuannya belakangan ini rasa bersalah ku tiba-tiba berubah jadi kekesalan .


“ sabar ….sabar ….. “ gumam ku


‘aku masih gak tahu bagaimana cara jalan pikiran kamu kak ?’ batin ku bertanya-tanya


Jujur hidup Bersamanya selama ini , walaupun kami seatap tapi aku merasa jauh karena tidak dapat memahaminya , sulit bagi ku memahaminya . ' sebenarnya mudah saja jika kita saling memahami dan terbuka 'batin ku menatap suamiku . hanya ini yang bisa aku lakukan, aku masih belum berani untuk bertanya langsung karena takut nya dia salah paham pada ku . mungkin karena salah ku yang takut pada kenyataan atau aku yang belum bisa ikhlas........


Pov end


Bulan melangkah kan kakinya ke kamar mandi , tapi baru saja ia mau buka pintu ada suara yang menghentikannya .


“ mau ngapain ?” suara serak khas bangun tidur itu terdengar membuat Bulan menoleh


“ mau mandi , baru solat “ jawab Bulan singkat


“kamu masih sakit , jangan mandi dulu “ ucap Alex memijit pelipisnya . Bulan tersenyum mendengar ucapan Alex karena ia dapat menangkap ada kekhawatiran dalam kalimat Alex .


“ sudah nggak sakit kok” ucap Bulan sambil tersenyum tapi di polotin oleh Alex


“ nggak sakit gimana , suara kamu ajak lain . cuci muka baru ambil air wuduh gak boleh mandi “ keputusan Alex mutlak ,


sekarang Bulan tidak berkutik karena dia tahu walaupun ia keras kepala tapi tidak sekali pun dia berniat menjadi istri durhaka .


“ ayok “ ucap Alex memapah Bulan kekamar mandi


“ aku bisa sendiri kak “ tolak Bulan dengan halus


“ hmm” Alex menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak setuju dengan ucapan Bulan .


' jika begini mending sakit terus' batin Bulan , merasa kan kasih dan perhatian Alex membuat nya bahagia .


“ baiklah “ pasrah Bulan percuma juga ia membantah tidak bakalan menang juga .


setelah mengambil air whuduh mareka solat berjama`ah dengan Alex sebagai imam nya .


setelah solat Bulan tidak langsung beranjak dari tempat nya , dia mau bicara dengan Alex . mungkin karena sudah solat menurut nya ini waktu yang tepat untuk mareka bicara dan menyelesaikan masalah mareka .


“ ada apa ?” tanya Alex melihat Bulan yang belum beranjak dari tempat nya dan juga hanya melamun saja tanpa sekatapun .


“ boleh bicara sebentar ?” tanya Bulan Kembali mengangkat kepalanya menatap Alex karena Alex sudah berdiri .


“ mau ngomong apa ? kenapa harus izin , hmmm ?” ucap Alex duduk Kembali


“ apa kita pernah ketemu sebelum nya ?” tanya Bulan langsung saat Alex sudah duduk di hadapannya. Alex yang mendengar pertanyaan Bulan sempat tertegun tapi ia segera mengalihkan topik .

__ADS_1


“ bukannya kita memang sudah ketemu waktu itu “ jawab Alex enteng padahal dia tahu bukan itu yang Bulan maksud .


“ kamu tahu apa yang ku maksud?” ucap Bulan serius


“ kenapa harus menutupinya dari aku kak?” tanya Bulan lagi


‘apa Bulan sudah ingat semuanya ‘ batin Alex bertanya- tanya , Alex bukannya tidak ingin Bulan mengingatnya hanya saja dia takut kenyataan yang ada membuatnya terpuruk lagi dan lagi.


“ apa yang kamu ketahui ?” Alex menjawab pertanyaan dengan pertanyaan karena dia mau tahu sampai mana istrinya mengetahui masa lalunya yang sempat di lupakan oleh Bulan .


“ aku gak tahu bannyak. Yang pasti aku rasa ada yang aneh dengan keluarga ku , ini menguatkan pendapat ku tapi melemahkan hati ku “ ucap Bulan merawang .


bagaimana pun juga kenyataan memang harus di hadapi tapi terkadang hati rasa nya tidak mampu untuk menerimanya . apa lagi jika selama ini kita berprilaku seakan tahu semua nya padahal seujung kuku pun kita tidak tahu apa pun itu . menurut nya ini bukan lagi kekecewaan tapi miris sekali.


“ aku tidak ingat apapun tapi mimpi yang sama selalu muncul “ sambung Bulan dengan suara pelan .


“ aku seperti menjadi orang lain selama ini “ ucap Bulan miris dengan menundukkan kepalanya .


Dia mau menangis tapi seakan menangispun dia tidak punya kekuatan


Dia benar- benar merasa kehilangan dirinya . apa yang terjadi sama dirinya dia bahkan tidak tahu .


“ aku tahu, kamu tahu sesuatu ?” uacap Bulan mengangkat kepala nya menatap Alex berharap, suaminya mau memberikan jawaban dari kebingungannya .


Bukan kah di saat kita bingung pasti ada seseorang yang selalu menjadi acuan kita untuk Kembali kejalan yang benar .


" memang ada sesuatu yang kamu lupakan, tapi ini bukan waktu nya kamu tahu sayang, biarlah semua berjalan dengan semestinya. suatu hari nanti pasti kamu bakalan tahu ." jelas Alex dia tidak mau egois tapi secara bersamaan belum siap mengatakan yang sebenarnya.


" jangan terlalu di pikir kan , besok ikut kakak . ada sesuatu yang harus kamu tahu, " sambung Alex sambil menuntun Bulan untuk berdiri.


Hari yang di lalui Bulan tidak seperti biasanya karena Alex begitu posesif dan terus menyuruh nya untuk istirahat saja . sedangkan Bulan bukan lah orang yang bisa diam begitu saja tanpa melakukan sesuatu.


keesokan harinya Bulan mengikuti Alex seperti permintaan Alex .


" mau kemana ? " tanya Bulan kesekian kalinya . dia benar-benar penasaran tapi Alex tidak mau menjawab nya .


" surprise sayang, kalau di kasih tahu bukan surprise namanya dong " jawab Alex .


tidak lama kemudian mareka sampai di salah satu perusahaan yang pemiliknya masih misterius. terlihat dari arah jauh jika banyak orang pertanda ada acara .


" ramai " gumam Bulan malas.


" kamu masuk dulu nanti ketemu di dalam , kakak mau urus sesuatu dulu " perintah Alex


" tapi kak ..." bantah Bulan . karena dia tidak pernah datang ke acara formal begini ia tidak tahu apa-apa .


" nanti ada seseorang yang akan menunjukkan jalannya sayang, tenang saja " seakan paham apa yang di khawatirkan Bulan .


" jangan lama yah !" ucap Bulan .


" iya "


setelah itu Bulan masuk deluan dan benar saja saat dia ada di depan pintu ada seseorang yang menghampiri nya .

__ADS_1


" Silahkan lewat sini mbak " ucap seorang perempuan dengan pakai formal .


" seperti pengawal saja " gumam Bulan .


" ahh ... iya . terimakasih " balas Bulan tersenyum.


kemudian Bulan mengikuti kemana arah di tunjuk oleh perempuan di samping nya itu .


sampai lah dia di aula yang cukup besar , lumayan ramai di sini . Bulan merasa canggung karena tidak mengenal siapapun.


" Bulan .." panggil seseorang dari arah belakang .


Bulan pun menggeleng dan dia sempat kaget siapa yang ia lihat .


" kakek .." panggil Bulan dengan tidak percaya. iyah dia adalah kakek nya Alex . Bulan kaget karena Alex tidak memberitahu kan kalau kakeknya akan datang juga .


" kenapa kaget begitu?" tanya Kakeknya Alex .


" hmm ... nggak kok kek , kakek sendirian ?" balas Bulan dengan pertanyaan pula .


" nggak.. ini ramai, " canda kakek


" ayok duduk sini ...." ajak kakek ada Bulan .


Bulan mengikuti langkah kakek saja karena Alex pun sampai sekarang belum muncul juga dari pada dia sibuk sendiri.


Acara pun di mulai tapi Bulan tidak begitu fokus pada acara dia sesekali celinguk- celingukan mencari seseorang tapi ndak kelihatan juga orang yang dia cari .


tapi saat mendengar suara yang familiar di atas panggung. dia pun menoleh.


" Assalamualaikum Warahmatullahi wabbarokatuh "


suara yang begitu familiar dan juga sangat di kenal Bulan .


tapi bedanya dia adalah pria topeng yang menyebalkan menurut Bulan karena dia pernah ketemu beberapa kali dan dari kesan pertama sudah tidak ada bagus-bagus menurut Bulan .


Bulan menjadi tidak fokus lagi tapi saat mendengar kata-kata yang cukup familiar tapi dia tidak ingat dengan jelas juga .


" seseorang pernah mengatakan padaku , bahwa dia ingin aku menjadi matahari nya karena dia akan menjadi bulan untuk ku . waktu itu kami bertemu saat aku bukan siapa siapa dan dia dalam masalah. saat itu dia meminta ku untuk beli es krim karena katanya es krim dapat membantunya melupakan sejenak masalah nya . " ucap orang itu di atas panggung sedangkan Bulan masih mematung di tempatnya .


" tapi karena aku tidak punya uang kami pun bekerja hanya agar mendapatkan upah , tapi karena itu juga lah aku kehilangan dia ." sambungnya .


kata-kata itu membuat Bulan sakit kepala dan ada potongan ingatan yang masuk ke dalam kepalanya.


" akhh ..." ....


deg ...


deg ...


deg ...


to be continue .....

__ADS_1


__ADS_2