
Tidak semua hal dan rencana berjalan dengan sesuai harapan, sama halnya dengan Alex saat ini dia masih setia memandangi wajah istrinya yang terlelap di bangsal rumah sakit itu.
“ ini yang aku nggak mau dek, aku takut kamu kenapa-kenapa “ gumamnya dengan pandangan nanar. Alex memutuskan untuk mengungkapkan kebenaran tentang dirinya dan juga Bulan tapi ia tidak meyangka dampaknya akan separah ini .
‘kamu cukup sengsara selama ini, walaupun aku tahu lebih sulit lagi jika sampai akhir kamu nggak tahu ‘ batin Alex
Tidak lama kemudian Bulan mulai menggerakkan bola matanya pertanda ia akan sadar.
“ kamu baik-bak saja? ” tanya Alex saat melihat Bulan sudah sadar, dia khawatir dan juga Bahagia karena Bulan sudah sadar
“ hmm ….” Bulan hanya berdehem karena kepalanya terasa nyeri “ sebentar yah. Aku panggil dokter “ pinta Alex kemudian dia keluar dari ruangan Bulan dengan berlari.
Bulan tidak menjawab Alex karena memang kepalanya masih terasa sakit, “ aku mengingat semuanya “ gumamnya dengan air mata yang tidak dapat ia tahan lagi.
“ mama “
Bulan terus bergumam sendiri kali ini bukan lagi bayangan-banyangan yang ada dalam pikirannya tapi semua kenangan yang dia lupakan muncul satu persatu dalam kepalanya tanpa bisa ia cegah.
“ bagaimana perasaan kamu ?” suara itu mengagetkan Bulan yang sedang termenung
“ sayang kamu baik-baik saja kan ?” tanya Alex saat masuk ia melihat Bulan yang termenung sambil menangis.
“ aku baik-baik saja “ jawab Bulan tersenyum
“ oh yah dok, boleh saya pulang sekarang ?” tanya Bulan ia ingin keluar dari rumah sakit karena ini tempat yang paling tidak ingin ia kunjungi selama ini.
“ jika tidak ada masalah kamu boleh pulang nanti sore “ kata dokter Wanita itu dengan name tag Rosita .
“ terimakasih dokter “ ucap Bulan tulus
“ sama-sama, kalau begitu saya permisi yah . “ pamitnya karena dokter Rosita pun sudah mengecek keadaan Bulan dan tidak ada salah hanya tunggu cairan infusnya habis saja baru dia bisa pulang.
Sepeninggalan dokter ruangan itu jadi hening, baik Alex maupun Bulan tidak ada yang mulai percakapannya lebih dulu .
“ kamu tahu dari kapan ?” setelah beberapa menit hening , Bulan memecahkan suasana dengan bertanya
“ maksudnya ?” tanya Alex seakan tidak mengerti tapi dia sebenarnya hanya ingin memastikan saja bahwa dia tidak salah mengerti apa maksud dari istrinya itu.
“ tentang aku ? atau mungkin semuanya ?”
Mendengar ucapan Bulan , kini Alex yakin jika Bulan sudah mengingat semuanya.
__ADS_1
“ saat hari pernikahan kita aku sudah tahu “ Alex memutuskan untuk tidak menutupinya lagi
“ itulah sebabnya sikap kamu berubah ?” ucap Bulan memandang lekat mata Alex mencari kebenaran mungkin.
“ iya “
“ dan juga ….” Alex menjeda ucapannya karena dia merasa susah untuk melanjutkannya.
“ apa lagi yang kamu sembunyikan ?” tanya Bulan
“ soal perjodohan itu kakek lah yang menekan ayahmu karena kakek tahu bagaimana kamu diperlakukan oleh keluargamu “ jelas Alex . tentu saja penjelasan Alex membuat Bulan melebarkan bola matanya jadi dia salah paham selama ini dengan ayahnya .
Tapi satu hal yang pasti ayahnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan ibu kandung Bulan, beraninya mareka masih menikmati hidup setelah apa yang mareka lakukan dengan keluarga ibunya bahkan yang jadi korban adalah Bulan.
“ kenapa tiba-tiba berubah pikiran ?” tanya Bulan kini ia menatap arah lain, sebenarnya pikirannya belum tenang , mengingat mamanya yang meninggal karena salah ayahnya dan juga Wanita yang selama ini ia panggil ibu dan selalu berharap kasih sayang ibu yang juga salah satu penyebab ibu kandungnya meninggal.
“ aku tidak ingin kamu makin tersiksa, dan juga ini tentang dirimu jadi aku pikir kamu harus tahu “ jelas Alex “ dan … “
“ hentikan. “ potong Bulan “ aku tidak ingin membahasnya lagi “
Setelah mengucapkan itu Bulan langsung membaringkan kembal tubuhnya karena merasa lelah ia pun memejamkan matanya .
‘ mungkin akan terasa sedikit sulit tapi nanti juga terbiasa ‘ batin Alex kemudian dia keluar dan duduk di kursih tunggu biarlah Bulan istirahat dulu sambil menenangkan hati dan pikirannya.
.
“ kita kerumah ayah dulu “ ucapnya saat sudah duduk di mobil .
“ tapi kamu butuh istirahat sayang “ Alex mencoba memberi pengertian pada Bulan jika ia masih butuh istirahat untuk saat ini .
“aku butuh bicara sama ayah dan istrinya “ karena tidak dapat jawaban dari Alex Bulan melanjutkan ucapannya
“ kalau nggak mau anta raku pergi sendiri “ ucapnya sambil membuka pintu mobil tapi sebelum ia keluar di tahan oleh Alex .” oke, aku antar “ pasrah Alex , menghadapi Bulan yang keras kepala dia hanya pasrah saja .
Beberapa menit mareka menempuh jalan akhirnya sampai dimana rumah yang Bulan tinggali dari kecil hingga ia dewasa. Mengingat hal itu membuatnya tersenyum miris .
“ Assalamualaikum , ayah ada bi “ ucap Bulan menghampiri bibi yang bekerja di halaman rumahnya itu .
“ waalaikumsalam, ehh non . Bapak kalau jam segini Belum pulang atuh non “ jawab bibi
“ yah sudah, kami tunggu didalam ajak yah bi “ pamit Bulan kemudian ia masuk ke rumah itu dengan di ikuti oleh Alex .
__ADS_1
Saat masuk ia mengingat bagaimana dia selalu tersenyum dengan mamanya
“ mama ….” Teriak anak kecil sambil berlari menuju Wanita yang masih mudah walaupun sudah memiliki anak .
“ kamu baik-baik saja ?” tanya Alex karena Bulan tanpa sadar meneteskan air matanya .
“ hmm “ angguk Bulan sambil tersenyum
“ aku hanya teringat mama saja “ ucapnya menjelaskan
“ aku akan menelpon ayah dulu “ setelah mendapat anggukan kepala dari Alex Bulan pun menjauh beberapa Langkah kemudia mengambil handphonenya dari bagnya .
“ Assalamuaikum ayah aku di rumah, aku tunggu jika bisa cepat lah pulang . ada hal yang ingin aku bicarakan “ ucap Bulan saat panggilannya sudah tersambung
“ ayah ada meeting penting “ jawab seseorang dengan cuek di seberang sana
“ ini tentang mama, aku hanya ingin memastikan sesuatu ….”
“ tunggu disana “ belum sempat Bulan melanjutkan ucapannya sudah di potong dan panggilannya pun terputus.
.
“ kenapa ayah bisa terlambat saat mama mau dioperasi ?” tanya Bulan . saat ini dia hanya berdua saja dengan ayahnya di ruang kerja Ayahnya karena ini permintaan Bulan ingin berbicara sendiri.
“ ayah bukannya sengaja nak “
“ terus ?” tanya Bulan tidak sabaran karena menurutnya ayah nya terlalu pengecut bahkan selama ini selalu menghindar
“ saat itu tante mu mengancam akan bunuh diri jika ayah tidak datang “
“ dan ayah lebih memilih Wanita yang rela merebut suami kakaknya sendiri “ potong Bulan
“ bukan seperti itu “ bantah Ayahnya Bulan
“ iya , kalian saling mencintai bukan “ ucap Bulan yang di angguki oleh ayahnya
“ seharusnya jika ayah tidak dapat mengendalikan hati ayah jangan menikahi mama dari awal “ setelah mengatakan itu Bulan berdiri dan keluar dari ruangan itu yang terasa pengap seperti tidak ada udara saja di dalam . sedangkan dari posisi lain ada seseorang yang memerhatikan semua yang terjadi .
“ ini semakin menarik , permainan sesungguhnya akan segera di mulai “
end ......
__ADS_1
aku kasih ending dulu yah , nanti lanjut season dua soalnya ini sudah lama gak up dan alur nya sedikit berantakan mau di perbaiki dulu yah readers ku maaf banget kalau lama menunggu 🙏