
Bulan melangkah kan kaki nya dengan semangat masuk ke rumah yang sudah lama tidak ia datangi .
" Assalamualaikum" ucap Bulan saat masuk ke dalam rumah yang bernuansa putih itu .
suara Bulan membuat semua mata beralih memandang nya , Bulan masih dengan setia menunggu reaksi mareka dengan senyuman di bibir nya .
" Bundaaa ... " teriak semua anak - anak sedangkan Nabila dan Natasya hanya tersenyum hangat karena memang sedari jauh hari lagi , anak - anak selalu menanyakan tentang Bulan.
Mareka berlarian menuju Bulan , membuat Nabila dan Natasya geleng geleng kepala tapi tidak dapat di pungkiri mareka juga ikut senang.
happ .....
Bulan hampir saja te jungkang ke belakang karena terlalu berat beban yang dia terima.
" kok gak jawab salam sayang " ucap Bulan mengelus kepala mareka , tentu saja satu persatu karena Bulan harus adil .
" hehe lupa Bunda " ujar Kaira di antara semua nya dia yang paling tua , Kaira sudah masuk SD kelas 3 .
" kak Kaira terlalu kegirangan Bun , tu lah jadi lupa " ejek Kanaya .
" emang kamu gak situ " Kaira menyerang balik
Bulan tersenyum melihat mareka , walaupun mareka sering berdebat seperti ini tapi kasih sayang di Antara mareka masih bisa terlihat karena dari pandangan mata mareka tidak bisa berbohong.
" Bunda ke dalam dulu yah , kalian siap- siap . nanti Bunda ajak makan di luar . mauu ?? " ucap Bulan yang membuat mareka semakin bersemangat.
" MAU BUNDA ..... " teriak mareka semangat
" shutt .. anak gadis gak boleh teriak - teriak " peringat Bulan .
" maaf Bunda " ucap mareka lagi kompak .
" sudah gak papa , sana siap - siap dulu " ucap Bulan , dia melihat punggung anak sambung nya satu persatu . dari dulu mareka lah kekuatan Bulan .
happ ...
Nabila dan Natasya langsung memeluk Bulan begitu anak-anak sudah tidak kelihatan .
" kangen tau ..." ucap Nabila
" hmm .... kau sih lama banget baru ke sini " sambung Natasya mengeluh .
" tahu sendiri lah , gimana kalau sudah menikah. gak macam dulu , yang masih lajang mau kesana kemari gak ada yang perlu di takut kan ." jelas Bulan
" bilang aja , takut izin kan " goda Nabila
" apaan sih " sangkal Bulan tapi dia tetap tersenyum .
Ada benarnya apa yang di katakan teman - teman nya itu . walaupun pasti di beri izin sama suami nya tapi mungkin karena belum terbiasa Bulan jadi sedikit takut jika saja ia tidak di izinkan.
" sudah deh , jangan mengejek ku terus . sana ganti baju . " Bulan melepas pelukan mareka
" bau nya tak sedap tauuu .... " sambung nya terkekeh. kemudian berjalan cepat ke kamar nya .
" Bulann .... " rengek mareka .
" dasar kekanakan" ucap Bulan tersenyum melihat tingkah laku Nabila dan Natasya, padahal mareka hampir seumuran tapi mareka dua selalu saja bersikap manja .
Bulan memasuki kamar nya yang baru ia kunjungi selama ia sudah menikah, tidak ada yang berubah dan juga tetap bersih .
Bulan tidak perlu bertanya siapa yang membersihkan karena dia sudah tahu jawabannya, rutinitas mareka lah yang membersihkan seluruh ruangan secara bersama - sama .
Bulan mengambil benda pipip nya dalam tas yang ia bawah tadi , mengetik nama yang dia ingin kirim pesan .
* suamiku*
π' kak , aku sama anak - anak mau keluar sebentar. makan di luar. boleh kan ?' π
" kirim " gumam Bulan .
sedangkan di posisi Alex dia kesal dengan Rezi yang tiba - tiba menginjak rem dadakan .
citt ... phaakk ....
" kamu mau mati " umpat Alex kesal
" tidak bos " jawab Rezi tanpa merasa bersalah
" kalau mau bunuh diri, jangan ajak - ajak saya " kesal Alex dia mengusap kening nya yang terbentur.
" bos juga dari tadi saya ngomong gak peka - peka " Rezi menyalakan Alex kembali bukan nya merasa salah .
" kamu salahin saya " ucap Alex tidak percaya
" gak bos , mana berani saya " ucap Rezi geleng geleng kepala padahal tadi dia yang ngeyel tapi setelah melihat mata Alex dia jadi sadar .
" dasar bos hantu " umpat Rezi
" kamu mengatakan sesuatu" tanya Alex
' apa dia dengar yang ku katakan, habis lah aku ' batin Rezi
" nggak bos " jawab Rezi menggeleng pelan sambil berdoa dalam hati agar tidak ketahuan kalau dia mengumpat.
bisa sial dia kalau bos nya tahu , akan di kasih hadia lembur lagi . tentu saja tanpa gaji lembur.
tinggg ....
suara ponsel Alex menyelematkan Rezi karena kini Alex fokus pada ponsel nya saja .
" jalan " ucap Alex sebelum melihat isi pesan dari istri nya yang sempat ia lihat siapa yang mengirim pesan.
Alex mulai mengetik balasan saat sudah membaca pesan dari Bulan .
ting .....
__ADS_1
Bulan yang memang menunggu balasan dari Alex langsung melihat ke layar ponsel nya dan benar saja melihat Alex yang membalas pesan nya dia tersenyum .
' bisa , tapi jangan lama- lama ' baca Bulan dalam hati
π" oke , makasih kak π" π balas Bulan .
setelah nya ia tidak mendapat balasan lagi , Bulan sudah paham dengan karakter Alex jadi ia tidak merasa bahwa itu masalah.
Bulan keluar dari kamar nya dan saat sudah di ruang tamu ia tersenyum melihat semua sudah siap .
" let's go girls " ucap Bulan semangat, berapa Minggu tidak ketemu sama mareka membuat Bulan Rindu .
mareka begitu kegirangan karena di ajak keluar.
" ayokk " ucap mareka kompak
" hati - hati , jangan lupa baca doa sebelum keluar rumah " peringat Bulan .
" baik Bunda " jawab mareka .
" kalian memang anak Bunda , selalu kompak" kata Bulan .
mareka hanya jalan - jalan sebentar dan kemudian singgah makan di restoran, tidak lama mareka di restoran sudah makan langsung keluar karena hari juga sudah mulai sore .
mareka singgah di taman sebentar sambil mencicipi cemilan yang ada .
Bulan menuruti apa yang mareka ingin kan , sebagai tebusan karena ia tidak menjenguk mareka di waktu yang hampir 5 Minggu ini .
" perlahan aja " ucap Bulan melihat mareka begitu antusias .
melihat anak - anak yang begitu bahagia Bulan juga ikut bahagia bahkan banyak pengunjung yang melihat ke arah mareka karena begitu bahagia sampai tidak memperhatikan sekeliling nya .
" kita pulang naik taksi aja , sudah sore " ucap Bulan melihat jam tangannya sudah hampir jam empat sore .
" oke , biar aku saja yang pesan " ucap Nabila
" dua cukup kan ?" tanya Nabila berharap saran dari Bulan dan Natasya, melihat mareka mengangguk berarti jawaban nya iya .
" oke " Nabila pun langsung memesan taksi dua .
tidak lama setelah itu taksi datang dan mareka pulang banyak belanjaan mareka , lebih banyak makanan dari pada pakaian maupun mainan.
karena Bulan selalu mengajar kan mareka,jika masih bisa pakai jangan di ganti apalagi di buang. begitu juga dengan makanan usahakan secukupnya saja.
sesampainya di rumah mareka , Bulan langsung saja menyuruh mareka untuk segera istirahat sebelum solat magrib .
sedangkan Bulan menunggu Alex yang dalam perjalanan menjemput nya .
tin .. tinnn .....
melihat mobil Alex sudah tiba , Bulan pamit pada Nabila dan Natasya.
" jaga diri kalian , dan juga titip anak - anak yah " ucap Bulan.
" aku pamit Assalamualaikum" Bulan melangkah kan kaki nya saat sudh mendengar Jawaban salam dari Nabila dan Natasya.
" waalaikumsalam" jawab Nabila dan Natasya
Bulan langsung masuk ke mobil di bagian penumpang belakang , Rezi tidak pernah turun membuka pintu mobil karena sudah di ingat kan oleh Bulan , jangan melakukan itu .
" Assalamualaikum , maaf lama yah " ucap Bulan saat sudah duduk di dalam mobil
" waalaikumsalam" gumam Alex
" waalaikumsalam, gak papa bu bos " jawab Rezi membuat Bulan memutar bola matanya.
mareka melanjutkan perjalanan dengan keadaan hening .
" ngapain aja tadi .?" tanya Alex memecahkan keheningan.
" jalan , makan , belanja , makan " Bulan menjawab sambil menghitung kegiatan nya tadi .
" terus belanja nya mana ?" tanya Alex karena Bulan datang tadi tanpa membawa paper bag atau pun hal lain .
" buat anak - anak aja , aku sudah punya semua nya jadi gak perlu beli lagi . " jawab Bulan jujur .
setelah nya mareka kembali diam lagi karena , Bulan juga merasa lelah jadi dia hanya menyandarkan kepalanya kebelakang sambil menutup mata nya .
" jangan tidur dek " tegur Alex melihat Bulan menutup mata.
" nggak kok kak " jawab Bulan padahal hampir saja dia sampai ke alam mimpi nya .
Bulan kembali membuka mata nya , melihat ke luar jendela , banyak orang mulai keluar dari kandang nya karena begitu banyak nya kendaraan apa lagi di pasar jalan nya sampai macet .
beberapa menit perjalanan akhir nya mareka sampai di apartemen nya Alex .
Rezi masih setia mendorong kursi roda bos nya . Bulan sudah mengatakan dia yang akan dorong tapi Rezi bersi keras dia yang mau melakukan nya .
" makasih Rezi " ucap Bulan saat mareka sudah sampai.
" gak masalah bu bos . saya permisi" pamit Rezi sopan .
" hmm.. hati - hati " Bulan mengangguk kepala nya.
" Assalamualaikum " sebelum melangkah Rezi tidak lupa mengucapkan salam karena selalu berinteraksi dengan Bulan dia jadi kebiasaan mengucapkan salam .
" waalaikumsalam" jawab Bulan dan Alex .
Mareka masuk ke dalam rumah dengan Bulan mendorong kursi roda nya Alex .
saat sampai di dalam Bulan menutup pintu kembali,
" kenapa masih di situ ?" tanya Bulan melihat Alex tidak bergerak dari tempatnya.
" dorong sampai di sofa " perintah Alex
__ADS_1
" astagfirullah, kak kamu itu boleh jalan sendiri" omel Bulan tapi dia tetap melakukan perintah Alex.
" malas saja " Alex tidak tersinggung dengan ucapan Bulan ia malas menjawab seadanya saja .
Bulan menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Alex . saat sampai di sofa , Alex langsung berdiri dan pinda duduk di sofa .
Bulan mengikuti Alex duduk di sofa dekat dengan nya.
" kak ?" panggil Bulan
" hmm . kenapa?" tanya Alex menatap Bulan
" kenapa kamu harus menyamar kayak gini ?" tanya Bulan . ia tidak paham dengan situasi Alex , Bulan hanya selalu menebak mungkin Alex berada dalam kesulitan tapi dia juga tidak mau asal menebak saja ia mau dengar langsung dari Alex tapi setiap Bulan bertanya Jawaban nya hanya satu .
" kamu akan tahu suatu hari nanti" jawab Alex .
itu adalah jawaban yang bahkan Bulan sudah bosan mendengar nya .
" aku mau siap kan makanan dulu untuk malam " Bulan memilih mengubah topik karena bagaimanapun ia bertanya tidak dapat jawaban juga .
' mungkin dia belum bisa percaya sama aku ' batin Bulan kecewa
' aku takut kamu tidak dapat menerima nya , jika kamu tahu sayang ' batin Alex melihat Bulan pergi ke dapur dengan pandangan kecewa .
setelah memasak Bulan segera mencuci badan tidak lupa langsung mengambil air wudhu karena sebentar lagi azan.
setelah azan mareka menjalankan kewajiban nya sebagai muslim dengan Alex sebagai imam nya .
setelah solat mareka mengobrol sedikit, Bulan sudah melupakan hal yang tadi dia sudah menenangkan diri nya , berfikir positif saja . batin Bulan .
Alex mengingat tentang tadi obrolan nya dengan Rezi .
" hamil " gumam Alex .
" kakak mengatakan sesuatu?" tanya Bulan
" itu ... tentang kamu alergi nanas " ucap Alex
" iya , kenapa?" Bulan menaikkan alis nya sebelah
" parah memang, tadi sampai muntah" tanya Alex
" gak sih kak , biasa nya jika aku makan baru muntah " jawab Bulan .
" terus tadi ,." tanya Alex
" entah lah " jawab Bulan
" kata Rezi mungkin kamu hamil ?" ucap Alex , membuat Bulan hampir tersedak air liur nya sendiri.
' masa sih ' batin Bulan .
" gak mungkin deh kak , kakak tahu kan aku baru saja kedatangan tamu minggu lalu " sanggah Bulan , walaupun dia berharap tapi ia tidak mau berharap terlalu karena ia takut nya tidak mampu menerima kekecewaan lagi .
" iya juga sih , tap ... "
" aaahkkk ..." Belum sempat Alex menyelesaikan kata - kata nya , dia kaget karena Bulan berteriak saat lampu mati .
Bulan memeluk lutut nya sendiri badan bergetar .
" dek .." panggil Alex lembut .
karena tidak dapat jawaban, Alex segera merangkul badan Nya Bulan . Alex dapat merasakan badan Bulan bergetar hebat.
" tenang." Alex mengusap punggung Bulan .
Bulan yang merasa Alex memeluk nya ia memeluk Alex tanpa sadar ia mencengkram kuat lengan Alex.
" kak gelap " ucap Bulan bergetar.
" iya , ini cuma sebentar. kamu tenang dulu " Alex berusaha menenangkan Bulan .
lampu mati beberapa menit membuat Bulan hampir pingsan.
saat lampu sudah menyala , Alex mengangkat tubuh Bulan ke tempat tidur. membaringkan nya dengan perlahan.
" sekarang sudah aman " ucap Alex mengusap kepala Bulan .
Alex tidak tahu jika Bulan takut gelap , dia sempat kaget tadi saat Bulan berteriak bahkan saat ini , Bulan masih keringat dingin .
" maaf " ucap Alex merasa bersalah, dia sudah melewatkan banyak hal tentang gadis kecil nya . kemudian dia mencium kening Bulan yang terlelap.
" aku terlalu fokus dengan dendam ku " ucap Alex lagi dia tidak tahu bahwa Bulan belum sepenuhnya tidur jadi dia mendengar samar - samar yang di katakan Alex .
to be continue........
.
.
.
.
.
.
Sampai sini dulu yah , mungkin part selanjutnya sudah mulai konflik nya yah readers.
aku sengaja buat alur nya santai - santai dulu sebelum konflik. dan juga misteri yang belum terkuak akan mulai muncul.
siap kan mental kalian yah π π€
sampai jumpa, jangan lupa terus dukung author yah terima kasih atas kunjungan nya .π
__ADS_1