
sebelum lanjut jangan lupa like nya yah 🙏
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
part 13
Hujan turun membasahi bumi seakan tahu jika ada salah satu penghuni nya sedang sedih seakan bumi pun ikut menangis untuk nya .
citt .....
Bulan menginjak rem nya dengan kuat saat mobil di depan nya pun berhenti sehingga dia juga berhenti untung nya ia sempat menginjak rem tapi
brak ....
Bulan kaget dan badan nya refleks maju karena mobil nya di tabrak dari belakang.
" astagfirullah, " istighfar Bulan kemudian menoleh kebelakang ada mobil putih yang menabrak nya .
Bulan menunduk sebentar dan menghapus air mata nya ,
Tok ... tok ... tok ...
kaca jendela nya di ketuk oleh seseorang sudah tahu siapa yang mengetuk pasti orang punya mobil .
Bulan menurunkan kaca mobil nya , terlihat lah seorang pria yang lumayan tampan dari tirus muka yang lumayan sempurna tapi bukan itu yang jadi fokus Bulan .
" Kak Baron " gumam Bulan melihat orang yang ada di depannya itu yang baru saja menabrak dan juga mengetuk pintu nya ternyata abang ipar nya .
" boleh nyetir gak " emosi Baron menatap tajam Bulan tapi sedetik kemudian dia membola kan mata nya melihat siapa di hadapan nya ini .
" bukan salah ku " kilah Bulan cepat dia jadi kesal karena di bentak berani nya ini orang main bentak bentak saja .
hmmmm ..
" noh lihat depan " sambung Bulan dengan memberikan isyarat mata agar orang ini melihat apa yang terjadi tanpa memarahi nya .
' dasar pemarah, rela keluar padahal hujan ' batin Bulan tidak percaya .
Baron tadi hnya fokus pada mobil depannya saja tidak memerhatikan apa yang terjadi sebenarnya .
" kenapa kau sendiri?" tanya Baron dia tidak marah lagi .
" karena tidak berdua " Bulan hanya menjawab asal .
" seperti nya saudara ku membuat mu kesal " canda Baron sambil tertawa kecil
sedangkan Bulan lagi malas debat dan dia tidak begitu tahu tentang Baron maka nya tidak begitu melayan nya bercanda takut nya ada gosip lagi .
" aku permisi kak , assalamualaikum " pamit Bulan karena mobil depan nya sudah jalan .
" waalaikumsalam " jawab Baron hanya menatap mobil Bulan pergi dari sana .
tin.... tinn.... tinnn .....
suara klakson membuat Baron kembali ke mobil nya dan ia segera melanjutkan perjalanan nya yang sempat tertunda .
" mata nya sembab , apa dia sudah menagis" gumam Baron , sebelum lanjut ke tujuan nya .
sedangkan di posisi Bulan karena Hujan dia singga di pasar tradisional saja dan ia memilih tempat yang ada atap nya untuk mempermudah dia belanja dan tidak basah .
Bulan segera melupakan sakit hati yang ia rasa kan tadi , itu lah dia tidak pernah larut dalam sedih nya hanya saja ia selalu tidak bisa mengontrol perasaan nya saat dia sendiri dan tidak ada kerja maka perasaan selalu rasa hampa .
pekerjaan dan kegiatan lain nya adalah pelarian Bulan , ia tidak mau menganggur saja di rumah atau di mana pun ,pasti dia akan melakukan apa saja yang membuat nya selalu berpikir tentang sesuatu yang bisa membuat nya lupa dengan sedih nya .
Bulan terus belanja bahan - bahan apa saja yag di butuh kan dia hanya belanja secukupnya saja karena tidak bagus juga jika terlalu banyak nanti rusak dan jika terlalu lama di kulkas kualitas nya juga berbeda .
sekarang tangan nya sudah penuh dengan kresek belanjaan nya .
__ADS_1
" belum beli ikan sama ayam , sudah sebanyak ini . hmm " gumam Bulan sambil melihat belanja an nya yang banyak membuat tangan nya penuh semua.
Bulan menyimpan barang nya di bagasi mobil nya dan ia lanjut untuk segera beli ikan dan juga ayam .
" Alhamdulillah sudah semua , sekarang waktu nya pulang" ucap Bulan lagi pada diri nya sendiri .
mengingat tentang pulang Bulan tiba - tiba jadi kesak lagi .
karena mengingat pagi tadi Alex begitu cuek pada nya .
" padahal semalam baik - baik saja " cemberut Bulan sambil terus fokus dengan kemudi nya .
beberapa menit perjalanan akhir nya Bulan sampai di apartemen Alex . dan iya segera membawa belanjaan nya dulu.
barang - barang nya bisa nanti pikir nya karena itu aman saja di mobil nya , tapi jika sayur dan ikan , ayam nya yang di simpan sini yang ada kacau semua nya .
Bulan menekan lift tidak mungkin naik tangga dengan belanja an begitu banyak ,encok pinggang nya .
" astagfirullah , lupa taya lah pula " Bulan menggerutu sendiri pada diri nya yamg selalu lupa .
Bulan meletakkan barang yang di pegang di tangan kanan kemudian dia memencet tombol yang ada di atas tempat password pintu itu .
ting.... tong ....
lama Bulan menunggu baru ada balasan . Alex tidk menggunakan kursi rod nya karena dia tahu yang datang adalah istri nya.
" lama " cemberut Bulan karena capek menunggu
" assalamualaikum" sindir Alex
" waalaikumsalam" jawab Bulan ketus
" kenapa?" tnya Alex melihat Bulan dengan muka masam
" tidak " Bulan pun meninggalkan Alex sendiri, Alex bingung dengan tingkah Bulan bagaimana pun ia bukan lah ahli dalam memahami perempuan yang makhluk aneh di bumi ini .
Bulan menata barang - barang dapur yang dia beli tadi tidak lupa yang harus di dinginkan ia menyimpan nya dalam kulkas .
setelah selesai Bulan melewati Alex yang ada di sofa masih fokus dengan I - PAD nya dan juga ad laptop depan nya .
Alex memang lebih sering kerja dari rumah dari pada di kantor, semua orang tahu nya dia tidak bisa jalan maka nya jarang ke kantor tapi mareka tidak tahu alasan sebenarnya bukan itu .
Bulan melihat waktu solat Dzuhur sudah dekat ia membersihkan diri lebih dulu . saat azan sudah berkumandang dia pun segera melakukan kewajiban nya sebagai muslim.
setelah melakukan kewajiban nya baru lah Bulan keluar kamar dan akan ke dapur untuk masak makan siang .
" ingat waktu solat " saat melewati Alex , Bulan berucap karena melihat Alex yang tidak tergubris dengan suara Azan .
Bulan melanjutkan langkah nya ke dapur dan melakukan aktifitas nya memasak untuk makan siang mareka .
dia tidak masak banyak tapi cukup untuk mareka berdua , Bulan hanya memasak makanan sederhana favorit nya .
Dia mau mengerjai Alex yang membuat nya kesal dari pagi tadi .
Bulan hanya memasak tumis kangkung dengan di bumbui cabe rawit warna merah dan juga ada ikan asin yang dia goreng tidak lupa dengan sambal tomat nya .
ini adalah makanan favorit nya Bulan , sederhana tapi menurut nya makanan ini lah yang paling pas di lidah nya .
Alex setelah solat dia segera ke dapur karena mencium bau makanan.
" sedap nya bau " ucap nya duduk di kursih meja makan .
melihat apa yang ada di meja makan , Alex
menyeritkan dahi nya
" ini saja " tanya Alex dengan ekspresi susah di
artikan
" iya , kenapa tak suka " tanya Bulan dengan pandangan menyelidik Alex
" tidak masalah" jawab Alex santai
dan mareka segera makan dengan nikmat , ekspresi Bulan tidak dapat di baca melihat Alex yang makan begitu lahap ,
' aku kira dia bakalan marah ' batin Bulan tidak percaya .
karena rata - rata orang tidak suka dengan makanan seperti ini apa lagi jika di lihat dari status sosial nya .
teman - teman sekolah Bulan terkadang mengejek nya karena selera Bulan yang menurut mareka kampungan .
tapi Bulan tidak pernah menanggapi dengan serius karena ini adalah diri nya , jika mareka suka Alhamdulillah tapi jika tidak Bulan tidak dapat memaksa mareka .
" Alhamdulillah , " ucap Alex saat sudah selesai makan tidak pula mengelap dengan tisu .
Bulan pun segera mengakhiri makan siang nya karena nasi nya pun sudah habis yang ada di piring nya dan perut nya sudah penuh rasa nya .
sebelum meninggal kan dapur Bulan selalu membersihkan lebih dulu dari kompor , cuci piring dan hal lain nya .
dan karena sudah tidak ada yang harus dia lakukan, Bulan pergi mengambil barang - barang nya di mobil nya .
__ADS_1
Dia butuh laptop nya sekarang, banyak kerja nya yang menumpuk karena beberapa hari di sibukkan dengan acara pernikahan nya .
saat ini Bulan di kamar dan menghadap laptop, membuka file - file yang menunggak .
waktu berlalu detik berganti menit, menit berganti jam tidak terasa waktu sudah sore dan azan ashar pun mulai terdengar di telinga.
Bulan menghentikan kegiatan nya pergi mengambil uduh, kaki jenjang melangkah ke kamar mandi untuk segera mengambil uduh .
setelah uduh , dan azan sudah tidak terdengar bertanda sudah selesai baru lah Bulan solat .
saat sudah dua rakaat Alex masuk , niat mau bicara tidak jadi karena melihat Bulan sudah solat duluan .
padahal niat nya tadi mau ajak jamaah .
setelah solat Bulan baca doa dan zikir , setelah selesai mengemasi mukena nya dan ia pun memutuskan untuk masak buat makan malam .
dia tidak lama memasak hanya saja , Bulan perlu untuk menyapu dan juga melakukan membersihkan yang lain .
walaupun lahir dari keluarga terpandang dan kaya tapi Bulan bis melakukan semua kerjaan rumah tanpa mengeluh karena sudah terbiasa dengan kerja jadi dia hanya merasa biasa saja .
....@......@........@.........@...........@.........
" mau makan sekarang atau nanti sudah isyah ?" tanya Bulan saat mareka sudah solat magrib tentu saja mareka solat masing-masing .
sebenarnya Bulan mau solat jamaah tapi ia tidak berani mengatakan nya pada Alex , ia tidak biasa mengatakan apa yang dia inginkan .
walaupun itu hal sederhana tapi karena masa lalu yang membuat nya harus tetap diam dengan apa yang ia inginkan .
" terserah kamu " jawab Alex tanpa mengalihkan perhatian nya dari I-PAD nya itu .
' apa I-pad lebih menarik dari aku ' batin Bulan
Hufff dia menghembuskan nafas nya kasar .
Dan dia pun segera menyalakan TV saja dari ada terus di kacangin .
saat wktu sebelum azan Bulan ke kamar untuk ambil uduh dan membaca ayat Suci Al ' Qur'an sebelum waktu isyah . karena beberapa hari tidak membaca nya Bulan rasa Rindu .
tidk terasa azan pun terdengar dan Bulan menghentikan bacaan nya sambil mendengarkan Azan tidak lupa juga ia menjawab .
setelah nya Bulan melakukan kewajiban nya .
Dia hanya melewati Alex saat keluar kamar tanpa bicara karena Alex juga tidak bicara dia pun diam saja .
Bulan ke dapur untuk memanas kan kembali yang di masak tadi , sebelum di makan lebih baik di panaskan dulu .
itu lah kebiasaan Bulan , yang ia bawa sampai sekarang.
mareka makan dalam keheningan bahkan sampai selesai makan Alex dan Bulan tidak bicara apa pun .
' ini rumah apa , tempat sandraan ' batin Bulan kesal
dia tidak begitu suka di abaikan karena ini mengingatkan nya ada orang tua nya .
Mata Bulan langsung berembun mengingat itu semua , dia mendongak
" jangan di sini " gumam nya pelan hanya dia yang mendengar nya .
Bulan menyelesaikan dengan cepat kerja nya di dapur dan dia pun menghampiri Alex .
" hey .." panggil Bulan dengan kesal
" kenapa?" tanya Alex masih fokus dengan kerja nya
" apa kerja mu lebih menarik dari aku " ucap Bulan lagi .
" kau kenapa dari tadi cerewet baget ,hmm .?" tanya Alex lagi
" habis nya kau menyebalkan " keram Bulan dengan pandangan yang sulit di artikan dia begitu kesal saat ini .
" maksudnya?" Alex bingung
" kau anggap aku apa ha , dari pagi kau mengabaikan ku " cemberut Bulan karena dari tadi dia di abaikan di anggap angin lalu saja okeh Alex tingkah Bulan itu sukses membuat Alex tersenyum ia merasa lucu Dengan tingkah Bulan .
" tentu saja kau adalah istri ku " jawab Alex sambil menggendong Bulan itu membuat Bulan kaget dan tanpa sadar tangan nya memegang leher Alex .
" apa yang kau lakukan?" tanya Bulan panik
" kau tidak suka di abaikan kan , jadi sekarang aku melayani mu " jawab Alex melangkah kan kaki panjang nya ke kamar mareka .
di membuka pintu kamar dengan kaki nya dan menutup nya pun hanya kaki nya juga .
Bammmmm .....
suara pintu tertutup dengan sedikit kuat marena Alex menendang nya , dasar tidak punya perasaan apa salah pintu itu .
to be continue .....
terimakasih pada readers yang sudah mampir , jangan lupa like and komen 🤗😘
oke ba bayeee
__ADS_1
kasih hadiah nya yah eheheheh