Bulan Dan Pria Kursi Roda

Bulan Dan Pria Kursi Roda
part 10 ' malam pertama yang wow '


__ADS_3

sebelum nya terima kasih pada semua yang sudah mampir tapi tolong tinggalkan jejak yah bagi dukungan nya 🙏🤗


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


->\=> l


^


"berapa banyak rahasia mu? "


" tidak sebanyak rahasia mu" ucap Bulan santai .


walaupun dia sedikit gugup tapi sebelum melakukan apa pun Bulan selalu mempertimbangkan segala konsekwensi nya .


Mendengar jawaban Bulan, Alex memilih diam tanpa bertanya lagi dia tidk heran dengan jawaban Bulan karena , sudah pasti istri nya ini bukan orang sembarang ,


tidak seperti dengan cerita - cerita orang yang suka bergosip, tanpa mengetahui hal sebenarnya .


lihat lah bukti nya sekarang, Bulan membuat dunia heboh dengan sekejap mata banyak berita tentang dia , padahal selama ini yang ia hindari adalah perhatian publik .


*******@********@*********@*************


Acara terus berlangsung walaupun tadi ada sesuatu yang tidak menyenangkan tapi dengan cepat semua orang menyesuaikan diri .


Jam pun sudah menunjukkan malam dan acara pun segera di akhiri .


setelah acara berakhir Bulan langsung ikut ke rumah Alex tanpa ke rumah orang tua nya dulu maupun mertua nya.


" Bulan pamit Bu , Ayah . Assalamualaikum" pamit Bulan pada orang tua nya .


Sebenarnya Bulan sedih karena seakan mareka tidak peduli walaupun dimana Bulan berada.


Bulan langsung berbalik karena takut nya jika dia terlalu banyak berharap lebih banyak luka yang di dapat .


" berangkat" ucap Alex saat Bulan sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang dekat Alex .


Sedangkan Bulan memejamkan mata nya untuk menguatkan diri nya dan juga hati nya yang begitu tidak tenang , seakan ada sesuatu yang menyumbat pernafasan nya yang membuat nya sulit menarik nafas dan ingin menangis .


tapi Bukan Bulan nama nya jika menangis depan orang , baik itu keluarga maupun sahabatnya dan juga teman teman nya yang lain apa lagi depan orang lain itu tidak mungkin terjadi .


Bulan tidak mau kelihatan lemah di pandangan orang , biar lah orang menilai nya tidak punya perasaan dri pada di lihat menangis .

__ADS_1


Menurut nya cukup hanya Allah yang tahu bagaimana rapuh nya dia menghadapi semua ini .


tapi nama jya kehidupan berat ringan nya harus di jalani .


" Kenapa?" tanya Alex menatap Bulan sebentar


" hmm , gak" jawab Bulan singkat , tanda jika dia tidak mau melanjutkan pembicaraan mareka sekarang.


Alex seakan paham dengan perasaan Bulan dia hanya diam saja .


Dan tidak terasa mareka telah sampai do apartemen Alex ,


" ini apartemen , bukan Rumah" komentar Bulan


" iya memang , kenapa gak suka ?" tanya Alex santai


" kita bisa beli rumah besok jika kamu tidk suka " lanjut Alex


Bulan langsung menggeleng pelan .


" tidak , hanya saja tadi kau mengatakan tinggal di rumah mu bukan apartemen milikmu" jawab Bulan


dia tidak ada maksud untuk mengatakan yang membuat Alex tersinggung .


Segera Rezi membantu Alex keluar dari mobil dn Bulan juga mengikuti mareka keluar dari mobil .


" tunggu ,..." ucap Bulan saat sudah di luar dn mareka akan segera masuk tapi karena Bulan memanggil makannya mareka berhenti sejenak .


" ada apa?" tanya Alex dengan menyeritkan dahi nya


" bagaimana dengan pakaian ku?" tanya Bulan


karena dia tidak membawa apa pun saat ini selain gaun pengantin yang tadi dia pakai .


" kau mau aku tidur dengan gaun seperti ini" tunjuk Bulan pada diri nya sendiri , yang benar saja tidur begini akan menyusahkan , tidak ada nyaman nya sama sekali .


" nanti Rezi yang urus itu " ucap Alex dan segera mengisyaratkan untuk lanjut melangkah .


Bulan hanya pasrah dan dia mengikuti mareka .


' gini amat nasib mu Bulan'


ucap Bulan dalam hati


mareka menaiki tangga lif , dan berhenti di lantai tiga.


disana Apartemen Alex berada .


" assalamualaikum" ucap Bulan saat masuk , pemandangan pertama yang dia lihat hanya seperti Apartemen baru di beli karena tidak ada sama sekali hiasan hiasan nya .


sofa dan TV , ruang dapur , ada meja makan dan sudh pasti ada dapur nya .


" sudah berapa lama kau tinggal disini ?" tanya Bulan penasaran , karena jika sudah lama berpenghuni seharusnya tidak seperti ini kan bentuk nya .


" lumayan lama , kenapa ?" tanya Alex kembali


" tidak kenapa - kenapa , hanya saja seperti tidak ad kehidupan" ceplos Bulan dan segera menutup mulut setelah sadar dengan apa yamg dia katakan .


Bulan melihat Alex yang menatap nya datar .


" hehehe maaf , bukan itu maksud ku" Bulan meminta maaf dan mencoba menjelaskan maksud nya.

__ADS_1


sedangkan Alex tidak mengubah ekspresi nya dan disini hanya ad mareka berdua karena Rezi sudah pergi dia memang mengantar sampai depan pintu saja dan segera pergi mengurus tentang pakaian ganti istri bos nya .


" anu ... itu .." Bulan tidak tahu harus mengatakan apa sekarang , dan dia pun diam sebentar tapi tidak tahan dia berkata lagi .


" kau marah?" tanya nya dengan suara pelan.


karena tidak mendapat jawaban Bulan pun sedikit was - was .


" kau tidak mungkin mengusir ku hanya karena ucapan ku berusan kan ?" Bulan bertanya pertanyaan konyol dia tidak takut di usir karena dia tidk mungkin jadi gelandangan walaupun di usir dari sini .


tapi tidak tahu kenapa pertanyaan konyol itu tiba - tiba terucap begitu saja dari bibir nya itu .


" boleh bicara lebih sopan " ucap Alex membuat Bulan bingung


" maksudnya?" Bulan tidak paham dengan maksud Alex


" aku akan memaafkan mu jika kau memanggilku dengan suami " kata Alex jelas saja dia mau mengerjai Bulan .


Bulan mendengar penuturan Alex tambah bingung .


tapi segera dia tertawa .


" ahahahah" Bulan tertawa lepas ,Alex terpana melihat nya pertama kali nya dia melihat Bulan tertawa lepas dari pertama mareka bertemu sampai sekarang.


' apa segampang itu membuat nya merasa bahagia'


ucap Alex dalam hati terus menatap Bulan dengan pandangan yang sulit di artikan .


" astagfirullah Al Azhim" ucap Bulan mengusap wajah nya karena banyak tertawa .


' kenapa aku bis tertawa lepas , aku bahkan lupa kapan terakhir aku tertawa seakan tidak punya beban dalam hidup ku' ucap nya dalam hati


"Ada yang lucu ?" tanya Alex dengan muka sengaja di datar kan ,agar tidak ketahuan jika dia menikmati pemandangan berusan , Bulan begitu cantik jika tertawa .


" jangan lebay deh , " jawab Bulan


" menurut ku sih lucu , kamu nya yang lucu " smbung Bulan sambil menahan tawa sambil memegang perutnya yang sedikit sakit karena tertawa tadi , menurut Bulan itu lucu .


dan dia mengubah cara panggil nya ke Alex dari ( kau ) menjadi ( kamu ) .


" bukan kah istri harus menuruti kata suami nya ?" ucap Alex tenang dia seakan tidak terpengaruh dengan Bulan padahal dia juga tersenyum melihat Bulan tersenyum setidak nya Bulan tidak begitu tertekan ada di sisi nya .


" sayangnya aku bukan orang penurut" ucap Bulan sambil berlalu pergi ke sofa dia mendudukkan diri nya di sana .


Alex mengikuti Bulan dengan menroda kursi nya sendiri .


" aku bisa membuat mu jadi penurut" kata Alex yakin


" benarkah" Bulan tidak percaya , bukan nya tidak percaya lebih tepatnya Bulan hanya bercanda dia tidak mau kelihatan begitu penurut.


karena jika selama ini gosip yang beredar tentang dia walaupun tidk banyak yang tahu tentang nya tapi lebih dari itu banyak yang tahu bagaimana kelakuan Bulan yang selalu di cerita kan oleh orang tidak ada baik nya sama sekali.


walaupun ibunya selalu membela nya di depan umum tapi tetap saja selalu mencari kesempatan untuk mengatakan sesuatu yang membuat orang menilai Bulan buruk .


" mau ku buktikan" ucap Alex dan dia pun berdiri dari kursinya .


Bulan terperangah dengan apa yang dia lihat seakan tidak percaya dengan penglihatan nya sekarang ini .


" ka... kau ... bisa berdiri ?" tanya nya tidak percaya dengan ekspresi kaget mulut nya tidak bisa di kondisi kan Bulan begitu kelihatan kaget .


to be continue......

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak yah 🙏 ba bayeee


assalamualaikum sampai jumpa besok , InsyaAllah


__ADS_2