
Ahir petang ini seorang gadis kecil usia 9 tahun duduk di bangku taman kota beserta ke 2 pelayan nya. Dia melihat anak seusianya bermain di tengah lapangan bersama ke dua orang tuan nya.
" bibi bisakah aku seperti mereka?"
Sang bibi pelayan agak terkejut dengan majikan kecil nya
" nona muda juga bisa kan masi ada kami disini, kita bisa jalan jalan dan melakukan hal- hal yg menyenangkan "
Tidak puas dengan jawaban sang bibi dia menundukan kepalanya sambil menggumamkan kata
" aku ingin balik saja ke waktu dulu".
"Nona muda sudah terlalu sore nanti tuan besar marah ayo kita pulang?"
" baiklah".
Mereka kembali ke rumah yg begitu besar dan mewah. Setelah sampai di depan pintu datang seorang anak lelaki seusianya yang tampak mirip yaitu kembaranya sendiri
__ADS_1
" kau tidak ingat pulang membuat semua orang khawatir, kau kira orang senang membuat orang susah saja. Kalau pergi sekalian saja tidak kembali"
dengan ekspresi datar nya arron kaka kembar membentak nya lagi?
" maap kan aku kaka lain kali aku tidak akan seperti itu lagi"
arron tidak mempedulikan sang adik yang meminta maaf padanya dia melengos pergi menuju tangga dan masuk ke kamar nya.
Aqiya menangis dia sudah terbiasa seperti ini dibentak dan dimarahi. Sang pelayan menatap kasihan dengan nona muda nya.
baiklah kata aqiya dengan nada lesu sambil berjalan menuju kamar nya. Malam telah tiba sang ayah telah tiba dirumah pulang dari dinas nya di luar kota seperti biasa.
" nona tuan besar sudah pulang dari dinas"
__ADS_1
kata sang pelayan dari luar kamar tidur nya.
Aqila bersemangat keluar dari kamar nya dan menenmui sang ayah yang berada di ruang tamu.
" ayah. Ayah baru pulang bagaimana ayah mau dibuatkan minum atau ayah mau hal lain aqiya akan buatkan"
raut wajah sang ayah menegang dan kembali seperti biasa " tidak usah tidak perlu ayah sibuk"
sambil memegang leptop nya sang ayah beranjak dari ruang tamu, aqiya bersikeras dia berlari ingin memeluk ayah nya tiba2 dia tersenggol ujung sofa dan jatuh pas di tangan ayah nya yg memegang leptop dan leptop jatuh ke lantai aqiya terkejut melihat leptop ayah nya pecah ia tau leptop itu pasti penting sekali buat ayah nya.
" A ayah aqiya minta maap aqiya tidak sengaja" dia Berdiri takut2 melihat wajah ayah nya, sang ayah menahan raut kesal di wajah nya.
" aqiya jangan ganggu ayah! pergilah ke kamar mu sekarang!" Dengan nada marah sekaligus membentak ferindra menatap wajah putrinya tajam.
Sambil takut2 aqiyaa berseru" maap kan aqiya, aqiya tidak sengaja maap ayah" sambil memeluk kaki ayah nya ferindra melepaskan tangan putri nya dari kaki nya
" pergilah kekamarmu jangan ganggu ayah" sambil berlalu ferindra meninggalkan putri nya yg menangis .
__ADS_1
# hay maap ya cerita nya agak aneh hahha. Btw gue baru pertama buat cerita. jadi mohon di maklumi