Bunga teratai

Bunga teratai
(5)


__ADS_3

 


Keesokan hari nya arga datang menjemput aqiya ke mension linda, sebenar nya mension itu punya ayah aqiya, yaitu ferindra.


deru suara mobil, membangunkan, dan aqiya langsung berlari dari kamar nya untuk melihat arga.Arga memeluk aqiya sambil berkata


 


" halo pacar manjaku. mari kita jalan jalan hari ini"


"aku tidak manja huh"


 


aqiya cemberut mengembungkan pipi nya, arga gemas dengan wajah aqiya seperti yang seperti itu , lalu tiba tiba arga mengecup bibir mungil aqiya.


Akiya terdiam dengan wajah memerah seperti kepiting rebus, dan tersadar.


 


" ka arga menyebalkan"


 


Aqiya memukul arga main main, walau sudah menjadi tunangan arga aqiya masih tidak terbiasa setiap kali arga mencium nya.


 


Terdengar suara tawa arga menggelegar.


 


Aqiya melepaskan pukulan nya dan berlalu masuk ke dalam mobil arga dia juga menghiraukan panggilan arga.


Arga masuk ke dalam mobil dan melihat aqiya yang melihat ke luar jendela. Tidak mau menatap nya.


Arga merasa bersalah


 


" aqiya maap kan aku, karna mencium mu tiba tiba. Nanti aku tidak akan menciumu lagi"


 


Aqiya berbalik " terserah" ,


arga merasa bersalah karna sepertinya aqiya benar benar marah pada nya. Lalu tiba tiba aqiya meraih tengkuk arga dan mencium arga, Arga terdiam juga syok karna ini pertama kali nya akiya mau mencium nya duluan.


Aqiya melepaskan ciumanya dengan wajah memerah aqiya berbicara.


 


" ka a arga boleh ko mencium aqiya, aqiya hanya ingin ka arga seperti biasanya saja jangan berubah, seperti apapun tetap seperti ini saja."


 


arga memeluk aqiya " hari ini pacar manja ku banyak bicara"


Aqiya cemberut lagi arga cepat cepat meminta maap dia takut pada aqiya, wanita pms mengerikan menurut nya.


 


" aqiya ka arga akan ada di sisimu selamanya sampai kita jadi tua, kau jadi nenek aku jadi kakek."


 


aqiya terharu dengan perkataan arga, tentu saja aqiya tidak mengakuinya karna gengsi, Aqiya melepaskan pelukan arga padanya.


 


" ka arga gombal, kalau kita seperti ini kapan pigi nya"


 


Arga tertawa dan melajukan mobil nya ke jalan raya, setelah menempuh watu 30 menit arga berhenti di tempat taman bermain. Karna aqiya ngotot ingin pergi ke taman bermain, mereka masuk dan mencoba berbagai wahana hingga kelelahan.


arga membeli es krim untuk aqiya, karna arga tau aqiya paling suka es krim.


Setelah arga selesai membeli es krim arga memperhatikan aqiya yang serius menatap sepasang kekasih, sang lelaki memberikan pacar nya boneka yang besar, arga memperhatikan wajah aqiya tiba tiba murung, arga tau karna aqiya tidak bisa dekat dekat dengan benda benda berbulu itu.


Arga berjalan mendekat ke arah aqiya,dan Aqiya terkejut karna bibir nya merasakan dingin, sekaligus manis, ternyata arga yang memberikan nya eskrim dengan menyodorkan es krim tepat  ke bibir nya.


 


" trima kasih ka arga"


dengan nada murung aqiya mengucap kan nya


" kenapa kau murung aqiya?"


" entah lah ka arga perasaan aqiya tidak enak dari tadi"


 


arga mengelus pucuk kepala aqiya.


 


" tidak akan terjadi apa apa, tidak usah di pikirkan"


 


sebenarnya arga juga merasakan hal yang sama sejak ia pergi ke mension aqiya untuk menjemput aqiya, tapi ia menghiraukan nya karna melihat aqiya baik\-baik saja.


Tidak terasa waktu cepat berlalu hingga matahari sudah mau membenamkan diri nya, di gantikan oleh sang rembulan.


 


     " aqiya ayo kita pulang?"

__ADS_1


 


arga mengajak aqiya pulang, aqiya mengangguk mereka berjalan ke tempat parkir.


 


" aqiya tunggu sebentar di mobil kaka akan ke toilet sebentar!"


 


aqiya mengangguk setuju dan masuk ke dalam  mobil duluan, aqiya melamun entah kenapa hatinya tidak tenang sedari tadi walaupun arga sudah menenangkan nya tapi masih saja ia tidak tenang.


Arga datang dan mengetok jendela mobil yang di samping akiya.


 


" aqiya keluarlah!"


" memang knapa ka arga kaka aja yang masuk"


 


arga bersikeras ingin akiya keluar dari mobil, aqiya mengalah dan aqiya terkejut dengan boneka yang ada pada tangan arga yang besar kira kira setengah dirinya.


Arga memberikan boneka beruang yang berwarna coklat itu pada akiya, boneka yang diberikan Arga itu diberikan plastik elastis trasparan  yang menutupi seluruh bagian boneka beruang itu, agar aqiya bisa memegang nya.


arga tidak mau mengulang hal dulu pada aqiya, yang membuat jantung arga copot dari tempat nya, bisa di katakan kencan pertama mereka dulu. Yang mendebarkan. Sekaligus awal dari cinta mereka tumbuh subur hingga sekarang, bahkan lebih besar.


 


(Back to storry)


 


Aqiya memeluk boneka pemberian arga sambil mengucapkan trima kasih, aqiya memeluk arga, arga membalas pelukan akiya hangat bahkan ia membenamkan kepalanya pada pundak aqiya, mencium wangi tubuh aqiya, yang tidak ada siapapun yang dapat membuat farpum seperti wangi tubuh aqiya, Yang menenangkan menurut arga.


Kelakuan arga tiba tiba berubah dari membenamkan kepala nya dipundak kini menjajah mencium leher aqiya.aqiya tanpa sadar mendesah  " ah ka arga lepaskan disini banyak orang" aqiya malu karna banyak orang mulai memperhatikan mereka, arga baru  tersadar apa yang sudah di lakukan nya pada aqiya .l, Arga melihat wajah aqiya yang memerah.


Karna ini pertama kali nya mereka sampai pada tahap itu, walau sudah tunangan tapi aqiya masih suci. Arga hanya mencium nya.


 


Arga meminta maap pada aqiya.


 


Aqiya mengangguk  mengerti mereka masuk ke dalam mobil karna waktu tidak dapat ditunda lagi.


Selama dalam perjalanan arga sesekali melirik akiya yang memeluk boneka pemberianya erat erat. Aqiya tidak mau melepaskan nya barang sedetik pun.


Karna aqiya baru pertama kali menyentuh boneka , walau pun tidak benar benar menyentuh bulu boneka itu, karna terhalang plastik karet yang lentur. Tapi aqiya terlihat senang sekali.


arga tersenyum tipis melihat kelakuan aqiya yang seperti anak umur lima tahun.


Mobil arga memasuki kawasan mension aqiya, Aqiya keluar dari mobil arga. Arga juga ikut keluar dari mobil nya.


aqiya mengucap kan trima kasih dan selamat malam pada arga sekaligus   mencium arga lagi.


 


aqiya. Karna ia juga seorang lelaki normal tidak tahan godaan.


 


Arga masuk ke dalam mobil sambil berpamitan . Aqiya mengucapkan hati hati. Mobil itu berlalu keluar dari mension aqiya. Aqiya masuk ke dalam rumah sambil memeluk boneka pemberian arga.


Mengucapkan salam pada bibi pelayan yang sangat disayangi aqiya yang sudah seperti ibu baginya. Aqiya berlalu pergi kekamar nya. Aqiya membersihkan diri nya dan mandi karna ia sangat gerah.


Setelah selesai mandi ia mendengar suara mobil yang berhenti didepan mension, Perasaan aqiya tidak enak.


benar saja Teriaakan linda menggema di rumah besar itu memanggil namanya. Aqiya mengambil ponsel dan meletakan nya pada kantong nya. Cepat cepat ia turun dan melihat linda dan dua orang berjubah hitam berbadan besar seperti seorang preman. Aqiya takut menatap ke dua orang itu.


Linda tiba tiba menjabak rambut aqiya yang panjang. Aqiya merintih kesakitan seraya meminta linda untuk melepaskan nya. Tapi linda tidak leduli


 


" aqiya aku melihat mu akhir akhir ini sangat bersenang senang"          


  


      linda menampar pipi putih aqiya.


aqiya menangis


" kau sama seperti ibu mu yang selalu merebut ke bahagiaan ku. Kalau bukan karna ibu mu aku tidak akan berpisah dengan perindra. Kalian sama-sama jalang"


 


Aqiya meminta maap. Tapi linda tidak peduli dia memegangi tangan akiya dan menyuruh 2 orang untuk mendekat pada nya


 


" kita lihat betapa jalang nya kau sama seperti ibumu itu hahaha. Cepat kalian berdua lakukan sesuatu yang kalian suka"


 


Aqiya mulai ketakutan karna melihat dua orang itu mendekat satu orang itu menjilat bibir nya sendiri. Dan yang kedua menatap nya dengan penuh napsu.


badan Aqiya bergetar takut,Aqiya meminta tolong dan berteriak, tiba tiba linda menampar aqiya sekali lagi. Hingga aqiya tersungkur. Linda menyuruh aqiya berdiri, aqiya tidak mau berdiri karna baru merasakan pipi nya yang ditampar oleh linda.


 


Linda menarik rambut aqiya lagi, memaksa aqiya berdiri.


      


      ke dua orang itu mulai mengelus pipi aqiya , linda tertawa puas. Karna mendengar teriakan aqiya, bibi aqiya pergi melihat nona muda nya dengan tergesa gesa. Dan ia melihat nona muda nya yang mau diperkosa oleh 2 orang yang bertubuh besar itu.


melihat apa yang terjadi pada aqiya. Pelayan itu mengambil guci yang ada di dekat nya dan memukul kepala linda, linda pingsan . Sehingga aqiya terlepas dari genggaman linda.

__ADS_1


"NONA PERGILAH CEPAT LARI"


 


teriakan pelayan itu menggema di rumah besar itu.. Tapi aqiya kasihan melihat bibi nya itu sekali lagi  bibi nya menyuruh pergi nona muda nya


 


" CEPAT NONA PERGI DARI SINI. SELAMAT KAN DIRIMU NONA!!!"


 


ahir nya linda tersadar dari pingsan sementara nya


 


Aqiya berlari sambil menangis. Dia sempat mendengar teriakan linda menyuruh 2 orang itu mengejar nya. Aqiya berlari dan mengeluarkan ponsel nya, Aqiya mencari nomor arga dengan susah payah.


 


Terdengar suar kaki 2 orang itu mengejar nya. Aqiya menelpon arga dengan menangis


 


" cepat angkat ka arga aqiya takut"


 


sambil berlari aqiya berharap arga mengangkat telpon ya . Arga melihat ponsel nya berbunyi dan melihat nama aqiya tertera disana, dia masih ada urusan di kantor nya . Setelah mengantar aqiya dia ke kantor untuk mengurus berkas penting di perusahaan nya.


 


( Back to storry )


 


Arga mengangkat telpon dan  mendengar suara tangis aqiya di seberang sana. Arga panik.


 


" akiya kau kenapa?"


aqiya menangis dan berteriak


" tolong aqiya hiks tolong akiya ka arga"


sambil berlari aqiya meminta tolong pada arga


" kau dimana aqiya cepat katakan!"


 


aqiya cepet cepat menjawab bahwa dia ada di jalan dekat rumahnya menuju jalan raya.


 


Tiba tiba hp aqiya mati Arga panik ia berlari menuju mobilnya.


    Aqiya melihat 2 orang itu semakin mendekat, akiya tidak sengaja menginjak batu dan terjatuh, dan lutut nya berdarah karna terjatuh, Ia mau bangkit tapi rasa nyeri di kaki nya semakin menjadi jadi.


Keringat dingin semakin keluar dari tubuh aqiya, Ia berdiri  dan berlari sangat lambat dan tertatih tatih karna lutut nya berdarah .


 


Ke dua preman itu akhirnya berhasil menangkap akiya


 


" hahaha ahirnya tertangkap juga" kata salah satu preman yg disewa Linda


 


Aqiya memberontak sambil menangis


 


" lepaskan aku"


aqiya berteriak, Preman itu menampar aqiya


" hei gadis kecil jangan memberontak atau kau akan ku bunuh dengan cepat hahahha"


aqiya takut dengan suara preman itu.


 


Preman itu merobek baju aqiya, hingga nampak lah belahan dada aqiya, Aqiya memberontak tapi apa daya kekuatan seorang wanita tidak dapat mengalahkan kekuatan ke dua preman itu.


Aqiya berteriak tapi tidak dapat didengar siapa pun karna lorong nya agak sepi di daerah Mension nya , Aqiya menangis berteriak hingga suara nya serak.


Satu preman itu memegangi aqiya dari belakang Dan satu lagi preman itu mulai meremas dada aqiya dan dan menjilati leher Aqiya .


Aqiya menangis ia merasa tuhan tidak adil pada nya, baru beberapa jam yang lalu ia tertawa bahagia, kini tuhan langsung menghukumnya Sekarang ia bahkan tidak tau lagi harus bagaimana.


 


"ka arga aku takut tidak bisa mempertahan kan kesucian ku lagi"


 


begitulah rintihan pilu di hati aqiya. Bagi siapapun yang mendengar suara hatinya pasti merasa tersayat, Akan kesedihan yang gadis itu rasakan.


 


Apakah tuhan memang tidak mengijinkan ia bahagia? Atau tuhan mempunyai rencana lain untuk nya, Semoga saja.


# hai. Semuanya yang mau membaca bunga teratai ini trima kasih karna telah singgah disini, walaupun tidak ada yang nungguin😭😭😭


saya minta maap karna cerita nya masih banyak kesalahan, dan agak ngelantur.

__ADS_1


Tapi saran kalian dan suport kalian akan sangat berharga


Sampai jumpa di chapter depan 😊😊😊


__ADS_2