Bunga teratai

Bunga teratai
(18)


__ADS_3

kini Aqiya sangat senang, menaiki berbagai wahana, melihat souvenir yang cantik cantik, tentu saja Arron yang mengeluarkan uang nya.



Aqiya menyeret Kaka nya kesana kemari, membuat arron lelah, dan pasrah di tarik tarik kesana kemari.



kini mereka melihat kembang api, Aqiya sangat takjub melihat kembang api itu, karna baru kali ini ia melihatnya apalagi sekarang ia bersenang senang dengan Kaka nya.


" wauuuu aku sangat bahagia"


Aqiya memeluk leher kakanya erat, membuat arron sesak.


" Aqiya kx arron se sak" kata arron kesusahan.


" hahaha maap maap, tapi Aqiya sangat senang hari ini, trimakasih kx arron, selamat ulang tahun untuk kita berdua, aku menyayangimu kx arron"


" hn"


Aqiya merentangkan tangannya, arron heran melihat tingkah adik nya yang merentangkan tangan nya, bahkan mata Aqiya bersinar sinar, ia tidak mengerti.


" kau kenapa Aqiya?"


" ah kx arron Gx peka, gendong di belakang kaki Aqiya sakit"


" dasar kau anak manja"


arron menundukan badanya sambil menyuruh Aqiya naik. Aqiya tersenyum senang ia melingkarkan badanya di leher Kaka nya erat.


" kita mau kemana?" tanya arron pada adiknya.


" Aqiya lapar sekali, ayo kita makan, makan yang banyak"


"hn"


arron heran melihat adik nya yang selera makanya mengerikan menurutnya, sepanjang perjalanan adik nya selalu ngemil,kini ia sudah lapar lagi.

__ADS_1


di setiap mereka lewat, mereka pasti jadi pusat perhatian, mereka memakai masker dan baju yang sama, apalagi Aqiya yang digendong arron.



orang melihat mereka sebagai pasangan yang romantis padahal aslinya mereka adik kakak.



mereka memakai baju sama, karna Aqiya yang memaksa kakak nya, dengan alasan karna mereka kembar dan merayakan hari ulang tahun mereka.



kini mereka duduk di salah satu restoran dekat dengan taman bermain, Aqiya makan dengan lahap, arron hanya makan makanan sedikit ia tidak terlalu berselera. tapi jangan tanya adik nya.



Aqiya tidak sengaja meminum minuman keras sehingga ia mabuk. arron terkejut karna adik nya mabuk, dengan wajah memerah, ia mengira adik Nya hanya meminum jus anggur biasa.



" kx arron ganteng hik, tapi menyebalkan, Aqiya hikk sudah merindukan kx Arga padahal baru beberapa hari hik"


" aku tidak mabuk hik hahahha lalalala kx arron jelek hik aku mau minum lagi hik , minuman itu sangat hik enak"


Aqiya bernyayi seperti orang gila ia bahkan mengeraskan suaranya sehingga mereka dilihat orang yang ada di restoran itu, Aqiya meminta pada Kaka nya memberikan minuman itu lagi pada nya, tapi Arga melarang nya. hingga Aqiya merengek rengek padanya.


" aku tidak mau pulang hik, sebentar lagi hik saja kx arron"


arron menghela napas melihat adik nya yang sudah mabuk, iapun terlalu bodoh hingga adik nya meminum minuman laknat itu.


" hey kawan"



kawan kawan kampus arron datang, tidak sengaja berjumpa di restoran itu, mereka sedang jalan jalan juga karna malam ini malam Minggu.


" hn"

__ADS_1


wah wah siapa ini, apa dia pacarmu, kata Reza pada arron, melihat Kawanya memakai baju cople dengan perempuan itu.


" dia adik ku"


" alah kau jangan malu malu kawan kami mendukung mu" kata Rendi pada arron.


" dia adiku" kata arron sekali lagi.


kawan kawan arron datang 2 pria dan dua wanita, mungkin satu wanita itu tidak dihitung karna musuh bebuyutan arron dari kecil, yaitu larasati brimassapati.


" ahirnya muka jelek mu itu laku juga, kadal ijo, setelah sekian lama menjomblo" kata Laras mengejek arron.


" dari pada kau perawan tua, tidak laku laku cumi kering" balas arron.


" kau CECUNGUK sialan sok cool dan sok ganteng" kata Laras emosi


" sudah sudah ayo kita makan" kata Sinta menenangkan suasana yang mulai tegang.


" engh kx arron dingin" kata aqiya terbangun dari tidur sesaat nya.


" apa kau mau pulang, biar kx arron antar pulang"


Aron berbicara lembut, ia melepaskan jaket nya sendiri, dan memakaikan nya pada aqiya. kawan kawan arron semua nya terkejut karna ini pertama kali nya arron baik sekali terhadap seorang wanita


" hn, aku mau ayah saja yang menjemput, kawan kawan Kaka masih ada disini kx arron bersenang senanglah"


Aqiya berbisik pada arron dan memeluk arron erat, ia malu dilihat oleh kawan kawan kakanya di saat ia seperti ini, dan ia juga malu menjadi pusat perhatian.


tidak lama kemudian, datang ayah arron untuk menjemput aqiya, Aqiya setengah tertidur. ferindra menyapa kawan kawan arron. lalu menggendong aqiya, untuk membawa aqiya pulang.


" tunggu ayah, kx arron kau lupa sesuatu?"


Aqiya bertanya pada arron saat ia digendongan ayah nya.


" apa? " tanya arron bingun ia memang tidak tau apa yang di maksud Aqiya.


" ini" Aqiya menunjuk dahi nya sendiri, arron menghela napas, kawan kawan arron penasaran apa yang di maksud Aqiya.

__ADS_1


arron berdiri dan mencium kening Adiknya. semua kawan kawan arron terbelalak, melihat adegan itu. dan satu wanita di antara mereka melihat adegan itu, dengan pandangan sulit di artikan.


__ADS_2