Bunga teratai

Bunga teratai
(15)


__ADS_3

 


sudah seminggu berlalu Arga sudah berangkat ke London pagi-pagi buta, karna kerjaannya sudah menumpuk, ia pergi saat Aqiya masih tertidur pulas ia hanya pamit,


 melalui sepucuk surat yang dibuatnya.


dah hari ini mood nona ini tidak terlalu bagus. Aqiya mencari Kaka nya tapi pelayan mengatakan Kaka nya sudah pergi ke kampus.


ia menelpon Kaka nya kalau pulang membawa es krim yang besar untuk nya.


arron berkata ia akan membawa nya nanti setelah ia pulang dari kampus, Aqiya pergi ke perusahaan ayah nya , ia sangat bosan di rumah karna hanya dia sendiri yang disana.


ia juga penasaran bagaimana bentuk perusahaan ayah nya, ia hanya tau ayahnya pebisnis terkenal tapi ia tidak pernah sekalipun menginjakan kaki nya ke perusahaan ayah nya.


ia diantar oleh supir, karna ia tidak pandai mengemudi, lain kali ia minta diajari Kaka nya untuk belajar mengemudi ,


akhirnya ia sampai juga di perusahaan ayah nya, ia melihat perusahaan itu sangat besar sekali, seperti bangunan raksasa ia bahkan tidak bisa menghitung berapa lantai dari perusahaan itu.



didepan ya terpampang jelas nama ayah nya, dengan tulisan yang sangat besar, ia masuk ke perusahaan itu, ia berjalan dan bertanya pada karyawan yang bekerja disitu dimana ayah nya.


" maap kx bisa tahu dimana ruangan ayah saya?"


Karyawan itu tidak senang melihat Aqiya, yang hanya memakai sendal rumah dan baju tidur khas anak anak, bergambar Micky mouse.


" siapa ayah mu?"


" nama ayah saya ferindra,"


" hahahha jangan bohong anak bapak ferindra hanya satu kau pasti sudah gila.pelayan usir wanita ini ia pasti terkena gangguan jiwa"


datang 2 orang satpam untuk mengusir Aqiya dari perusahaan itu, Aqiya memberontak.


" benar dia ayah saya"


"cepat usir dia"


 

__ADS_1


karyawan wanita itu makin gencar menyuruh satpam itu untuk mengusir Aqiya, ia menganggap Aqiya sebagai wanita gila, yang perlu di basmi.


 


Aqiya memberontak tapi kekuatan satpam itu terlalu kuat hingga, ia diseret keluar.


" ayah ayah Aqiya mau masuk ayah"


karyawan itu menelepon petugas kejiwaan untuk membawa aqiya pergi.


" aku tidak gila benar ia ayah ku"


semua karyawan mengerumuni Aqiya dan mencibir Aqiya sebagai wanita tidak tahu malu dan dengan mengaku mengaku sebagai anak dari direktur perusahaan ini, dan ada juga sebagian kasihan saat melihat Aqiya yang di seret kasar, seperti dan di anggap sebagai penjahat.


satpam itu menyeret aqiya terlalu kasar dorongan ke dua satpam itu terlalu kuat, hingga Aqiya tersungkur karna tidak dapat menyeimbangkan dirinya , celana tidur nya sampai robek hingga mengeluarkan darah.


Aqiya takut ia tidak pernah bertemu dengan orang banyak, ia dikerumuni seperti seorang pencuri, ia bahkan diumpati, badan nya bergetar menahan tangis, ia terus memanggil ayah nya.


 


ferindra penasaran kenapa banyak sekali kerumunan orang yang tidak disiplin di saat jam kerja.


" ada apa ini?"


 


" itu ada seorang wanita yang bilang bahwa anda adalah ayahnya pak"


kata salah satu karyawan itu sopan. ferindra terkejut apakah putri nya yang datang ke perusahaanya, dan benar saja ia melihat putri nya menangis dan dikelilingi banyak orang dengan terduduk dilantai dengan kaki berdarah,


 


emosi ferindra makin menggebu Gebu melihat keadaan putri nya.


 


" siapa yang melakukan ini pada nya" tanya ferindra datar.


karyawan yang mengusir aqiya menjawab.

__ADS_1


" saya pak direktur, saya sudah mengusir dia karna dia sudah lancang mengaku ngaku sebagai anak direktur"


" pecat dia sekarang juga" ferindra menunjuk asistenya agar memecat karyawan itu.


" tapi apa salah saya pak direktur tolong jangan pecat saya"


" diam" kata ferindra dingin ia sudah muak melihat wanita itu.


ferindra mendekati putri nya yang menunduk kan kepalanya, tidak berani melihat orang orang yang yang mengerumuninya, ferindra mengangkat wajah aqiya.


Aqiya melihat ayah nya dan langsung memeluknya erat, karna Aqiya tidak terbiasa melihat orang banyak sejak kecil, sekolah saja home schooling.


" ayah hiks ayah hiks Aqiya takut hiks"


seluruh karyawan melihat direkturnya. yang mengendong wanita yang memanggil direktur mereka ayah. Aqiya memeluk ayahnya walau ia sudah berumur 18 tahun ia terlihat masih kecil dan juga manja, sejak dari kecil tapi karna kejadian ibu nya waktu itu, ia jadi tidak bisa lagi bermanja manja pada ayah nya.


Aqiya menyembunyikan kepalanya di lekukan leher ayah nya. tidak mau melihat karyawan itu.


" Dengar ini putri bungsuku kembaran putraku, siapapun yang terlihat di kamera pengawas melakukan hal yg membuat putriku menangis seperti ini akan dipecat"


 


kata ferindra dingin melihat karyawan nya, yang sangat keterlaluan pada anaknya. ferindra lalu menggendong aqiya yang menangis di pelukanya, menuju ruang direktur,


 


ia takut Aqiya akan terauma karna hal ini. dan dokter juga menyarankan agar Aqiya untuk tidak memiliki banyak tekanan.


" maap kan saya pak direktur saya tidak tau kalau dia putri direktur" kata karyawan yang mengusir aqiya


" usir dia dari sini" kata ferindra dingin.


semua karyawan terkejut dengan apa yang diberitahukan direktur mereka, ada sebagian takut karna ikut menjelek jelekan putri direktur mereka, ada yang mengelus dada sendiri karna tidak ikut ikutan.


dan mereka kasihan melihat karyawan yang mengusir aqiya diseret secara paksa untuk keluar dari perusahaan. bagaimana tidak dipecat anak direktur sendiri di perlakukan seperti itu pikir mereka.


karyawan itu menyesal telah memperlakukan putri direktur mereka dengan kasar seperti itu, tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur.


 

__ADS_1


karyawan itu hanya meratapi nasibnya sendiri, sudah sukur direkturnya hanya memecatnya, kalau tidak ia bisa dituntut melakukan kekerasan dan masuk kepenjara. dan tentu saja dengan ke dua satpam yang berbuat kasar pada aqiya dipecat juga.


 


__ADS_2