Bunga teratai

Bunga teratai
(4)


__ADS_3

Ke esokan hari nya, di kediaman arga


" ayah boleh kah aku ke tempat aqiya hari ini?"


Arga berharap dengan wajah datar nya,  tapi dengan mata berkilauan.


" apa arga menyukai aqiya?" Tanya ayah nya.


" tidak buat apa aku menyukai gadis cerewet dan selalu menangis itu"


dengan muka yg dihiasi semburat merah. dia mengatakan itu pada ayah nya. 



" kalau begitu arga tidak menyukai aqiya berarti tidak boleh pergi ke tempat aqiya".


  Arga bersikeras " tapi ayah " dengan memelas.


" tapi arga tidak menyukai aqiya kan."


Arga cemberut dan berkata dengan wajah memerah. " arga suka sedikit"



ayah nya masi pura pura tidak mengerti dengan perkataan arga


" arga suka sedikit apa?"


Arga kesal" ayyaaah aku suka aqiya sedikit" ,



terdengar suara ayah arga yang terkekeh.


" baiklah pergilah ke tempat aqiya baik baik lah dengan nya". arga mengucapkan trima kasih dengan muka cemberut.


Arga s sebenarnya sangat manja pada ayah nya dari kecil, tapi semenjak remaja dan hingga saat ini sikap nya berubah menjadi datar dan kaku seperti itu.



Sampailah arga ke rumah, aqiya. Arga terkejut karna ia melihat aqiya yg sedang dipukuli oleh Linda.



kedatangan Arga membuat Linda terkejut karna Arga datang tiba2 tanpa menghubunginya dulu.



linda berpura\-pura, seakan tidak terjadi apa \-apa, dengan santai nya ia berbicara.


" ah ada tuan muda arga"


arga memperhatikan aqiya  lalu dia menjawab.


" iya.arga akan mengajak aqiya keluar sebentar " 


dengan wajah dingin Arga menatap Linda, dan kembali menatap aqiya dengan lembut, tersirat rasa kesedihan didalam hati nya melihat kondisi aqiya yg sangat menggenaskan, terduduk di lantai dengan muka yg merah bekas tamparan dan rambut yg acak acakan. sembari membantu aqiya untuk berdiri.


linda menjawab tentu lalu mendekat kan diri nya pada aqiya sambil membisikan kata



" awas kalau kau mengadu pada arga. Aku tidak akan membiarkan kau bertemu dengan nya nanti dan kau tau akibatnya kalau membantah ku" lalu pergi dari situ.


       aqiya melihat arga dan tersenyum dan menyapa arga sambil merapikan rambutnya akibat jambakan linda.


Arga mengajak aqiya ke taman dekat rumah aqiya, mereka menaiki mobil, arga membuka pembicaraan


"knapa bibi linda menjambakmu"


Aqiya terdiam lalu menundukan kepala sambil meremas tangan nya. Itu kebiasaan aqiya dari kecil jika gugup.


     " aqiya takut menjawab nya, aqiya takut nanti aqiya tidak bisa bertemu ka arga lagi"


arga  semakin Penasaran arga memaksa dan meyakinkan aqiya kalau semua tidak benar, dia akan selalu ada untuk aqiya.

__ADS_1


      aqira menceritakan semua yang terjadi pada nya tentang linda tentang ayah nya dan kaka nya sambil menangis.


Arga memeluk aqiya dengan erat, ia tidak menyangka tubuh kecil ini sudah mendapat begitu banyak masalah. Entah knapa mendengar aqiya bercerita tentang dirinya arga merasakan sakit juga.



Supir yang ada di depan melihat kejadian itu agak sedih dan juga terharu. tuan muda  nya yang biasanya tidak mau peduli dengan siapapun apalagi wanita, kini memeluk gadis itu sambil mengelus pucuk kepala nya aqiya sayang .


ditengah suasana haru dan sedih itu terdengar bunyi yg mengganggu


"krook kroook"


arga tertawa dengan terbahak bahak, beberapa tahun ini ia tidak pernah tertawa selepas ini. aqiya hanya tersenyum malu


" kx arga jangan tertawa aqiya malu"


sambil memukul lengan arga pura pura. arga mengalah dan berhenti tertawa.


" pak berhenti di tempat yang menjual makanan ya"


  sopir itu mengangguk mengikuti perintah tuan muda nya.


    Mereka turun dan berhenti di restoran pasta. Arga memberikan buku menu pada aqiya. Aqiya hanya cemberut lalu


" aku tidak tau ka arga aja yang pesan!"


Arga memesan pasta komplit dan 2 eskrim porsi besar. 


      Tak lama kemudian pesanan nya datang aqiya antusias melihat makanan itu


" selama aku di london aku tidak pernah keluar hanya di rumah saja"


arga menatap kasihan pada aqiya " oh iya ka arga knapa berada di london?"



Waktu kita pertama kali bertemu aku tidak melihat mama ka arga" 


   wajah arga agak murung tapi kembali seperti biasa,


     aqiya terkejut dan merasa sangat bersalah karna bertanya pertanyaan yg sensitip untuk arga .


" Maap ka arga aku tidak tau mama ka arga sudah ga ada"


   


   arga bagaimana mau sedih, dia lebih beruntung dari gadis yang didepanya karna masih ada ayah nya yang menyayanginya.


Gadis didepanya ini  bahkan keluarga nya saja tidak peduli padanya


" tidak apa-apa , tidak masalah ayo kita makan"


     aqiya makan dengan lahap pasta itu, arga melihat aqiya tanpa berkedip melihat cara makan aqiya yang sangat berantakan ada bekas es krim yang  tertempel di pipi nya ,


arga mengambil tisu dan mengelap pipi aqiya lembut.


      "Dasar gadis congok"


sambil tertawa arga mengatakan itu pada aqiya.


aqiya cemberut " biarin perut kenyang hati pun jadi senang Wee "


aqiya  mengembungkan pipi nya yang seperti bakpau arga gemas melihatnya dan mencubit kedua pipi aqiya dengan kedua tangan nya, Dan mereka tertawa bersama.


setelah selesai makan mereka pergi ke taman bermain disana ada banyak boneka, wahana permainan dan banyak lagi.


banyak anak anak yang dibelikan boneka oleh orang tuanya, aqiya sangat gemas dengan anak anak itu, tapi dia tidak berani mendekat,



tiba tiba ada anak yang tidak sengaja melempar boneka beruang yang berbulu itu mengenai aqiya, anak itu meminta maap lalu pergi cepat cepat.



aqiya bersin bersin tidak berhenti, hidungnya memerah dan agak sesak napas ,

__ADS_1


" aqiya kau kenapa ? " Arga menjadi khawatir


     batuk  aqiya makin parah dan arga berteriak memanggil sopir nya untuk membawa aqiya ke rumas sakit.


Dalam perjalanan aqiya tidak bisa berhenti batuk, dan hidung memerah bahkan aqiya sulit bernapas. Arga paik luar biasa dan dia juga takut aqiya kenapa-napa.


  " cepat pak kalau tidak aku akan memecatmu" arga berteriak.


" aku hachim tidak apa apa hatcim" aqiya tidak berhenti batuk


" apa nya yang tidak apa apa" arga tidak sadar memarahi aqiya.


Tapi aqiya tidak takut bahkan ia senang karna ada yang peduli padanya. sekian lama ahirnya mereka sampai di rumah sakit, setelah itu aqiya langsung di tangan ni oleh dokter.



Dalam bahasa inggris dokter itu menyampaikan bahwa aqiya alergi pada bulu binatang , dan semua yang berbentuk seperti bulu, dan aqiya juga terkena penyakit anafilaksis.


   Aqiya tertidur di ruang rawat, arga memegangi tangan aqiya, Aqiya sadar arga bertanya apa aqiya sudah merasa baikan aqiya mengangguk.


      


Aqiya bertanya sudah jam berapa arga menjawab sudah jam 7 malam. Aqiya takut dimarahi linda dia meminta pulang. Arga melarang aqiya untuk pulang  karna kesehatan nya belum membaik, aqiya menangis dan merengek meminta pulang. 


    arga tau pasti aqiya takut dengan tante nya, ahirnya arga dan aqiya pulang. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Arga mengantar aqiya sampai depan pintu rumah linda, dia ingin masuk kerumah dan menjelaskan kepada linda kenapa mereka pulang malam. Aqiya bersikeras menolak ahirnya hanya sampai depan pintu.


       Arga mencium bibir mungil  aqiya lalu berlari menuju mobilnya sambil melambaikan tangan nya. Aqiya yang di cium terpaku dengan wajah memerah. beberapa detik hingga arga naikke mobil


" ka arga" teriakan aqiya menggelegar.


   


  arga hanya tertawa sambil melambaikan tangan dari mobil dan pergi dari kediaman aqiya. Aqiya beruntung karna linda tidak ada di rumah malam ini kalau tidak entah apa yang akan terjadi padanya.


    Kini akiya suda berumur 19 tahun, siksaan linda juga masih sama saja. Tapi dia bersukur ada arga yang selalu membela nya. Dia ingat dulu arga pernah berjanji setelah dia besar nanti akan membebaskan dia dari perlakuan linda yang mengerikan itu.


   Aqiya berdiri di depan cermin dan melihat bagian tubuh nya dengan sedih punggung nya membekas akibat perlakuan linda padanya .  Linda mencari kesalahan kesalahan untuk menghukum aqiya. tapi itu hanya akal akalan linda untuk melakukan kekerasan padanya.


  Kadang aqiya ingin kabur dari tempat linda yang terkutuk ini, tapi dia masih belum mempunyai keberanian, tunggu saat nya nanti dia akan mengikuti alur yang di berikan linda padanya, sampai tiba pasti akan ada yang membalas perbuatan linda padanya.


  


    Tiba2 ponsel nya berbunyi dan tertera nama arga, cepat cepat aqiya mengangkatnya


" halo sayang" terdengar suara dari seberang telepon " halo" aqiya agak malu karna panggilan sayang yg di berikan arga


" kamu tidak dimarahi tante linda kan" 


" iya tante linda ahir ahir ini sedang sibuk" kata aqiya


"semoga tante linda sibuk selamanya"


     akiya terkekeh dengan jawaban jujur tunangan atau sekaligus kekasihnya.


" besok ayo kita jalan-jalan ?"


akiya cepat cepat berkata iya karna belakangan ini arga sudah mulai membantu ayah nya bekerja di perusahaan.


      walaupun masi muda arga anak yang  jenius dia sudah menyelesaikaan pendidikan nya di usia 19 tahun.


     Aaqiya tidak pernah memasuki sekolah umum hanya home schooling di rumah.


" besok ya ka arga. Kaka janji tidak bohong?"


" tentu saja tidak sayang, ini sudah malam tidurlah" 


tiba tiba datang hujan deras beserta petir,aqiya paling takut dengan petir dan guntur.


" tidurlah aqiya tidak usah matikan hp nya" 


       


        akiya menjawab iya sambil memejamkan matanya akiya mendengarkan musik yang di putar arga dikamar nya sekali sekali arga akan bernyayi walaupun suara arga agak menyakiti telinga tapi aqiya cepat tertidur lelap karna nya.


     

__ADS_1


     Jika hari ini kau merasa sedih ingat lah masih ada hari esok yang akan datang untuk mu. Hapuskan pikiran yang membuat mu sedih ganti dengan pikiran yang membuatmu senang. Agar hidup mu lebih berarti  hari ini😊😊


__ADS_2