Bunga teratai

Bunga teratai
(22)


__ADS_3

waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, kedua orang ini tepar duduk di bangku karna sudah lelah membersihkan seluruh toilet di kampus mereka.



" ini sudah malam apa kau tidak pulang cumi kering?" tanya arron pada Laras


" tentu saja kodok ijo bodoh, siapa yang mau tinggal disini!"


" dasar cumi kering tidak tau trimakasih sudah baik di tanyai malah emosi, sudah aku mau pulang"


arron mulai pergi, akhirnya Laras mengekori arron dari belakang. mereka berpisah karna arron pergi ke tempat parkir, Laras menuju ke depan kampus mereka.


Laras menunggu angkutan umum tapi tidak ada satupun yang lewat.


Laras bukan anak orang kaya, bahkan ia anak yatim piatu sejak kecil sudah di tinggal kan kedua orang tuanya, dulu masih ada neneknya yang menjaga nya tapi sekarang nenek nya juga sudah pergi menuju ke tempat orang tuanya.


ia tinggal sendiri, menghidupi diri sendiri dengan kerja paruh waktu di beberapa tempat, ia bisa kuliah di tempat terkenal seperti ini karna beasiswa, Laras termasuk anak yang cerdas karna bisa mendapatkan beasiswa.


Laras menghela napas lagi,ia tidak menemukan angkutan umum apapun sedari tadi, ia berjalan kaki untuk pulang, nasib baik kalau ia menemukan angkutan umum lewat.


arron melajukan mobilnya keluar dari kampus itu, ia seperti mengenal seseorang berjalan itu, ia tau tapi ia heran kenapa Laras berjalan kaki pikirnya.


ia menghentikan mobilnya.


" hei cumi kering kenapa kau berjalan kaki?"


" apa kau tidak lihat tidak ada angkot di daerah sini kalau sudah malam!"

__ADS_1


ia melanjutkan jalanya menghiraukan arron yang menghentikan mobilnya, ia tidak mau meminta tolong pada musuh bebuyutannya itu, lebih baik ia jalan kaki.


" hei cumi kering naik saja ke mobilku aku akan mengantarmu"


" tidak perlu, kau duluan saja kodok ijo"


" tidak usah malu malu, ini gratis kau tidak perlu bayar"


" tidak kau duluan saja"


" ya sudah jangan menyesal"


" tu tunggu aku mau"


" dasar cumi kering, gengsian cepat naik ini sudah malam, aku juga lapar"


" aku juga, kodok ijo ayo kita makan bakso aku akan mentraktir mu"


" hei mana restoran nya"


" apa maksudmu kodok ijo, kita akan makan disitu" Laras menunjuk pedakang kaki lima yang jualan bakso.


" disitu?"


" kenapa orang seperti mu mana tau nikmat nya makanan makanan yang ada di pinggir jalan seperti ini"


arron terdiam ia memang tidak pernah memakan makanan yang ada di pinggir jalan seperti ini dari kecil.

__ADS_1


" kalau kau tidak mau kau pulang saja, dan trimakasih tumpangannya"


kata Laras karna arron diam saja, ia berpikir arron tidak mau makan makanan seperti ini, secera arron kan anak konglomerat kaya.


" siapa bilang aku tidak mau, dan jangan menyesal kau cumi kering karna sudah mentraktir ku"


" tidak aku tidak akan menyesal ,ya sudah ayo"


satu jam kemudian.


" aku menyesal mentraktirku, kodok ijo kau rakus sekali" kata Laras, ia heran melihat selera makan arron yang tidak pernah


seperti ini, ini bahkan sudah mangkok ke lima arron.


" ini enak sekali, bang satu lagi bungkus" kata arron.


Laras menepuk jidat nya sendiri melihat arron yang tidak berhenti makan dari tadi bahkan ia meminta untuk di bungkus?


saat Laras mau membayar makanan mereka, arron sudah membayar duluan ia bahkan membayar punya Laras sekalian.


" kenapa jadi kau jadi kau yang mentraktir ku kodok ijo? aku tidak mau berhutang pada mu!"


" lain kali saja kau membayar nya padaku cumi kering, sudah ayo cepat masuk mobil aku akan mengantarmu pulang"


" tidak usah disini sudah ada angkot"


" tidak baik anak perempuan pulang naik angkot sendirian malam malam, cepat naik jangan membantah"

__ADS_1


" kau baik juga kodok ijo"


" aku selalu baik, hanya kau tidak menyadarinya cumi kering"


__ADS_2