Bunga teratai

Bunga teratai
(2)


__ADS_3

Di lantai atas arron melihat adegan aqiya dan ayah nya  dengan pandangan sulit diartikan.


Aqiya menangis dan berlari ke kamar nya dan mengunci nya dia lalu duduk di tempat tidur nya sambil melihat pas poto diatas meja dan memegangi nya sambil menetes kan air mata.


" bunda knapa bunda pergi begitu cepat, bunda maap kan aku, maap kan aku bunda"



aqiya mengulangi kata maap terus menerus tanpa henti hingga kelelahan dan tertidur sambil memeluk poto bunda nya, pagi menjelang pelayan membangunkan nona muda nya.


" Nona muda anda di panggil tuan besar ke tempat kerja nya"


sambil tersenyum dan menutupi kesedihan nya.berharap ayah nya akan memaafkannya , aqiya keluar dan pergi ke tempat ruang kerja ayah nya sambil bertanya tanya, apa gerangan ayah nya memanggil nya biasanya ayah tidak pernah mau untuk melihat nya.


Sesampai nya di ruang kerja ayah nya.


" ada apa ayah? Memanggilku " ayah nya melihat.


" duduklah" kata ayah nya


" ayah akan mengirim kamu ke inggris untuk belajar, disana ada pelayan yang akan menjaga kamu kemana pun dan dimana pun. Dan ayah akan menunangkan kamu dengan anak kawan dekat ayah disana!"


Tidak pernah nya ayah nya berkata banyak tapi kali ini berkata banyak hanya untuk menyuruh nya pergi ke london?


Aqiya terdiam lalu berkata " ayah boleh kah aqiya menolak permintaan ayah?"


" turuti kata ayah jangan membantah" dengan nada keras ayah nya menatap putrinya tajam.


sambil menahan air mata nya aqiya bertanya."baiklah ayah kapan aqiya akan pergi? "



Setelah keluar dari ruangan ayah nya aqiya termenung di bangku halaman belakang rumahnya hari ini dia akan bersama kaka nya walaupun kaka nya marah.



Dia tetap akan selalu menempel pada kaka nya karna hitungan jam dia akan pergi keluar negri mungkin akan lama kembali. Arron keluar dari kamar nya dan melihat adiknya yg termenung di taman belakang dia tidak mempedulikan nya lalu berjalan ke ruang tengah .



Aqiya pergi menemui kaka nya karna dia tidak mau menyia nyiakan waktu nya  setelah sampai di ruang tamu.


" kaka ayo temani aku ke taman dekat sini" 


"tidak" kaka nya menjawab dengan tegas.


Aqiya tidak peduli dia harus pergi dengan kaka nya hari ini juga.


" kumohon ayolah kaka aku janji beberapa tahun ini atau dalam waktu yg lama aku tidak akan mengganggumu ka kumohon"


dengan memelas dan mata yang berkaca kaca aqiya memohon .heran dengan perkataan adiknya


" kau janji tidak akan menggangguku lagi?"

__ADS_1


Aqiya mengangguk . "Tapi hari ini kaka harus menuruti semua perkataan ku" dengan semangat aqiya menjawab,


agak heran juga arron dengan tingkah adik nya"baiklah" . Ahirnya mereka pergi ke taman aqiya menyeret kaka nya kesana kemari bermain wahana wahana yang tersedia di taman itu.



" kaka belikan aku eskrim?" Heran dengan tingkah adik nya yang tiba tiba memerintah dengan berani padanya biasanya hanya diam dan melakukan apapun yang ia minta. ia menjawab


" tidak beli saja sendiri"


aqiya tidak menjawab " kumohon" entah kanapa aaron tak bisa menolak permintaan aqiya hari ini.


" baiklah"


aaron pergi membeli eskrim untuk adik nya dan untuk nya, aqiya melihat punggung kaka nya yang menjauh untuk membelikan nya eskrim dan dia merasa sedih,  seandainya dia bisa menghabiskan waktu seperti ini selamanya dengan kegembiraan tanpa bentakan dan marah nya kaka nya dia pasti bahagia.



Nyatanya kaka nya mau melakukan nya karna dia tidak ingin lagi di ganggu oleh nya untuk selamanya, hatinya terasa tercubit mengingat dia akan pergi, tak terasa air matanya jatuh dan kaka nya datang, aqiya cepat\-cepat menghapus air mata nya agar tidak terlihat oleh kaka nya


" ini es krim mu" sambil menyodorkan es kri itu ke wajah akiya.


" triama kasih"


dengan senyum yang lebar aqiya membuka es krim yang di beri kaka nya. Hari ini aaron merasa ada yang aneh dengan sikap akiya kepadanya. Tapi dia senang kan selesai hari ini dia tidak di ganggu lagi selamanya?



Tidak terasa waktu sudah sore mereka kembali ke kediaman nya. Setelah itu mereka makan malam tanpa ada suara. Mereka makan dalam keheningan begitulah ayah nya selalu melarang bicara saat makan.



" kenapa kau mengikutiku"


dengan wajah kesal aaron membentak aqiya


" aku hari ini mau tidur dengan kaka bolehkah" arron menjawab dengan tegas " tidak" dengan kesal dia berjalan menuju ke kamarnya aqiya mengikuti arron.


" kumohon hanya malam ini aku berjanji kan setelah ini tidak akan mengganggu kaka lagi! Kumohon biarkan aku tidur dengan kaka malam ini saja"



dengan mata berkaca kaca dan hampir menangis aqiya meminta pada arron.


" menyusahkan saja, terserah kau saja"


aqiya senang sekali karna kaka nya mbiarkan nya tidur di kamarnya  setelah sekian lama di bahkan tidak memperbolehkan aqiya masuk ke kamarnya .



setelah itu aqiya masuk ke kamar kaka nya. Dan tidur di tempat tidur kaka nya. Arron juga mulai naik ke tempat tidur dia membelakangi adiknya. Aqiya menghadap ke punggung kaka nya dan melihat punggung kaka nya.


" walaupun kau marah padaku kaka, aku akan tetap memelukmu"

__ADS_1


dia melingkarkan tangan nya pada perut kaka nya dan memeluk nya erat, arron pura pura tidur dan tidak bergerak sama sekali dia merasa aneh dengan sikap adik nya hari ini dia bertanya tanya apa yang suda terjadi,



" kaka maap kan aku, maap kan aku karna aku kita bisa begini karna aku bunda pergi,"



sambil menangis aqiya mengira kaka nya sudah tidur, padahal kaka nya mendengar semua perkataan nya.



Arron terbangun dan melihat ke samping ternyata aqiya sudah kembali ke kamarnya. Ia bangun dan mandi dia lalu keluar dari kamar nya dia melihat kamar di sebelah nya. Yaitu kamar adik nya ia heran knapa semua pelayan sibuk mengatur baju dan dan peralatan lainya ke dalam kover dia melihat aqiya.


" kau sedang lakukan apa?"


Tidak biasanya dia bertanya pada adik nya dia juga heran " oh kaka kau sudah bangun aqiya akan pergi ke luar negeri"



aaron menjawab " baguslah kau menepati janji mu untuk tidak menggangguku lagi semoga kau tidak kembali"



aqiya terkejut segitu bencikah kaka nya pada nya.


Arron tidak sadar mulut nya mengatakan hal yang sangat jahat mulut nya bergerak duluan baru otak nya,


" aku harap kaka bahagia aku juga tidak akan mengganggumu lagi dalam waktu yang agak lama mungkin?"


Dia bergetar sambil meremas baju yang di pegang nya" baguslah" kata arron. Lalu arron keluar dari kamar adik.



Ayah dan aqiya serta arron telah sampai di bandara aqiya memeluk kaki ayah nya, ayah nya tidak balas memeluk dia diam saja, berbunyi pemberitahuan agar penumpang segera naik ke pesawat.



Aqiya sedih melihat ayah nya karna ayah nya masih membencinya dia beralih melihat kaka nya arron dia memeluk arron kuat.


" lihat. aku suda berjanji kan"


dia tertawa sambil mengeluarkan air mata aron menjawab dengan gumaman "hn"



lalu datang pelayan membungkuk kepada ayah nya meminta ijin untuk membawa aqiya pergi.


" Nona muda ayo kita berangkat"


pelayan itu menggendong akiya. Aqiya masih menangis tapi tidak mengeluarkan suara dia meliha kaka nya arron sampai bayangan kaka nya memgecil dan menghilang.


" arron ayo kita pulang"

__ADS_1


ayah nya menyuruh pulang . Arron tidak sadar ternyata air mata nya jatuh tanpa disadarinya. Benarkah dia senang adiknya tidak mengganggu nya selama nya?


__ADS_2