Bunga teratai

Bunga teratai
(9)


__ADS_3

sudah beberapa bulan berlalu setelah kejadian waktu itu. tapi Aqiya tidak menyerah juga. hari demi hari Aqiya selalu membuat Arron kesal , selalu mengikuti arron kemanapun Arron pergi , Aqiya melakukan itu untuk mendapatkan perhatian Kaka kembarnya itu ya itu arron.


 


kalau tidak Kaka nya akan menganggap nya tidak ada, ia bersikap bandel kata\-kata pedas yg dilontarkan arron ia sudah kebal, ia seakan menutup telinga, dan mendengar kata kata menyakitkan arron seperti angin lalu,


untuk Kaka nya tidak seperti Linda yg melakukan kekerasan pada nya arron dan ayah nya akan bersikap dingin dan cuek pada nya, seakan Aqiya tidak pernah ada di rumah itu, kadang kalau arron terlalu kesal ia akan melontarkan kata kata yg menyakitkan bagi orang\-orang yg mendengar nya.


 


ia hanya berharap ayah dan Kaka nya cepat berubah kepadanya, ia hanya ingin kasih sayang, tidak lebih, ia tidak ingin harta,.


kalau bisa memilih Aqiya lebih memilih hidup miskin tapi kaya akan kasih sayang.


daripada kaya tapi miskin akan kasih sayang.


malam ini hujan lebat dan beserta petir yang sangat keras, Aqiya takut ia berlari ke kamar Kaka nya, ia membuka pintu kamar Kaka nya ternyata terkunci, badan Aqiya bergetar karna takut,


ia menggedor kamar Kaka nya kuat,


" Kx arron buka pintu nya hiks kx arron Aqiya takut petir, kx arron hiks" Aqiya


menggedor pintu itu, tapi tidak ada tanda-tanda pintu itu akan terbuka.


arron di dalam mendengarkan musik memakai headset sehingga ia tidak mendengar teriakan aqiya dari luar.


 


kalau pun dia dengar apakah Arron akan membuka nya?


Aqiya duduk lemas di depan pintu kamar arron badanya bergetar, ia menutup telinga nya sendiri tiap kali petir itu datang, ia menangis berjam\-jam didepan pintu arron sambil memeluk lutut nya sendiri.



sekarang sudah tengah malam arron keluar dari kamar nya dan terkejut saat melihat Aqiya yg tertidur di depan kamar nya, ia terlihat sangat menyedihkan, duduk menutup kepala nya sendiri dengan lutut dan bahu nya.



arron mengangkat Aqiya menggendong nya menuju kamar Aqiya, ia menidurkan Aqiya sangat hati\-hati seakan kalau dia tidak hati\\-hati badan Aqiya akan hancur seperti kaca yg rapuh.

__ADS_1



saat arron hendak menyelimuti Aqiya, ia melihat jejak air mata pada aqiya, dan mata Aqiya sembab ia bertanya\-tanya kenapa Aqiya menangis di depan kamar nya.


sebenar nya arron sangat menyayangi Aqiya, tapi karna kejadian 9 tahun yg lalu, yg mengubah sikap arron pada aqiya.


ia juga sebenarnya tidak ingin seperti ini, tapi saat ia melihat wajah aqiya kejadian masa lalu akan teringat kembali dan itu membuatnya benci pada aqiya.


saat ini Aqiya masuk ke kamar arron dan tidur di ranjang Kaka nya, arron tidak peduli dengan apa yg di lakukan aqiya ia tidak peduli apa yg dilakukan Aqiya ,


Aqiya bosan ia melihat apa yg sedang di kerjakan Kaka nya.


Aqiya pergi ke dapur dan berinisiatip untuk membuat minuman untuk Kaka nya, ia membawa minuman itu dengan hati\-hati ke kamar kaka nya,


 


masuk ke kamar, Aqiya mendekati arron tidak sengaja kaki Aqiya tersandung meja belajar arron , gelas minuman Aqiya terlepas dari tangan Aqiya dan mengenai laptop arron.


 


arron terdiam dia menghela napas,


 


arron marah besar pada Aqiya. karna ia lelah sekali mengerjakan tugas yang sudah berhari-hari, dalam sekejap menghilang, ia tidak tau entah bisa diperbaiki atau tidak.


 


ia meluapkan kekesalan dan uneg uneg nya pada Aqiya dalam beberapa bulan ini.


" BISAKAH KAU TIDAK MENGGANGGU KU, LEBIH BAIK KAU TIDAK ADA DI DUNIA INI, GARA\-GARA KAU IBU MENINGGAL, DASAR KAU ANAK PEMBAWA SIAL "


 


arron terkejut dengan apa yg barusan diucapkan nya, lidah nya sangat lancar untuk mengatakan kata kata menyakitkan untuk Aqiya, sebenarnya ia tidak bermaksud mengeluarkan kata-kata seperti itu, ia hanya emosi karna tugas yg sudah di rusak Aqiya, yg sudah lama dikerjakan nya.


 


arron melihat Aqiya. Aqiya meneteskan air mata, dan melihat arron tanpa ekspresi, tetapi tatapan itu sangat menyedihkan menurut arron, air mata Aqiya terus mengalir,

__ADS_1


 


Aqiya menatap arron lama, lalu pergi tanpa mengucap sepatah katapun. arron sadar apa yg diucapkan nya ia juga ingin meminta maap pada aqiya tapi kata-kata itu tidak mau keluar dari mulutnya hingga Aqiya keluar berlalu pergi dari kamar nya.


 


arron menyesal dengan kata kata nya sendiri, ia tidak mengejar Aqiya ia merasa besok Aqiya pasti akan kembali seperti semula lagi, biasanya juga begitu pikir nya.


 


tapi ia salah Aqiya tidak menyapa arron lagi, tidak mengganggu arron lagi, tidak memasak untuk mereka lagi, Aqiya sering mengurung diri di kamar, dia keluar hanya waktu makan saja, Aqiya juga seperti itu pada ayah nya, rumah ini tidak terdengar suara Aqiya yg cerewet lagi.


 


arron sering mendengar Aqiya batuk\-batuk di kamar nya, tapi saat arron melihat aqiya, Aqiya tampak biasa\-biasa saja. seakan yg batuk\-batuk itu bukan dia.


 


sebenarnya arron sangat khawatir dengan aqiya, Aqiya sangat pucat kurus dan seperti mayat hidup, terkadang arron menyuruh pembantu untuk menanyai keadaan Aqiya, ia tidak mau karna ego nya terlalu besar.


dan Aqiya menjawab ia baik-baik saja pada pembantu itu, arron memperhatikan Aqiya, Aqiya sangat pendiam lebih sering sendiri, kalau tidak duduk di taman ia akan mengurung diri di kamar.


wajah Aqiya semakin hari semakin pucat saja, arron menyuruh pembantu untuk membawa Aqiya ke rumah sakit, tapi Aqiya tidak mau ia bilang ia baik baik saja.


tapi apakkah benar ia baik-baik saja?


 


hewan saja menginginkan kasih sayang orang tua nya, apalagi manusia yg sangat membutuhkan perhatian agar ia merasa berharga dan dibutuhkan.


 


mungkin batu di sungai memang keras tapi jika selalu terkena arus air, ia perlahan lahan akan menipis dan berlubang juga. apalagi hati, setiap hari disakiti masih tegar , tapi ada masa nya hati tidak bisa menampung kesakita itu, ia akan meluapkanya entah dengan cara marah atau diam.


 


jadi semasih ada orang yg menyayangi dan peduli pada kita, jangan di sia\-siakan.


dan jika sudah hilang rasa peduli nya pada kita, disitulah kita akan merasakan penyesalan yang tidak pernah terkira.

__ADS_1


 


__ADS_2