
hari ini Aqiya sangat senang karna hari ini ia mendapat hadiah ulang tahun dari Arga, yang langsung dikirimkan dari London oleh Arga memberikan kalung permata yang sangat cantik.
tapi ia tidak terlalu senang hari ini, mood nya buruk, beberapa hari ini Kaka nya dan ayah nya selalu sibuk, Aqiya berbosan ria di rumah, kadang dia iseng menelpon Arga, walau Arga sibuk setiap kali Aqiya menelpon dia akan langsung mengangkatnya.
ini sudah malam dari tadi pagi Aqiya tidak mendapatkan ucapan apapun dari ayah dan kakaknya, walaupun mereka kembar, ulang tahun pasti sama ia ingin Kaka nya duluan yang mengucapkannya.
seharian ini ia cemberut, hari sudah menunjukan pukul 7 malam tapi tidak ada tanda tanda ayah dan Kaka nya akan pulang.
ia duduk di sopa dengan berbagai macam cemilan,
ia sudah bertekad akan mencueki Kaka dan ayah saat pulang nanti.
ia heran apa Kaka nya lupa hari ini hari spesial mereka, atau Kaka nya tidak peduli dengan hal begituan.
" aku pulang" kata arron.
Arron heran tidak biasanya adik nya tidak menyapa nya, ia melihat Aqiya yang tidak peduli dan fokus melihat tv dengan wajah cemberut, dan menggembung karna makanan yang banyak di mulutnya.
" Aqiya aku pulang" kata arron sekali lagi mengeraskan suaranya agar Aqiya sadar dengan kehadiranya.
" hn " kata aqiya tidak peduli wajah nya masih cemberut.
arron heran kenapa lagi dengan aqiya, dan drama apalagi yang di mainkan adik kembar nya ini. ia berpikir pasti Aqiya marah pada nya, tapi apa kesalahannya?.
tidak lama kemudian ayah nya datang perlakuan Aqiya pada ayah nya juga sama, tidak menyambut ayah nya, tidak memeluk ayahnya, kalau biasanya jangan di tanya.
" dia kenapa?" tanya ferindra pada putranya.
__ADS_1
" mungkin kesurupan" kata arron santai.
"BRAKKK" suara meja di gebrak Aqiya, ke dua lelaki ini, terkejut Aqiya sangat seram pikir mereka, jika sudah seperti ini mereka tidak berani berbicara lagi.
Aqiya memang jarang sekali marah, tapi sekali marah dua orang arogan ini saja akan jadi pengecut di depannya.
" ayah, kx arron hari ini hari apa? " tanya Aqiya dengan ke dua lelaki ini.
mereka menjawab hari Sabtu bersamaan, itu membuat Aqiya makin cemberut dia tidak marah lagi, dan pokus menonton tv tidak menghiraukan ke dua orang ini, yang bertanya tanya pada nya.
ferindra mengingat ingat ini hari apa, dan dia terkejut juga takut pada putrinya karna seharian ini mereka tidak mengucapkanya, dan ia terlalu sibuk hingga lupa bahwa hari ini ulang tahun putra dan putrinya.
arron juga sama ia bahkan lupa dengan ulang tahun nya sendiri dan adiknya,
mereka mengucapkan selamat ulang tahun pada aqiya, dan ayah nya juga mengucapkan nya pada putra sulung kembarnya.
kedua lelaki ini berkeringat dingin karna sama sekali tidak mempunyai hadiah untuk Aqiya, arron memutar otak cerdas nya untuk menyelamatkan ia dan ayahnya dari Auman singa betina ini pikirnya.
" begini aqiya, hadiahnya Kaka akan membawamu jalan jalan hari ini, apapun yang kau minta akan kx arron turuti" kata arron.
" ayah akan memberikan Aqiya hadiah setelah Aqiya dan kakak mu, pulang jalan jalan ini masih rahasia" kata ferindra pada putrinya.
" Yeay trimakasih ayah, kx arron"
wajah aqiya berubah cerah seketika, ke dua pria ini hanya bernapas lega. ferindra menunjukan ibu jari nya pada arron dan dibalas Aron dengan menganggukan kepalanya, tanpa sepengatahuan Aqiya.
ferindra berterimakasih pada putranya karna sudah menyelamatkan hidup mereka dari Auman singa betina ini.
__ADS_1
" kalau begitu ayo pergi sekarang Aqiya tidak sabar lagi"
" baiklah" kata arron pasrah diseret adik kembar nya, yang sangat hiperaktif.
" ayah Aqiya pergi dengan kx arron ya" pamit Aqiya pada ayah nya.
" hati hati sayang"
sepanjang perjalan Aqiya berceloteh ingin menaiki banyak wahana dan makan banya makanan dan bermain sepuas puasnya, Arga hanya menjadi pendengar yang baik.
" Yeay sudah sampai," kata aqiya semangat
" pakailah masker ini Aqiya, aku takut kau akan alergi, karna banyak orang, takut nya ada yang memakai pakaian yang berbulu, dan berbenturan denganmu secara tidak sengaja"
" tidak mau Aqiya malas, sesak kx arron Aqiya Gx nyaman" Aqiya menolak.
" pakai atau tidak pergi" kata arron
" kata Kaka akan menuruti semua permintaan Aqiya, Aqiya Gx mau sesak"
Aqiya merengek pada Kaka nya, ia menarik narik tangan arron untuk segera pergi, tapi arron tetap di tempat seperti patung.
.
" pakai atau tidak sama sekali, ini demi keselamatanmu Aqiya jangan membantah" kata arron dingin.
" aku mau, tapi kx arron harus pakai masker juga, aku tidak mau memakainya sendirian"
" baiklah, sekarang pakai"
arron mengalah ia juga memakai kan mesker itu pada adiknya dan tentu saja memakai masker nya sendiri.
" baiklah mari kita bersenang senang"
teriak Aqiya keras, banyak orang melirik ke arah mereka karna teriakan aqiya yang sangat keras, Aqiya malu sendiri dan meminta maap, arron hanya menghela napas dengan tingkah adik kembar nya yang tidak bisa di prediksi ini.
__ADS_1