
ferindra menggendong aqiya ke ruang direktur, dan mendudukkan nya di sofa, ia memanggil asistenya untuk mengambil kotak p3k untuk merawat luka putrinya.
" uhg sakit ayah, pelan pelan"
" hn, kenapa kau datang ke perusahaan ayah tanpa memberitahu ayah terlebih dahulu?"
" aqiya hanya penasaran dengan perusahaan ayah, dan memberikan ayah surprise"
" kalau kau datang bilang sama ayah, biar para karyawan di sini memperlakukan mu dengan baik, dan juga lain kali jangan ulangi"
" maap ayah"
" hn ayah hanya tidak ingin kejadian ini terulang lagi"
" ayah Aqiya lapar"
" ia ayah akan menyuruh sekertaris ayah untuk membelikan mu makanan"
" beli yang banyak ayah"
" hn"
setelah beberapa saat kemudian makanan Aqiya sudah sampai, ferindra masih berkutat dengan laptop nya karna masih banyak pekerjaan.
" ayah, ayah tidak mau makan? Aqiya sudah makan banyak"
" tidak ayah masih kenyang"
ferindra melihat putri makanya seperti setahun tidak pernah makan pikirnya, ia makan sangat banyak, melihat putrinya makan membuat perutnya kenyang, ia tidak tau selera makan putri nya sangat besar tapi ia heran kenapa badan putrinya tetap saja kecil.
" ah kenyang nya"
ferindra hanya tersenyum melihat Aqiya, yang tidak ada anggun anggun seperti anak wanita yang lain. beberapa saat kemudian Aqiya sangat bosan hanya duduk dan menonton TV di ruangan ayah nya.
ferindra melihat putrinya sudah seperti cacing kepanasan tidak bisa diam.
" apa kau mau pulang Aqiya?"
__ADS_1
" iya ayah apa ayah masih lama?"
" hn ayah masih lama, ayah akan menelpon Kaka mu untuk menjemput mu kesini"
" trimakasih ayah"
" hn sama sama sayang"
Aqiya tertidur pulas di sopa menunggu Kaka nya datang. dan tidak lama kemudian arron datang.
" ayah aku akan membawa aqiya pulang"
" jangan bangun kan dia, kau gendong saja dia hati hati"
" baik ayah"
arron menggendong aqiya pelan takut membangunkan aqiya, yang sudah tertidur pulas, persis seperti anak kecil.
" ayah kami pulang dulu" kata arron pelan.
" hn"
karyawan perempuan yang melihat arron semuanya langsung bersemu merah saat melihat ketampanan anak direktur mereka.
mereka semua menunduk pada Arron, arron hanya biasa saja melihat hal itu, karna ia sudah terbiasa sejak kecil dengan perlakuan seperti itu. Aqiya masih tertidur pulas di gendongan Kaka nya.
Aqiya terbangun dan melihat ia sudah tidak lagi berada di ruangan ayah nya, tapi di kamarnya, ia menebak Kaka nya yang membawa nya pulang. ia bangun dan membersihkan diri.
dan ia hanya memakai pakaian santai hanya baju tidur, berlengan pendek karna disini sangat panas, sekarang ia tidak malu lagi memperlihatkan tangan nya pada Kaka nya dan ayah nya.
ayah nya sudah pulang dari perusahaan nya. kini mereka tengah menyantap makan malam.
" kx arron apa kau punya pacar? "
__ADS_1
" hn, tidak"
" kx arron ternyata bujang lapuk, Aqiya saja sudah mempunyai tunangan"
ferindra tersedak saat Aqiya mengatakan arron bujang lapuk, arron melotot pada aqiya, Aqiya pura pura tidak melihat.
" aku baru berumur 18 tahun kau juga sama, dan aku bukan bujang lapuk"
" apa bedanya? berarti kx arron jomblo, padahal wajah kx arron sangat tampan, aku hanya ingin Kaka ipar perempuan dari kx arron, atau ternyata kharisma kx arron sudah luntur sekarang"
kata aqiya makin mengejek Kaka nya,
" kalau aku mau Aqiya, rumah ini akan penuh dengan pacar ku, dan aku kasihan dengan mu nanti karna sampai tidak mempunyai tempat di rumah ini, karna sudah terlalu penuh dengan pacarku"
Aqiya melotot dan kesal karna jawaban Kaka nya.
". hahahaha"
ferindra tertawa melihat ke dua anak nya, yang bertengkar, ia tidak tau akan sebahagia ini sekarang, dulu ia bahkan tidak pernah tertawa, senyum pun tidak ia bersyukur sekarang dengan keadaan nya sekarang.
" Kaka mu memang bujang lapuk Aqiya, bahkan mau berkarat "
ferindra menimpali, karna ia sudah melihat wajah merengut Aqiya.
" benar ayah kx arron bujang lapuk hahaha"
Aqiya tertawa senang karna ayah nya membantu nya.
" terserah kalian saja" .
arron mengalah ia tidak mau meladeni ejekan Aqiya lagi, ia tau kalau ia ladeni, Aqiya akan kalah dan Aqiya akan menangis kalau tidak akan merajuk.
" hehe maap kx arron Aqiya bercanda"
aqiya meminta maap karna melihat Kaka nya sudah bermuka masam.
" hn"
__ADS_1