
akhirnya, Aqiya pulang dengan ayah nya. suasana jadi hening.
" kau hebat kawan bahkan ayah mu saja sangat baik pada calon menantunya" kata Reza memecah keheningan di antara mereka
" sudah ku bilang dia adik kandungku, kalian tidak percaya!" arron lelah menjelaskannya karna mereka tidak percaya.
" hahahha kau pasti bercanda kawan, kami sudah lama berteman dengan mu dan kami tidak pernah melihat adik mu itu, dan kalian juga memakai baju cople," kata Rendi.
" sudah jangan malu malu pada kami kawan, lagipula pacar mu sangat cantik kalian sangat cocok"
apapun yang dibilang arron pasti mereka tidak percaya," braak" meja di gebrak oleh laras.
" bisakah kalian diam, kenapa topik pembicaraan ini selalu tentang kodok ijo ini, membuatku kesal saja" kata Laras tiba tiba
" kau juga sangat berisik cumi kering, dan setiap melihat wajah mu membuatku mual saja, sudahlah aku mau ke toilet sebentar." kata arron.
arron berlalu menuju toilet, Laras masih emosi melihat arron, ia bahkan memelototi Arron sampai bayangan arron yang ke toilet menghilang.
__ADS_1
tidak lama ponsel arron berbunyi, mereka melihat ponsel arron yang berbunyi, dan mereka terkejut melihat wallpaper ponsel arron gambar wanita, yang baru saja pulang.
mereka tambah percaya, bahwa wanita itu adalah pacar arron.
sebenarnya wallpaper ponsel arron itu adalah ulah aqiya, ia yang mengganti wallpaper ponsel Kaka nya dengan foto nya, ia bilang bahwa Kaka nya sangat tidak berseni karna wallpaper hp Kaka nya hanya datar datar saja, seperti orang nya pikir Aqiya.
karna arron terlalu malas mengganti wallpaper ponsel nya jadi membiarkan saja foto adiknya yang ada pada wallpaper ponselnya.
tidak lama kemudian arron kembali ke toilet, dan Rendi bilang ponsel nya berbunyi beberapa kali, mereka tidak berani mengangkat nya. jadi menunggu orang nya datang saja.
arron memeriksa ponsel nya dan ia terkejut kenapa ayah nya menelpon beberapa kali, padahal mereka baru saja bertemu baru satu jam lebih pikirnya.
arron bergegas untuk pulang, karna keadaan sangat mendesak, padahal mereka belum bersenang senang, arron lalu pamit dan pergi.
Laras heran tidak biasanya wajah datar arron terlihat sangat khawatir, baru kali ini ia melihat ekspresi arron yang seperti itu, padahal musuhnya itu selalu mempertahankan wajah datar nya di depan banyak orang, walaupun keadaan mendesak, seberapa pentingkah bagi arron orang yang akan ditemui nya itu? .
arron mengemudi cepat, dan membeli obat dari apotik terdekat, ia menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sadar badan aqiya itu sangat lemah, dan bodohnya ia tidak melihat lihat minuman yang diminum adik kembar nya.
jika terjadi sesuatu pada adiknya ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri, ia heran kenapa tidak dia saja yang bertubuh lemah, kenapa harus adiknya?, kalau bisa ia ingin berganti posisi dengan adiknya, biar ia saja yang merasa kan sakit tapi jangan adiknya.
waktu sudah menunjukkan tengah malam ia masih di perjalanan, menuju rumah, ia sudah tidak sabar untuk melihat keadaan Aqiya, bagaimana kondisi nya saat ini pikirnya, sepanjang perjalanan ini ia hanya memikirkan adiknya hingga ia melihat gerbang rumahnya.
__ADS_1
kini arron sampai di gerbang depan rumah nya, ia masuk dan melangkah dengan cepat menuju kamar aqiya, disana ia melihat ayah nya yang memberikan minum pada aqiya.
Aqiya terlihat sangat lemah, bibir nya pucat akibat ia terlalu banyak memuntahkan makananya, arron berjalan mendekat
" apa kau tidak apa apa Aqiya?" tanya arron cepat
" tidak apa apa Aqiya tidak apa apa"
arron memberikan obat kepada ayah nya, dan ayah nya menyuruh Aqiya untuk segera meminum obat pereda mabuk dan muntah itu.
Aqiya meminum obat itu cepat, ia sudah lelah, karna energi nya sudah banyak terkuras akibat muntahanya itu. ayah nya menyuruh Aqiya untuk istirahat.
Aqiya hanya mengangguk karna ia juga sudah mengantuk dan juga lelah ia membalikan badanya dan menutup matanya, ke dua lelaki ini sangat khawatir biasanya suara cerewet Aqiya memenuhi rumahnya.
" cepat sembuh lah putri kecil ayah"
ferindra mencium kening putri nya, dan pergi dari kamar aqiya, ia menitipkan Aqiya pada putra sulungnya. karna ia juga sudah sangat lelah Karna jam sudah menunjuka pukul setengah 12 malam.
arron duduk di bangku belajar Aqiya, melihat adik nya tertidur entah apa yang ada di pikiranya sekarang.
__ADS_1
ia juga sangat lelah ia naik ke ranjang Aqiya, dan memakaikan selimut pada mereka berdua, arron memeluk adiknya erat berharap dengan seperti ini sakit adiknya akan berkurang.
ia menutup matanya berharap besok adik kembar nya sudah kembali sehat seperti semula, ia sudah cukup waktu Aqiya koma beberapa hari dulu, dan ia tidak mau hal itu terjadi lagi, cukup sekali saja batinya sedih.