Bunga teratai

Bunga teratai
(24)


__ADS_3

ini sudah 2 Minggu Arga tidak memberikan kabar sedikitpun pada aqiya, Kaka dan ayah nya juga sangat sibuk akhir akhir ini, ia kesepian, tapi ia tidak boleh egois untuk selalu berada di dekat mereka.


Aqiya duduk di sofa ia mendengar siaran tv, sambil mengunyah makanan, ada kecelakaan pesawat dari London menuju Indonesia pada 2 Minggu yang lalu, jantung nya tiba tiba berdegup kencang, perasaan Anya tidak enak.


ia sangat sedih mendengar berita duka itu, perasaan Anya juga menjadi tidak enak, ia menelpon Arga, tapi nomor Arga sama se kali tidak aktif, ia takut pada kemungkinan kemungkinan aneh yang di pikirkan Kanya.


tidak lama kemudia ia mendengar deru mobil yang mulai memasuki rumah besar nya, ia pikir ayah nya atau Kaka nya, ia pergi menyambut kedepan untuk melihat siapa yang sudah pulang.


arron keluar dari mobilnya menemui Aqiya, wajah nya terlihat gugup dan panik, perasaan Aqiya tambah khawatir di buatnya.


" selamat datang kx arron" peluk Aqiya erat pada Kaka kembar nya.


"Aqiya Kaka akan mengatakan sesuatu, padamu? tapi kamu jangan panik ya?" kata Arron khawatir sambil memeluk Aqiya

__ADS_1


"memang nya ada apa kx arron" kata clarisa mulai tidak enak dengan situasi ini


"arga, dia" kata arron ragu


" memangnya ada apa dengan kx Arga? kx arron" tanya Aqiya mulai tidak sabar dengan ucapan Kaka nya, sekaligus takut mendengar apa yang akan di ucapkan Kaka kembar nya.


" Arga dia, meninggal di dalam pesawat menuju kesini" kata arka sedih menatap adik nya.


" kx arron pasti bohong kan, ahahaha kx arron pasti bercanda kan?" kata aqiya menatap wajah Kaka nya berharap, itu semua kebohongan, tapi saat melihat Kaka nya diam tidak menjawab, ia takut dan menangis kuat.


" maap kan aku Aqiya" kata arron sedih melihat adik nya menjadi seperti.


" kx arron bohong hiks Aqiya tidak percaya" kata aqiya bersikeras, bahwa itu semua kebohongan belaka.

__ADS_1


" baiklah ayo kita pergi melihat nya" kata arron menarik tangan adik nya menuju mobil nya.


Aqiya masih menangis, ia bahkan tidak mau bergerak sama sekali dari tempat nya, ia takut bahwa yang di katakan Kaka nya benar.


arron melihat ke belakang adik nya sama sekali tidak bergerak dari tempatnya meskipun dia menariknya, ia menghela nafas sedih saat melihat ke adaan adik nya. ia menghapus air mata Aqiya, dan menggendong nya erat, dan memasukan Aqiya ke dalam mobil.


Aqiya menolak pergi, dan memberontak tapi Kaka nya tidak mau menuruti nya, ia tetap memasukan Aqiya ke dalam mobil, kali ini arron menyuruh supir yang mengemudikan mobilnya, karna ia tidak mungkin membawa mobil saat melihat aqiya yang memeluk nya erat.


selama perjalanan Aqiya masih menangis kuat, arron memeluk adik kembarnya sedih, kini mereka mulai memasuki gedung besar, Aqiya masih di gendong Kaka nya di belakang, ia bahkan tidak mau berjalan sendiri, dan meminta arron memeluk nya.


arron masuk ke ruangan itu, ruangan itu gelap Aqiya melihat sekeliling sambil sesenggukan, ia masih menangis, sekaligus heran kenapa dia dibawa ke tempat gelap seperti ini.


"kx arron hiks kenapa kita kesini?" tanya Aqiya akhir nya bertanya juga.

__ADS_1


arron menurunkan Aqiya, dan menyuruh aqiya, tetap disitu dan jangan kemana mana pesatnya, Aqiya menolak tapi arron langsung pergi meninggalkan nya.


berapa menit arron belum muncul juga, Aqiya mulai takut, karena Kaka nya lama sekali datang nya.


__ADS_2