Bunga teratai

Bunga teratai
(13)


__ADS_3

setelah pesawat mendarat dengan selamat, Arga langsung pergi menemui Aqiya, tanpa istirahat terlebih dahulu, karna ia sudah tidak bisa menunggu lagi.


 


sampai di rumah sakit ia langsung mencari ruang rawat Aqiya, ia melihat seorang lelaki mencium tangan Aqiya dan ia tidak senang, ia masuk ke ruangan itu, langsung memukul wajah arron keras.


 


arron tersungkur, ke lantai.


" hei apa apaan kau" tanya arron emosi, datang datang langsung memukul nya.


" kau yang apa apa an kenapa kau mencium Aqiya hah, dan kau siapa"


" kau yang siapa! aku Kaka kembar nya Aqiya dan kenapa kau memukul ku"


 


emosi yang sangat kuat akhirnya arron juga memukul wajah Arga keras.


 


Arga terkejut ternyata ini yang di bilang Aqiya Kaka yg tampan dan menyayangi nya, tidak jauh berbeda dengan nya yg judes dengan orang baru, dan dia dengan bodoh nya sudah memukul calon Kaka iparnya sendiri.


" maap kukira kx arron orang lain, aku Arga tunangan Aqiya"


" hn"


mereka diam saja, Arron tidak mau memperpanjang masalah,di saat seperti ini. ia sudah berterima kasih karna arga sudah menjaga adiknya di luar negeri.


kini mereka duduk termenung, Arga melihat keadaan Aqiya, ia tidak berpikir bahwa Aqiya sakit separah ini, Arga bertanya pada arron, dan arron menjelaskan sikaap nya pada aqiya, Arga emosi, tapi ia tidak melakukan kekerasan lagi.


 

__ADS_1


Arga berpikir setiap manusia pasti mempunyai kesalahan kan, jadi asal ia mau merubahnya menjadi lebih baik, kenapa kita tidak memaapkanya?.


arron pergi dari ruangan rawat itu, untuk memberikan Arga ruang untuk menemui Aqiya, kalau orang lain ia tidak akan membiarkan ya, tapi karna ini Arga tunangan Aqiya, dan yang sangat disayangi Aqiya, ia mengalah ia menitipkan Aqiya pada Arga.


Arga menciumi tangan aqiya, ia sadar Aqiya sangat kurus sekarang, ia dengan bodohnya mengira Aqiya selingkuh dibekang nya, padahal Aqiya sedang mempertaruhkan nyawa nya untuk bertahan hidup.


 


" Aqiya bangunlah kau ingin Kaka mu dan ayah mu menyayangimu kan?, mereka sudah menyayangimu dan menyesal atas perbuatan mereka, jadi bangunlah aqiya, kau tidak kasihan dengan kx Arga?"


 


Arga berkata lirih, ia mengeluarkan air mata tapi tidak bersuara, air matanya jatuh hingga mengenai tangan aqiya.


tidak ada jawaban sama sekali dari Aqiya, ruangan yang hening membuat, Arga tambah sedih ia mengecup dahi dan bibir Aqiya bergantian.


Arga berharap seperti cerita dongeng ketika sang pangeran datang mengecup bibir putrinya, putrinya akan sadar kembali. ia sadar ia bertingkah konyol, ia berpikir yang tidak tidak dengan mempercayai dongeng itu, tapi setidak nya ia sudah mencoba kan.


 


arron kembali,dari luar, ia sekalian membeli makanan untuk dirinya sendiri dan Arga.


arron melihat Arga memegang tangan adik nya erat, seakan tidak mau melepaskan nya walaupun ia sudah tertidur.


arron tidak membangunkan Arga , ia terlalu malas untuk melakukanya, ia hanya duduk di sofa, sambil mendengarkan musik.dengan earphone nya.


Arga terbangun dan melihat arron yang sedang duduk di sofa, arron menawarkan makanan pada Arga, dan Arga memakanya karna ia sudah sangat lapar, ia berangkat dari London tidak pernah menyentuh makanan sedikit pun.


 


ayah Aqiya datang Arga menyapa ferindra sopan, lalu mereka terdiam kembali dengan pikiran masing masing, tapi tujuanya sama yaitu memikirkan Aqiya.


 

__ADS_1


tidak kah kau mau cepat sadar Aqiya, 3 gunung es ini tidak akan cair sebelum kau bangun Aqiya. bahkan mungkin kalau Aqiya tidak pernah sadar lagi, dan membuka mata kembali, entah apa yang akan terjadi pada ke 3 lelaki ini.


" uhk sakit ayah, uhk"


Aqiya terbangun dan membuat terkejut tiga lelaki ini, mereka menghampiri Aqiya, arron memanggil dokter cepat.


" mana yang sakit sayang" tanya ferindra pada putri nya.


" sakit ayah,kx Arga,ahk sakit sekali dada Aqiya ayah, ayah tolong Aqiya ayah hiks , ini sakit sekali"


Aqiya menangis menahan sakit perindra mencium putri nya, berharap sakit nya akan berpindah pada nya, Arga hanya memegang tangan aqiya, ia memberikan ruang untuk Aqiya dan ayahnya.


 


dokter datang dan memberikan suntikan pereda nyeri untuk Aqiya, arron mengikuti dokter itu dari belakang.


 


jadi Aqiya dikelilingi pria tampan, dan ayah nya juga sangat tampan walaupun sudah berumur kepala 4, dan itu membuat wajah Dr wanita itu memerah.


Aqiya menangis, 3 lelaki ini panik bukan main, karna tidak tau apa yang harus mereka lakukan.


" ayah, kx arron, kx Arga, Aqiya sakit sekali hiks, hiks ini sakit hiks"


 


Aqiya memanggil satu persatu lelaki yang disayanginya, mengadu pada mereka, berharap sakit nya akan berkurang.


 


ketiga lelaki ini merasa bersalah karna tidak bisa melakukan apapun hingga Aqiya menangis sampai tertidur kembali, mereka panik lagi takut Aqiya, tidak akan membuka mata nya lagi, pingsan .


mereka mengira Aqiya koma lagi, dan memanggil dr untuk melihat keadaan Aqiya, dokter bilang Aqiya hanya tertidur karna kelelahan menangis dan efek dari obat yang baru di suntikan.

__ADS_1


mereka menghela napas, dan lega seketika.


__ADS_2