Bunga teratai

Bunga teratai
(23)


__ADS_3

waktu perjalan pulang ponsel arron berbunyi, Laras hanya diam.


" halo"


" iya Kx arron jalan pulang"


" tidur saja duluan tidak usah menungguku"


" hn baiklah kalau takut, tunggu kx arron sebentar, kx arron akan pulang cepat"


Clarisa menelpon arron karna sekarang hujan lebat dan berpetir juga, kenapa ia sampai lupa dengan adiknya, padahal ia dengan jelas melihat hujan sangat jelas.


arron menancap mobilnya cepat untuk mengantar Laras, Laras penasaran siapa yang di telpon arron, apakah gadis yang waktu itu? pacar arron kah batinya.


kini Laras sudah sampai ia turun belum sempat ia mengucapkan trimakasih, arron sudah melajukan mobilnya cepat.


hati Clarisa seperti teriris, sepertinya arron sangat mencintai pacarnya, benar juga ia kan musuh arron, kenapa harus sedih batinya berbicara.


tapi air matanya tetap saja jatuh ke pipi nya, bercampur dengan air hujan yang turun membasahi tubuhnya, ia tidak membenci hujan saat ini karna berkat hujan ini kesedihannya tidak terlihat orang lain.



arka menancap kan gas mobilnya cepat, beberapa menit kemudian ia sudah sampai di rumahnya ia turun dan berlari menemui Aqiya, kenapa ia sangat bodoh pikirnya, sampai melupakan adiknya.


Aqiya, duduk sambil menutup telinganya di kamar, arron merasa bersalah melihat nya. arron memeluk Aqiya erat, menepuk nepuk punggung Aqiya pelan.


Aqiya melihat Merakan ada yang memeluknya, ia membuka matanya, takut takut, dan memeluk arron kuat.


" maap aqiya kx arron lama datang nya"


" Aqiya yang minta maap, karna selalu menyusahkan kx arron, Aqiya sangat lemah dan penakut"


" tidak kau tidak menyusahkan bagiku, apa kau lupa dalam kata saudara tidak ada yang namanya menyusahkan, apa kau mengerti!"

__ADS_1


" hn, Aqiya mengerti"


" apa kau sudah makan?"


Aqiya mengelengkan kepalanya.


" kenapa tidak makan?"


" Aqiya menunggu ayah dan kakak pulang"


" lain kali tidak usah menunggu kami, Aqiya makan saja, oh iya Kaka membawa kan bakso untuk mu, Aqiya mau?"


" mau"


" baiklah ayo turun "


" gendong"


" kx arron tidak mau?"


" baiklah cepat naik bayi besar"


arron tidak kuasa menolak permintaan Aqiya, Aqiya naik ke punggung arron. ia memeluknya erat.


" kx arron menurut kx arron kenapa kx Arga tidak pernah menghubungi Aqiya lagi?"


" apa dia tidak pernah menghubungimu lagi" arron balik bertanya pada aqiya


" hn, sudah 3 hari kx Arga tidak ada kabar, ku telpon nomornya Tidak aktip"


Aqiya menelusup kan kepalanya di leher Kaka nya, ia menangis, karna arka merasakan tetesan air di pundak nya, tapi Aqiya tidak bersuara.


" mungkin dia sangat sibuk, apalagi Aqiya bilang ia sudah membantu ayah nya bekerja"

__ADS_1


" hn, Aqiya hiks hanya takut kx Arga tidak menginginkan Aqiya lagi hiks, tidak biasanya dia seperti ini hik hiks"


akhirnya pecah juga tangisan, Aqiya, sekarang arron mengerti kenapa adik kembarnya ini sering murung karna Arga toh.


" tidak mungkin, tunggu saja mungkin ia tidak sempat menghubungimu, kalau dia macam macam dan selingkuh di belakang mu, akan ku patahkan kaki dan tangan nya"


" hiks haha kx arron kejam sekali sama adik ipar nya"


Aqiya menangis sambil tertawa mendengar Kaka nya berbicara seperti itu.


" sudah berhentilah menangis, dan makan lah bakso yang Kaka bawa ini"


" tumben Kx arron bawa bakso?"


" ada cewek gila yang memberitahukan nya bakso ini enak, jadi kx arron membeli nya sekalian untuk mu"


" apa cewek gila itu pacar kx arron?"


" mana mungkin orang gila seperti itu jadi pacar ku, aku pasti akan ikutan gila sepertinya nanti" kata arron memerah


Aqiya hanya tersenyum penuh makna, melihat Kaka nya berbicara seperti itu.


" bakso nya sangat enak"


kata Clarisa


" hn makanlah"


tidak sia sia ia membelikan bakso itu untuk adiknya, karna ia tau kalau ia suka makanan itu, Aqiya juga pasti suka.


" lain kali kx arron beli lagi ya!"


" hn baiklah"

__ADS_1


__ADS_2