
ayah aqiya hari ini pulang kerumah mereka, mereka kumpul di meje makan, aqiya bahkan tidak menyapa ayah nya, saat ayah nya datang, biasanya ia seperti monyet besar bergelantungan di badan ferindra.
dia tidak peduli walaupun selalu di marahi oleh perindra, kini ayah Aqiya heran karna ini pertama kalinya Aqiya tidak menyapa nya, dan Aqiya pendiam sekali bahkan satu patah katapun tidak keluar dari mulutnya.
ferindra memperhatikan wajah Aqiya yg tampak sangat pucat, "kreek" bunyi meja terdengar menandakan bahwa Aqiya sudah selesai memakan makananya.
ia pergi dari ruang makan itu tanpa pamit kepada mereka, ia bahkan hanya sedikit menyentuh makananya.
" arron sebenarnya Aqiya kenapa, hari ini dia agak berbeda" tanya ayahnya pada arron.
arron menjawab apa yg terjadi beberapa hari yg lalu, ferindra hanya diam dia sama sekali tidak berkomentar.
" tuan tolong tuan nona muda terjatuh dari tangga"
teriakan dari pelayan itu membuat mereka terkejut, Arron berlari menuju tempat Aqiya, Aqiya masih sadar tapi darah keluar dari mulut dan kepalanya.
arron terkejut ia takut melihat keadaan Aqiya, ia menggendong Aqiya menuju mobil, ferindra memanggil supir dengan tergesa gesa.
jantung ke dua orang ini berpacu dengan cepat, baru kali ini mereka takut kehilangan Aqiya , arron memasukan aqiya ke dalam mobil ia membuat kepala Aqiya bersandar di paha nya, ayah nya berada di kursi depan, di samping supir.
darah terus keluar dari mulut Aqiya.
" kx arron uhk, kenapa? kenapa menyelamatkan Aqiya?" tanya Aqiya dengan susah patar darah terus keluar dari mulut nya setiap kali dia batuk.
__ADS_1
" kau diam saja Aqiya, sampai kita sampai kerumah sakit kau harus membuka mata mu, jangan pernah menutup nya" kata arron
ferindra mengepalkan kedua tangan nya, entah apa yg dipikirannya.
" ukh kx arron apa kau ingat perjanjian ukh kita dulu, ukh ukh aku berjanji tidak akan mengganggu Kaka sewaktu Aqiya pergi ke London"
arron mengelap darah Aqiya yg terus keluar.
" sudah jangan dibahas yg penting jangan sekalipun tutup mata mu"
" PAK TOLONG BAWA MOBILNYA LEBIH CEPAT" teriakan arron sangat keras. ia takut, sekarang kehilanga Aqiya.
Aqiya sangat sayang kx arron hiks dan ayah, sayang sekali uhk. Aqiya janji tidak akan mengganggu ayah dan kx arron lagi selamanya uhk hiks. sekali lagi hiks Aqiya minta maap ayah kx arron uhk, gara gara Aqiya ibu meninggal mungkin memang Aqiya hiks hiks anak pembawa sial hiks"
arron menangis mendengar perkataan aqiya, bahkan ferindra yang keras pun meneteskan air mata nya dalam diam.
" tidak kau tidak akan kemana-mana, kau akan tetap disini, kau bukan pengganggu, dan juga anak pembawa sial. kx arron minta maap atas ucapan kx arron yg tidak baik padamu tapi kx sayang padamu, jadi jangan pergi kemana -mana oke" Aron berbicara dengan cepat sambil menangis.
" ayah juga sayang padamu Aqiya" kata ferindra, Aqiya mendengarnya, dan ia sangat senang ia bahkan masih sempat tersenyum meski ia menahan sakit yg luar biasa.
" kau dengar Aqiya ayah juga sayang padamu, jad kau harus bertahan ya hiks kau harus bertahan, kita akan mulai kembali dengan kehidupan yg menyenangkan, ya?"
tidak pernah arron berbicara sepanjang ini pada aqiya, Aqiya sangat senang. ia sempat melihat bayangan ibu nya yg melambaikan tangan kepada nya seakan dia mengajak Aqiya untuk pergi bersamanya.
__ADS_1
Aqiya terbatuk dan mengeluarkan darah lagi entah Sudak kebera kalinya.
" uhk uhk trimakasih ayah, uhk kx arron uhk, aku senang sekali, uhk kx arron ibu memanggil ku untuk pergi bersamanya uhk"
kata aqiya dengan susah payah ia mempertahankan kesadara nya, yang mulai menurun.
" AQIYA tetap buka mata mu kau tidak akan pergi ke mana-mana kalau kau menutup matamu aku tidak akan memaapkanmu Aqiya, tetap buka mata mu Aqiya, ya kx arron mohon, bertahanlah sebentar lagi sampai bertahanlah aqiya." arron sangat takut ia bahkan tidak mau Aqiya menutup mata nya barang sedetikpun.
rumah sakit sudah semakin dekat,
" kx arron, ayah, cium Aqiya di sini, uhk Aqiya ingin kx arron dan ayah ,mencium Aqiya uhk di sini uhk "
sambil menunjukan kening nya,
menyanggupi permintaan putri nya, ia susah payah mencium dahi Aqiya karna ia duduk di bangku depan.
setelah itu arron mencium Aqiya lama sekali hingga air mata nya menetes mengenai dahi Aqiya.
" kx uhk arron, uhk jangan menangis, uhk nanti jelek hehe uhk , Aqiya mengantuk kx arr" belum sempat Aqiya menyelesaikan kata-kata nya, ia sudah kehilangan kesadaranya.
arron menepuk-nepuk wajah Aqiya pelan tapi tidak ada resfon sama sekali, bahkan bahkan detak kan nadi Aqiya saja mulai melemah, arron memanggil suara Aqiya keras ia takut, kali ini bahkan lebih takut, karna badan aqiya mulai mendingin,
jantung nya berdetak dengan kencang, ia berteriak memangil manggil nama Aqiya berharap Aqiya membuka mata nya, ia sangat takut orang yg disayanginya pergi meninggalkannya lagi, cukup ibu nya saja jangan Aqiya juga .
ferindra menyuruh supir nya untuk melaju lebih kencang, ia bahkan mengancam sufir itu kalau anak nya tidak sempat diselamatkan, sebelum sampai ke rumah sakit.
__ADS_1