Bunga teratai

Bunga teratai
(12)


__ADS_3

 


cklek suara pintu terbuka, arron melihat ayahnya masuk,


 


" Arron pulanglah, biar ayah yg menggantikan mu menjaga Aqiya"


" tidak, aku tidak akan pergi kemana-mana"


 


ferindra menghela napas,


 


" setidaknya pulanglah dulu, ganti bajumu, kau lihat bajumu di penuhi darah, dan kau perlu mandi juga"


" tidak ayah aku tidak mau pulang, aku akan tetap disini, kalau ayah lelah ayah pulang saja"


ferindra menghela napas kedua kali nya, ini yg tidak dia sukai pada diri anak sulungnya, ke keras kepalanya itu, yg mirip dirinya.


" baiklah ayah pulang dulu, nanti ayah akan mengirimkan perlengkapanmu kesini"


"hn"


 


ahirnya ferindra mengalah, ia tidak mau berdebat dengan anak sulung nya yg keras kepala.


sudah seminggu berlalu tapi keadaan Aqiya, tidak berubah sama sekali, ia masih setia dengan mimpi indah nya, dan enggan kembali.


 


Arron dan ayah nya masih setia menunggu Aqiya, arron bahkan tidak pernah pulang kerumah, ia tidak pernah masuk ke kampus lagi.


 


ia malas melakukan apapun ia hanya diam menunggui Aqiya sadar, ia juga terlihat kurus, dan juga tidak napsu makan.


ferindra yg sekarang juga jarang kekantor nya, ia lebih sering menjenguk putri bungsu nya di rumah sakit, berharap putri bungsu nya membuka kembali mata indah nya kembali.


disisi lain Arga mengurung diri nya di kamar, karna Aqiya tidak pernah menjawab telpon nya, ia curiga bahwa Aqiya tidak mencintai nya lagi dan pergi dengan pria lain.


 


" ayah Arga bertanya kepada pelayan, dimana Arga"


 


ayah Arga baru pulang dari perjalanan bisnis, nya, dan ia mendengar kabar dari asistennya bahwa Arga tidak pernah lagi masuk kerja.

__ADS_1


ia heran ini pertama kalinya Arga tidak disiplin dalam pekerjaanya, pasti terjadi sesuatu pikirnya, ia cepat kembali untuk melihat keadaan Arga. karna ia sangat menyayangi putra semata wayang nya.


 


" maap tuan sudah beberapa hari ini tuan muda, tidak pernah mau keluar kamar, ia mengunci dirinya di kamar, dan menolak untuk makan" kata pelayan itu.


" kenapa lagi dengan anak itu"


ayah Arga menghela napas dan menuju ke kamar putra semata wayang nya.


" Arga buka pintu nya, ayah mau masuk"


Arga diam saja, padahal ia mendengar ucapan ayah nya.


" Arga Aqiya datang kenapa kau tidak mau melihatnya" ia membohongi Arga agar Arga membuka pintu nya.


 


mendengar kata aqiya Arga berlari membuka pintu kamar nya, dan zonk hanya ada ayah nya, seorang. dan tentu saja senyum jahil ayah nya tidak ketinggalan.


 


ia diam dan masuk lagi ke kamar nya, tapi ia tidak mengunci kamar nya, ia masuk ke dalam selimut menggulungnya , hingga ia sudah seperti kepompong, yg akan segera menjadi kupu-kupu,kalau Arga mungkin akan bertranformasi menjadi mumi, kalau tidak segera keluar dari selimut nya.


" ada apa Arga kau tidak pergi bekerja mengurung diri di kamar, apa ini karna Aqiya?" tebak ayah Arga.


" hn"


 


 


" jadi kenapa dengan aqiya? " tanya ayah nya sabar.


ayah Arga memang selalu memanjakan Arga sejak dari kecil, ia menjadi orang tua tunggal, menjadi ayah dan sekaligus ibu untuk Arga.


" Aqiya tidak pernah menjawab telpon ku lebih dari seminggu, aku merasa dia sudah mempunyai pria lain"


kalau dengan ayah nya atau Aqiya ia bisa berbicara panjang lebar, tapi kalau dengan orang lain jangan harap.


" kenapa kau berpikir seperti itu, kau tidak khawatir kalau Aqiya kenapa-napa,malah menuduhnya selingkuh"


Arga baru ingat bahwa Aqiya dan keluarga nya tidak terlalu akur, tapi karna perkataan Aqiya waktu pertama sampai dirumahnya bahwa ia baik-baik saja, ia percaya pada aqiya, tapi apa benar ia baik-baik saja.


Arga mulai takut terjadi sesuatu yang buruk pada aqiya, dan itu membuatnya takut. ayah Arga melihat ekspresi gelisah sekaligus takut di wajah anak nya, sudah beberapa tahun, ia tidak pernah melihat ekspresi itu lagi.


" kalau kau khawatir ayah mempunyai nomor ferindra telpon dia, tanya kabar Aqiya pada nya" kata ayah nya singkat.


Arga cepat-cepat menyalin nomor ferindra dari ponsel ayah nya, ia menelpon ferindra, dan ia terkejut dengan berita yang di berikan ferindra pada nya, dengan segera ia menutup telpon nya.


Arga terduduk lemas di ranjang nya, ia termenung.

__ADS_1


" ayah biarkan aku pergi ketempat Aqiya ayah."


" Aqiya kenapa Arga, dan kenapa kau berekspresi seperti itu" tanya ayah Arga heran, ia juga sangat menyayangi Aqiya seperti anak kandung ya sendiri.


" Aqiya masuk ke rumah sakit ayah, dan Sudah lebih dari seminggu ia masih tidak sadarkan diri, Arga bodoh sekali, di saat ia kesusahan aku malah menuduh nya selingkuh, aku takut ayah"


 


badan Arga bergetar karna ia , ia sangat takut kehilangan wanita yg di cintai nya.


 


ayah Arga hanya menepuk pundaknya, untuk menenangkan arga, ia juga terkejut mendengar kabar itu.


" baiklah kau bersiap-siaplah pergi ke Indonesia, ayah akan memesan tiket untuk mu. tenang saja selama ayah disini ayah akan mengurus perusahaan, kau pergilah cepat kemasi barang barang mu, temui Aqiya calon menantuku"


" trima kasih ayah" wajah Arga bersemu merah saat ayah nya bilang Aqiya menantu nya.


 


ia beres beres mengemasi barang nya dengan cepat.


 


sekarang ia sudah berada di pesawat yg sudah lepas landas, ia berharap Aqiya baik baik saja, dan cepat sadar kembali.


" tunggu aku Aqiya, kau tidak boleh meninggalkanku, sebelum aku"


 


kata Arga lirih, ia menguatkan hati nya, bahwa Aqiya akan baik baik saja.


 


teman arron heran kenapa arron tidak pernah datang ke kampus lagi, Ferry sahabat arron dari kecil, biasanya sahabat nya itu akan selalu ada di kampus dan tepat waktu,


 


kini ia dan teman temanya tidak mengetahui kabar dari arron. arron seperti menghilang di telan bumi kata mereka.


 


keluarga ferindra adalah pebisnis kaya, yg mempunyai lebih dari satu perusahaan, dan keberadaan Aqiya sebagai anak bungsu dari ferindra di rahasiakan dari publik.


 


mereka hanya tau bahwa anak dari ferindra hanya satu yaitu Arron. keluarga ferindra selalu menjadi sorotan media, hingga seperti selebritis, apapun yg di lakukan pasti akan di sorotan media, padahal mereka bukan artis.


 


hingga Arron merasa kesal karna banyak wanita yg selalu mengelilinginya, ia membenci wanita selain ibu nya dan adiknya tentu saja.

__ADS_1


di kampus arron sangat terkenal, di kalangan wanita, mahasiswa dan dosen, ayah nya adalah penyumbang dana terbesar di kampus itu, bisa di bilang dia yg mempunyai kampus itu.


sehingga membuat banyak wanita mengerumuninya bagai semut yg mengerumuni gula.


__ADS_2