
Arga kembali keruangan rawat inap aqiya, ia mendengar suara aqiya yg menangis keras. ia berlari dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" ini salah hiks ini salah ku gara-gara aku bibi meninggal, gara gara aku. kx Arga aku pembunuh hiks aku pembunuh"
aqiya menjambak rambut nya dan menangis histeris, Arga langsung memeluk Aqiya dan menenangkan nya.
kenapa tuhan memberikan cobaan yang begitu berat pada aqiya, ia berpikir kalau bisa di tukar lebih baik dia saja yg di posisi aqiya, pikir arga, karna ia tak sanggup selalu melihat Aqiya yg menderita setiaap saat.
Arga terdiam sebenarnya ini yang mau disampaikan arga, tadi malam melihat keadaan psikologis aqiya ia jadi tidak tega menyampaikanya.
" maap aqiya kx Arga tidak bisa membantu apa-apa, tapi kamu jangan terlalu sedih ya masih ada kx arga yang menyayangimu."
" maap aqiya, tapi kamu jangan terlalu sedih ya masih ada kx arga yang menyayang ngimu."
" sebenarnya ,bibi meninggal dunia, karna linda mendorong bibi dari lantai 2 saat aqiya menyelamat kan diri, dan ia hari ini akan di makam kan"
aqiya meneteskan air mata lagi, Sudak kesekian kali nya hari ini. Sambil menyalah kan dirinya sendiri.Arga merasakan sakit saat melihat aqiya yang menangis pilu.
" semua ini gara2 aqiya, ini salah aqiya hiks, bunda juga bunda pergi sekarang bibi hiks , akiya anak yang sial hiks, Ini semua salah aqiya."
Arga memeluk aqiya erat, bahkan sangat erat sehingga aqiya tidak bisa memberontak.
" aqiya dengar kan kata ka arga, itu semua bukan salah aqiya, bunda nya aqiya dan bibi memang sangat menyayangimu, sehingga ia rela menyelamat kan aqiya. Jangan sia siakan perjuangan mereka dengan aqiya yang seperti ini ingat, aqiya harus bersukur karna tuhan masih memberikan aqiya Untuk kx arga jaga, Jadi ka arga mohon jangan menyalah kan diri sendiri oke!"
Aqiya mengangguk, aqiya tersenyum karna arga yang miskin kata, akan cerewet jika aqiya seperti itu.
Keesokan hari nya aqiya datang ke pemakaman dengan arga di samping nya, ayah aqiya juga datang ke pemakaman . untuk orang yg terbilang sibuk dia datang menyempatkan diri itu sudah luar biasa.
Entah apa yang ada di pikiran ferindra melihat semua yang telah terjadi pada aqiya, tidak seperti ayah2 yang lain jika anak nya terkena musibah atau masalah, ayah nya akan siap untuk memberikan sandaran pada anak nya.
Aqiya sudah terbiasa dengan hal itu, ayah nya datang saja dia sudah senang Walau pun tidak dihiraukan oleh ayah nya, mungkin ayahnya datang untuk pormalitas saja.
" aqiya lusa kamu balik ke indonesia, karna sudah tidak ada yang mengurus mu disini" . kata ferindra sekali lagi mengingatkan Aqiya
Suara ferindra yang dingin tidak dapat di bantah, tapi beda dengan sikap aqiya ia mengangguk , sambil memeluk ayah nya, walau ayah nya tidak memiliki respon sama sekali.
Arga terdiam jika aqiya balik ke indonesia maka arga tidak dapat melihat aqiya dalam waktu yang lama.
Setelah kepulangan ayah aqiya ke infonesia. Aqiya melihat arga yang cemberut sambil duduk di taman melihat langit.
Aqiya memeluk arga dari belakang sambil menyandarkan kepala nya pada pundak arga.
" maap kan aqiya ka arga, karna harus pergi, aqiya akan datang berkunjung kapan2 jika ada waktu luang" .
__ADS_1
Arga masih terdiam tidak merespon kata2 aqiya, aqiya makin memeluk arga kencang
" aqiya mau memperbaiki hubungan keluarga aqiya hiks, hiks aqiya juga ingin selalu dengan ka arga, tapi aqiya berharap kali ini ayah dan ka arron akan memaapkan aqiya hiks, hiks hanya ini kesempatan nya hiks maap ka arga"
Arga berbalik dia paling tidak bisa mendengar suara tangis aqiya, arga menuntun aqiya duduk di pangkuan nya.
" baiklah ka arga mengijinkan aqiya pulang tapi kalau terjadi apa-apa bila ng sama ka arga, Ka arga akan jemput saat itu juga ya! Sudah jangan menangis lagi" arga mengelap air mata aqiya.
Arga memperhatikan wajah aqiya yang memerah karna habis menangis, ia mendekat kan kepala nya pada aqiya, aqiya terkejut tapi detik berikut nya dia menutup mata nya.
"cup" suara kecupan mereka terdengar, sarat akan kasih sayang dan perpisahan, Arga melepaskan ciuman nya.
" berarti 2 hari ini aqiya harus memenuhi keinginan ka arga apapun, oke sebagai kompensasi kepergian aqiya".
" mana ada kompensasi ka arga aneh-aneh deh"
dengan wajah memerah aqiya membantah perkataan arga.
Arga pergi sambil bermuka masam ia ngambek, aqiya terkekeh cemburu toh dari tadi, Aqiya memeluk arga dari belakang.
" aqiya selalu mencintai ka arga sangat cinta ka arga selamanya , tak ada orang yang dapat menggantikan ka arga satupun."
Arga tersenyum lebar
" jadi bagaimana dengan konpensasi nya?"
aqiya menghela napas " baiklah "
Arga terkekeh ia tau kalau aqiya tidak bisa menolak permintaan nya begitu juga dengan dia.
Keesokan hari nya di kediaman arga, aqiya terbangun di sebelah arga, mereka tidur seranjang karna rengekan arga dengan alasan konpensasi.
" pagi pacar manja ku"
__ADS_1
suara serak arga memecah keheningan itu ,
" pa pagi ka arga" aqiya gugup karna melihat arga sedekat itu.
Beberapa saat setelah mereka melakukan ritual pagi, alias cuci muka dan mandi seperti biasa, arga turun dan melihat aqiya memasak di dapur, arga memeluk aqiya dari belakang.
" ka arga tidak ke kantor," aqiya herang karna arga masih memakai pakaian rumah,
" tidak poko nya sebelum aqiya pergi aku akan menempel seperti perangko."
aqiya terkekeh mendengar rajukan manja arga, memang seperti itu sipat mereka berdua jika salah satu ada yang pergi, Yang di tinggalkan akan sangat manja, Begitu juga aqiya waktu arga pergi lama untuk dinas ke luar kota sipat aqiya kurang lebih sama.
Arga membenamkan kepala nya pada lekukan leher aqiya menghirup wangi tubuh aqiya dalam dalam, Arga sangat menyukai wangi alami yang ada pada aqiya. dan itu membuat Aqiya geli sendiri karna kelakuan Arga, ia jadi tidak fokus memasak.
Aqiya membalikan tubuh nya dan melepaskan pelukan arga, sebelum ada adegan yg tidak diinginkan.
" ka arga aqiya lagi memasak jangan ganggu".
Melihat tatapan garang aqiya arga menurut, ia tidak mau menanggung resiko jika singa betina itu marah, ia duduk di meja makan sambil memperhatikan aqiya.
" masak apa?"
" maap ka arga hanya nasi goreng aqiya lambat bangun."
arga menjawab tidak masalah, Beberapa menit kemudian masakan sudah siap dan sudah dihidangkan di atas meja arga langsung menyantap nya karna memang perut nya sudah lapar dari tadi minta di isi.
" hari ini kita akan kemana?" tanya Aqiya .
" terserah kau saja"
arga menjawab malas seperti tidak bersemangat, karna ia hanya ingin berdua dengan aqiya sebelum aqiya pergi kalau di rumah arga bebas melakukan apapun pada aqiya, Kalau di luar jadi susah, begitulah pemikiran arga.
( arga kau sangat mesum, author di lempar sandal jepit sama arga huhu😭😭)
Oke balik ke cerita dengan semangat aqiya meminta pergi ke taman bermain.
" kenapa taman bermain lagi dulu juga ke situ" protes arga.
" em iya juga, kalo gitu ayo ke mall aja nonton bioskop" kata aqiya semangat
" terserah kau saja"
__ADS_1