Bunga teratai

Bunga teratai
(11)


__ADS_3

tidak lama kemudian mereka sampai ke rumah sakit, arron menggendong aqiya, sambil berteriak untuk memanggil perawat.


 


ferindra dan Arron menuggu Aqiya yg sedang di tangani dokter, arron menunduk kan kepala nya, ia berharap Aqiya selamat dari mautnya sendiri .


setelah beberapa jam sang dokter keluar dari ruangan aqiya, ferindra dan Arron mendekati dokter itu cepat dan menanyakan keadaan Aqiya.


dokter itu membawa mereka ke ruangan yg khusus untuk membicarakan keadaan Aqiya.


 


"bagaimana dengan keadaan anak saya dok?" tanya ferindra tidak sabar setelah mereka duduk.


 


" begini pak, apakah anak bapak sering diperlakukan kasar, contoh nya kekerasan fisik?"


 


" selama bersama kami, kami tidak pernah sekalipun melakukan kekerasan pada anak saya, tapi ia tidak tinggal bersama kami selama sepuluh tahun ini"


" begini pak anak bapak, tidak dalam kondisi baik baik saja, anak bapak terlalu banyak menerima kekerasan fisik"


perkataan dokter itu membuat arron dan ferindra emosi.


" apa maksudmu dengan anak ku tidak baik baik saja!?"


" anak bapak mengalami luka bagian dalam yg parah, memar di seluruh tubuh nya sangat banyak, kami menduga anak bapak sering di siksa, sampai bertahun tahun, karna bekas nya yg sangat banyak, dan ada bekas baru dan yg lama,


 


dan kemungkinan anak bapak sering melakukan percobaan bunuh diri, itu terlihat dari pergelangan tangan nya yg bekas sayatan nya sangat banyak.


karna terlalu sering menerima kekerasan fisik, tubuh anak bapak sampai pada batasnya bahkan sampai ke bagian organ dalam.


 


dan anak bapak juga mempunyai daya imun yg lemah, ia juga terkena anafilaksis, yaitu alergi pada sejenis bulu.


 


kesehatan mental anak bapak juga sangat buruk, kami mohon kalau anak bapak nanti sadar, jangan banyak membebani dia masalah, kalau bisa berikan dia suasana yg menyenangkan. kalau tidak akan berpengaruh pada kesehatan mentalnya,


kalau begitu mari kami tunjukan luka yg ada pada anak bapak, supaya bapak percaya."


 


detak jantung arron dan ayah nya berdetak dengan kencang mereka tidak percaya fakta yg barusan mereka dengar.


 


mereka pergi ke ruangan Aqiya perawat itu menunjukan pada arron dan ayah nya luka yg ada pada aqiya.


 


ferindra menangis dalam diam, melihat luka yg diderita putri nya, bekas nya sangat banyak di bagian punggung Aqiya, ia menduga Aqiya di pukul dengan ikat pinggang dan semacam nya.


tubuh kecil itu menanggung beban yang sanga besar, dan mereka sama sekali tidak peduli, dan itu pukulan besar yang diterima ferindra.

__ADS_1


tidak berbeda dengan arron ia sangat terkejut saat melihat banyak sayatan di lengan Aqiya, ia tidak berani menduga sudah berapa kali Aqiya mencoba untuk bunuh diri.


kini ia mengerti kenapa Aqiya selalu memakai baju yg berlengan panjang hingga menutupi pergelangan tangan ya, dulu Arron merasa aneh saat Aqiya memeluk boneka yg sudah dilapisi plastik entah apa nama nya iya juga kurang tau.


sekarang ia mengerti maksud dari semua tingkah laku Aqiya.


 


ferindra keluar dari ruangan rawat Aqiya, dengan wajah emosi, ia memang tidak menyukai putri nya, dan selalu mengabaikannya, bukan berarti putrinya bisa dianiyaya dan ditindas oleh orang lain.


ferindra menelpon bawahanya, dan memerintahkan agar. cctp yg berada di London untuk mengirimkanya pada nya ia meminta data cctp itu di mulai dari 10 tahun yg lalu.


 


ferindra sengaja memasang cctp di rumah itu tanpa sepengetahuan Linda, ia hanya ingin mengawasi Aqiya dari jauh, tapi karna kesibukannya, dan juga terlalu percaya pada Linda, ia mengabaikan Aqiya.


ferindra bukan tidak menyukai Aqiya ia hanya tak sanggup melihat wajah aqiya yang sangat mirip dengan istrinya itu membuat nya selalu mengingatkanya pada almarhum istrinya, maka nya ia selalu mengabaikan aqiya, ia sadar sekarang perbuatanya salah.


 


arron mencium tangan aqiya, ia meneteskan air mata nya lagi entah sudah keberapa kalinya hari ini.


 


" hei Aqiya buka mata mu kau sangat senang ya disana sehingga tidak mau kembali?"


suara arron hanya di jawab dengan bunyi denyut jantung dari layar monitor di samping Aqiya.


ia mengingat kembali kenapa ia membenci Aqiya.


 


flashback 14 tahun yg lalu.


setiap pulang dari TK ia di jemput ibu nya,


 


" bunddaaa," teriakan aqiya yg cempreng khas untuk anak tk, ia berlari menuju ibu nya, dan meninggalkan arron yg jauh tertinggal di belakang.


arron sudah biasa karna tingkah manja Aqiya yg sangat kekanak Kanakan menurutnya.


arron kadang kesal pada aqiya karna ia selalu memonopoli ibu nya, dan ia merasa ibu nya juga lebih sayang pada aqiya.


 


wajar bagi anak anak ingin perhatian dari ibu nya, tapi selalu Aqiya yg di perhatikan ibu nya, setiap ia bertanya ibu nya beralasan ia adalah Kaka Aqiya dan dia juga seorang lelaki yang harus melindungi adik nya.


 


apa salah nya meminta perhatian kepada orang tua, toh walaupun ia laki laki, ia juga seorang Kaka tapi umur mereka masih sama, dan mereka lahir di waktu yg sama, jadi apa masalahnya dan itu membuat arron iri pada aqiya, karna perlakuan ibu nya tidak sama pada nya. sebenarnya ibunya sayang juga padanya.


setiap arron bertanya kepada ibunya, kenapa selalu Aqiya yg diperhatikan,


ibu nya menjawab, karna adikmu sangat lemah sayang, ia tidak boleh sedih, kalau tidak ia akan sakit, begitu kata ibu nya.


 


arron tidak mengerti dengan alasan ibu nya, dengan umur nya yg masih kecil, ia hanya tau ibu nya pilih kasih pada nya,walau begitu arron tetap sayang pada aqiya.

__ADS_1


 


apapun yg Aqiya minta, arron selalu menurutinya ,


hingga hari itu tiba, saat ayah nya keluar kota, ibu nya sudah melarang Aqiya untuk pergi ke jalan raya, dan ibu nya berpesan,tidak boleh jauh dari rumah tapi Aqiya bandel, tetap saja pergi.


arron dan ibu nya mencari-cari Aqiya, karna Aqiya pergi dari rumah, tanpa sepengetahuan mereka. di rumah mereka para pelayan sibuk mencari nona muda nya.


ternyata Aqiya mengejar anak anjing yg berada dekat dengan rumahnya, ia tidak sadar ia sudah berada dekat dengan jalan raya, ia lupa pesan ibu nya,


 


Aqiya mengejar anak anjing itu, anak anjing itu berlari ke tengah jalan , Aqiya mengejar tapi ia tidak melihat dari belakang datang mobil yang sangat cepat.


ibu nya berlari untuk monolong aqiya, ia mendorong tubuh kecil Aqiya ke pinggir jalan, dan naas akhirnya ibu nya meninggal di depan mata nya, menggantikan aqiya yg tertabrak oleh mobil itu.


 


dua anak kecil itu menangis memanggil ibu nya, yg sudah tergeletak di jalan dan bersimbah darah, orang orang mulai datang mendekat, dan melihat kejadian itu, ada yg merasa kasihan dan ada yg tidak peduli.


" Paman tolong selamatkan bunda ku hiks" kata aqiya pada salah seorang pemuda, akhirnya pemuda itu sadar dari lamunannya melihat kecelakaan itu, dan dia dengan sigap menelpon ambulan.


 


saat di perjalanan nyawa ibu mereka tidak tertolong lagi karna terlalu banyak kehilangan darah, ferindra kembali dari perjalanan bisnis nya dan melihat istri nya yg sudah tidak bernyawa.


 


setelah ibu nya dimakamkan arron menyalahkan Aqiya atas meninggalnya ibu nya. arron menyalahkan Aqiya, dan ayah nya juga berubah, setelah hari pemakaman ibu nya, ayah nya sudah bersikap dingin pada nya.


flashback ke cerita.


 


arron sadar sekarang kenapa ibu nya sangat memanjakan Aqiya,sangat protektif pada aqiya, apa yg diminta Aqiya pasti dituruti ibu nya, karna ibu nya tau kalau Aqiya fisik dan jiwa nya sangat lemah, aqibat mereka lahir kembar.


 


ia mengetahui nya dari dokter barusan, jika Aqiya sedih berlarut larut ia akan mencoba membunuh dirinya sendiri.


 


ia sangat tau bahwa ibu nya meninggal bukan karna Aqiya, ibu nya yg ingin menyelamatkan anak nya, dari maut, itu wajarkan bagi seorang ibu? .


 


ia hanya tidak bisa menahan kekesalannya saat melihat wajah aqiya, ia akan mengingat kembali apa yg terjadi saat ibu nya kecelakaan.


dan juga wajah aqiya sangat mirip dengan ibu nya bagaikan copy Anya, persis mirip, dan itu selalu mengingatkannya pada ibu nya,


kini ia sangat menyesal dengan tingkah laku nya yg tidak pernah baik pada Aqiya.


 


 


padahal dulu ia sudah berjanji di depan ibu nya, ia akan sangat menyayangi Aqiya, dan melindunginya dari apapun, tapi kenyataanya malah ia sendiri yang melukai Aqiya, ia mengingkari janji nya pada ibu nya.


 

__ADS_1


ia berharap Aqiya cepat sadar, agar ia bisa memulai kembali, dan merubah sikap nya kepada aqiya, ia juga akan menepati janji nya pada ibu nya, bahwa dia akan menjaga Aqiya selamanya.


" ku mohon bukalah mata mu Aqiya" kata arron lirih


__ADS_2