Bunga teratai

Bunga teratai
(6)


__ADS_3

"  KA ARGA TOLOOOONG"


teriakan aqiya menggema di lorong sepi itu, dan itu membuat preman itu marah, preman itu memukul wajah aqiya dengan keras.


(Aqiya)


   Rasanya sakit sekali, tidak dapat pergi dan melarikan diri dari ke 2 preman ini, Aku meronta ronta saat satu preman itu mulai melepaskan celana ku,


Aku berteriak meronta ronta sebisaku walau seluruh badan ku rasa nya sakit sekali, Ka arga kau dimana tolong aku, air mataku telah habis,sedari tadi menangis Pandangan ku mulai gelap aku takut takut sekali, Rasa nya mataku mata ku sangat berat Aku melihat bayangan seseorang yang mulai mendekat Tapi aku tidak mengetahui siapa itu .


Flas back


  Tiba tiba preman yang akan melepaskan celana akiya tersungkur, aqiya sadar tak sadar melihat bayangan seseorang yang memukul preman itu sebelum kesadaran nya menurun.


   Arga datang bersama polisi ia yg pertama memukul ke dua preman itu marah, dan polisi langsung menangkap ke dua preman itu.


     Arga berlari menuju aqiya, Ia melihat aqiya keadaan Aqiya yg sangat menyedihkan dengan baju robek, mulut berdarah dan lutut yg luka, Aqiya juga tak sadarkan diri


( arga )


    Aku melihat aqiya yang tergeletak di jalan dengan baju yang terbuka dan memperlihatkan baju yg robek , aku cepat,cepat menutupi nya dengan jas hitam ku.


   


     Aku memanggil nama aqiya, dan menepuk pelan pipi nya, aku melihat bibir aqiya yang berdarah, aku memanggil sopir dan mengankat tubuh aqiya menuju mobil, agar cepat di bawa ke rs.


   Di jalan aku sangat takut karna aqiya tidak mau membuka mata nya, ini salah ku karna aku tidak pernah bisa menolong dan menyelamatkanya.


Tanpa sadar aku menangis ke dua kali nya dengan kondisi dan tempat yang sama, dulu juga begitu.


     Aku memang bodoh, sadar lah aqiya kumohonPintaku, Aku melihat aqiya mengeluarkan air mata nya saat sedang tidak sadar, aku menghapus air mata aqiya sambil menangis.


Maap kan aku akiya aku yang tidak becus menjaga mu.


Flas back


Mobil arga sudah memasuki rumah sakit, Aqiya di bawa ke ruang gawat darurat. Arga menunggu di luar sambil berdoa agar aqiya tidak kenapa napa.


   Beberapa jam kemudian dokter berpakaian hijau itu keluar, Arga menghampiri dokter itu dan bertanya mengenai keadaan aqiya.


Dokter itu menjawab aqiya baik baik saja kemungkinan besok sudah sadar, tapi aqiya mengalami trauma pada apa yang telah terjadi, ia berharap arga selalu membuat aqiya senang jangan mengungkit apa yg terjadi agar aqiya tidak depresi, dan agar trauma nya hilang perlahan.


    Arga mengangguk dan mengucap kan trima kasih pada dokter itu, Ia masuk   ke ruangan rawat aqiya.


    Arga duduk di tempat tidur aqiya, ia mengelus wajah aqiya, dan mencium kening aqiya, setelah itu beralih pada tangan aqiya, dan menciumi nya berulang ulang berharap dengan sentuh hanya aqiya cepat sadar.


    Arga tertidur sambil memegang erat tangan aqiya. Arga tersadar karna teriakan aqiya yang menggema di ruangan


" PERGI JANGAN DEKATI AKU, PERGIII"


Arga langsung memeluk aqiya.dan mengelus penggung akiya sambil berkata.


   


" ini ka arga tenang lah aqiya tenanglah ada ka arga disini"

__ADS_1


aqiya berhenti memberontak dan menangis dia tidak berani melihat arga.


  " aqiya tatap mata ka arga!"


perintah dari arga Tapi aqiya tidak berani, Ia tidak sanggup karna ia merasa bersalah pada arga karna tidak menjaga dirinya, Ia merasa seperti penghianat.


    Aqiya menggeleng ,arga menangkup pipi aqiya agar melihat nya.


" bicara lah aqiya aku menghawatirkan mu kumohon bicara lah dan luapkan emosi mu, ceritalah jangan menyimpanya sendiri"


aqiya melihat tatapan sarat akan permohonan, Ia menangis


" aku hiks aku sudah kotor, ka arga boleh ko meninggalkanku aku rela ko karna itu semua salah ku hiks"


   Arga yang mendengar itu makin merasa sedih dan berkata


" aku tidak akan meninggalkanmu, dan kau tidak kotor kau malaikat ku yang di berikan tuhan untuk ku, Dan itu bukan salah mu Itu salah ku karna aku tidak menjaga dengan baik malaikat yang diberikan tuhan untuku, jadi jangan merasa bersalah karna hal itu iya! Dan aku meminta maap karna tidak datang dengan cepat dan membuat mu seperti ini." 


arga berbicara panjang lebar, karna Arga tau kalau sama Aqiya menjelaskan harus se detail - detail nya, kalau tidak Aqiya tidak akan puas .


  " ka arga kau  cerewet sekali! hiks "


arga hendak menjawab apa yang dikatakan Aqiya tapi ia dibungkam oleh pelukan Aqiya yg tiba tiba pada nya, Arga juga balas memeluk Aqiya . Arga tau aqiya sedang meluapkan perasaan nya lewat pelukan itu .



Aqiya melepaskan pelukan nya pada arga, dan mencium bibir Arga singkat. Aqiya heran karna arga pergi Menuju pintu keluar ruang rawat inap nya.



   " apa yang kau pikirkan pacar manja ku Jangan berpikir yang aneh aneh aku tidak akan meninggalkan mu sampai kapan pun apa kau dengar."


aqiya terkejut dan ia heran arga tau apa yang di pikir kanya.


  


" lalu ka arga ngapain ke depan pintu?"


" aku mengunci pintu untuk mensteril kan orang yang kucintai dari tangan2 yang menjijikan"


" mensterilkan apa?" tanya aqiya polos


" kamu" kata arga,


wajah Aqiya memanas dan memerah seperti tomat,.


" kx Arga nakal" Aqiya memukul lengan Arga


"apa yg kau pikirkan, aku hanya akan tidur sambil memelukku aku sangat mengantuk, apa jangan2 kau berpikiran kotor?. Aqiya sangat mesum" Arga berkata sambil terkekeh.


wajah Aqiya makin memerah karna mendengar perkataan arga, ia malu karna sudah berpikiran mesum.


" kx Arga jahat kx Arga menyebalkan aku benci kx Arga "


Aqiya kesal karna sangking malu nya ia membalikan badannya dari Arga dan tidur. Arga memanggil manggil Aqiya tapi Aqiya tidak menyahut, Aqiya pura pura tidur.

__ADS_1


Arga juga berbaring di ranjang pasien aqiya. ia memeluk Aqiya dari belakang, dan meminta maap pada Aqiya, Aqiya tetap diam hingga suara perut Aqiya mencairkan suasana yg kaku itu.


" hahhaha apa kau lapar Aqiya? suara perut lebih indah dari penyanyi yg pernah ku dengar" Arga mengejek Aqiya lagi.


" tentu saja aku lapar kx Arga sudah sehari lebih tidak makan, belikan aku makanan kx Arga mi ramen ya"


" baik tapi ada syaratnya kau harus memaafkan aku dulu dan jangan mengambil lagi"


Aqiya mengangguk dengan semangat karna ia sangat lapar jadi tidak mau ngambek lagi, lagian ia tidak bisa juga ngambek lama\- lama dengan arga.


Arga pergi membeli makanan keluar, baru beberapa menit suara pintu terbuka, Aqiya heran cepat sekali Arga datang datang pikirnya.


ia berbalik dan terkejut dengan orang didepan nya, ia heran seberapa ia terluka dan seberapa ia sakit nya, baru kali ini ia di jenguk ayah nya. ia senang tapi juga takut, takut ayah nya marah padanya.


ferindra berdiri kaku melihat Aqiya.


" ayah, ayah datang, apa kx arron juga datang kesini, Aqiya sangat senang sekali sudah lama Aqiya tidak melihat ayah."


Aqiya berbicara panjang lebar. ferindra hanya diam.


" hn kau hanya tau membuat masalah, tidak di rumah disini juga ia." kata ferindra dingin


Aqiya menunduk dengan dalam karna kata-kata ayah nya yg menyakitkan. seharusnya ia sudah terbiasa kan dengan sikap ayah nya pada nya? tapi tetap saja setiap kali ferindra berkata begitu hati nya tetap sakit , padahal ia mau bangun dan memeluk ayah nya.


disaat anak yg lain sakit ayah nya akan menghiburnya dan memberikan apa yg anak nya mau. tapi sangat berbeda dengan ayah nya.


" maap ayah, Aqiya minta maap karna selalu menyusahkan ayah, hiks"


tak terasa air mata Aqiya sudah keluar menggenangi pipi putih nya


" sudahlah lusa kau pulang saja ke Indonesia disini sudah tidak ada yg mengurusmu lagi, bibi mu sudah meninggal, Linda juga sudah masuk penjara, ayah masih sibuk ada urusan"


ferindra berlalu pergi tanpa mendengar persetujuan Aqiya. Aqiya terkejut dengan apa yg didengarnya, bibi yg menyayanginya dari kecil, bibi yg melindungi seperti ibu sendiri kini sudah tiada, ia ditinggalkan lagi oleh orang yg disayanginya,



dan dia merasa bersalah pada dirinya sendiri karna dia secera tidak langsung membuat bibi bya meninggal.



Aqiya menangis sangat keras dan menjambak rambut nya sendiri, ini sangat membuat dia terpukul atas kepergian bibi nya.


 


  


  


Jangan biarkan  lagi awan hitam yang membawa kesedihan untuk mu . Biarkan mentari yang menyinari dan menghapus awan hitam agar berubah dari kesedihan menjadi kebahagiaan.


hari ini kita bahagia, mungkin esok akan mengeluarkan air mata. tapi ingat kita hanya perlu membiarkan ia berlalu seperti roda kadang di atas kadang di bawah. Tidak perlu mengeluh karna itulah kehidupan yang sebenarnya. Jika kita sabar menghadapi nya. Kau akan merasa beruntung hidup dan bernapas  hari ini.


Tetaplah te rsenyum. Dan jangan lupa bahagia 😊😊😊😊😉


Mohon dukungan nya ya 😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2