Bunga teratai

Bunga teratai
(14)


__ADS_3

esok hari nya Aqiya, terbangun dari tidur panjang nya, dan ia bertingkah sangat manja pada lelaki tampan yang di sekitarnya. seperti saat ini.


" kx Arga ayok pulang"


" tidak" tidak balas Arga singkat.


" kx arron Ayuk pulang, Aqiya tidak mau disini tidak suka rumah sakit"


" tidak, kau masih belum sembuh total Aqiya, jadi harus tunggu sembuh baru bisa pulang"


kata arron panjang lebar


" kalian tidak kasihan padaku, kalian tidak sayang lagi padaku" kata aqiya merajuk


ke dua lelaki ini menghela napas, Aqiya sangat manja, dan sering merajuk setelah bangun dari sakit nya, tapi mereka tetap menyayanginya, bahkan lebih.


Aqiya membalikan badanya menghadap dinding, ia tidak suka di rumah sakit, ia membenci bau rumah sakit, tapi kedua orang ini tidak mengerti sama sekali pikirnya.


suara pintu terbuka, Aqiya merentangkan tangan nya , saat melihat ayah nya datang, ferindra memeluk putri nya, dan mengecup kening putrinya, Aqiya memeluk ayah nya erat sudah menjadi kebiasaan nya sekarang begitu.


" ayah Aqiya tidak mau disini, Aqiya tidak suka bau rumah sakit ini ayah, dan mereka tidak menyayangi Aqiya lagi ayah"


Aqiya mengadu pada ayah nya, dan ferindra menatap dua lelaki itu garang, arron dan Arga pura pura tidak tau.


" baiklah ayo pulang bersama ayah, ayah akan menyuruh dokter rutin untuk melihatmu "


" trimakasih ayah ayo pulang, tinggal kan saja mereka Weeee"


Aqiya ternyata masih kesal pada mereka, Arga dan arron hanya menunduk takut Aqiya tidak mau berbicara lagi padanya.


 


sepanjang perjalanan keluar rumah sakit, ferindra menggendong aqiya seperti bayi besar, itu permintaan Aqiya, ia tidak tega menolaknya, ferindra yang sekarang tidak bisa mengabaikan permintaan Aqiya, seperti dulu.

__ADS_1


 


semua orang melihat ferindra menggendong aqiya, dan dua lelaki tampan di belakang seperti bodyguard. semua orang merasa iri pada orang yang digendongan itu.


Aqiya tertidur di gendongan ayahnya, ia hanya ingin kasih sayang, yang ia tidak dapatkan , 10 tahun ini. Aqiya tertidur pulas digendongan ayah nya hingga mereka sampai ke rumah.


ferindra menidurkan putri nya di ranjang, ia menyuruh pelayan membuang barang yang ada bulunya, dan mengganti dengan yg baru.


ia tidak ingin putri nya tidak nyaman berada di rumah karna, hal itu.


ia juga melihat hasil cctp yang ada di London Kemarin. dan betapa marahnya ia saat Linda melakukan kekerasan pada putri nya 10 tahun ini.


ia menuntut Linda dengan dengan seberat beratnya, ia meminta pada hakim untuk memberikan Linda hukuman mati. dan juga seluruh bisnis keluarga nya akan segera di hancurkan ferindra. ia berpikir itu belum seberapa saat ia melihat bagaimana jahatnya Linda memperlakukan Aqiya disana, hingga putri nya sakit begitu parah, gara gara perbuatan Linda.


 


eskonya,arron pergi kuliah, ferindra mengurus perusahaanya yang sudah lama ditinggalkannya, saat Aqiya sakit. dan kini tinggalah Aqiya dan Arga.


 


" Aqiya rindu sekali pada kx arga"


kata aqiya bersemangat.


" bukankah kemarin kau bilang tidak suka lagi pada kx Arga?"


" tidak Aqiya hanya bercanda haha"


Aqiya makin memeluk Arga erat, tidak mau melepaskan Arga barang sedetikpun .


" oh benarkah aku tidak percaya"


" benar, Aqiya hanya bercanda, Aqiya sayang kx Arga dan mencintai kx Arga sebesar ini, bahkan lebih besar lagi " ( sambil merentangkan tangan nya)

__ADS_1


" hn kau tau aku sangat menghawatirkan mu Aqiya, kenapa kau berbohong pada kx arga, waktu pertama kali kamu datang kesini, kamu mengatakan baik baik saja, padahal tidak, apa kau tidak mempercayaiku lagi Aqiya, sehingga segala kesusahan mu tidak pernah mau kau bagi padaku" tanya Arga sedih.


" aku percaya kx arga, aku hanya tidak ingin kx Arga khawatir pada aqiya, dan membawa Aqiya pulang ke London, jadi jangan tidak percaya pada aqiya kx Arga"


 


mata Aqiya sudah berkaca-kaca ia hampir menangis, Arga yang melihat itu cepat cepat memeluk erat Aqiya.


 


" lain kali jangan ulangi lagi, kalau ada masalah ceritakan pada kx Arga, lusa kx Arga akan pulang ke London".


" kenapa kx Arga cepat sekali pulang, tinggallah lebih lama kx Arga, hiks baru saja bertemu Kaka sudah mau pulang"


Aqiya menangis ia merengek pada Arga agar menunda kepergiannya lebih lama, ia masih rindu pada Arga setelah beberapa bulan ini tidak bertemu dan secepat itu Arga mau kembali lagi?


" kx Arga harus menyelesaikan pekerjaan kx Arga yang belum siap" Arga mengusap air mata Aqiya lembut.


" pokok nya tidak boleh hiks, tidak boleh, undur lah setidak nya hiks seminggu lagi, kumohon hiks kx Arga"


Aqiya menangis kencang, Arga tidak tega melihatnya, tapi pekerjaannya sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


" baiklah kx Arga pulang seminggu lagi, kx Arga pulang untuk menyelesaikan tugas perusahaan yang ada di london, dan kalau sudah selesai tugas disana, kx arga akan pindah kesini dan bekerja disini"


akhirnya Arga menyerah juga, ia tidak bisa menolak permintaan Aqiya, kalau tidak dituruti, Aqiya pasti menangis dan merengek sampai ia menuruti keinginanya.


" benarkah?" tanya Aqiya senang


" hn"


"trimakasih kx Arga aku sangat sangat mencintaimu"


Aqiya mencium Arga lama, Aqiya berharap mereka selalu seperti ini, tidak ada masalah lagi, dan hidup dengan nyaman.

__ADS_1


Aqiya menyadarkan kepala nya pada bahu arga, dan Arga mencium pucuk kepala aqiya, mereka menghabiskan sepanjang hari ini menikmati kebersamaan mereka, dan sekali Gus menikmati indah nya sore ini


__ADS_2