Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
nine


__ADS_3

aku memilih datang terlambat, karena aku hanya akan berada di sana selama dua jam saja, party kali ini bertema sopan, ya, kerena party ini ada untuk menyambut mahasiswa al azhar yang sedang mengadakan study banding Di yale university.


Setelah berdebat dengan abraham kemarin, akhirnya ia memberiku izin pergi ke party ini, tapi ingat! penjagaan ku kali ini lebih ketat,kata abraham party adalah tempat musuh musuh berkeliaran, akan lebih mudah bagi mereka untuk mencelakakan ku, aku menyetujui ucapan abraham, tapi tetap mereka harus bersembunyi.


Aku memakai gaun panjang berwarna hitam, bagi ku gaun ini sangat elegan, dengan pungungku yang terespos, aku berjalan memasuki ruangan yang sangat besar, di sambut dengan detuman musik yang memenuhi seluruh penjuru ruangan.


Beberapa orang sudah ada yang mulai berdansa, ada juga yang bebincang bincang dengan mahasiswa dari cairo itu.Aku berjalan menghampiri meja elenor dan ketty.


" shanum, kau baru datang " sapa ketty, aku mengangguk saja tampa menjawab nya, pelayan menghampiriku memberikan jus yang dibawanya di atas nampan bundar.


" thanks" ucap ku, aku meminum jus yang sudah berada di tangan ku,


" kapan acara ini di mulai ?" tanya ku setelah meletakkan jus di atas meja


"sekitar satu jam lagi" elenor membalas ucapan ku sambil menunjuk ke arah seseorang, aku menoleh ke arah yang elenor tunjuk.


" kenapa ?"


" kita kesana yuk, aku ingin berkenlan dengan mahasiswa yang memakai baju biru itu " pinta elenor, ia menatap ku dengan penuh permohonan, tapi sayang aku tidak tertarik dengan ajakannya.


" ketty" aku memanggil ketty yang sedari sedang bermesraan dengan jonathan


" Yes shanum"


" Kau temani elenor ke tempat itu nya, aku malas kesana" pinta ku sambik menunjuk arah meja yang sedang di tempati mereka


" ok! ayo elenor" ajaknya


Aku memilih pergi ke luar sebentar, sebelum acara di mulai, aku ingin menikmati angin malam di campus.


Aku berjalan keluar seorang diri, dengan jus di tangan ku,sesekali aku meneguknya, untuk menyegarkan tenggorokan ku, angin kali ini sangat tenang, ia menyapu wajah ku dengan lembut, aku terus berjalan tak tentu mengikuti langkah kaki ku, entah akan membawaku kemana?.


" hay, siapa di sana?" panggilku, aku melihat seseorang duduk di kursi yang berada di bawah pohon, aku berjalan menghampirinya.


" laki laki ini lagi " bathin ku kesal, selalu seperti ini " ngapain ia ada di sini, bukan nya ada di dalam, ini kan acara untuk menyambut nya" kata ku dalam hati


" kenapa kamu ada di sini ?" tanya ku , aku duduk di kursi depannya


" kamu, bukannya kamu wanita yang membantu ku tempo hari ? dan kamu juga wanita yang menjadi pemandu kami bukan? " tanyanya kaget, seakan tak percaya kalau aku adalah orang yang sama, Aku mengangguk mantap, membenarkan perkataannya

__ADS_1


" kenapa kamu ada di sini?" tanyaku lagi


" aku tidak terlalu suka acara seperti ini" tuturnya " kenapa kamu juga ada di luar?" selidiknya pada ku.


" ingin menikmati angin malam saja " balas ku


" siapa namamu?"


" adnan"ucapnya " dan kau shanum bukan" tambahnya


" ya,"Balasku


"kamu muslim?"


" ya,,"


"kenapa?" Tanyanya


" tidak, hanya bertanya saja," balas ku


" aku masuk dulu tidak baik hanya berdua saja" ujarnya, aku hanya mengangguk saja


"boleh aku minta nomer atau alamat email mu, aku ingin bertanya sesuatu seputar agama islam, aku yakin kamu bisa


memberi jawaban yang memuaskan untuk ku, jika aku perhatikan kamu sangat taat Pada agama mu" jelas ku


" thank, aku hanya seseorang yang berusaha untuk menjadi muslim yang taat, ini kartu nama ku, kamu bisa bertanya apapun pada ku dengan menghubungi lewat alamat itu, selagi aku bisa menjawab nya aku akan menjawab nya, jikalau aku tidak tahu aku akan berusaha mempelajari nya lagi dan akan memberitahu mu jika sudah mendapatkannya" ujarnya, sambil memberikan kartu namanya, aku menerimanya lalu ku masukkan ke dalam tas ku. ia pergi masuk kedalam meninggalkan ku seorang diri.


" shanum,,,, ya ampun teryata kau di sini " elenor datang menghampiriku dengan samuel.


" ada apa ele?, acaranya sudah di mulai ?"


" akan di mulai ?" jawab samuel, ia menarik tangan ku dan ele untuk segera masuk,


" masuklah dulu " pinta ku pada mereka


" tenang aku akan menyusul kalian" tambahku saat aku melihat raut wajah samuel dengan penuh pertanyaan


"ele kau masuk dulu, aku akan berbicara pada shanum " pinta samuel pada ele, ele hanya menuruti ucapan samuel, ia masuk meninggalakan kami berdua

__ADS_1


" ada apa samuel? seharus nya kau masuk, bukannya diam di sini " Samuel menatap ku dengan lembut, ia seperti ingin mengatakan sesuatu.


" shanum, aku ingin mengatakan satu hal padamu, dan tolong pertimbangkan ucapan ku ini" ujarnya, aku mengeryitkan dahi ku tak mengerti apa yang di maksud samuel.


" shanum, aku tahu siapa kau sebenarnya, dan dari mana kau berasal, aku tahu! aku tahu semua tentang dirimu, sejak dulu aku memendam rasa ini, aku menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya pada mu, aku kira sekarang adalah waktu yang tepat " jelasnya, aku diam membisu tak mengerti ke mana arah pembicaraan samuel, tangan kecil ku berada dalam tangan samuel yang besar dan hangat.


" shanum, maukah kau menjadi ke kasih ku " pintanya tegas, mata ku membulat sempurna dengan perkataan terakhirnya,


" samuel,,, " samuel langsung menghentikan ucapan ku dengan tangan nya


" tidak shanum, kau tidak perlu menjawab nya sekarang,, aku tahu kau tak mencintai ku, kau mencintai sham bukan?" aku tambah membulat kan mataku, bagai mana samuel tahu tentang sham, siapa samuel sebernarnya? tak ada yang tahu tentang sham, kecuali keluarga ku saja, tapi, kali ini, samuel datang dengan membawa sejuta kejutan di hadapan ku


" pikirkan dulu shanum, tidak ada kah rasa cinta untukku ?" aku menggeleng pelan,


" baiklah, jika itu jawaban mu, kemarilah biarkan aku memeluk mu sebagai seorang adik" samuel menarikku dalam dekapannya, aku tahu ia kecewa, tapi samuel hebat bisa menutupi kekecewaan itu, walau aku masih penasaran dengan nya, bagai mana ia tahu semua tentang ku, tapi aku urungkan niat ku untuk bertanya dengannya.


" samuel aku sudah dua jam di sini, sebaiknya aku pulang saja, dan maaf tak bisa mengikuti acara ini sampai selesai" ujar ku


" baiklah, mau aku antar" tawarnya


" tidak, tidak perlu, kamu masuk saja, pasti ele sedang mencari mu " ucapku


" baiklah, aku akan mengantarkan mu sampai ke parkiran, tidak ada penolakan,setelah itu baru aku akan masuk" aku mengangguk, kami jalan bersama menuju parkiran, tangan samuel masih menggenggam tangan ku, kali ini aku membiarkan ia menggengam tangan ku, toh ia hanya menganggap ku seorang adik.


Aku melambaikan tangan ku pada samuel, ia masih melihat ku pergi menjauh meninggalkan universitas.


sebenarnya aku tidak tega, aku tahu ia sudah menujukkan sikap yang berbeda sejak aku masuk campus ini, tapi bagai mana lagi hati tak bisa di paksakan, cinta ku hanya untuk sham seorang, cinta ku sudah ter kubur bersama cinta sham di sana.


Masalalu yang masih melekat di hati, tak bisa hilang hanya tergantikan oleh waktu,


Air mata ku kembali mengalir, luka lama kembali mengukir di atas dasaran laut, seberapa kuat aku mencoba menenggelamkanya, ia akan kembali terapung.


Aku terdiam membisu membiarkan air mata ini jatuh sesuka hati,aku tak perduli tatapan orang.


Aku segera masuk apartemen dan membanting pintu dengan keras, yang aku ingin kan hanya menangis dan menangis dalam diam, sambil memeluk panda pemberian sham 3 tahun lalu.


Selamat membaca๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


semoga kalian menikmati ceritaku๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2