Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
Two


__ADS_3

flasback on


6 tahun yang lalu, NEW YORK CITY


pagi ini entah kenapa deddy menyuruh kami semua bersiap siap dengan rapi dan memakai pakaian yang sopan, setelah kami bersiap siap ded menyuruh kami semua berkumpul di ruang keluarga.


Akulah orang terakhir yang berkumpul di ruangan itu, aku memakai baju yang mungkin orang bilang jauh dari kata sopan, tapi bagi ku ini sudah sopan, jika di lihat di mana aku tinggal.


Bukan deddy namanya jika tidak menyuruh ku mengganti baju karena tidak sesuai dengan yang ded suruh.


" SHANUM,,,!! kau tidak mendengar perkataan deddy tadi ! " suara deddy terdengar tengah menahan amarah nya,


" yes ded, I listen, ini sudah sopan ded, oh ayolah ded jangan bilang kau menyuruh ku berpakain tertutup seperti yang di pakai mommy, come on ded ini bukan musim dingin"


" SHANUMMM,,,,,,,!!!!"


" OK, OK," jawab ku malas, aku kembali kekamar untuk mengganti pakaian yang seperti mommy pakai.


"Entah kenapa dengan deddy beberapa hari ini, aku seperti tak mengenal nya lagi, bahkan beberapa hari ini deddy sering menahan amarah nya karena sikap ku yang menurut nya tidak sesuai dengan yang deddy inginkan MENYEBALKAN !! kapan tamu deddy itu pergi dari sini, bosan aku, karenanya aku sampai tak sebebas seperti dulu" gruntu ku dalam hati

__ADS_1


aku kembali ke ruangan itu lagi setelah mengganti baju ku, kali ini aku memakai long dress berwarna pink kalem dengan blezer abu abu kalem, kali ini ku biarkan rambut ikal ku yang berwarna hazelnut terurai kebawah, rambut ku memang berbeda sendiri, karena rambutku perpaduan antara rambut mom yang berwana hitam pekat dan ded yang berwarna kuning ke emas emasan, bahkan mata ku pun berbeda, mata ku seperti mata grendma dari mommy, berwarna amber, warna mata yang bisa di bilang langka namun cantik.


bahkan hampir semua keluarga mommy yang berada di turkey mengatakan aku adalah duplikat grendma.


Benar grendama ku sangat cantik, walau aku tak pernah bertemu dengan nya tapi grendpa selalu menceritakan tentangnya padaku dan menunjukkan beberapa foto grendma saat muda, benar grendma sangat cantik bahkan aku terpana dengan kecantikannya, aneh nya tak ada satupun anak grendma yang mirip dengan nya, malah aku yang mirip grendma, yang nottabend adalah cucu' nya, aneh bukan?, tapi biarlah itu juga bukan urusan ku.


" pakailah ini " mom berjalan ke arah ku setelah aku duduk di samping abraham, mom menyerahkan syal berwarna abu abu,


" mom sekarang musim panas, mom tidak mungkinkan menyuruh ku memakai syal ini" tunjukku berusaha menghindar dari ide ide gila yang mom dan ded suruh sejak tadi


" mom tak menyuruh mu memakai syal, mom menyuruh mu memakai penutup kepala" mata ku membulat sempurna dengan perkataan mommy yang di luar dugaan ku.


" oh my god mom,,, "


Aku meraih penutup kepala dari tangan mommy dengan kesal, entah ada apa dengan deddy, yang tiba tiba berteriak dengan ku, bahkan abraham yang biasa nya marah ketika aku di ganggu dan di sakiti atau bahkan deddy yang akan memarahiku ia langsung membelanya, namun kali ini tidak, ia tampak acuh dengan semua yang terjadi.


" ok, karena semuanya sudah berkumpul, ayo kita segera berangkat ke masjid islamic cultural center "


" what,,,,?? are you okey ded??" pekik abraham, Kali ini kakak ku angkat bicara, padahal sedari tadi dia seakan tak perduli.

__ADS_1


" why son ?" tanya deddy


" ded, sadar apa yang barusan deddy ucapkan? apa aku yang salah dengar ?"


" tidak kamu tak salah dengar, dan ded sadar apa yang ded katakan barusan !! " Jelas deddy.


sedari tadi aku sudah bisa menebak apa yang akan deddy lakukan, dengan sikap deddy yamg berubah sejak beberapa hari yang lalu, di tambah hari ini,dengan pakaian mommy yang sama persis dengan teman kuliah ku yang beragama islam, Ok! aku paham setelah ini apa yang akan menjadi keputusan ded dan mom, dan aku berharap mereka tak memaksaku mengikuti jejaknya.


Ternyata dugaan ku benar pagi ini kami semua di buat shok dengan ucapan deddy dan mommy.


Ya kalian tahu! masjid kubah hijau ini, dan orang orang yang berada di sini, menjadi saksi bahwa adam james smit beserta istrinya memeluk agama islam.


Aku dan abraham hanya diam membisu, tak tahu harus berkata apa? walau ded dan mom tak memaksa kami untuk mengikuti jejaknya, tapi kami merasa asing berada di antara mereka.


Ditambah sikap abraham yang tiba tiba keluar meninggalkan aku yang masih diam membisu, namun akhirnya aku memutuskan untuk mendekat kearah mom dan ded,


" I sory ded, aku masih belum bisa menerima ini? " ucap ku dengan penuh penyesalan, aku tahu ini keputusan mereka berdua, sebagai seorang anak aku hanya bisa mendukung apa yang menjadi keputusan mereka.


" I know grils, ded tak akan memaksa mu mengikuti kami, biarlah waktu yang akan menjawab, biarkan semuanya mengalir seperti air yang mengalir" ucap deddy sambil memelukku, aku terisak dalam dekapan deddy, Dekapan yang slalu aku rindukan, dekapan yang slalu membuat ku merasa aman, dekapan yang slalu bisa membuat ku melepas ke gudahan dan kesusahan yang ku alami, entah sampai kapan aku bisa merasakannya.

__ADS_1


semoga suka 😊😊😊


Selamat membaca 😊😊


__ADS_2