
tiga hari shanum absen dari pelajarannya, karena sakit. beberapa kali juga adnan memintanya untuk pindah ke kamar nya, tapi ia slalu menolak, alhasil zainab, kk ipar adnan yang mengurus shanum di pesantren.
shanum terus saja menggigil, badannya tambah panas, zainab dengan tlaten mengganti kain yang menempel di dahi shanum, ia tidak tega melihat shanum begitu tersiksa, al hasil setelah mengganti kain, ia kembali ke dalem, ia mengatakan semua pada adnan.
Adnan yang mendengar itu semua segera pergi, masuk ke pesantren, sebelumnya ia meminta kakak iparnya, zainab untuk menyuruh santri masuk ke musholla, ia akan mengurus shanum sendiri.
Ia membawa shanum ke kamarnya, ia merawat shanum dengan telaten, mengusap tangan dan kepalanya dengan lembut, dan mengganti kain yang menempel di dahi Shanum.
" adnan, kita bukan mahrom, kenapa kamu menyentuhku" ucap shanum lirih
" diamlah shanum, kau akan menjadi istriku, biarkan aku merawat mu" jawab adnan pelan, sungguh hatinya merasa hancur, ketika mengatakan itu, sakit sekali hatinya ketika ia tidak bisa leluasa bersama istri nya sendiri.
" aku belum menjawab mu adnan" suara shanum yang lemah membuat adnan semakin tersayat mendengar ucapannya.
" shanum syakira smit, aku mohon terimalah, biarkan aku menjadi sahabat halalmu, hari ini juga, biar aku bisa leluasa merawat mu dan membimbing mu" mohon adnan.
" deddy tidak ada di sini adnan, mana bisa?"
" jika kamu setuju kita akan meminta restu nya dan nanti ada orang yang akan mewakili abi mu untuk mengucapkan ijab, jika kamu sudah sembuh kita akan melakukan ijab lagi bersama deddy mu" terang adnan, shanum nampak berpikir sebentar, lalu ia mengangguk setuju.
" al hamdulillah, tunggulah di sini aku akan mengatakan semuanya pada abi" shanum hanya mengangguk pelan, ketika adnan keluar ia kembali memejamkan matanya.
Dua jam lamanya adnan tidak kembali, hanya zainab, ummi dan sukainah yang ada di sampingnya.mereka bilang adnan sedang melakukan ijab qobul di musholla depan
" ya allah benarkah keputusan ku ini" bathin shanum, baru saja ia akan bertanya pada ummi, adnan lebih dulu datang dan masuk ke kamar.
Ummi dan yang lain memilih keluar memberi waktu berdua.
" boleh aku mendoakan mu dan mencium keningmu" pinta adnan
" ya, bukan kah itu salah satu yang di lakukan suami ketika sudah melakukan ijab qobul?" adnan mengangguk, lalu ia melakukan tugasnya.
" kamu sudah makan?" tanya adnan setelah mendoakan shanum.
" belum, lidahku terasa pahit adnan, aku tidak suka makanannya" jawab shanum jujur
" kau ingin makan apa? "
__ADS_1
" aku ingin sup daging"
" bagaimana jika besok, aku akan membuatkannya untuk mu, sekarang makanlah ini dulu! aku tahu agar tidak pahit"
" apa ?, jangan bilang kau ingin memberikannya lewat mulutmu," shanum menatap adnan curiga,adnan tersenyum nakal.
" tidak adnan! aku tidak mau, dan stop jangan melakukan hal menjijikkan itu, memang kau sekarang suami ku, tapi tidak dengan yang berlebihan, aku tidak mencintai mu adnan, jangan memaksaku, dan tolong bersabarlah sampai waktu yang tidak di tentukan, aku hanya menganggapmu sebagai sahabat tidak lebih " sarkas shanum
" ok, ok, aku mintak maaf, sekarang makanlah, aku tidak akan meminta lebih darimu, sampai kau yang memberikannya sendiri" jelas adnan.
adnan merebahkan shanum dalam pelukannya, ia masih bisa merasakan panas tubuh istrinya,
" walau aku tidak bisa memilikimu sekarang, tapi setidaknya kau sudah mau menerima ku" bathin adnan.
" adnan maukah kau bersabar sedikit saja pada ku, sampai aku benar benar bisa menerima mu seutuhnya?"
" aku akan bersabar dengan mu shanum, sampai kapanpun"
" dan berjanjilah jangan kau hianati kepercayaan ku, jika kau sudah mendapatkan ku seutuh nya ?"
π¬π¬π¬π¬π¬
Adnan sudah terjaga sejak jam 3 dini hari, ia tak membangunkan shanum, ia tahu shanum sedang ada tamu, jadi ia sengaja tak membangunkan nya, ia membiarkan shanum istirahat.
Matahari sudah menyusup dari sela sela jendela kamar, adnan menyibak horden agar udara dalam kamarnya berganti dengan yang baru.
Tapi ia tak tahu, jika sinar matahari pagi menerpa wajah shanum yang terlelap dan tentu sinar itu mengganggu tidur shanum.
" adnan, " sapa shanum.
Adnan tersenyum lalu duduk di samping shanum
" aku ingin ke kamar mandi, badan ku sudah lebih baik, sekarang aku akan mandi" ujarnya
" tidak usah, istirahatlah dulu sampai kau benar benar pulih"
" tidak adnan aku tidak suka tidur terus, itu akan membuat tubuh ku semakin sakit"
__ADS_1
" baiklah, tapi biarkan aku yang memandikan mu"
" what?? kau gila adnan" pekik shanum, ia kesal pada adnan dari semalam selalu memancing amarahnya.
" hay jangan berpikir aneh aneh shanum, aku tidak menyuruhmu membuka semua bajumu, aku menyuruh mu pakai sarung untuk menutupi tubuhmu,kau tinggal duduk di kursi, dan aku yang akan menyiram mu! aku yakin kau tidak akan kuat berdiri lama, dan kamar mandiku tidak ada bathtub," ucapnya.
" tidak ah, aku tidak mau, aku kuat melakukan sendiri"
" baiklah," jawab adnan pasrah.
Shanum bangkit berjalan ke kamar mandi di bantu oleh adnan, ia mendudukkan shanum di kursi lalu keluar lagi.
" shanum, aku akan kebawah untuk menyiapkan sarapan mu dulu " ujar adnan setelah menutup pintu.
"hmmm, "
Adnan membawa sarapan istrinya ke kamar, Terlihat shanum sudah segar, ia sedang menyisir rambut hazel nya.
" ini sup mu, yang kamu minta semalam, makanlah! biar aku yang menyisir rambut mu" pinta adnan, Shanum memberikan sisirnya pada adnan, lalu mulai me makan sup daging dan bubur yang di bawa adnan.
" shanum, nanti mom dan daddy mua akan datang" ujar adnan lalu meletakkan sisir di meja.
" jam berapa?"
"mungkin siang ini, kata abi beliau akan naik pesawat "
"hmm,, adnan aku ingin bercerita pada mu tentang satu hal yang harus aku kerjakan, karena ketika aku ke sini belum selesai perkerjaan itu" shanum berkata dengan hati hati.
" apa ? katakan pada ku, jika kau memang benar menganggapku ada di sisi mu! katakan apa pun itu sekalipun itu harus menyakitkan bagi ku" pinta adnan, shanum terdiam dengan ucapan adnan yang menusuk hati
" maafkan aku adnan karena aku masih belum menerima mu, tapi aku janji aku akan belajar menerimamu bersabarlah! percayalah aku akan mencobanya, karena aku tidak pernah melihat mu menghiati ku" ujar shanum, tapi tidak dengan adnan dalam hati ia terus meruntuki dirinya sendiri
" bagaiman jika ia tahu bahwa aku sudah membohonginya, kalau aku dengan nya sudah menikah sebulan lalu, dan bagaimana jika ia tahu bahwa semalam tidak ada ijab qobul seperti yang ia tahu" bathin adnan, ia memeluk tubuh shanum erat, ia benar benar takut jika suatu hari nanti semuanya akan ke bongkar.
maaf banyak salah tulisan
Selamat membacaπππ
__ADS_1