
semua orang tengah duduk di dalam kamar itu dengan tenang, setelah melihat ke adaan salma yang sudah membaik, terlihat mereka senang sekali.
shanum masuk setelah mengucapkan salam, ia mendekat ke arah salma yang masih terbaring.
"sebentarlagi salma akan sadar"ucapnya
" syukurlah" ucap zainab
" abi boleh, shanum pamit dulu, dan shanum ingin mengajak adnan pulang, ada sesuatu yang harus aku urus dulu" pinta nya
" pulanglah nak, kamu juga butuh istirahat, abi mengizinkan kamu pulang bersama adnan, dan biar adnan yang menjaga mu di rumah" jawabnya, shanum hanya tersenyum.
"adnan, tolong antarkan aku pulang" pinta nya
" ayo" ajaknya
Mereka pergi meninggalkan kamar ini bersama, tapi di tengah jalan seorang dokter muda,datang menghampiri shanum dan adnan.
" anda dokter shanum smit?" tanyanya
" ya " jawab shanum singkat
" saya dokter bedah yang seharus nya mengopprasi pasien yang anda opprasi tadi" jelasnya
" oh, opprasinya berjalan lancar, dan ya, anda tinggal mengecek perkembangannya saja besok, tidak usah kawatir saya tidak akan mengambil jatah anda yang harusnya anda miliki, saya hanya sebagai ganti anda, saya sudah menjelaskan semuannya, saya permisi dulu, saya masih ada urusan" jawab shanum sedikit ketus, ia menarik tangan adnan untuk segera pergi dari rumah sakit ini.
selama perjalanan pulang shanum hanya diam saja, ia tak mengeluarkan suara sedikitpun, mata nya fokus pada jalanan.
" adnan aku ingin mengambil hp ku, ada sesuatu yang harus aku urus " pinta shanum ketika mereka sudah ada di dalam rumah.
" ada apa shanum, kenapa kamu terlihat kawatir gitu?" tanya adnan curiga.
" tolong, izinkan aku mengambil hp ku, aku mohon " shanum terus memohon pada adnan,ia tak menjawab pertanyaan adnan.
" aku akan memberikan izin, tapi beri tahu aku alasannya, kamu berjanji akan memberikan alasan apa yang kamu inginkan jika itu melanggar peraturan" terang adnan
" sorry,, aku tak bisa memberikan alasan untuk sekarang, tapi aku janji suatu saat ketika aku sudah bisa percaya dengan mu seutuhnya aku akan mengatakan semua nya pada mu. I'm promise "
adnan, hanya bisa pasrah, ia tak bisa memaksa istrinya
"hmm,,, ambillah" ucap adnan
" thank you adnan, i promise, suatu saat kau akan mengetahui semuanya, whatever it"
Shanum segera berlari ke kamar adnan.
Dia mengunci kamar adnan, agar ia bisa leluasa menelpon abraham untuk mengatakan semuanya.
__ADS_1
setengah jam berlalu dengan cepat, ia menghabiskan waktu itu untuk menjelaskan semuanya pada kakaknya.
"adnan,,, " panggilnya, ia mencari adnan di ruang tengah tapi sang empu tidak ada,
Sepi,,, karena semua orang sedang berada di rumah sakit!
"ah sudahlah aku ke kamar mandi dulu, setelah itu aku sholat, baru aku akan membuatkan makan malam untuknya" gumam shanum, ia kembali ke kamar adnan lagi.
"seharian ini aku berada di sini, adnan tak menyuruh ku kembali ke pesantren, ia juga tak menyuruhku mengaji atau belajar, aneh aku disini untuk belajar, bukan untuk pindah rumah"
lirihnya pada diri sendiri sambil menyisir rambutnya yang masih basah karena keramas tadi.
" aku jadi tidak enak, apa sebaiknya aku segera minta tugas dari adnan, agar aku bisa segera pergi dari sini " gumamnya, dia bangkit dari duduknya lalu membereskan alat makeup nya yang beserakan di meja rias kamar adnan.
Shanum, berlari kecil menuruni tangga.
" shanum hati hati nanti kamu jatoh" suara bariton yang lumayan keras menghentikan langkah shanum.
" adnan, hmmm,,, kamu dari mana aja?"
" aku dari musholla, selesai sholat" jawab adnan
ia mendekat ke tempat shanum berdiri.
" kamu lapar?"
adnan mengernyit dahi, sambil meneliti wajah shanum yang terlihat segar.
" sepertinya ia habis mandi" bathin adnan
" kamu bisa memasak?" tanya adnan curiga
" tidak terlalu, hanya makanan ringan saja, itu pun aku belajar hanya untuk berjaga jaga ketika aku tinggal sendiri," jawabnya, mereka jalan bersama menuju dapur.
" ada apa saja di dalam kulkas ini?"
"aku tidak tahu, aku tak pernah masuk ke dapur selama di sini, baru pertama ini, itu karena kamu mengajakku" keluh nya
" hay,,, aku tak mengajakmu, kau yang mengikuti ku, " hardik shanum
" aku tidak mengikutimu, kaki ku saja yang mengikutimu,,, kamu memang tak mengajakku tapi wangi tubuhmu yang mengajakku" candanya
" menyebalkan, terserah kau saja, duduklah di kursi itu saja, biar aku yang memasak"
" siap istriku sayang" ucap adnan. shanum menoleh ke arah adnan cepat, Ia menatap laki laki itu tajam.
" apa yang kau bilang" sengitnya
__ADS_1
"apa? kenapa? kau tidak ingin menjadi istriku, padahal semua wanita menginginkan menjadi pendamping hidup ku" seru adnan dalam hati ia meruntuki dirinya sendiri karena ke bablasan.
",,," shanum tak membalas ucapan adnan, ia kembali mengambil bahan bahan yang di butuhkan untuk membuat nasi goreng, pasta dan salad.
" adnan aku tidak bisa membuat makanan indonesia, aku hanya bisa membuat makanan yang biasa aku buat ketika di new haven saja"
" tidak masalah, asal aku bisa makan saja" shanum hanya mengangguk saja.
" bahan bahan buat pasta kenapa kosong ?"
" kami tidak pernah makan pasta shanum"
"hmmm,,, di dekat sini ada supermarket tidak?"
" ada"
" baiklah,, mau tidak temanin aku membeli bahan bahannya?"
" jangan makan pasta, sedari sore kau belum memakan apapun, dan sekarang kau ingin memakan pasta, tidak! itu tidak baik.
Duduklah! biar aku Yang memasak" serunya
" memang kau bisa memasak, bukahkan tadi kamu bilang tidak pernah ke dapur, lalu bagaimana kau akan memasak?" Slidik
" aku hanya mengatakan tidak pernah ke dapurkan, bukan mengatakan aku tidak bisa memasak?" adnan menperjelas perkataannya
" menyebalkan, tidak! minggirlah ! biar aku yang memasak, kau pergi saja dari sini, aku akan memasak untukku sendiri, aku tidak akan memasak untuk laki laki menyebalkan seperti mu" kesalnya, ia mendorong tubuh adnan keras walau tubuhnya tidak bergeser sedikitpun, tapi adnan meraskan sedikit sakit karena dorongan tangan shanum, yang lumanyan kuat.
" kau marah, shanum,, apa kau mulai memyukaiku, jika ia aku akan mengatakan pada abi, untuk segera di halalkan bersama mu" goda adnan
"ADNAN ALI" pekik shanum kesal," pergilah jika kau tidak mau diam, atau aku yang akan pergi " sengitnya
" ok,, ok ,, aku akan diam, kau lanjutkan saja masakmu, aku akan duduk saja, tapi tidak ada pasta malam ini!"
Setelah acara perdebatan mereka, shanum akhirnya bisa menyelesaikan masakannya.
Mereka menikmati makanan itu dalam diam, hanya detingan sendok dan garpu yang menjadi musik di antara mereka.
" makanlan salad buah ini, tidak ada penekuk, jadi aku hanya bisa membuat salad saja" ucap nya sambil menyodorkan mangkok yang berisi salad.
adnan mulai mengerti makanan shanum sedikit.
" kau selalu makan dengan penekuk atau semisalnya ketika makan malam "
"hmmm,,,, tidak hanya malam saja ketika siang dan sore juga, aku tidak bisa jika hanya makan saja tampa ada makanan penutup, dulu aku pernah mencobanya untuk tidak memakai penutup, tapi setelah itu perut ku seperti di lilit, al hasil aku tidak bisa makan selama dua hari karena yeri, aku tidak tahu kenapa?, Jadi aku lebih memilih tidak memakan makanan berat jika tidak ada penutup" jelas shanum sambil menguyah saladnya.
adnan hanya diam ia kembali memakan salad yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Selamat membaca 😊😊😊