
" mom, shanum ingin berbicara sama mommy berdua saja?" pinta shanum setelah selesai makan
" ada apa shanum?" tanya elma
" ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan?" jawab shanum, sambil menatap mommy nya.
" ayo mom, ikut shanum ke kamar?
Shanum permisi dulu sama mommy" Ucap shanum.
Mereka naik tangga bersama menuju kamar adnan, shanum membuka pintu dan menyuruh mommynya masuk.
" mom, apa benar kecelakaan 9 tahun lalu itu, di rencakan?" tanya shanum curiga, tubuh elma menengang sempurna. Bagaimana bisa putri nya bertanya tentang luka lama yang berusaha ia lupakan dengan adam.
setiap malam ia harus melewati rasa sakit yang begitu dalam bersama adam. Kini, kini putrinya akan membuka luka lama itu.
" apa kau mengingat semua shanum?" Shanum mengangguk pelan.
" sejak kapan?"
" sejak 6 tahun lalu" elma terdiam membisu, bagaimana bisa putrinya merahasiakan hal sebesar ini sendiri.
" kenapa kau tak memberitahu mommy?" tanya elma hawatir.
" mom, sekarang bukan tentang masalah ingatan ku yang sudah kembali, aku ingin tahu, apa benar kecelakaan 9 tahun lalu itu di rencakan? " elma mengangguk pasrah, ia tak tahu harus menjawab apa lagi
" SIAPA MOM? " Shanum memekik tajam, ia lupa jika ia berbicara dengan mommy nya
" Shanum, tenanglah nak, mommy akan menceritakan semuanya, duduklah kemari " pinta elma lembut, inilah yang di takutkan dirinya jika shanum ingat semuanya.
"TIDAK MOM! katakan pada ku sapa orang yang telah menrengut semuanya dari ku?" pekik shanum, kali ini ia benar benar marah, ia sudah berusaha untuk bersabar selama 6 tahun ini, ia mencari kebenaran itu sendiri tampa sepengetahuan orang tuanya. Tapi ke benaran itu seakan di tutup rapat oleh keluarganya, sehingga membuat siapapun tak akan bisa menguak kebenaran 9 tahun lalu.
__ADS_1
" shanum, tenanglah nak, ayo duduk sini" elma mengajak shanum duduk di tepi kasur
" mom akan menceritakan semuanya pada mu, tapi berjanjilah dulu pada mommy, jangan pernah membenci siapapun, maafkan mereka yang sudah merusak kebahagian mu, berjanjilah nak! " shanum luluh dengan kelembutan mommy nya, ia memilih nurut pada mommy nya.
" katakan siapa yang merengut semuanya ?" pinta shanum.
" baiklah nak, tapi ingat pesan mommy, maaf kan mereka yang bersangkutan dengan kejadian itu" shanum mengangguk pasrah.
" tapi shanum gak janji mom, jika orang yang merengut semuanya itu ada di dekat ku sendiri" bathin shanum
" semua itu bermula, sejak abraham dan mike memergoki sham dan shanon berciuman di dekat kolam,,,"
" sham, shanon berciuman?" tanya shanum tak percaya. bagaiman bisa orang orang yang sangat di cintai nya melebihi dirinya sendiri berhianat di belakangnya
" dengarkan dulu penjelasan mommy sampai selesai, jangan di putus perkataan mommy shanum ! " elma memperingati shanum.
" hari itu abraham dan mike benar benar murka, ia dan mike menghajar sham habis habisan, bahkan abraham menampar shanon sampai terjatuh, sham marah ketika shanon di tampar abraham, ia meninju abraham sampai bibir abraham sobek. abraham membentak shanon, "kenapa kamu tega menyakiti saudara kembar mu shanon bagian dari diri mu!" aku kecewa pada mu shanon, shanon hanya menangis saja pada waktu itu ia menangis di kaki abraham sambil memohon padanya jangan katakan apapun pada mu, ia berjanji akan mengakhiri semua itu. Ia mengakui pada abraham semuanya bahwa ia dan sham memang pacaran di belakang mu, dan ia berjanji akan mengakhiri semuanya. Tapi tidak dengan sham, ia tidak mau mengakhirinya. Mike yang mendengar hal itu marah besar ia kembali meninju wajah sham, sampai sham benar benar babak belur. Kamu tahu shanum. Mike sangat mencintai mu tapi ia tak pernah mengatakannya pada mu karena ia tahu kau sangat mencintai sham. Mom tahu ketika kamu koma sayang.Tapi abraham menolak mike untuk berada di dekatmu, ia menyuruh mike kembali ke jerman demia kebaikan bersama. Ketika di mana hari sham di hajar, abraham kira shanon dan sham akan putus, ternyata tidak mereka tetap pacaran di belakang mu, mike yang mengetahui hal itu lebih dulu, ia langsung bertindak di luar dugaan, bahkan abraham tidak menyangka jika mike melakukan hal nekat itu " cerita elma terhenti seketika air matanya mengalir dengan deras
" MOM, jangan katakan jika yang melakukan rencana ke celakaan itu adalah mike " ucap shanum curiga, air mata nya jatuh semakin deras .ia tak kuasa tuk mengucapkan lagi.
"MOM!! KATAKAN KALAU DUGAAN KU SALAH!" Elma mengangguk pasrah
"TIDAAAKKK, SEMUA ITU TIDAK BENAR KAN MOM,! KATAKAN SEMUANYA SALAH,, TIDAKKKK ! TIDAAAAKKKK MOMMM! " teriak shanum ia menghampiri meja rias ia membanting semua yang ada di situ, ia lupa jika itu bukan kamarnya, ia juga lupa jika ini bukan rumahnya, jika ia berteriak hanya akan di dengar oleh pembantu dan deddy nya.
Tapi siapa sangka jika kenyataan tidak semperti yang di fikirannya.
Semua orang kaget dengan teriakan shanum mereka semua berlari menuju kamar adnan.
Mereka kaget melihat kamar adnan sudah berantakan. Di tambah elma yang menangis di dekat kasur dan shanum yang meringkuk di dekat meja rias sambil terus mengatakan tidak.
" tidak mom, katakan mom kalau semuanya salah" ucap shanum lemah, sambil terus menangis.
__ADS_1
" tidak sayang semua nya benar" isak elma
" ada apa elma?" tanya adam hawatir ia menghampiri istri nya yang berada di pinggir kasur.
Shanum bangkit ia mendekat ke arah deddy nya ia memegang lengan deddy nya
" ded katakan pada shanum kalau yang merencakan kecelakaan itu bukan mike ?" adam menengang sempurna, ia diam membisu. Ia menarik shanum dalam pelukannya
" apa ini ded? deddy tahukan kalau itu semua salah " isak shanum masih dalam pelukan adam.
Semua orang hanya menonton mereka dalam kesedihan, mereka tidak tajukenapa.
Shanum melepas pelukan adam dan berteriak kembali.
" DEDDY KATAKAN KALAU SEMUANYA SALAH! "
" DEDDY,,,, DEDDDD,,,," teriak shanum sambil memukul lengan adam.
Adam menoleh ke arah adnan, adnan yang mengerti maksud adam langsung mendekat ke arah shanum, ia memeluk shanum erat, sesekali ia mencium kening shanum.
" katakan adnan kalau yang di katakan mommy sama deddy semua salah " isak shanum
" aku mohon adnan katakan ini semua salah kan?" adnan terus memeluk shanum erat, lama kelamaan tubuh shanum melemah, adnan merasakan shanum sudah tidak bersuara lagi.
Betapa kagetnya adnan shanum pinsang dalam pelukannya.
" ummi, abi, shanum pinsang" seru adnan
Adam kaget bukan kepalang, ia takut terjadi sesuatu pada shanum. Adnan mengangkat shanum dan membaringkannya di kasur. Ia tak tahu beban apa yang di tanggung istrinya ini.
Ingin sekali ia bertanya pada mertua nya apa yang telah terjadi tapi ia urungkan, ia takut pertayaanya menyakiti hatinya.
__ADS_1
Maaf banyak kesalhan bertebaran
Selamat membaca