
Pagi hari kota new york begitu menggoda, keindahannya menyapu setiap penjuru, membuat semua orang bergegas meninggalakan rumah, apartemen, dan flat mereka, ada beberapa dari mereka yang meninggalkan mansion mereka, guna memanjakan penglihatan mereka.
Begitupun diriku, setelah sekian lamanya aku berada di new haven, dua minggu lalu aku kembali ke manhattan, kota yang sudah melekat dalam diriku, karena darah ku seakan mengalir di dalam kota ini. Setelah prosesi wisudaku selesai, aku bergegas meninggalkan new haven untuk kembali ke manhattan dengan segara, karena aku ingin menikmati moment moment indah yang berada di kota ini
" sampai kapan kau akan berdiri di situ shanum?" suara abaraham menyadarkan lamunan ku
"sampai di mana aku bosan tuk memandang ke indahan matahari terbit lagi, but is never! because i like this " jawab ku, walau begitu aku enggan tuk berbalik melihat abraham yang berada di belakang ku.
" it's ok, no problem, shanum? "
"hmmm" gumam ku
"nanti kamu akan pergi mewawancarai orang orang yang kamu temui lagi?"
ya, sudah satu minggu ini aku pergi melanjutkan penelitian ku tentang islam, sebenernya bukan penelitian, lebih tepatnya hanya mencari tahu tentang daya tarik islam yang begitu kuat, sampai sampai membuat orang yang berda di belahan dunia ini banyak yang menganut agama islam.
Aku mendengus kesal dengan perkatan abraham yang seenaknya saja " aku tidak mewawarai ABRAHAM SMIT" sungut ku, kali ini aku menatapnya tajam. Aku masuk kedalam meninggalkannya di balcon.
" hay beb, aku cuma bercada" kali ini ia ikut bergabung di sofa bersama ku, sambil memegang kepala ku, sesekali ia mengecup ya.
" bagaimana jika aku memberi saran pada mu?, agar kau tak perlu lagi mewawancarai orang orang yang kau temui"
" BUKAN WAWANCARA ABRAHAM, AKU HANYA BERTANYA" sengit ku, abraham nampak kaget dengan perkataan ku yang naik beberapa oktaf
" it's ok, sorry, sorry,,,, OK, cuma bertanya?"
" apa bedanya?" gumamnya lirih, tapi masih di demgar oleh ku.
" apa yang kamu bilang abraham?"
"nothing, bagaimana, aku beritahu tidak sarannya?"
" ok" akhirnya aku memilih mengalah.
" shanum dari pada kamu betanya pada orang orang yang kamu temui, padahal kamu tak mengenalnya, bagaimana jika kamu ikut ded dan mom ke Indonesia, aku yakin di sana banyak orang islam yang bisa menjawab pertanyaan mu dengan ditail dan memuaskanmu, dan aku juga yakin mereka bisa menjadi teman mu dengan baik" saran nya, aku hanya diam, tak langsung menjawab saran abraham.
" baiklah, menurutku saran mu tak buruk " kata ku sambik mengaduk ngaduk kopi yang di bawa sekertaris abraham tadi.
__ADS_1
Aku menyeruput kopi yang mulai menghangat ini sampai habis.
"okey, karena besok ded dan mon akan kembali ke Indonesia, berarti tak ada waktu banyak, abraham nanti malam kita dinner bersama di mansion ded, " ujarku lalu bangkit meninggalakan ruangan abraham yang sangat aku sukai. " oh ya, jangan lupa ajak lucas dan Jordan juga" tambah ku sebelum menutup pintu.
Aku berjalan menjauh meninggalkan ruangan abraham, nampak beberapa orang menatap ku heran dan Bertanya tanya kenapa aku bisa keluar dari ruangan abraham, itu karena mereka tidak tahu siapa aku sebenarnya, tentu mereka tak akan berani bertanya, karena mereka masih ingin tetap berkerja di sini, jadilah mereka hanya bertanya pada diri sendiri.
Aku berjalan dengan cepat tampa memperdulikan tatapan mereka. Setelah sampai di depan mobil aku segera masuk dan meninggalkan perusahaan abraham.
Gerbang berchat hitam terbuka lebar ketika mobilku sudah berada di depannya, aku masuk meninggalkan satpam yang berjaga di depan gerbang, aku mematikan mesin mobil ku di depan pintu mansion yang sangat mewah ini.
Nampak sepi, seperti tak berpenghuni, padahal sebebarnya ada banyak orang, tapi tak sebanyak di mansion ded, itu karena grandpa, tak memperkerkan banyak orang. hanya lima orang saja yang berkerja di sini itu termasuk sopir dan satpam, entah kenapa dengan grandpa, padahal mansion nya jauh lebih besar dari mansion ded.
" grandpa " sapa ku sambik memeluk grandpa yang tengah mancing di danau buatan ny, ya grandpa lebih banyak menghabiskan waktunya di danau ini
" hay princess, are you okay ?" tanya granpa setelah aku duduk di sampingnya
"okay " balasku masih tetap memeluk grandpa, lama rasanya aku tidak berada di pelukannya.
" grandpa" panggil ku pelan
"hmmm,,,,"
"yes" jawabnya mantap, aku menatap grandpa dengan penuh kasih sayang " apapun yang akan terjadi, apapun yang akan kau ambil sekalipun itu sangat tidak aku sukai, grandpa akan selalu menyayangi mu, karena kau adalah bagian dalam diriku setelah grandma mu" tambahnya
Air mata ku luruh mendengar jawaban grandpa yang menyayat hati, aku memeluk granpa dengan erat, walau dalam hati rasanya sakit sekali, karena aku seperti membohongi grandpa.
" baiklah, granpa nanti malam datanglah ke mansion ded, kita akan dinner bersama " pintaku sambil mengusap air mata ku yang berjatuhan.
"okay" jawab grandpa, ia tersenyum lembut ke arah ku.
" baiklah sekarang aku pulang dulu, untuk mempersiapkan makanan ke sukaan mu grandpa" kata ku, lalu bangkit setelah mencium nya.
" sampai jumpa nanti malam grandpa?" jerit ku sebelum masuk ke dalam meninggalkan grandpa yang masih berada di danau
" okay princess " balasnya.
__ADS_1
🐬🐬🐬🐬🐬
Malam ini semua keluarga ku berkumpul di halaman mansion, mereka nampak meluapkan kerinduan yang mereka tahan beberapa waktu, karena ke sibukan masing masing membuat nya jarang berkumpul.
Bahkan friska dan frank sudah mengeluarkan ke koyolannya, yang membuat mereka tak henti hentinya tertawa sambil memegang perut nya.
Grandpa tengah berbincang bincang dengan ded , uncle michel, uncle sam dan aunty aunty yang stia berada di samping mereka.
" shanum kamu sudah siap" tanya mom membunyarkan lamunan ku di depan cermin.
Mom tahu semua tentang rencana ku karena tadi aku sudah menceritakan pada nya.
" yes mom " jawabku mantap, aku dan mon berjalan menuju halaman, di mana semua keluarga ku berkumpul. Sebenarnya hari ini adalah ulang tahun ku, baru kali ini setelah shannon meninggal karena ke jadiana 3 taun lalu aku tak pernah meranyakan ulang tahun ku lagi bahkan semua keluarga ku tak berani meranyakannya, bagi ku hari ini seperti membuka luka lama. tapi kali ini aku yang memulai nya, aku pikir jika aku terus mencoba melupakan luka itu tetap saja aku akan sakit hati. Tapi jika aku berdamai dengan nya mungkin aku akan merasa lega.
" shanum, you is very very beautiful " seru friska setelah aku tiba di taman. ia berjalan ke arah ku lalu memelukku dengan erat, begitupun dengan saudara saudara ku yang lain, uncle dan aunty juga memeluk ku. tapi tak ada satupun dari mereka yang mengatakan selamat ulang tahun, mereka hanya memuji ke cantikan ku.
"selamat ulang tahun beby " ucap abraham di telingaku tubuh ku nampak tegang dengan ucapan abraham, walau hanya bisa di dengar oleh ku, tapi aku tahu kata kata itu, setelah sekian lama aku mendengarnya lagi.
air mata ku nampak jatuh membasahi ke dua pipi ku, abraham memeluk ku dengan erat,ia memberi kekuatan pada ku seakan mengerti apa yang aku rasakan.
Aku juga tahu sebernya ia juga ingin menangis tapi di tahan olehnya.
Aku segera menghapus air mata ku dan mendorong abraham, aku tak ingin larut dalam ke sedihan, sampai membuat tujuan ku nanti lupa.
" okay,grandpa, uncle, aunty dan semua keluarga ku, aku mengajak kalian dinner bersama karena ada suatu hal yang akan aku sampaikan " kata ku setelah mulai tenang, dan keluargaku berkumpul di hadapan ku. mereka tampak diam menunggu kelanjutan ucapan ku.
" malam ini, tepatnya di malam ulang tahun ku, aku ingin mengatakan, bahwa aku shanum syakira smit akan memeluk islam, dan aku akan ikut bersama mom dan ded ke Indonesia besok" kata ku mantap sambil menatap semua keluarga ku yang nampak kaget dan tak percaya.
Biarlah ini menjadi keputusan ku, biarlah semua orang setuju atau tidak! tapi aku berharap dengan ini aku bisa melupakan kejadian menyakitkan itu, dan memulai hidup ku yang baru, walau aku tak tahu akan kah aku bisa seperti mommy atau tidak?
Flassback off
Selamat membaca
Maaf kalau banyak tulisan yang salah
__ADS_1
coz author lagi males koreksi
Semoga menikmati 😊😊😊