
Setelah kami menghabiskan makanan kami, datanglah makanan penutup yang mommy pesan tadi.
" shanum, abraham , " panggil deddy ketika kami menikmati penekuk yang ada di depan kami
" yes ded" balasku bersamaan dengan abraham
" ded ingin, kamu abraham meneruskan perusahan deddy, dan kamu shanum, ded minta kamu menggantikan mommy mu mengurus butiknya " ucap daddy terus terang, aku menatap deddy heran dahiku yang sudah berkerut tak mengerti kemana arah ucapan deddy.
" maksud ded apa ? " tanyaku bingung, tidak dengan abraham ia masih tenang mendengar perkataan deddy, seakan ia tahu apa yang sedang ded rencanakan.
" shanum, ded dan mom besok akan pindah ke indonesia, kami akan menetap disana"
" what de? " teriak ku, membuat semua orang menoleh ke arah ku
" hay grill tenang lah ded juga akan sering kesini, atau kamu bisa mengunjungi deddy ke sana " ucap nya sambil menepuk pundak ku pelan
" tidak bisa ded, no, aku tak mau " ucap ku tegas
" hey princess, dengarkan deddy kamu bisa menghubungi deddy kapan pun kamu mau, dan kamu bisa ke indonesia kapan pun kamu mau " jelas deddy, yang masih berusaha membujukku.
Aku menoleh menatap abraham, berharap ia membela ku, tapi sayang ia tampak tak perduli, ia hanya diam mendengarkan perkataan deddy, ia memilih mengikuti ucapan deddy yang menurutku adalah gila!
" abraham akan menjaga mu" tambahnya lagi.
" terserah ded saja, ded mau apa juga bukan urusan ku, ayo abraham kita pulang aku akan menginap di penthouse mu malam ini" ucap ku kesal, dengan rencana rencana deddy. Aku menarik tangan abraham meninggalkan restoran ini.
🐬🐬🐬🐬🐬
aku menghempaskan tubuh ku di sofa, sambil menunggu abraham mengambilkan jus jeruk untuk ku.
"sikap ku tadi menyinggung mom dan ded apa tidak nya?" batin ku kenapa tiba tiba aku merasakan pipiku sangat dingin ya? hedeh ! ternyata abraham menempelkan gelas jusnya di pipiku.
__ADS_1
" ini jus nya " abraham menyodorkan jus yang ku minta tadi
" kenapa ngelamun, mikirin ucapan deddy tadi ?" tanyanya, Aku mengangguk membenarkan ucapannya
" sudahlah gak usah di fikirin, biarkan deddy mau berencana apa saja, kita sebagai anak hanya bisa menerima keputusannya dan mendukungnya, lagian bener kata deddy kita juga bisa mengunjunginnya atau deddy yang akan mengunjungi kita" jelas abraham, aku hanya diam mendengarkan penjelasannya, setelah diam beberapa saat aku membenarkan ucapannya.
" tumben kamu berpikir bijak, habis ke sambet setan putih " ucap ku sambil menatap curiga
" hello grill kakak mu ini sudah bijak sejak lahir, gak perlu kesambet setan putih, dan lagian mana ada setan putih?"
" ada , kalau pakai baju putih, jadi nya apa?"
" setan putih " jawab nya
" nah itu kamu tahu, dah ah aku ngantuk mau tidur dulu, besok aku akan ke mansion ded dan akan mengantarkan mom dan ded ke bandara" ucap ku sambil berlalu meninggalkan abraham yang masih setia dengan jusnya.
Pagi ini aku bangun lebih awal sebelum abraham bangun, aku ingin cepat cepat kembali ke mansion dan berbicara beberapa hal dengan deddy sebelum berangkat.
" abraham, bangunlah," panggilku sambil mengguncangkan tumbuh kekar abraham.
" terserah kau saja mau tidur apa bangun, sekarang berikan kunci mobil mu, aku akan kembali ke mansion deddy" pinta ku sambil menyodorkan tangan ku
" ok, ok, ada di meja kerja ku, terserah kau akan memakai yang mana, pergilah aku akan tidur lagi, nanti aku akan menyusul mu ke sana"
Aku keluar meninggalkan kamar abraham, aku tak tahu ia berbicara apa setelah mengatakan di mana letak kunci mobilnya.
Aku meninggalkan penthouse abraham di pagi buta dengan menggunakan mobil ke sayangan nya, aku tahu ia akan berdumel walau tak akan menujukkan nya di depan ku, biarkan saja salah sendiri menghiraukanku.
Karena masih terlalu pagi jalanan masih sepi, aku menyetir dengan kecepatan tinggi, tak sampai 20 menit aku sudah sampai di mansion deddy, padahal biasanya dari penthouse abraham menuju mension ded harus di tempuh dalam waktu 1 jam, aku memang ahli dalam mengendarai mobil, abraham yang mengajarkan ku, tapi ded melarang ku membawa mobil dengan kecepatan tinggi jika jalanan ramai berungtung pagi ini jalanan sepi jadi aku bisa menggunakan mobil dengan kecepatan tinggi.
Aku memasuki mansion yang masih tenang,aku memilih masuk ke kamar ku untuk kembali tidur beberapa menit, sebelum sarapan bersama mom dan ded.
Setelah membersihkan diri, aku keluar dengan berlari kecil,pagi ini aku lebih memilih memakai baju santai dengan celana di atas lutut sedikit.
" pagi mom ded," sapa ku sambil berlari kecil menuruni tangga menuju meja makan, ded dan mom tampak sudah rapi, Seakan mereka telah siap meninggalkan amerika.
__ADS_1
" pagi sayang?" balas mom dan ded bersamaan, mom meletak kan piring de depan ku setelah aku duduk dengan nyaman, aku mengambil 2 helai roti lalu ku olesi dengan selai dan aku tutupi selai tersebut dengan keju.
"ded maaf kan sikap ku yang kemarin nya" sesal ku sambil menunduk
" no problem beby, I'm ok " balas deddy sambil tersenyum lembut ke arah ku
" ded akan berangkat jam berapa nanti ?" tanyaku
" setelah ini, kenapa?"
" aku dan abraham akan mengantarkan kalian kebandara, tapi abraham mungkin akan menyusul"
" ok, tidak masalah"
aku berjalan ke arah mom dan ded aku memeluk mereka bersama, lebih tepatnya ded yang memeluk kami,
" ded, apa kalian akan benar benar meninggalkan ku sendiri ?" tanyaku sambil berusaha menahan air mata yang sejak tadi menggenang di plupuk mata ku.
" tidak sayang, ded dan mom hanya ingin tinggal di indonesia untuk memperdalam ilmu agama pada sahabat deddy, dan kamu bisa sering sering mengunjungi deddy dan mommy kalau kamu mau atau kamu mau ikut kami " tawar deddy pada ku
" no ded, aku masih ada urusan di sini" tolak ku halus " mungkin aku lebih memilih sering mengunjungi deddy dari pada ikut menetap di sana" tambah ku
" ok, terserah pada mu saja, ayo ! ded sudah telat 5 menit nih"
" ya elah ded baru 5 menit juga, lagian ded pakai pesawat pribadi bukan" cibir ku, ya ded memang konsisten dengan waktu, ded juga sering memgajar kan kami untuk menghargai waktu.
baru saja deddy akan berkata aku lebih dulu berkata" ok! ok! ded ayo kita berangkat" ucap ku cepat sambil menarik tangan deddy.
sedangkan mommy hanya tersenyum ke arah kami.
Baranga barang mommy dan deddy sudah di masukkan oleh pelayan, kami hanya perlu masuk saja ke dalam mobil dan pergi. tidak hannya mobil yang kami naikki saja yang berangkat, tapi ada dua mobil yang mengikuti kami, satu mobil di depan kami satu mobil lagi di belakang kami, itulah ded jika keluar pasti di kelilingi pengawal bahkan aku juga dulu pernah seperti ini, tapi karena aksi ku yang mogok makan dan keluar kamar akhirnya ded menghentikan itu,ya walau tak benar benar berhenti lebih tepatnya ada yang mengikuti ku diam diam.
Selamat menbaca 😊😊😊
Semoga menikmati ceritaku 😊😊😊
__ADS_1