
muhammad terus saja menyebut nama allah selama di perjalanan, dalam hati ia takut akan reaksi ke dua orang tua nya nanti, tapi jika di tinggalkan ia akan berdosa karena hanya ia yang ada di situ dan bisa menyelamatkan gadis ini.
" ummi, abi " panggilnya, ia tak percaya dengan apa yang di lihat nya, kenapa semua orang berada di halaman rumahnya, di tambah ada orang asing berda di antara keluarganya, ia yakin itu pasti sahabat abinya. Ia berjalan mendekat ke arah meraka.
" muhammad,,," seru ummi dan abi bersamaan, mereka tak percaya, bagaimana putri sahabatnya bisa berada dalam dekapan putranya.
" shanum,,,,, " elma berjalan mendekat ke arah shanum yang berada di dalam dekapan seorang pria yang tak dikenalnya.
" kenapa dengan putriku? " isak elma,
Adam segera mengambil putrinya dalam dekapan muhammad.
" maafkan saya nyoya, tadi saya melihat putri anda pingsan di pinggir jalan, " jelas muhammad sambil memunduk.
"tuan, ayo bawa putri mu kedalam ?" pinta kiai ali pada sahabatnya itu " ummi tolong tunjukkan kamar muhammad padanya? " tambahnya, ummi mengangguk pelan.
mereka masuk ke dalam bersamaan, begitupun dengan muhammad dan kafa. Kafa terus memegang pundak adik bungsunya itu, ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini, pasti akan merubah hidup adiknya.
" muhammad,,, " panggil abi dengan tegas
" ya abi " jawab muhammad yang tetap menunduk
" kamu tahu nak apa yang kamu perbuat ?" tanya abi dengan penuh wibawa
" ya abi, muhammad tahu, insyaallah muhammad siap " jawabnya mantap.
" baiklah nak, " ucap abi sambil menepuk pundak putra bungsunya.
" kita tunggu sahabat abi datang"
Adam kembali ke depan, setelah meletakkan putrinya yang tak sadarkan diri.
" tuan, saya ingin mengatakan satu hal pada anda" kata kiai ali setelah adam duduk di sampingnya.
" katakanlah kiai, saya akan mendengarkannya " jawab adam dengan sopan, bagi adam kiai ali sudah seperti ayahnya sendiri.
kiai ali menjelaskan kepada adam dengan hati hati dan perlahan, adam nampak berpikir mempertimbangkan ucapan kiai ali, sambil melihat ke arah pria yang akan menjadi menantunya.
" baiklah saya terima" jawab adam
__ADS_1
" alhamdulillah" jawab mereka semua
" tapi ada syaratnya ?"
"apa tuan ?" kata mehummad pelan
"tolong jangan katakan pada shanum tentang apa yang terjadi, Katakan saya memang egois!, tapi jika memberi tahu shanum yang terjadi sebenarnya, saya tidak bisa menjamin shanum akan menerima semua ini, dengan ke adaan nya yang seperti ini.
Saya hawatir juga, jika memberi tahunya, ia akan melakukan hal nekat " jelas adam, sambil menatap menatunya. muhammad, sedikit terkejut dengan permintaan mertuanya, tapi ia memcoba menettralisirkan ke terkejutan itu, dengan memahaminya.
"saya tahu ini cukup berat bagi mu nak? tapi ketahuilah, kamu tak mengenal shanum dengan baik, kamu mungkin tak akan percaya dengan semua penjelasan ku, tapi percayalah! shanum berbeda dengan yang lain. Kenali shanum dengan baik jika kamu ingin mengatakan yang sebenarnya. Pinta ku jangan gegabah mengahadapi shanum, jika kamu ingin shanum berada dalam pengawasan mu terus. Bersabarlah, jika kamu ingin mengenali dia dengan baik " adam mencoba memberi pengertian pada menantunya itu.
" insyaallah, muhammad akan ingat itu "
" baiklah, jika sudah selesai, semuanya juga sudah setuju, kafa panggil beberapa ustad untuk datang ke musholla depan, dan kamu muhammad, ambillah air wudhuk dulu " pinta abi
Mereka semua mengangguk paham lalu pergi. Kiai ali mengajak adam ke musholla terlebih dahulu.
suasana mushollah malam ini tampak tenang, semua orang diam mendengar muhammad membaca ayat al qur' an sebagai salah satu maharnya. setelah selesai, kiai ali membimbing adam mengucapkan bacaan ijab.
" qobiltu nikaha ha bil mahri madzkur " ucap muhammad dengan lantang.
Di lain sisi, elma tak percaya dengan apa yang terjadi barusan. sungguh jika seperti ini kejadiannya, ia tak tahu bagaimana mengahadapi putrinya ini.
para wanita berkumpul di dalam kamar muhammad melihat shanum yang masih terbaring lemah dan pucat.
"assalamulaikum " suara muhammad yang cukup keras membuat semua orang melihat ke arahnya.
" waalaikumsalam " setelah mendengar jawaban mereka, muhammad berjalan ke arah ummi dan ibu mertuanya seraya meyalami mereka satu persatu.
" ummi, nyoya, bisa tinggalkan kami berdua " pinta muhammad dengan sopan, ummi mengangguk setuju dan mengajak ke dua menantu dan putrinya untuk keluar. Sedang kan elma, ia menatap ke arah menantunya.
" nak tolong jaga shanum dengan baik, dan tolong jangan paksa shanum untuk bisa menerima ini semua secara mendadak, berikan ia pengertian dengan pelan dan bersabarlah! " pinta elma pada menantunya itu, ia terus saja menangis, tak percaya.
" insyaallah, nyoya"
" panggil saya mommy, seperti shanum memanggilku "
" baiklah mommy " elma tersenyum lembut dan menepuk pundak muhammad pelan. ia berjalan keluar meninggalkan putrinya dengan pria yang tidak di kenalinya, yang sekarang sudah bersetatus menjadi suami nya.
__ADS_1
Muhammad berjalan mendekat ke kasurnya, lalu duduk di samping shanum yang terbaring lemah.
Ia mengecup dahi shanum lembut, lalu mendoakannya.
Dalam hati ia tak menyangka akan menjadi suami gadis yang pernah menolongnya.
" ya allah sungguh kuasa mu begitu indah" bathinnya.
Ia membiarkan shanum tidur di kasurnya, sedangkan ia memilih tidur di sofa. Ia tak ingin terjadi ke hebohan jika suwaktu waktu istrinya terbangun.
Shanum nampak mengeliat tak nyaman, ia terbangun dari tidurnya, ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan ini. sampai akhirnya matanya tertuju pada seorang pria yang tengah melaksankan sholat.
" siapa kamu,,,, " ucapan shanum terhenti saat melihat pria yang ada di hadapan nya tengah menatapnya.
." kamu,,,,adnan bukan?" tanya shanum tak percaya, laki laki yang dulu pernah di bantunya kini ada di hadapannya, bahkan sebelum berpisah ia memberikan buku padanya.
" kamu mengingat ku shanum ?" tanya muhammad lembut
" tentu " jawab shanum mantap
" alhamdulillah " puji muhammad
" kenapa kamu berada di sini adnan, dan lihat sekarang, kenapa hanya ada kita berdua?" slidik shanum
"bukankah kamu pernah mengatkan, tidak baik jika seorang laki laki dan perempuan hanya berdua saja, sedangkan kita bukan saudara " tambah shanum, adnan mengangguk setuju dengan ucapan istrinya yang begitu mantap.
"lalu?"tanya shanum heran
"lalu bagaimana?" tanya adnan balik, shanum mengeryit tak percaya dengan adanan yang bertanya balik padanya.
" Lupakan! sekarang kenapa hanya kita berdua yang ada di sini? dan ini rumah siapa lagi? "
" satu satu shanum bertanya nya, tenang aku akan menjawab semuanya. kenapa hanya kita berdua?. orang tua mu sekarang sedang tertidur di kamar tamu, dan orang tua ku juga sedang tidur, kamu tadi pingsan, aku yang membawa mu ke sini, awalnya orang tuamu, ummi, adik dan dua saudari iparku yang menjaga mu, karena mereka ke lelahan, aku menyuruh mereka istirahat dan aku menawarkan diri untuk mengantinya, ini darurot shanum. terakhir aku akan memberi tahu mu satu hal, ini rumah ku,dan ini kamarku, karena tidak ada kamar lain" jelas adnan, shanum mengangguk paham.
ia mencoba berpikir secara professional, ia kenal pria yang ada di depanya, jadi ia yakin pria ini tak akan macam macam dengannya.
Hanya ada ke sunyian di antara mereka, tak tahu harus berkata apa lagi, shanum pun memilih diam tak mengatakan apapun, sejujurnya ia ingin bertanya banyak hal, tapi, entah kenapa ia merasa canggung.
Selamat membaca 😊😊😊
__ADS_1