Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
Seven


__ADS_3

Yale University, New haven


Tampak beberapa mahasiswa berlalu lalang di halaman, ada beberapa dari mereka yang tampak asyik membaca, ada juga yang mengobbrol.


Dua hari sudah aku memasuki universitas ini,selama dua hari ini aku lebih banyak menghabiskan waktuku di perpustakaan untuk membaca buku buku yang berada di sini, perpustakaan universitas yale menyimpan buku buku lebih dari 11 jilid buku dengan berbagai disiplin ilmu, perpustakaan ini merupakan perputakaan terbesar ke 3 di amerika, dan perustakan universitas terbesar ke 2 di dunia, maka dari itu aku lebih manghabiskan hari ku dengan berbagai macam buku yang ada di sini.


Kali ini aku memilih untuk menyelesaikan kuliah ku dengan cepat dan mengejar beberapa materi yang tertinggal, aku tak banyak berteman, karena itu akan membuang buang waktu ku saja, mungkin jika aku tidak punya tujuan, aku akan lebih memilih bemain main dengan mencari beberapa teman, tapi itu bukan tujuan ku!.


ada beberpa orang yang sering mengajak ku berkenalan dan mengajak ku mengobbrol bahkan ada yang mengajak ku bermain ke apartement nya, tapi maaf aku slalu menolak mereka dengan berbagai macam alasan.


Waktu terus berjalan begitu cepat, hari silih berganti dengan bulan, tak terasa tinggal 3 bulan lagi aku menyelesaikan study ku,tak banyak teman yang ku miliki selama di sini, hanya beberapa orang saja yang berteman dengan ku, dan sudah berapa minggu ini, selama aku disini aku baru berteman dengan seorang wanita muslimah asal Malaysia,zahra namanya, dia pintar dalam menjelaskan beberapa hal pada ku ketika aku bertanya mengenai apa agama islam itu? tapi sayang sampai detik ini belum ada jawaban yang pas yang membuat ku tertarik dengan islam, kebanyakan mereka menjawab dengan jawaban yang sama, dan bahkan jawaban itu sering aku temui di beberapa buku yang aku baca.


Aku berjalan melewati lorong kampus yang tak terlalu sepi, dengan membawa beberapa buku yang aku pinjam di perspus untuk aku baca di apartment nanti, aku berjalan dengan santai tampa menghiiraukan panggilan orang orang yang aku lewati, biarkan orang menganggap ku apa yang penting aku tak mengganggu mereka.


Setelah sampai di parkiran mobil, aku meletakkan tas dan buku buku ku di kursi belakang, itu yang slalu ku lakukan, Aku memutari mobil ku untuk masuk ke tempat mengemudi, tapi langkah ku terhenti saat melihat seseorang tengah berkutik dengan mobilnya, yang aku yakini pasti ada masalah dengan mesin mobilnya, aku berjalan menghampirinya, aku kira dia seorang wanita, tapi,betapa terkejutnya diri ku teryata dia seorang laki laki,


" bodoh nya kau shanum! dengan melihat ia memakai pakaian yang panjang seperti pakaian yang biasa zahra pakai, yang entah apa namanya, tampa melihatnya lebih detail lagi, kau dengan santai nya malah menghampirinya" gruntu bathin ku


"ada apa nona " sapa orang itu yang mulai melihat sikap aneh ku, aku hanya diam tak tahu harus berkata apa


" hmmm,,, " ucap ku gugup sambil memegang ujung baju ku, ia mentapku dengan kerutan di wajahnya, dengan penuh pertanyaan, tapi ia langsung kembali menatap mesin mobil nya sambil mengucapkan sesuatau.


" sorry, aku tak sengaja melihat mu sedang berkutat dengan mobil mu, sepertinya kau butuh bantuan?" tawar ku langsung saja tampa basa basi.

__ADS_1


laki laki itu tak langsung menjawab , ia tampak diam sambil melihat mesin mobilnya.


" apaan sih laki laki ini dia kira mukak ku ada di mesin mobil, sedari tadi aku berbicara ia tak melihat ku, malah melihat mesin mobilnya?" sunggut ku yang tentunya dalam hati


baru saja aku akan bebicara lagi, ia lebih dulu ber bicara,


" baiklah, karena kau menawari ku bantuan, aku terima ?" balas nya, masih tetap menatap mesin mobilnya, aku mengangguk saja tampa menjawab nya.


" baiklah jika dia lebih suka menatap mesin mobil nya dari pada menatap wajah ku, walau aku kesal dengan sikap nya, tapi ia tidak salah karena aku yang mengahampirinya, jadi suka suka dia mau menatap mesin mobil, atau menatap pohon atau apalah, mungkin dia alergi dengan mukak wanita cantik seperti ku" bathin ku kesal,


" bantuaan apa yang akan kau tawari pada ku?"tanya nya


" terserah pada mu, kau ingin aku antar ke apartment mu, atau kau ingin aku memanggilkan montir, atau kau ingin pinjam hp ku untuk menghubungi teman teman mu " ucap ku asal " oh tunggu aku ralat yang terahir, aku yakin kau pasti punya hp sendiri, " jelas ku, ia tampak tersenyun tipis dengan tingkah ku.


aku hanya menatap nya dengan heran dan tak percaya dengan penjelasan nya barusan


" bagai mana ada orang yang seperti diri nya di muka bumi ini? " bathin ku kesal, kesabaran ku mulai habis dengan sikap nya itu.


" baiklah jika tawaran ku tak ada yang berguna bagi diri mu, aku akan pergi " ucap ku kesal


" aku tak mengatakan tawaran mu tak berguna" terang nya


" hay apa apaan laki laki ini?" pekik ku, tentu dalam hati

__ADS_1


" lalu ?" jawab ku malas


" kau punya sesuat alat untuk membenarkan mobil di dalam mobil mu ?"


" entahlah, ayo kau liat saja di mobil ku" tawar ku, ia mengangguk setuju.


Kami berjalan ke arah mobil ku, aku membuka bagasi mobil ku, dan ia tampak tengah mencari sesuatu di dalam kotak yang tak terlalu besar yang memang kotak itu selalu ada di dalam mobil ku, tapi aku tak pernah membukanya.


" aku pinjam ini " ucap nya sambil menujukkan sesuatu pada ku, yang aku tak tahu alat apa itu, aku hanya mengangguk saja,


Kami berjalan lagi ke mobilnya, ia kembali berkutat dengan mobil nya, sedangkan aku bersandar di mobilnya sambil membuka hp ku, membalas pesan dari abraham yang sudah memenuhi whatsap ku.


" Apa saja yang di kirim kan kakak tercinta ku ini pada ku " bathin ku


Sambil terus membaca pesan ku yang menurutku semuanya pertanyaan basi.


" hay, nona " panggil seseorang, dengan suara lumanya keras


" eh ia apa ?" tanya ku bingung, aku yakin sedari tadi ia memanggil ku walau tak menatap ku tapi aku tahu cara bicara nya yang terdengar kesal, menandakan ia telah memanggilku sedari tadi.


" thanks, bantuan nya" ucap nya sebelum kami sama sama keluar meninggalkan universitas, aku hanya tersenyum dengan ucapannya yang entah ia mengetahui apa tidak.


Biarlah itu bukan urusan ku, aku pergi tampa menoleh lagi, aku berjalan membelah indah nya senja di new haven aku tak mau memikirkan laki laki tadi lagi, karena itu akan membuatku kesal.

__ADS_1


selamat membaca 😊😊😊


__ADS_2