
Pagi ini aku bangun terlambat, karena semalam aku menghabiskan beberapa buku yang ku pinjam dari perpus, aku berlari sambil membawa tas, buku, dan roti di mulutku yang sedari tadi tidak habis habis.
Aku memasuki kampus dengan terburu terburu,tak perduli orang menatap ku aneh! yang penting aku segera tiba di kelas. sebenernya aku belum terlambat, hanya saja prof menyuruh ku datang lebih awal karena beliau ingin memberikan pelajaran tambahan pada ku.
Setelah meletakkan tas dan membawa beberapa buku yang akan ku pelajari bersama beliau, aku langsung menuju ruangan nya.
" excuseme, prof" kata ku sopan sambil mengetuk pintu ruangan nya.
terdengar suara prof dari dalam menyuruh ku masuk,
" oh ! ternyata prof sedang ada tamu " batin ku aku masuk kedalam, prof menyuruh ku ke tempat biasa.
Aku duduk di kursi tidak terlalu jauh dari meja professor gerald ford, pun tak terlalu jauh dari para tamu prof.
" shanum," prof memanggilku, tapi beliau masih menatap satu persatu tamunya " mereka mahasiswa universitas al azhar cairo, mereka datang kesini untuk mengadakan study banding, kau bantu mereka menejelaskan beberapa hal yang akan mereka tanyakan nanti " pinta prof, kali ini beliau melihat ke arah ku.
" yes prof " balas ku tersenyum
Sedari tadi aku tak memperhatikan para tamu yang berada di ruangan ini, karena bagi ku mereka bukan tamu ku, menurut ku kurang sopan memperhatikan tamu yang bukan tamu sendiri.
Aku mulai memperhatikan satu persatu orang yang akan aku bantu, lebih tepatnya aku akan menjadi pemandu mereka.
" eh, bukan nya itu orang yang kemarin aku bantu di parkiran" pekik ku dalam hati saat melihat laki laki menyebalkan ada di barisan kursi ruangan professor.
" shanum kita tunda pelajaran tambahan kali ini selama dua minggu, kau selesai kan buku itu sendiri, nanti kau tanyakan saja yang tidak kau ketahui? pertemuan berikutnya aku akan langsung menguji mu " tuturnya, sambil mengambil beberapa buku yang ada di mejanya.
" baik prof, kalau begitu saya permisi dulu " aku undur diri meninggalkan ruangan beliau, Prof hanya mengangguk setuju.
Aku berjalan menuju kelas dengan langkah cepat, karena prof akan datang dalam waktu kurang dari lima menit, seperti itulah aku tiap pagi, slalu datang awal itu mendapatkan pelajaran tambahan dari professor gerald, ketika usai langsung berlari kecil untuk segera sampai di kelas, agar tidak ketinggalan materi pembalajar.
lelah!
__ADS_1
Tapi demi mencapai tujuan aku harus berjuang keras, mempuyai guru yang sangat konsisten dan sangat jenius membuatku menguras tenaga dan pikiran.
Aku masuk ke dalam dan langsung duduk di samping teman ku, sekaligus sahabat ku, elenor namanya, cantik dan pintar asal rusia, dia baik selalu memberikan nilai positif, dan mendukung ku dalam apa saja yang aku lakukan.
" bagai mana? kau tadi telat tidak?"
" tidak, kebetulan prof sedang ada tamu, jadi tidak ada pelajaran tambahan selama 2minggu ke depan"
Elenor hanya mengangguk saja, ia kembali membereskan buku buku nya yang berada di atas meja.
tedengar suara langkah kaki, yang aku yakini pasti itu professor gerald.
benar dugaan ku prof datang bersama beberapa orang berada di belakang nya.
ruangan tampak tenang setelah prof berada di kursinya dan orang orang itu berjejer di sebelah kanan.
" ok , good morning all" prof menyapa kami seperti biasa, dan kami menjawab dengan seretak.
" yes prof " jawab kami serentak, teman teman ku saling berbisik satu sama lain, entah apa yang mereka bisik kan.
" ok, diam semua! shanum, majulah kedepan" prof memanggilku untuk maju, aku berjalan kedepan menghampiri prof
" nadira, dan samuel, kalian juga maju" kali ini prof juga memanggil dua teman ku. Mereka maju bersamaan, dan berdiri di sampingku.
" kalian bertiga akan menjadi pemandu mereka" jelasnya
" yes prof" jawab kami bersamaan, prof memperenalkan nama kami bertiga kepada mereka, begitupun sebaliknya.Setelah sesi perkenalan selesai, mereka di beri izin oleh prof untuk berkeliling universitas, atau mengikuti pelajaran yang prof berikan. Mereka memilih mengikuti materi yang prof berikan.
Materi demi materi prof jelaskan, walau tak secara ditail tapi masih bisa di fahami, kali ini prof menjelaskan beberapa organ tubuh yang berperan penting pada manusia, 4 jam telah terlewatkan dengan mejelas kan seputar jantung, prof mengakhiri pertemuan kali ini dengan menyuruh ku menemani mahasiswa al azar berkeliling perpustakaan.
Aku dan samuel mengajak mereka memasuki perpustakaan universitas terbesar ke dua di dunia ini, samuellah yang menjelaskan lebih ditail dan aku hanya membenarkan perkataan nya saja, aku tak terlalu suka bicara, aku lebih suka perbuatan atau peraktek langsung, bagi ku ucapan hanya bohong belaka, tapi jika perbuatan itu baru jelas benarnya.
__ADS_1
setelah samuel menjelaskan beberapa ke unggulan perpustakaan ini sambil berkeliling, mereka mengambil beberapa buku dan mencari tempat untuk mereka baca.
Sebenar nya mereka hanya 5 orang, tidak banyak, tapi karena aku tidak biasa berintraksi dengan orang asing secara tiba tiba, jadi aku lebih memilih diam, tidak bebicara jika tidak penting.
Aku mengambil dua buku, kemudian duduk di tempat biasanya,tempat yang aku pilih tidak terlalu mencolok, seperti membuat perhatian orang orang, tempat ini jarang sekali di lewati mahasiswa, hanya beberapa orang saja yang melewati, itu berarti orang orang yang benar benar suka membaca seperti ku, yang akan sering ke tempat ini.
"excuseme, boleh aku duduk di sini" aku melihat ke arah orang yang berdiri di samping ku.
wanita cantik dan manis di balut penutup kepala yang senada dengan pakaiannya, berwajah khas timur tengah, hidung mancung dan lengsung pipi di pipi tembamnya, membuat semua orang akan terpikat dengan nya,
" silahkan" balasku sambil tersenyum ramah kepadanya
"maaf, siapa nama mu sis ?" tanyanya lembut dan sopan,
Aku yakin ia pasti tahu nama ku karena prof sudah mengenalkan ku pada mereka.Ah, mungkin ia sedang ber basa basi" bathin ku
" shanum syakira " jawab ku, sambil menutup buku ku.
" muslim " slidiknya. ya, pasti semua orang mengira aku muslim jika mengetahui nama lengkap ku, padahal kenyataannya tidak !
nama ku pemberian granpa dari mommy.
" no" jawab ku cepat aku tak ingin orang salah mengira, Bukannya tak suka, hanya saja terdengar aneh di telinga ku
" oh,,, aku kira muslim. nama ku nida' " kali ini ia memperkenalkan diri nya, aku tersenyum lembut ke arah nya. Kami mulai berbicara beberapa hal, lebih tepat nya ia yang banyak berbicara tentang dirinya dan juga tempat kuliahnya, aku hanya mendengarkan saja, sesekali aku menimpali percakapan nya, ia anak yang asyik di ajak bicara, mudah akrab dengan siapa saja.
Setelah puas bebicara dengan nya, aku mengajaknya keluar, kerena sebentar lagi sudah waktu pulang.
Samuel mengajak kami semua makan di retoran yang tak terlalu jauh dari universitas, karena hari ini aku ada janji dengan abraham, aku menolaknya, tapi dengan syarat, aku harus mengikuti party yang di adakan campus dua hari lagi, aku mengangguk menyetujuinya, aku bilang akan di party cuma 2jam saja, ia setuju dengan syarat ku juga.
Selamat membaca 😊😊😊
__ADS_1
semoga menikmati