Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
Twenty


__ADS_3

adnan memilih menyendiri di gazebo pondok, setelah ia mendengarkan semua penjelasan abinya, siapa sebernanya shanum itu, ia tidak percaya dengan apa yang baru di dengar dari abinya.


" ya allah bagaimana ia bisa menikahi wanita, yang jauh di atasnya" gumamnya


kafa yang melihat adik nya sedang melamun di gazebo segera menghampirinya.


" adnan ada apa?" tanya kafa, ia mengambil posisi duduk di samping adik bungsunya


" mas tahu siapa shanum sebenarnya ?" tanya adnan tiba tiba, kafa hanya menggeleng pelan


"mas tahu, siapa sebenarnya wanita yang sudah aku nikahi semalam, dia adalah anak konglomerat, dia adalah putri dari orang terkaya di dunia, mertuaku termasuk 5 jajaran orang terkaya di dunia"kafa tercengak takpercaya, bagaimana bisa abinya bertemu orang seperti itu, dan sekarang orang itu menjadi menantunya lagi.


" benarkah?" tanya kafa tak percaya, Adnan mengangguk.


" aku harus bagaimana mas?" tanya kafa frustasi,


" adnan semua itu hanya dunia, yang bisa kapanpun allah ambil, jangan terpaku dengan hal itu adnan,seharusnya yang kamu pikirkan, bagaimana kamu membimbing istri mu ke jalan yang benar, jika mas perhatikan, tuan adam dan keluarganya tidak pernah memperlihatkan siapa sebenarnya mereka?"


"ya, itu yang aku kagumi dari keluarga istriku mas, tapi mas, aku bingung bagaimana cara menghadapi shanum, dia sangat tertutup,dia juga berbeda dari wanita lainnya, dia menyimpan luka yang sangat dalam setelah ke matian tragis yang menimpa saudara kembarnya 9 tahun lalu, abi menceritakan sedikit tentang ke hidupan keluarganya, walau abi menceritakan inti nya saja, aku nyakin ada sesuatu hal yang membuat ia menjadi sangat penutup seperti itu" jelas adnan


" abi tak menceritakan kenapa saudara kembarnya mati tragis?"


" tidak, abi tidak tahu, tuan adam tak menceritakan banyak, mereka tidak mau membuka luka lama kata abi"


" mas pikir benar, yang berlalu biarlah berlalu, tunggu saja adnan, suatu saat istri mu sendiri yang akan menceritakan pada mu, jika dia sudah yakin dengan mu, mas lihat kamu punya hubungan baik dengan nya?, biar waktu yang menjawab adnan,sekarang tugas mu hanya membimbingnya dulu, cari ke percayaannya !" adnan mengangguk setuju.


Kafa menepuk pundak adik nya itu, ia tahu adik nya pasti sedang resah, tapi ia juga tahu adnan bisa melewati semua ini, adnan punya jiwa yang bebas, tidak seperti dirinya dan juga mas hasan.


Mereka berdua memain kakinya di dalam air kolam, "mas tahu, adnan rindu kita bermain di sini bersama mas hasan dan juga mbak sukainah"


kafa tersenyum ke pada adik bungsu nya itu.

__ADS_1


" gus kafaaa,, gus kafa,," panggil salah satu santri yang berlari ke arah mereka. Kafa dan adnan menoleh ke arah santri nya yang tengah berlari ke arah mereka dengan tanda tanya


" ada apa kang?" tanya adnan, Santri itu nampak ke takutan, nafasnya saja sudah terengah engah


" tenang dulu kang, baru setelah itu bicara " pinta kafa


" niku gus,, neng salma,, neng,,"ucap santri itu terbata bata, kafa yang mendengar nama putri nya di sebut langsung berdiri.


" ada apa kang, katakan dengan jelas ? "


" neng salma jatuh dari tangga, gus, sekarang ustad sholihin membawa neng salma ke dalem" kafa yang mendengar anaknya terjatuh , bangkit pergi meninggalkan santri itu, begitupun dengan adnan.


kafa melihat istrinya menangis sambil memeluk putrinya yang penuh dengan darah, ia segera mendekat ke arah mereka, sukainah sibuk menelpon suaminya, untuk mengantarkan ke rumah sakit, abi juga menyuruh beberapa santri untuk menyiapkan mobil. ummi dan zainab terus saja menangis, sambil memeluk salma yang tak sadar kan diri.


" ummi, abi, mbak zainab, dan mas kafa tenanglah, jangan gegabah, adnan tahu sapa yang bisa membantu kita" ucap adnan di tengah ke bingungan mereka, semua orang menatap adnan penuh tanda tanya.


" siapa adnan" sarkas kafa.


Semua orang menatap adnan curiga, siapa yang bisa membantu mereka saat seperti ini, mereka menurut saja, menunggu adnan kembali, selang beberapa waktu adnan kembali bersama shanum. Shanum yang tertidur pulas di kamar adnan jadi terbangun karena ucapan adnan.


"shanum" kata kafa


" ya mas, shanum adalah dokter, dia dokter bedah"


" benarkah?" tanya zainab tak percaya, adnan mengangguk.


" shanum tolong kamu periksa ke adaan ponaan ku" pinta adnan, shanum berjalan mendekat ke arah salma yang berada dalam gendongan zainab. ummi memberi shanum jalan agar bisa dekat dengan salma.


" bisa tolong letakan salma di sini, saja" pinta shanum sambil menunjuk sofa yang panjang. zainab segera meletakkan salma di sofa,


" bisa tolong ambilkan air hangat dan baskom kosong untuk membersihkan darahnya" pinta shanum pada zainab, zainab segera mengangguk dan pergi ke dapur.

__ADS_1


" adnan, aku boleh mintak tolong?" tanya shanum pada adnan


" katakan"


" ambilkan tas kecil berbentuk kotak di dalam koperku" Adnan segera pergi ke kamarnya untuk mengambil tas yang di minta shanum.


zainab kembali membawa baskom kosong dan juga air hangat, serta sapu tangan bersih.


Shanum menerima apa yang di berikan zainab, ia segera membersihkan luka di kepala salma dengan telaten, semua orang menatap shanum tak percaya, begitupun ummi dan abi.


" ini shanum" ucap adnan memberikan tas yang di mintanya, setelah membersihkan luka salma tangan kiri shanum menekan luka di kepala salma yang terus mengeluarkan darah.


" adnan, tolong ambil alcohol di dalam situ, bersih kan tangan mu dengan itu, bantu aku itu menekan luka salma" pinta shanum, adnan segera menurut apa yang diminta shanum, setelah adnan menganti posisi shanum, shanum segera membuka peralatan medis yang slalu ia bawa ke mana mana.


" zainab, bisa tolong siap kan mobil segera, aku tak bisa menjahit luka salma, karena aku tak membawa peralatan nya, aku hanya bisa menghentikan pendarahannya, dan memberi penanganan pertama saja" pinta shanum


" sudah, aku sudah menelpon suami ku ia akan segera datang, dan abi juga sudah menyuruh beberapa santri untuk menyiapkan mobil" jelas sukainah, shanum mengangguk, ia kembali memeriksa detak jatung salma dan denyut nadinya, ia juga memeriksa bagian tubuh salma yang lain.


Ia mengambil obat merah dan juga kain kasa untuk menutup luka yang berada di kepalanya.


"sudah pendarahan nya sudah berhenti, nanti tinggal menjahitnya saja di rumah sakit, semua nya normal detak jantung dan denyut nadinya. Tapi sepertinya tangan salma retak ringan akibat benturan yang terlalu kuat, aku tidak bisa memprediksi kebenarannya, kita lakukan ctscan aja nanti, jika di lihat dari bengkaknya tangan akibat darah menggumpal sih seperti itu" jelas shanum


Semua orang hanya diam mendengar penjelasan shanum yang begitu lugas, sukainan menatap kagum adik iparnya itu,


" kamu se orang dokter dimana shanum?" tanya sukainah yang sedari tadi penasaran.


" tidak,,, aku belum menjadi dokter beneran hanya praktek di rumah sakit kecil yang ada new york saja, itu pun cuma satu bulan saja" kata shanum bohong, dan tentu adnan tahu shanum berbohong. tapi ia hanya diam saja, ia tahu shanum tidak ingin statusnya terbongkar oleh siapapun.


Setelah mobil datang, mereka segera membawa salma ke rumah sakit, dan tentu shanum ikut, itu pun atas paksaan adnan. awalnya ia menolak, tapi abi juga menyuruhnya ikut, dengan dalil ia harus membantu dokter disana yang akan menangani salma, abi bilang dokter disana gak sehebat dokter di amrik, Alhasil ia terpaksa menuruti ucapan abi.


Happy reading 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2