Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
Twenty six


__ADS_3

di dalam kesunyian malam yang tenang dia yang berharap ampunan dan rahmatnya, memilih memenuhi panggilan kasihnya, dari pada keindahan mimpi yang sesaat.


seorang pria tengah tenggelam dalam ke indahan sujud di hadapan sang pencipta, ya! ia adalah adnan ali. Adnan tenggelam dalam munajatnya, ia mencurahkan seluruh isi hatinya, keresahan, ke gudahan, yang ia rasakan.


Dirinya tak tahu jika istrinya sedang memperhatikan kenikmatanya dalam beribadah. Shanum melihat suaminya yang tenggelam dalam dunianya, ia tak tahu apa yang di rasakan adnan, sampai begitu lama bersimpuh di hadapan sang kuasa.


Setiap gerak gerik adnan, Shanum perhatikan, tatkala adnan sudah salam dan berdoa, airmata nya jatuh membasahi ke dua rahang kokohnya yang di penuhi rambut tebal,bahkan air matanya masuk ke sela sela jenggotnya.


Shanum tersentuh dengan kenikamatan adnan dalam beribadah, ia bangkit dari kasur dan mendekat ke tempat adnan.


Entah mendapat keberanian dari mana ia, berani menyentuh pipi adnan dan mengusap air matanya.


" shanum" adnan terkejut saat istri nya sudah berada di depannya


" kamu bangun?" shanum mengangguk pelan, lalu memeluk tubuh adnan. Adnan yang mendapat perlakuan seperti itu kaget bukan main.


" adnan, maukah kau mengajari ku, agar bisa merasakan apa yang kau rasakan ketika beribadah " shanum menatap wajah adnan lekat, ia berharap suaminya mau mengajarinya.

__ADS_1


" tentu! aku akan mengajari mu dengan senang hati, aku akan mengajari mu bagaimana caranya agar bisa merasakan nikmatnya beribadah di sepertiga malam." jawab adnan mantap, ia mengusap rambut shanum yang sangat di sukainya. Ia menyruh shanum berbaring di pangkuannya.


" adnan, maukah kau mendengar kisah ku " tiba tiba shanum mengatakan ucapan yang sangat adnan ingin ketahui sejak lama.


" ya allah, sungguh kasih sayangmu begitu besar, sudah lama aku ingin mengetahui apa yang menjadi beban istriku? kini kau jawab di sepertiga malammu" bathin adnan


" jika kau ingin berbagi pada ku, katakan aku akan menjadi pendengar setiamu, dan menjadi sandaran mu " jawab adnan lembut.


"11tahun yang lalu.di dalam sebuah ruangan yang sangat besar, semua keluarga smit , walcott, dan wagner semua berumpul, kami biasa mengadakan perkumpulan keluarga satu tahun sekali di mansion grandpa. Tahun itu berbeda, Jika biasanya hanya shanon yang muncul, kali ini kami berdua muncul bersama. Shanon itu kembaranku, kami kembar indentik, hanya mata kami yang berbeda, dia mewarisi mata mommy yang berwarna hitam pekat, sedangkan aku mewarisi mata grandma dari mommy,jika orang orang tak memperhatikan mata kami, tentu mereka akan tertipu, siapa aku dan siapa shanon? pernah kami memakai lensa mata yang sama, semua orang keliru menyubut nama kami! karena bingung mana aku mana shanon, bahkan ded dan mom pun begitu, hanya abraham yang tidak pernah keliru!,


" malam ini, pasti kalian semua bingung kan kenapa ada dua shanon haaaaahaaaa," tawa grandpa memenuhi ruangan setelah mengatakan itu " tidak! tidak! shanon menpunyai kembaran, mereka cucu kembarku,sangat mirip sampai aku sendiri tidak bisa membedakanya, tapi mereka punya perbedaan, mata mereka! mata mereka berbeda, sangat berbeda, yang satunya hitam pekat yang satunya bermata,,,, kalian perhatikan saja sendiri jika mengobbrol dengan nya" kata grandpa panjang lebar. Ya grandpa tak menyebut warna mata ku, karena warna mata ku ini lah yang menjadi pusat perhatian semua orang, karena warna ini lah aku ingin selalu menangis jika melihatnya. Sebelum grandpa melanjutkan ucapannya, sebuah kue berukuran besar, bahkan sangat besar dengan tinggi 1 meter setengah dan lebar setengah meter lebih,datang dan berhenti di depan kami.


" malam ini kebetulan adalah malam di mana cucu kesayangan ku ini sedang berulang tahun yang ke 12, jadi saya george james smith mengundang kalian secara resmi, selain kumpulan keluarga besar, saya juga mengundang kalian di acara ulang tahun cucu saya


shanon seara smith dan saudara kembarnya" jelas grandpa, ya kenapa malam itu aku muncul, karena malam itu bertepatan dengan ulang tahun kami, maka dari itu grandpa meminta ku untuk muncul di depan publik setelah 5 tahun aku tidak pernah muncul, karena sebuah insiden aku di culik. Kamu tahu adnan! mom bilang kan aku pernah jadi model waktu kecil, ya, ketika umurku 7 tahun, seorang produser ternama di amerika melihat kami berdua saat berjalan jalan mengelilingi dan makan di sebuah restoran. Tak lama dari itu produser itu tertarik dan datang ke rumah meminta kami untuk jadi model di perusahaan A, awalnya dad tak mengizinkan, karena hawatir akan keselamatan kami, tapi karena jaminan keselamatan yang di ajukan mereka dan bujukan mommy, akhirnya ded menyetujuinya, dengan syarat tidak boleh lebih dari 4 jam sehari, produser itu memyanggupinya.


Satu minggu berlalu, pagi itu kami di antar oleh supir deddy, dan di kawal beberapa bodyguard ke tempat suting. Sesuai perjajian kami hanya 4 jam saja.

__ADS_1


kami mulai terkenal di dunia modeling,bahkan mulai mencuat ke seluruh amerika dan negara negara lainnya.


tiga bulan berlalu begitu cepat, kami mulai terbiasa dengan kilatan blizt dan cahaya cahaya lainnya, semua berjalan dengan semestinya.


Sampai di mana hari itu, entah ada apa? supir yang biasa memgantar dan menjemput kami tidak ada.


" shanon, kita harus kemana?" aku bertanya dengan lugunya pada saudara kembarku itu, padahala aku juga mersakan jika ia juga bingung harus kemana.


" shanum, kamu percaya padaku?" aku mengangguk mantap


" bagaimana kita pergi ketaman yang biasa kita jumpai saat berangkat kesini "


Aku setuju dengan usulnya, kami pergi ke taman dengan berjalan kaki " shanum menghentikan ceritanya, ia melihat adnan yang fokus sekali dengan kisahnya, seakan takut ke tinggalan barang satu kata pun.


" adnan, sudah adzan shubuh, bagaimana jika sholat dulu. Kita lanjutkan nanti malam " shanum membunyarkan ke seriusan adnan dengan hati hati


" astaufirllah!" adnan beristifar lalu ia menyetujui saran shanum, toh waktu untuk bercerita masih banyak, tapi shubuh hanya sebentar.

__ADS_1


__ADS_2